"Aku sangat kagum terhadap usaha keras kalian semua." ujar salah seorang kanibal.
"Kau mengerti betapa susahnya hidup. tapi kenapa kalian merenggut hidup seseorang. apa yang kalian pikir?" jawab dharma yang berbicara pelan. Dharma sudah habis semua sisa tenaganya, yang harus ia pertahankan adalah hak untuk bebas.
"Oleh karena kamu sangat mengerti betapa susahnya hidup lah kami memakan kalian. HAHAHHA.......". Ledekan para kanibal membuat hati dharma geram, namun kondisi lemah yang memaksa ia tetap terbaring tak berdaya meratapi semua kanibal yang tepat berdiri di hadapannya.
"Orang dewasa ternyata sangat bodoh yah....." Rintih panca mendengkur dari arah belakang. memuntangkang raga kecilnya di batang pohon basah.
Semua kanibal itu menoleh ke arah panca. mereka sepertinya tidak terima dengan apa yang telah panca katakan barusan.
"Anak ingusan ini mau kita apakan?" menepuk pundak temannya. ucap kanibal itu.
"kita panggang saja daging segarnya itu. aku sudah tidak sabar memasak dengan resep terbaruku. HAHAHAHA....." Mereka semua bergelak tawa, perut buncitnya dipegang erat sembari merengkuh kejenakaan yang mengalir lewat ucapan temannya.
Sontak dharma tidak terima adiknya diperlakukan seperti seekor domba. Dharma berteriak lantang mengambil pasir yang berhamburan dekat tubuhnya. cengkraman dari tangan yang sudah pucat itu tidak bisa mengambil banyak pasir. Dengan sedikit pasir yang ia genggam, dharma melemparkan semua pasir yang telah ia bawa dalam genggamannya.
"BRUSHHH" Suara pasir yang terkena para kanibal yang tengah berbalik membelakangi tubuhnya dan menghadap sang adik yang sedang kelelahan dan sekarat.
Dentuman angin kencang berhembus. Suara Auman serigala terdengar dari kejauhan. Sontak hal itu membuat semua kebingungan pada awalnya. dharma yang sudah tau di awal mulai tersenyum, memandangi arah suara itu muncul.
Dia meletakkan kepalanya ke tanah yang tertatih melihat ke atas sejak tadi, sebagai bukti terakhir bahwa dharma sudah melawan mereka dengan bahasa tubuh yang murni.
"Mereka datang. Aku lega." ujar dharma.
~Ketika mereka masih terikat di tiang bambu yang tengah dikerumuni makhluk jahanam, dharma sering kali merasa tiupan angin menjalar masuk dan hinggap di telinganya. Semua bulu kuduk dharma merinding. Bukan semata-mata karena hawa dingin, melainkan ada DNA yang bangkit melewati simbol alam.
frekuensi rasa menggugah alam pikir dharma. Semua siloka semesta mendadak mudah untuk ditelaah, Ada sebuah gelombang suara yang membentuk deretan nada. Dalam posisi kelelahan gelombang tersebut berubah menjadi kalimat penuh makna dan misteri.
"Heup, geura hudang. pasrah kanu maha kawasa, Ikhtiar saterusna. Ahung....." Perubahan sifat gelombang menjadi kalimat mungkin hanya dirasakan oleh dharma. Dharma kini terhubung mudah dengan "WARUGA JAGAT" Ini adalah proses dharma untuk naik ke tahap berikutnya.
Aliran listrik menciut naik ke saraf. Dharma menuju tahap BETTA, kondisinya yaitu sedang stress memikirkan nasib dan adik semata wayangnya. Tapi dari kebingungan yang menggembung terbuka alam pikir dharma yang sudah lama tertutup.
Suara Auman serigala telah berkumandang. Itu artinya kehidupan akan berganti menjadi lebih baik. kode alam inilah yang menjadi faktor agar manusia bisa memahami sekelilingnya.
Pemikiran dharma sudah secara drastis dan spontan berubah. Kejadian yang mengancam dirinya mati adalah gerbang awal untuk level yang lebih tinggi.
Para gerombolan serigala kini tengah berada tidak jauh dari posisi mereka. Sang pemimpin tepat berdiri dengan gagah, membusungkan dada yang membawa senjata.
"Bukankah itu serigala? Tapi......" Riut wajah resah berkesorak dalam wajah para kanibal. mereka kebingungan melihat seekor serigala bisa berdiri dan membawa senjata tajam di tangan kanannya. Hal yang aneh jika dipikirkan oleh logika yang matang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments