PASRAH

Mereka menghampiri buruannya dengan hati yang senang, senantiasa bersyukur karena umat manusia telah melakukan inovasi terbaru, yang akan menjadi terobosan agar mudah terhubung dengan semesta lewat frekuensi rasa.

Gerbang awal dimulai. Memecah perseroan terbatas pada saat umat manusia menunjukkan taring pikir mereka yang telah diasah.

Serigala itu dibawa masuk ke dalam ruang penelitian. dengan hasrat menggebu untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Tubuh kerempeng penuh darah dimasukan ke peti yang terbuat dari logam, untuk menyuplai nutrisi yang akan disalurkan lewat selang pompa yang menempel di atas petinya.

"Semoga ini berhasil!" ucap ilmuan memandangi wajah cerah muridnya.

Cerita kembali ke dharma dan panca.

Tidak pernah tersiarkan dalam berita ada perbuatan keji yang bertentangan dengan rasa kemanusiaan. Manusia memakan manusia. Banyak yang bercanda gurau memperdebatkan bahwa manusia tidak akan sampai pola pikir ke arah sana, tapi dalam realitasnya kejadian aneh bahkan kanibalisme menjadi sebuah wabah yang patut diperhitungkan.

"Tolong jangan makan kami," panca mengatakannya seperti kucing yang sakit.

Dharma bangun dari duduknya. Ketiga anggota itu mengarahkan parit tajam ke wajah dharma. "Kau akan mati." Penyataan kanibal itu sangat menyayat hati dharma yang sehat. Bagaimana mungkin kita dapat mengatakan seperti itu, sedangkan dari kecil moralitas sudah diajarkan dan dibangun.

"Yang mati harusnya kalian semua! Sebelum kalian membunuh kami!!!" Dalam posisi keringat bercucuran, suhu tubuh menurun, dan raga yang tidak terisi oleh nutrisi. Dharma dengan lantang mengatakan Kalimat perjuangan yang bercirikan rasa semangat mendengkur hingga terbakar hebat dalam ambisinya untuk melawan.

Seusai berbicara dharma langsung menendang \*\*\*\*\*\*\*\* si kanibal yang mengacungkan parit kearahnya. Dentuman itu mengakibatkan rasa sakit yang berlebih. Ia lantas menderu kesakitan sembari memegang area yang terkena tendangan dharma. Parit nya jatuh tergeletak di tanah. Dharma dengan sigap langsung mengambil parit tersebut.

Ketika dharma sedang menunduk Hendak mengambil parit yang terjatuh, ia ditendang teman si kanibal yang tidak jauh darinya. Akibatnya dharma terpental cukup jauh kebelakang.

Rasa sakit dharma sekarang menyeluruh ke semua perangkat tubuh. Dalam posisi yang bisa dikatakan sekarat, ia harus berdiri menantang angin yang bertiup begitu kencang.

"Manusia adalah makhluk yang absurd,"

Ringkasan ucap oleh seseorang yang telah menendang dharma.

"Kau bukan manusia. Kau bahkan lebih buruk dari babi yang haram!" Jawab dharma. Dalam posisi tertindas dengan rasa sakit yang menyeluruh menuju pembuluh.

Sudah letih sepertinya para kanibal itu mengoceh. Mereka sudah tidak sabar mencicipi lemak gempal yang tertumpuk dalam paha dharma dan panca. Raga dharma seperti ditarik oleh ravitasi yang sangat kuat. Seketika kaku dalam geraknya, jangankan untuk bangkit dari hamparan tanah, mengangkat telapak tangan untuk menyekat pergerakan mereka agar diam pun sudah tidak sanggup.

Dharma lagi dan lagi harus mengeluh. Dari sekian banyak peristiwa yang telah ia lewati dan bisa dipecah oleh akalnya. Kala ini dia harus mengeruk semua ingatan dan informasi agar bisa selamat. Namun semua itu sirna tatkala melirik panca yang kebetulan menoleh ke arah dharma dalam tatapan kosong. Mereka saling berinteraksi ketika berhadapan, melalui rasa yang mudah dicerna oleh Atma. Semangat hidup kakak-beradik Semakin redup terus melemah, meletus dalam ruang bebas dibarengi kerja jantung yang semakin jarang menyuplai darah ke semua operator raga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!