8:8

Mulai dari hari itu aku sering sekali menghabiskan waktu dengan Nadia sedangkan Cassie, aku sering mengabaikan nya dan bahkan membohonginya, kalau aku ada tugas di luar kota, padahal aku hanya temani Nadia aja karena aku takut nadia kenapa- napa

Karena memang Cassie cewek yang polos dan mudah percaya gitu aja, jadi muda juga di bohongin, dari gajiku lima belas juta aja aku cuman kasih dia dua juta, sedangkan sisanya aku kasih ke mama, Sinta dan aku manjain nadia dengan belikan apa yang dia mau.

Bahkan sudah satu tahun ini aku sudah gak perna kasih uang sama Cassie, karena semenjak aku kembali dengan nadia banyak kali permintaan nya begitu juga mama, banyak keperluan.

Namun yang membuat aku heran walaupun aku gak kasih Cassie uang, dia selalu punya uang untuk belanja dan masak untuk kami di rumah, bukan hanya itu yang listrik segala macam, dari dia semua, tapi aku gak ambil pusing, selagi Cassie gak nuntut aku untuk beri nafkah.

Itu lah yang menjadi peluang besar bagiku, sekarang aku dengan nadia sudah hampir satu tahun tapi Cassie sama sekali gak tahu apa-apa, tapi gapapa aku senang Cassie gak tahu, karena aku takut kalau sampai Cassie tahu, kami di usir dari rumahnya, aku gak mau itu karena aku juga belum siapa cerai dari Cassie.

Sudah berulang kali nadia meminta ku untuk ceraikan Cassie dan menikahi nya namun bagaimana pun, aku mencintai dia jadi aku gak mau ceraikan dia, kalau dia mau, aku pengen dia menerima nadia sebagai madunya.

Sebenarnya Cassie gak kekurangan apa pun, namun hanya satu yang sampai sekarang ia belum berikan, yaitu anak. Sedangkan mama pengen cepat punya cucu.

Suatu hari sudah jam sebelah malam aku sudah tidur lelap namun tiba-tiba hp ku berbunyi.

Dreetttttt dreeerrttttt.!!!

Aku melirik Cassie yang ada di sampingku ternyata ia tertidur pulas, aku dengan pelan bangun dari tempat tidur dan mengambil HP yang masih berbunyi, karena aku takut cessie bagun aku keluar dari kamar dan turun kebawa.

Ternyata yang telpon nadia, aduh untung cessie sudah tidur, lagian nadia kenapa telpon malam-malam begini coba, aku segera mengangkat nya.

"Hallo Nad, kamu kenapa telpon jam segini sih, kalau istriku tahu gimana". Ujar ku Namun bukan justru Nadia mala tertawa.

"Cieee calon ayah marah-marah nih, gak boleh marah gitu mas nanti marah anakmu."Ujarnya membuat aku bingung, maksudnya calon anak giman.

"Maksud kamu apa Nad cepat takut Cassie bagun". Karena aku paksa akhirnya dia bilang kalau dia hamil, seketika rasa bahagia terpancar di wajah ini.

" benaran Nad kamu hamil...?? kamu gak bohong kan sama aku...!! "Tanya ku memastikan

" Aku gak bohong mas...aku benaran hamil tadi aku cek loh, karen berapa hari ini aku rasa mual dan pusing gitu, jadi pas aku cek tadi ternyata positif, nanti aku kirim deh, ke hp."

" Ya ampun sayang kamu tahu betapa bahagianya aku mendengar, ok gini aja kamu istirahat karena sekarang sudah malam, jadi nanti besok mas jemput kamu ya biar kita cek ke dokter."

"Ok mas aku tunggu ya".

Setelah aku memutuskan panggilan dengan nadia, hatiku bahagia bangat gak sabar besok aku ketemu nadia, dan apa masalah ini aku hari cerita ke mama tapi takut mama marah.

Ah, nanti aja deh baru mikirin itu yang penting sebentar lagi aku udah jadi seorang ayah, walaupun bukan dari Cassie, tapi gapapa.

Semenjak saat itu, perhatian ku ke Cassie mulai berkurang, dan gak jarang aku sering membentak nya, padahal selama menikah aku gak perna berlaku kasar padanya, padahal yang dia lakukan hanya hal sepele.

Sesuai janjiku semalam sama nadia besoknya aku bersiap lebih pagi karena rencana aku masuk kantor terus selesaikan pekerjaan, dan antar nadia ke dokter padahal sampai sekarang nadia juga masih kerja sebagai sekretaris ku.

Namun aku rencana jika perutnya mulai membesar aku suruh dia resign aja, biar aku aja yang kerja toh gaji ku juga lumayan, dan selama ini aku juga sedikit main curang dalam keuangan jadi ada lumayan.

Siangnya aku pergi bersama dengan nadia ke dokter dan kami cek, ternyata kata dokter sudah mau enam minggu, senyum mengembang di wajah kami berdua.

"Mas jujur aku gak sabar untuk menanti kelahiran anak kita". Ujar Nadia

"Iya sayang mas juga, makasih ya sayang kamu sudah memberikan mas kebahagiaan, mas makin mencintaimu ".

"Idihhhh gak usa gombal deh mas, sekarang anak mas gak butuh gombal tapi butuh bukti".

"Bukti apa lagi sayang, bukan kan mas sudah kasih bukti cinta mas disini". ujar ku sambil menunjuk perut nadia dengan jariku.

""Ihhhh bukan itu maksudku mas, kapan mas bawa aku kenalan ke Mbak Cassie, kalau mas gak mau ceraikan dia. gapapa aku jadi yang kedua asal Mbak Cassie menerima aku,"

"Iya kamu sabar ya sayang kita lihat waktu yang tepat nanti mas akan membawa kamu untuk ketemu Cassie." ucap ku tapi dalam hati seberna nya ada rasa takut jika Cassie gak mau menerima nada sebagai adik madunya.

Akhirnya aku gak jadi pulang ke kantor, tapi aku antar pulang nadia ke kontrakannya, biarlah dia istirahat, karena aku takut dia kecapean dan bermasalah dengan kandungannya, walaupun kata Dokter kandungan maria baik-baik aja.

Setelah aku lihat nadia sudah tidur, aku ambil HP ku dan sengaja mengirim pesan ke Cassie, sekarang aku hanya berikan dia perhatian lagi supaya pas aku bawa nadia pulang ke rumah dia dengan ikhlas menerima nya.

"Dek kamu lagi ngapain..??". tak lama setelah aku kirim pesan, langsung dibaca dan di balas sa cessie.

" Nih lagi di kamar mas lagi beres-beres, tumben mas wa aku, biasanya kalau sudah di kantor gak ada kabar sama sekali."

Ya memang Cassie benar semenjak aku kembali dengan nadia aku gak pernah hubungi Cassie kalau aku sudah di kantor.

"Hmm memang nya gak boleh ya, mas tanya kabar istri mas sendiri.". ujarku lembut biar ia merasa kalau aku benar-benar kangen sama dia.

"Hehe boleh dong mas, aku senang lah kalau mas begitu perhatian sama aku, memang mas gak sibuk, dan mas sudah makan belum". ujar nya perhatian bangat

" Mas gak sibuk kok mas selalu meluangkan waktu untuk tanya kabar istri mas yang cantik ini. "

"cieeeeh gombal deh".

"Oh ya adek sudah makan belum, jangan lupa makan ya nanti sakit."

" Hmm makasih mas, mas juga jangan lupa makan loh, nanti sakit"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

teussemangat

2024-12-01

0

himmy pratama

himmy pratama

suka dgn sikap cesi

2024-10-20

0

Nicky Nick

Nicky Nick

dadar kadal

2024-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kehadiran Malaikat Kecil
2 2:2
3 3:3 Tangkap Basah.
4 4:4 Rencana Surya Dan Nadia
5 5:5 Permintaan Surya
6 6:6 Sadap Hp Surya.
7 7:7
8 8:8
9 9:9 Pesan Surya dan Gundik
10 10: 10
11 11:11
12 12 :12 Ketangkap Oleh Mertua
13 13:13 Pembela,an Eva Terhadap Cessie
14 14:14 Makan malam
15 15 :15 penyesalan Nadia
16 16:16 Tujuan Nadia mendekati Surya
17 17 :17 Drama Di Pagi Hari
18 18:18Permintaan Maaf Mbak Eva
19 19:19 Mbak Eva Ipar Yang Baik.
20 20 :20 Surya Ketakutan
21 21:21 Sama-sama Jahat
22 22:22 Rahasia cessie
23 23:23Kemarahan cessie
24 24:24 Bu Intan Sakit
25 25:25 Mbak Eva Gak Jadi Pergi
26 26:26 Sakit Bu Ayu
27 27:27 Sandiwara Sang Metua
28 28:28 Rencana perkenalkan Nadia
29 29:29 Perdebatan Cessie Dan Surya
30 30:30 Nadia Vs Surya
31 31:31 Ketemu Pengacara
32 32:32
33 33:33 Beli Hadia Untuk Mbak Eva
34 34:34 Eva Dapat Hadiah Bu Ayu Merana
35 35:35
36 36:36 Perlawanan cessie
37 37:37 Cessie Persiapkan Diri
38 38:38 Surya Tertipu
39 39:39 Kekuatiran Pak Arya
40 40:40 Kelembutan Dokter Julia
41 41:41 Cessie Yang Kuat
42 42:42 Kecurigaan Mbak Eva
43 43:43 Pertengkaran Sinta Dan Mbak Eva
44 44:44 Keangkuhan surya
45 45:45 Cessie Mengusir Surya Dari Rumah.
46 46:46 Di Usir
47 47:47 Surya Frustasi
48 48:48 Bu Ayu Dan Sinta DiJadikan Pembntu(?)
49 49:49 Tak Ada Kata Maaf
50 50:50 Karma Itu Instan
51 51:51 Mantan Suami Nadia
52 52:52 Rencana Surya
53 53:53 Kekacauan Yang Terjadi
54 54:54 Berkunjung
55 55:55 Benarkah Nadia Ketemu Dira (?)
56 56:56
57 57:57 Kepergia Nadia
58 58:58 Punya Keluarga Baru
59 59:59 Permintaan Pak Arya
60 60:60 Nadia vs Bu Ayu
61 61:61 Dua Bidadari
62 62:62 Kedatangan surya
63 63:63 Surya Di Hajar.
64 64:64 Pengakuan Cessie
65 65:65 Surya Dan Nadia Di Pecat
66 66:66 Surya Di Usir
67 67:67
68 68:68
69 69:69 Fakta Dalam Penyelidikan.
70 70:70
71 71:71 Satu Lawan Tiga
72 72:72 Kotak Mesterius
73 73:73 Pantai
74 74:74 Cessie Ketemu Dira (?)
75 75:75 Ungkapan Isi Hati Sinta
76 76:76 Perubahan Sinta
77 77:77
78 78:78 Pertemua Cessie dengan Iksan
79 79:79
80 80:80
81 81:81
82 82:82
83 83:83 Rujak
84 84:84
85 85:85
86 86:86
87 87:87 Sinta Kerja
88 88:88
89 89:89 Sidang Pertama.
90 90:90 Pertemuan Sinta Dan Cessie
91 91:91 Pertengkaran
92 92:92
93 93:93
94 94:94
95 95:95 Kunjungan Mendadak
96 96:96 Tamu Tak Di Undang
97 97:97 Amarah Aris
98 98:98 Nadia dan Dan Surya Di Tangkap Polisi
99 99:99 Cari Alamat
100 100. Bu Sari Sakit.
101 101.
102 102 Pertemuan Pak Yanto Dan Sinta
103 203 Mengangkat Rahim
104 104 Telpon Mbak Eva.
105 105. Kekuatiran Bu Sari Dan Pak Yanto
106 106 Cessie kembali Ke Rumahnya.
107 107 Nadia Siuman
108 108 Nadia Tak bisa Menerima
109 109 Depresi Ringan dan Nasehat Teman
110 110 Kedatangan Mbak Eva
111 111 Ucapan Turut Berduka Cita
112 112 Rencana kedatangan Keluarga Iksan
113 113 Ternyata Belum Sadar Juga
114 114 Cerita Pak Yanto
115 115 Karangan Bunga
116 116 Pengakuan Nadia
117 117 Sudah Terlambat
118 118
119 119 Cerita Bu Intan
120 120
121 121 Nadia Di Nodai
122 122
123 123 Surat
124 124
125 125
126 126 Keputusan Yang Berat
127 127 Di Giring Oleh Pria Asing
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133 Rencana Pak Yanto Dan Bu Sari
134 134 Cessie Ketemu Mbak Eva
135 135 Curahan Cessie
136 136 Kunjungan Ke Penjara
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141 Lima Miliyar
142 142 Buang Ke Hutan
143 143 Mimpi Buruk Nadia
144 144 Kemunafikan Surya
145 145 Bu Ayu Berulah
146 146
147 147 Kekuatiran Dokter Julio
148 148 Cerita Pak Tua
149 149 Nasihat pak Tua
150 150 Nasihat
151 151 Mimpi Nadia
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159 Pesan
160 160 Pertemuan
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 173
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
187 187
188 188
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194
195 195
196 196
197 197
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206
207 207
208 208
209 209
210 210
211 211
212 212
213 213
214 214
215 215
216 216
217 217
218 218
219 219
220 220
221 221
222 222
223 223
224 224
225 225
226 226
227 227
228 228
229 229
230 230
231 231
232 232
233 233
234 234
235 235
236 236
237 237
238 238
239 239
240 240
241 241
242 242
243 243
244 244
245 245
246 246
247 247
248 248
249 249
250 250
251 251
252 252
253 253
254 254
255 255
256 256
257 257
258 258
259 259
260 260
261 261
262 262
263 263
264 264
265 265
266 266
267 267
268 268
269 269
270 270
271 271
272 272
273 273
274 274
275 275
276 276
277 277
278 278
279 279
280 280
281 281
282 282
283 283
284 284
285 285
286 286
287 287
288 288
289 289
290 290
291 291
292 292
293 293
294 294
295 295
296 296
297 297
298 298
299 299
300 300
301 301
302 302
303 303
304 304
305 305
306 306
307 307
308 308
309 309
310 310
311 311
312 312
313 313
314 314
315 315
316 316
317 317
318 318
319 319
320 320
321 321
322 322
323 323
324 324
325 325
326 326
327 327
328 328
329 329
330 330
331 331
332 332
333 333
334 334
335 335
336 336
337 337
338 338
339 339
340 340
341 341
342 342
343 343
344 344
345 345
346 346
347 347
348 348
349 349
350 349
351 350
352 351
353 352
354 353
355 355
356 356
357 357
358 358
359 359
360 360
361 361
362 362
363 363
364 364
365 365
366 366
367 367
368 368
369 369
370 370
371 371
372 372
373 373
374 374
375 375
376 376
377 377
378 378
379 379
380 380
381 381
382 382
383 383
384 384
385 385
386 386
387 387
388 388
389 389
390 390
391 391
392 392
393 393
394 394
395 395
396 396
397 397
398 398
399 399
400 400
401 401
402 402
403 403
404 404
405 405
406 406
407 407
408 408
409 409
410 410
411 411
412 412
413 413
414 414
415 415
416 416
417 417.
418 418
419 419
420 420
421 421
422 422
423 423
424 pengumuman.
425 pengumuman
Episodes

Updated 425 Episodes

1
1. Kehadiran Malaikat Kecil
2
2:2
3
3:3 Tangkap Basah.
4
4:4 Rencana Surya Dan Nadia
5
5:5 Permintaan Surya
6
6:6 Sadap Hp Surya.
7
7:7
8
8:8
9
9:9 Pesan Surya dan Gundik
10
10: 10
11
11:11
12
12 :12 Ketangkap Oleh Mertua
13
13:13 Pembela,an Eva Terhadap Cessie
14
14:14 Makan malam
15
15 :15 penyesalan Nadia
16
16:16 Tujuan Nadia mendekati Surya
17
17 :17 Drama Di Pagi Hari
18
18:18Permintaan Maaf Mbak Eva
19
19:19 Mbak Eva Ipar Yang Baik.
20
20 :20 Surya Ketakutan
21
21:21 Sama-sama Jahat
22
22:22 Rahasia cessie
23
23:23Kemarahan cessie
24
24:24 Bu Intan Sakit
25
25:25 Mbak Eva Gak Jadi Pergi
26
26:26 Sakit Bu Ayu
27
27:27 Sandiwara Sang Metua
28
28:28 Rencana perkenalkan Nadia
29
29:29 Perdebatan Cessie Dan Surya
30
30:30 Nadia Vs Surya
31
31:31 Ketemu Pengacara
32
32:32
33
33:33 Beli Hadia Untuk Mbak Eva
34
34:34 Eva Dapat Hadiah Bu Ayu Merana
35
35:35
36
36:36 Perlawanan cessie
37
37:37 Cessie Persiapkan Diri
38
38:38 Surya Tertipu
39
39:39 Kekuatiran Pak Arya
40
40:40 Kelembutan Dokter Julia
41
41:41 Cessie Yang Kuat
42
42:42 Kecurigaan Mbak Eva
43
43:43 Pertengkaran Sinta Dan Mbak Eva
44
44:44 Keangkuhan surya
45
45:45 Cessie Mengusir Surya Dari Rumah.
46
46:46 Di Usir
47
47:47 Surya Frustasi
48
48:48 Bu Ayu Dan Sinta DiJadikan Pembntu(?)
49
49:49 Tak Ada Kata Maaf
50
50:50 Karma Itu Instan
51
51:51 Mantan Suami Nadia
52
52:52 Rencana Surya
53
53:53 Kekacauan Yang Terjadi
54
54:54 Berkunjung
55
55:55 Benarkah Nadia Ketemu Dira (?)
56
56:56
57
57:57 Kepergia Nadia
58
58:58 Punya Keluarga Baru
59
59:59 Permintaan Pak Arya
60
60:60 Nadia vs Bu Ayu
61
61:61 Dua Bidadari
62
62:62 Kedatangan surya
63
63:63 Surya Di Hajar.
64
64:64 Pengakuan Cessie
65
65:65 Surya Dan Nadia Di Pecat
66
66:66 Surya Di Usir
67
67:67
68
68:68
69
69:69 Fakta Dalam Penyelidikan.
70
70:70
71
71:71 Satu Lawan Tiga
72
72:72 Kotak Mesterius
73
73:73 Pantai
74
74:74 Cessie Ketemu Dira (?)
75
75:75 Ungkapan Isi Hati Sinta
76
76:76 Perubahan Sinta
77
77:77
78
78:78 Pertemua Cessie dengan Iksan
79
79:79
80
80:80
81
81:81
82
82:82
83
83:83 Rujak
84
84:84
85
85:85
86
86:86
87
87:87 Sinta Kerja
88
88:88
89
89:89 Sidang Pertama.
90
90:90 Pertemuan Sinta Dan Cessie
91
91:91 Pertengkaran
92
92:92
93
93:93
94
94:94
95
95:95 Kunjungan Mendadak
96
96:96 Tamu Tak Di Undang
97
97:97 Amarah Aris
98
98:98 Nadia dan Dan Surya Di Tangkap Polisi
99
99:99 Cari Alamat
100
100. Bu Sari Sakit.
101
101.
102
102 Pertemuan Pak Yanto Dan Sinta
103
203 Mengangkat Rahim
104
104 Telpon Mbak Eva.
105
105. Kekuatiran Bu Sari Dan Pak Yanto
106
106 Cessie kembali Ke Rumahnya.
107
107 Nadia Siuman
108
108 Nadia Tak bisa Menerima
109
109 Depresi Ringan dan Nasehat Teman
110
110 Kedatangan Mbak Eva
111
111 Ucapan Turut Berduka Cita
112
112 Rencana kedatangan Keluarga Iksan
113
113 Ternyata Belum Sadar Juga
114
114 Cerita Pak Yanto
115
115 Karangan Bunga
116
116 Pengakuan Nadia
117
117 Sudah Terlambat
118
118
119
119 Cerita Bu Intan
120
120
121
121 Nadia Di Nodai
122
122
123
123 Surat
124
124
125
125
126
126 Keputusan Yang Berat
127
127 Di Giring Oleh Pria Asing
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133 Rencana Pak Yanto Dan Bu Sari
134
134 Cessie Ketemu Mbak Eva
135
135 Curahan Cessie
136
136 Kunjungan Ke Penjara
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141 Lima Miliyar
142
142 Buang Ke Hutan
143
143 Mimpi Buruk Nadia
144
144 Kemunafikan Surya
145
145 Bu Ayu Berulah
146
146
147
147 Kekuatiran Dokter Julio
148
148 Cerita Pak Tua
149
149 Nasihat pak Tua
150
150 Nasihat
151
151 Mimpi Nadia
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159 Pesan
160
160 Pertemuan
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
173
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186
187
187
188
188
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194
195
195
196
196
197
197
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206
207
207
208
208
209
209
210
210
211
211
212
212
213
213
214
214
215
215
216
216
217
217
218
218
219
219
220
220
221
221
222
222
223
223
224
224
225
225
226
226
227
227
228
228
229
229
230
230
231
231
232
232
233
233
234
234
235
235
236
236
237
237
238
238
239
239
240
240
241
241
242
242
243
243
244
244
245
245
246
246
247
247
248
248
249
249
250
250
251
251
252
252
253
253
254
254
255
255
256
256
257
257
258
258
259
259
260
260
261
261
262
262
263
263
264
264
265
265
266
266
267
267
268
268
269
269
270
270
271
271
272
272
273
273
274
274
275
275
276
276
277
277
278
278
279
279
280
280
281
281
282
282
283
283
284
284
285
285
286
286
287
287
288
288
289
289
290
290
291
291
292
292
293
293
294
294
295
295
296
296
297
297
298
298
299
299
300
300
301
301
302
302
303
303
304
304
305
305
306
306
307
307
308
308
309
309
310
310
311
311
312
312
313
313
314
314
315
315
316
316
317
317
318
318
319
319
320
320
321
321
322
322
323
323
324
324
325
325
326
326
327
327
328
328
329
329
330
330
331
331
332
332
333
333
334
334
335
335
336
336
337
337
338
338
339
339
340
340
341
341
342
342
343
343
344
344
345
345
346
346
347
347
348
348
349
349
350
349
351
350
352
351
353
352
354
353
355
355
356
356
357
357
358
358
359
359
360
360
361
361
362
362
363
363
364
364
365
365
366
366
367
367
368
368
369
369
370
370
371
371
372
372
373
373
374
374
375
375
376
376
377
377
378
378
379
379
380
380
381
381
382
382
383
383
384
384
385
385
386
386
387
387
388
388
389
389
390
390
391
391
392
392
393
393
394
394
395
395
396
396
397
397
398
398
399
399
400
400
401
401
402
402
403
403
404
404
405
405
406
406
407
407
408
408
409
409
410
410
411
411
412
412
413
413
414
414
415
415
416
416
417
417.
418
418
419
419
420
420
421
421
422
422
423
423
424
pengumuman.
425
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!