Mulai dari hari itu aku sering sekali menghabiskan waktu dengan Nadia sedangkan Cassie, aku sering mengabaikan nya dan bahkan membohonginya, kalau aku ada tugas di luar kota, padahal aku hanya temani Nadia aja karena aku takut nadia kenapa- napa
Karena memang Cassie cewek yang polos dan mudah percaya gitu aja, jadi muda juga di bohongin, dari gajiku lima belas juta aja aku cuman kasih dia dua juta, sedangkan sisanya aku kasih ke mama, Sinta dan aku manjain nadia dengan belikan apa yang dia mau.
Bahkan sudah satu tahun ini aku sudah gak perna kasih uang sama Cassie, karena semenjak aku kembali dengan nadia banyak kali permintaan nya begitu juga mama, banyak keperluan.
Namun yang membuat aku heran walaupun aku gak kasih Cassie uang, dia selalu punya uang untuk belanja dan masak untuk kami di rumah, bukan hanya itu yang listrik segala macam, dari dia semua, tapi aku gak ambil pusing, selagi Cassie gak nuntut aku untuk beri nafkah.
Itu lah yang menjadi peluang besar bagiku, sekarang aku dengan nadia sudah hampir satu tahun tapi Cassie sama sekali gak tahu apa-apa, tapi gapapa aku senang Cassie gak tahu, karena aku takut kalau sampai Cassie tahu, kami di usir dari rumahnya, aku gak mau itu karena aku juga belum siapa cerai dari Cassie.
Sudah berulang kali nadia meminta ku untuk ceraikan Cassie dan menikahi nya namun bagaimana pun, aku mencintai dia jadi aku gak mau ceraikan dia, kalau dia mau, aku pengen dia menerima nadia sebagai madunya.
Sebenarnya Cassie gak kekurangan apa pun, namun hanya satu yang sampai sekarang ia belum berikan, yaitu anak. Sedangkan mama pengen cepat punya cucu.
Suatu hari sudah jam sebelah malam aku sudah tidur lelap namun tiba-tiba hp ku berbunyi.
Dreetttttt dreeerrttttt.!!!
Aku melirik Cassie yang ada di sampingku ternyata ia tertidur pulas, aku dengan pelan bangun dari tempat tidur dan mengambil HP yang masih berbunyi, karena aku takut cessie bagun aku keluar dari kamar dan turun kebawa.
Ternyata yang telpon nadia, aduh untung cessie sudah tidur, lagian nadia kenapa telpon malam-malam begini coba, aku segera mengangkat nya.
"Hallo Nad, kamu kenapa telpon jam segini sih, kalau istriku tahu gimana". Ujar ku Namun bukan justru Nadia mala tertawa.
"Cieee calon ayah marah-marah nih, gak boleh marah gitu mas nanti marah anakmu."Ujarnya membuat aku bingung, maksudnya calon anak giman.
"Maksud kamu apa Nad cepat takut Cassie bagun". Karena aku paksa akhirnya dia bilang kalau dia hamil, seketika rasa bahagia terpancar di wajah ini.
" benaran Nad kamu hamil...?? kamu gak bohong kan sama aku...!! "Tanya ku memastikan
" Aku gak bohong mas...aku benaran hamil tadi aku cek loh, karen berapa hari ini aku rasa mual dan pusing gitu, jadi pas aku cek tadi ternyata positif, nanti aku kirim deh, ke hp."
" Ya ampun sayang kamu tahu betapa bahagianya aku mendengar, ok gini aja kamu istirahat karena sekarang sudah malam, jadi nanti besok mas jemput kamu ya biar kita cek ke dokter."
"Ok mas aku tunggu ya".
Setelah aku memutuskan panggilan dengan nadia, hatiku bahagia bangat gak sabar besok aku ketemu nadia, dan apa masalah ini aku hari cerita ke mama tapi takut mama marah.
Ah, nanti aja deh baru mikirin itu yang penting sebentar lagi aku udah jadi seorang ayah, walaupun bukan dari Cassie, tapi gapapa.
Semenjak saat itu, perhatian ku ke Cassie mulai berkurang, dan gak jarang aku sering membentak nya, padahal selama menikah aku gak perna berlaku kasar padanya, padahal yang dia lakukan hanya hal sepele.
Sesuai janjiku semalam sama nadia besoknya aku bersiap lebih pagi karena rencana aku masuk kantor terus selesaikan pekerjaan, dan antar nadia ke dokter padahal sampai sekarang nadia juga masih kerja sebagai sekretaris ku.
Namun aku rencana jika perutnya mulai membesar aku suruh dia resign aja, biar aku aja yang kerja toh gaji ku juga lumayan, dan selama ini aku juga sedikit main curang dalam keuangan jadi ada lumayan.
Siangnya aku pergi bersama dengan nadia ke dokter dan kami cek, ternyata kata dokter sudah mau enam minggu, senyum mengembang di wajah kami berdua.
"Mas jujur aku gak sabar untuk menanti kelahiran anak kita". Ujar Nadia
"Iya sayang mas juga, makasih ya sayang kamu sudah memberikan mas kebahagiaan, mas makin mencintaimu ".
"Idihhhh gak usa gombal deh mas, sekarang anak mas gak butuh gombal tapi butuh bukti".
"Bukti apa lagi sayang, bukan kan mas sudah kasih bukti cinta mas disini". ujar ku sambil menunjuk perut nadia dengan jariku.
""Ihhhh bukan itu maksudku mas, kapan mas bawa aku kenalan ke Mbak Cassie, kalau mas gak mau ceraikan dia. gapapa aku jadi yang kedua asal Mbak Cassie menerima aku,"
"Iya kamu sabar ya sayang kita lihat waktu yang tepat nanti mas akan membawa kamu untuk ketemu Cassie." ucap ku tapi dalam hati seberna nya ada rasa takut jika Cassie gak mau menerima nada sebagai adik madunya.
Akhirnya aku gak jadi pulang ke kantor, tapi aku antar pulang nadia ke kontrakannya, biarlah dia istirahat, karena aku takut dia kecapean dan bermasalah dengan kandungannya, walaupun kata Dokter kandungan maria baik-baik aja.
Setelah aku lihat nadia sudah tidur, aku ambil HP ku dan sengaja mengirim pesan ke Cassie, sekarang aku hanya berikan dia perhatian lagi supaya pas aku bawa nadia pulang ke rumah dia dengan ikhlas menerima nya.
"Dek kamu lagi ngapain..??". tak lama setelah aku kirim pesan, langsung dibaca dan di balas sa cessie.
" Nih lagi di kamar mas lagi beres-beres, tumben mas wa aku, biasanya kalau sudah di kantor gak ada kabar sama sekali."
Ya memang Cassie benar semenjak aku kembali dengan nadia aku gak pernah hubungi Cassie kalau aku sudah di kantor.
"Hmm memang nya gak boleh ya, mas tanya kabar istri mas sendiri.". ujarku lembut biar ia merasa kalau aku benar-benar kangen sama dia.
"Hehe boleh dong mas, aku senang lah kalau mas begitu perhatian sama aku, memang mas gak sibuk, dan mas sudah makan belum". ujar nya perhatian bangat
" Mas gak sibuk kok mas selalu meluangkan waktu untuk tanya kabar istri mas yang cantik ini. "
"cieeeeh gombal deh".
"Oh ya adek sudah makan belum, jangan lupa makan ya nanti sakit."
" Hmm makasih mas, mas juga jangan lupa makan loh, nanti sakit"
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 425 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
teussemangat
2024-12-01
0
himmy pratama
suka dgn sikap cesi
2024-10-20
0
Nicky Nick
dadar kadal
2024-09-16
0