20

Sebelumnya. . .

Saat tengah tertidur tiba-tiba Rania terbangun dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya, nafasnya tersengal-sengal, entah kenapa ia merasa telah bermimpi buruk tapi dirinya tak ingat sama sekali tentang mimpi tersebut dan ini bukan kali pertamanya ia bermimpi buruk seperti ini.

Kuro yang sejak tadi berada di sampingnya menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Tetapi Rania mengabaikan tatapan itu, ia langsung bertanya dimana Mia dan lainnnya, apakah mereka belum kembali?

Kuro terdiam lalu tersadar bahwa sudah mereka sudah pergi cukup lama, bahkan jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tapi mereka belum kembali, mungkinkah ada sesuatu yang menimpa mereka? Pikir Kuro yang tiba-tiba merasa tak tenang itu,

Untuk menyingkirkan pemikiran negatifnya, ia memutuskan pergi menyusul mereka, namun tangannya di tahan oleh Rania yang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Kuro pun kembali mengernyitkan dahinya, menatap gadis di depannya, apakah dia baru saja mengalami mimpi buruk? batinnya

" Aku ikut " Pinta Rania dengan suara tegas, namun Kuro menolaknya dengan tegas pula, dirinya tak ingin mengambil resiko dan membahayakan nyawa gadis itu lagi untuk kesekian kalinya.

Akan tetapi, Rania tetap memaksa untuk ikut karena ia tak suka menunggu tanpa kepastian.

Kuro terdiam sejenak, dirinya tak langsung menyetujui permintaan gadis itu, tapi beberapa saat kemudian ia pun akhirnya menyetujui permintaan gadis itu dengan syarat bahwa gadis itu tak boleh jauh-jauh darinya.

Tanpa ragu, Rania langsung menganggukkan kepalanya, dirinya berjanji akan berada tepat di belakang tubuh pria itu.

Saat akan pergi, Rania kembali menahan pergelangan tangan Kuro, ia meminta pria itu untuk meminum darahnya terlebih dahulu.

" Tapi. . .

Tanpa aba-aba Rania melukai tangannya dan memasukkan tangannya yang luka itu ke dalam mulut Kuro seperti yang pernah dilakukannya sebelumnya.

Kuro sangat terkejut dengan setiap tindakan yang di lakukan tanpa pikir panjang itu, apa dia tak pernah takut jika suatu saat dirinya meminum darahnya hingga mati?

Flash back off

" Akhirnya kamu muncul juga, Pangeran Albert! " Ujar seorang pria yang berjalan keluar dari kegelapan.

Tubuh Kuro sedikit tersentak ketika mengenali pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Hedrian, yang merupakan keturunan dan juga seorang pangeran fenrir yang seharusnya sudah mati, karena seingatnya pria itu telah mati di tangan pamannya Cesire.

Mungkinkah pamannya itu telah berbohong?! Jika benar, tak heran bahwa pria itu mampu mengambil alih tahta ayahnya yang ternyata diam-diam menyelamatkan pangeran kerajaan Fenrir dari perang waktu lalu.

Kuro menebak bahwa pria itu tampaknya ingin membalas dendam padanya.

Menyadari akan arti tatapan Kuro padanya, Hedrian tiba-tiba terkekeh kemudian tergelak, ia berkata bahwa dirinya sedang tak ingin membahas masa lalu apalagi balas dendam karena tujuan saat ini adalah membawa gadis itu ke dunianya.

" Dan Kamu pikir aku akan memberikannya padamu begitu saja? "

" Oh, tentu saja tidak maka dari itu aku membawa semua anak-anak tercinta ku untuk mengambil gadis itu secara paksa dari mu. " ujarnya sembari menunjuk kearah Rania dan tak lama kemudian segerombolan anjing serigala datang lagi dari arah hutan dan kemudian mengepung Kuro lagi bersama yang lainnya dengan jumlah dua kali lipat dari sebelumnya

Dengan senyum licik di wajahnya, Hedrian menyuruh anak - anaknya tercintanya untuk mencabik-cabik tubuh mereka selain Mia dan Rania.

Spontan, Kuro, Robert dan Laura membentuk sebuah lingkaran untuk melindungi Rania dan juga Mia.

Meski raut wajahnya terlihat sangat tenang bak permukaan air, tapi di dalam hati, Kuro berpikir bagaimana caranya mereka meloloskan dari Hedrian dan para serigala itu sebelum dirinya kehabisan waktu.

Namun, karena jumlahnya yang sama sekali tidak berkurang sedikit pun membuat, Laura dan robert sangat kewalahan melawan mereka termasuk Kuro yang waktunya telah habis, kini tubuhnya telah kembali ke bentuk kucingnya karena energinya telah terkuras itu.

Rania yang melihat semua teman-temannya sudah kelelahan, mulai berdoa dan berharap seseorang datang dan menyelamatkan mereka.

Seakan doanya langsung di dengar oleh Tuhan, dari arah punggung mereka terdengar suara rentetan tembakan yang membunuh setidaknya setengah dari serigala-serigala itu

" Yo! Aku Mikael sang malaikat penyelamat kalian sudah datang~ "

Semua orang tertegun, menatap siluet pria berbadan tinggi kecil, di tangannya ia memegang sebuah senjata bernama MG-42 yang merupakan salah satu senjata api terbaik di dunia yang dulunya di produksi untuk tentara Nazi Jerman dan pasukan pengawal Adolf Hitler pada paruh ke-2 Perang Dunia II

Dijuluki "Gergaji Hitler" karena suaranya yang unik, MG-42 mudah ditembakkan dan dapat menembakkan 1.200 butir peluru 7.92×57mm Mauser per menit.

Pria itu tersenyum dengan perasaan bangga dan tak lama kemudian pria berwajah lemas muncul dari balik punggungnya dan memperkenalkan dirinya sebagai Darian

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

next Thor 😃

2023-01-15

1

Rini akbarini

Rini akbarini

wuuuiidiiiihhhhh...
seruuuuuuu....
😍😍😍😘😘😘😘

2023-01-15

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!