19

Di waktu yang bersamaan, Laura merasa kesal dan jengkel dengan sikap Mia yang seperti tengah mengulur waktu, sudah hampir satu jam gadis itu membawa mereka berkeliling tidak jelas, bahkan hingga sampai saat ini mereka belum pergi ke apotek untuk membeli obat seperti yang di rencanakan sebelumnya.

Awalnya Laura tidak mempermasalahkan ketika Mia meminta untuk membeli makanan karena lapar karena sejak pagi, gadis itu sibuk mengurus temannya yang mabuk, tentunya sebagai vampir bangsawan, ia tak akan pernah membiarkan siapapun mati di depannya hanya karena rasa lapar, tapi itu adalah awal dari kesalahannya, karena setelah mengisi perut, gadis itu malah memintanya untuk mengantarkannya ke sebuah tempat perbelanjaan untuk membeli pakaian baru.

Dahi Laura pun mengernyit, Apa dia tidak khawatir meninggalkan temannya yang sakit seorang diri dalam waktu yang cukup lama? Apa dia tak takut jika sepulangnya mereka, temannya yang mabuk itu mati? Apa dia sungguh layak di sebut sebagai seorang teman?

" Hey santai saja, lagi pula apa yang aku lakukan ini juga untuk Rania juga, soalnya dia hanya membawa sedikit pakaian, lagi pula dia tak akan mati hanya di tinggal sebentar saja. "

Sebentar saja kepala mu sebentar! Dua jam lebih dia masih bisa mengatakan sebentar! Sungguh Laura tak mengerti dengan pertemanan seorang manusia.

Dua jam pun berlalu begitu saja, dan mereka masih belum pergi ke apotek untuk membeli obat, Laura yang Mulai merasa jengah dan jenuh, memutuskan untuk pergi keluar dari sebah toko sepatu seorang diri karena Robert entah kenapa malah ikutan asyik berbelanja bersama Mia, sesekali mereka berdua bertingkah seperti orang gila dengan menari-menari di tengah keramaian pusat perbelanjaan.

Laura pun tertegun dan bertanya-tanya, bagaimana bisa dirinya berakhir menghabiskan waktu ya untuk menemani kedua orang itu?

Setelah cukup lama menunggu, mereka berdua keluar dari toko tersebut dengan membawa banyak paper bag di tangan mereka.

Laura mengernyitkan dahinya, jika mereka menikah dan menjadi pasangan suami istri, ia yakin mereka akan langsung jatuh miskin dan menjadi gelandangan hanya dalam waktu singkat

Setelah berhasil menarik mereka keluar dari pusat perbelanjaan, Laura pun bergegas mencari toko obat dan langsung membeli apa yang seharusnya mereka beli kemudian bergegas pulang, sebab ia tak ingin membiarkan tunangannya berduaan dengan gadis itu dalam waktu lama.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba Mia meminta Laura untuk putar balik, sebab dia melupakan sesuatu yang harus di belinya, namun Laura tidak menggubrisnya sama sekali, ia hanya terdiam sambil fokus menyetir.

" Jika kamu memang sungguh ingin kembali ke sana, dengan senang hati aku akan menurunkan mu di sini, " ujar Laura

" Jadi lo nyuruh gue buat jalan kaki gitu? Otak lo udah rusak yah! Masa iya gue di suruh jalan kaki, " timpal Mia yang merasa tak terima dengan sikap Laura yang sangat dingin itu, padahal ia menggunakan uangnya sendiri untuk membeli barang-barang tersebut. Mengapa dia begitu marah?

Laura pun memutar bola matanya malas sambil berpura-pura tidak mendengar apapun, namun secara tiba-tiba ia menginjak pedal rem, membuat Mia dan Robert terkejut dan hampir tersungkur

" Lo, beneran mau nurunin gue di dini? Tega banget sih jadi cewek! " Ujar Mia yang menduga bahwa Laura berniat untuk menurunkannya di tengah jalan, tetapi beberapa saat kemudian ia menyadari bahwa wanita tidak menggubrisnya sama sekali, dia hanya terdiam sambil menatap ke depan mereka yang hanya memperlihatkan seekor serigala biasa.

" Lo. .

" Fenrir? Kenapa mereka ada di sini? "Gumamnya.

" Fe, Feri Feri? Siapa? Dimana dia? Kenapa aku tidak bisa melihatnya? Jangan bilang kalau anjing besar itu yang lo maksud? "

" Maaf, " kata Robert sambil memukul bagian tengkuk Mia hingga membuatnya jatuh pingsan, dari kaca spion Ia menatap Laura dan memintanya untuk membawa gadis itu..

" Kamu yakin? " Tanya Laura yang merasa ragu, sebab ia merasa ada yang janggal dengan kehadiran manusia serigala itu.

Dengan percaya diri Robert menganggukkan kepalanya, lalu berjalan turun dari mobil menghampiri manusia serigala itu

Sejak kaum vampir berhenti meminum darah manusia, kaum Fenrir atau biasa di kenal sebagai manusia serigala, mengira bahwa mereka telah berada di puncak rantai makanan, dan dengan percaya diri mereka mulai memburu kaum vampir untuk di jadikan mangsa buruan mereka.

Namun karena pemikiran tersebut, membuat mereka menjadi bodoh dan pada akhirnya kaum mereka hampir habis di bantai oleh kaum vampir, tapi Robert tak menyangka bahwa mereka masih ada di dunia ini. Dengan santainya ia mengeluarkan pedang dari tangannya, kilatan dari bilah pedangnya mampu mengundang petir dari langit, tanpa membuang waktu lagi, Robert langsung menyerang manusia serigala itu dengan pedangnya

Namun, kedua bola matanya terbeliak ketika serangannya itu tidak melukai manusia serigala itu, bahkan pedangnya di tangkis dengan mudah hanya menggunakan dua jari saja.

Tentunya hal ini membuat Robert menjadi kebingungan, bagaimana bisa Fenrir itu menangkis serangannya? Mungkinkah Fenrir di depannya sudah berada di level yang berbeda dengannya? Ia kemudian terdiam sejenak, lalu menolehkan kepalanya menatap Laura memberi tanda pada wanita itu untuk membawa Mia sejauh mungkin.

Meski awalnya ragu, tapi Laura langsung menganggukkan kepalanya mengerti karena mereka tak boleh mengaitkan manusia kedalam permasalahan mereka apalagi membiarkan mereka tewas karena pertempuran mereka.

Akan tetapi saat hendak memindahkan mobilnya, Laura di kejutkan oleh serangan yang hampir menewaskannya dan juga Mia, beruntung dirinya memiliki respon yang cukup kuat hingga bisa menghindari serangan itu, jika tidak mungkin sekarang tubuh mereka berdua akan hangus terbakar.

Robert yang juga ikut terkejut dengan serangan yang hampir menewaskan Mia dan Laura, langsung menghampiri mereka memastikan bahwa tidak ada satu pun yang terluka akibat serangan tersebut , " kalian tidak apa-apa? " Tanyanya dengan perasaan cemas.

Laura pun segera menganggukkan kepalanya, ia kemudian mengirim isyarat pada Robert untuk segera pergi dari sana, tapi seluruh tubuh mereka membatu ketika menyadari bahwa mereka telah di kepung oleh puluhan manusia serigala.

Robert dan Laura pun saling melindungi punggung mereka masing-masing, kini mereka tak punya pilihan lain selain melawan hingga mati.

Tetapi tak lama kemudian, sebuah api besar datang dari langit dan membakar setengah dari manusia tersebut hingga tak tersisa

Robert yang mengenal kekuatan itu dengan baik, merasa sangat bahagia dan juga merasa lega, kecuali Laura yang langsung bermuka masam, sebab pria itu tidak hanya datang seorang diri melainkan bersama Rania yang memeluk tubuh tunangannya dengan mesra.

" Mia! " Dengan cepat, Rania berlari ke arah Mia yang sudah tak sadarkan diri.

Dengan jutek, Laura mengatakan bahwa Mia hanya di buat pingsan, karena dia tak boleh tahu atau pun terlibat dalam masalah ini.

Rania pun menghela nafas dengan lega, beruntung mereka sampai sebelum terlambat

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

btw next Thor 😃

2023-01-14

0

Frando Kanan

Frando Kanan

Fenrir itu zombie?

2023-01-14

1

Rini akbarini

Rini akbarini

kerennnnzzz..


lanjuttttt...
😍😍😍😘😘😘

2023-01-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!