" Ra lo kenapa? " Tanya Mia saat melihat temannya Rania tengah terduduk dengan tatapan kosong seakan-akan jiwanya telah di sedot keluar dari tubuhnya. Tapi ia tak merasa cemas sedikit pun sebab bukan suatu yang aneh jika temannya bertingkah seperti ini.
Namun, saat di perhatikan secara seksama, Mia merasa bahwa kali ini terasa lain dari biasanya, apalagi saat rona di wajahnya memerah dengan senyum malu-malu, tapi di detik berikutnya temannya segera menggelengkan kepalanya sambil menampar kedua pipinya, seakan-akan tengah mencoba menampik apa yang tengah dirasakannya.
Dahi Mia pun semakin mengernyit, mencoba menebak, apakah dia memiliki karakter baru? Ataukah dia tengah menyukai seseorang di dunia nyata? Untuk memastikan hal tersebut, ia pun langsung tersenyum penuh arti.
" Ra lo lagi jatuh cinta yah? " Pertanyaan secara tiba-tiba membuat Rania langsung tersadar dengan ekspresi terkejut seakan-akan tertangkap basah.
" Si-siapa ya-ya-yang Jatuh cinta! Ngaco loh, " jawabnya dengan salah tingkah.
Mia yang menyadari hal tersebut kembali tersenyum penuh arti sembari menatap wajah temannya itu yang sudah menyerupai buah tomat, Mia pun semakin yakin bahwa temannya itu benar-benar tengah kasmaran pada pria di dunia nyata, tapi siapa? Kenapa dia tak pernah tahu atau pun mendengar sosok pria itu? Mungkinkah selama ia berada di rumah sakit, mereka sudah saling mengenal satu sama lain?
Jika benar seperti itu, maka hal ini tak bisa dibiarkan, sebagai satu-satunya teman yang di miliki oleh Rania, Mia memutuskan untuk mencari tahu siapa sosok pria yang telah mencuri hati temannya itu.
Selama jam pelajaran berlangsung, Rania tak bisa fokus sama sekali dengan penjelasan guru di depannya, sebab dirinya masih terbayang-bayang akan wajah Kuro yang terlihat lebih tampan, terlebih saat mereka berbelanja kemarin, dengan gagahnya dia membawakan semua tas belanjaannya.
Bahkan saat ada pria lain yang berani mengusiknya, dengan kerennya dia mengusir semua pria itu, seakan-akan dia takut jika dirinya di ambil oleh orang lain.
Mengingat kejadian itu membuat Rania merasa malu sendiri dan terus terbayang-bayang hingga tak menyadari bahwa ada dua murid baru yang baru masuk dan langsung menatapnya dengan tatapan intens.
" Anak-anak mulai hari ini kalian kedatangan dua murid baru bapak harap kalian bisa akur, ah dan bapak juga ingin memberi tahu bahwa guru piket untuk selanjutnya tidak bisa hadir karena ada halangan, maka dari itu pesan dari saya jangan ribut, apalagi bolos, mengerti anak-anak! " Ujar sang bapak guru yang kemudian mempersilahkan dua murid baru itu untuk mengenalkan diri mereka masing-masing.
Setelah selesai mengenalkan diri, pak guru itu pun memutuskan pergi meninggalkan kelas tersebut untuk mengajar di kelas lainnya. Dan tak lama kemudian, kelas yang tadinya sunyi langsung heboh seketika, mereka saling berebut untuk berkenalan dengan dua murid baru itu, kecuali Rania yang tidak tertarik.
Tapi kenapa rasanya, Robert terlihat mirip dengan wujud manusia Kuro, mungkinkah ada yang salah dengan kedua matanya? Pikir Rania.
Namun, ia segera mengindahkan pemikiran tersebut dan berpikir mungkin memang ada yang salah dengan matanya. Untuk bisa berhenti memikirkan Kuro, Rania memutuskan pergi ke kantin bersama Mia untuk menjernihkan pikirannya. Tetapi, saat tiba di depan pintu, Laura sang murid baru tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya ke atap sekolah dengan Robert yang mengikuti dari belakang.
Setibanya di atap, tubuh Rania di dorong ke lantai dengan cukup keras hingga membuatnya meringis kesakitan.
" Katakan pada ku dimana Albert? " Tanya Laura.
Rania hanya terdiam, menatap aneh pada kedua orang di depannya, " tidak kenal, " jawabnya dengan nada ketus, sembari berusaha membersihkan debu dari pakaiannya.
Akan tetapi, lehernya di cengkram kuat oleh Laura, bahkan wanita itu mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi hingga Rania pun kehilangan pijakan.
" Cepat katakan padaku! Dimana Albert! Kamu kan yang selama ini mengurungnya atas perintah Cesire?! " Tanya Laura kembali dengan nada yang lebih tegas dari sebelumnya.
Dengan susah payah Rania menjawab bahwa dirinya tak mengerti sama sekali dengan apa yang di bicarakan Laura dan juga ia tak pernah mengenal pria mana pun yang bernama Albert.
Namun, Laura tak mempercayai akan jawaban itu, , sebab dari info yang di dapatnya, setelah Albert kalah dari Cesire, dia pergi dan kemudian di kurung oleh seorang manusia, saat mengetahui hal tersebut, ia langsung bergegas pergi ke dunia manusia.
Tapi ternyata, mencarinya bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, kendati begitu ia tidak menyerah hingga akhirnya dirinya tak sengaja menangkap aroma Albert yang menempel pada tubuh seorang gadis dan memutuskan untuk mengikutinya dan berharap bisa menemukan tunangannya itu. Namun sepertinya gadis itu enggan untuk menjawab pertanyaannya, Laura pun memutuskan untuk membunuh wanita itu.
Di sisi lain, Robert hanya terdiam menikmati pemandangan yang ada di depannya, hingga tak lama kemudian ia melihat tanda kakaknya yang melingkar di tangan gadis itu.
Tanpa membuang waktu, ia langsung menghentikan Laura yang berencana membunuh gadis itu.
" Apa yang kamu lakukan?! " pekik Laura yang merasa tak terima.
Robert menoleh kemudian menunjukkan pergelangan tangan Rania yang terdapat sebuah simbol kerajaan milik kakaknya, Albert, yang mana artinya gadis ini adalah milik kakaknya yang tidak boleh di sentuh atau pun di sentuh oleh siapapun, jika terjadi sesuatu pada gadis itu, takutnya akan sulit untuk membujuknya kembali.
Beruntung gadis itu hanya jatuh pingsan, Robert pun memutuskan untuk membawa gadis ini ke klinik.
Tiga jam kemudian, Rania pun tersadar sambil memegangi lehernya yang terasa sakit, saat kedua matanya melihat sosok Laura ia langsung mundur ketakutan, namun Robert yang berada di sampingnya langsung berusaha menenangkannya, mengatakan bahwa Laura tidak akan melakukan seperti itu lagi.
Tapi Rania merasa ragu dengan pernyataan itu, sebab ia bisa melihat rasa iri dam benci yang terpancar dari kedua bola mata Laura, menatapnya seperti seorang rival yang siap bertarung hingga mati untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya.
" Perkenalkan aku adalah Robert aku adalah adik dari kucing yang ada di rumah mu, dan dia adalah Laura, tunangannya. " Ungkap Robert
Seakan tersambar petir, tubuh Rania membeku setelah mengetahui bahwa Kuro ternyata telah memiliki seorang tunangan, terlebih lagi dia sangat cantik dengan tubuh yang berisi sangat berbanding balik dengan dirinya yang kurus serta wajah yang biasa-biasa saja.
" Sebelumnya aku meminta maaf atas kejadian tadi, meski terdengar tidak tahu malu, tapi bisakah kamu membawa kami padanya? Ada sesuatu yang harus kami sampaikan padanya dan ini sangatlah penting. "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Frando Kanan
ya ampun 🤦
2023-01-04
0