10

Rania membelalakkan kedua bola matanya ketika Kuro memeluknya dengan erat dan menatapnya dengan tatapan cemas.

Perasaan sedih bercampur senang pun tengah Rania rasakan, ia sangat bersyukur bahwa pria itu masih mau datang menyelamatkannya. Kedua matanya menatap lekat pada Kuro, tangannya terulur mengusap wajah pria itu memastikan bahwa dirinya sedang tidak bermimpi.

Seakan tahu apa yang dipikirkan Rania, tangan Kuro langsung memegang tangan Rania sambil mengatakan bahwa dirinya benar-benar ada di depannya untuk menyelamatkannya beserta Mia.

Mendengar hal tersebut, Rania merasa terharu sekaligus merasa malu, karena dirinya pernah berucap kasar.

Jika jadi dia, mungkin Rania tak akan pernah mau menemuinya apalagi datang menyelamatkannya. " Terima kasih dan juga maaf karena mengatai mu monster, " kata itu keluar begitu saja dari mulutnya sambil menundukkan kepalanya karena malu

Kuro tersenyum kecil, tangannya mengusak rambut wanita itu sembari menanyakan apakah dia masih mampu berdiri atau tidak, dan Rania pun langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

" Kalau begitu bawalah dia pergi, aku akan mengatasi yang di sini, setelah itu aku akan menyusul ok? Ingat, apapun yang terjadi jangan sampai kamu kembali ke sini. "

Sekali lagi Rania menganggukkan kepalanya kemudian berlari menghampiri Mia, dan dengan sisa kekuatannya ia membawa tubuh temannya ke atas punggungnya, meninggalkan Kuro dan bersama dengan Argus.

Di sisi lain, meski tubuhnya di banting dengan keras, namun di tubuhnya tidak terdapat luka atau pun goresan sedikit pun sebab semua luka itu akan hilang dengan sendirinya, Argus bangkit dari reruntuhan itu lu merapihkan pakaiannya yang telah di penuhi oleh debu, ia berdecak kesal sambil menarik rambutnya.

Kedua matanya menatap marah ke arah Kuro, padahal dirinya sudah susah payah mengajak wanita itu dan menjadikannya sebagai menu utama setelah menghisap darah temannya itu. Tapi sepertinya, keberuntungan sedang tidak berpihak padanya.

Kedua langkah kakinya membawanya berjalan ke arah Kuro, dengan wajah lelahnya dia meminta pria itu untuk pergi dari tempat ini sebelum kesabarannya habis.

Bukannya merasa takut, Kuro malah terkekeh geli kemudian tertawa, sampai membuatnya menangis, sungguh pria yang arogan, sepertinya karena terlalu lama hidup di dunia manusia membuatnya lupa akan jati dirinya yang merupakan seorang kaum vampir rendahan, meski begitu sepertinya pria itu sangat beruntung karena dia akan mati di tangannya.

Tanpa membuang waktu lagi, Kuro mengeluarkan sebilah pedang dari tangan kanannya dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah lawan.

Tentunya Argus tak berdiam diri begitu saja dan membiarkan tubuhnya di belah menjadi dua, ia pun mengeluarkan sebuah senjata berupa palu dan menahan serangan itu kemudian memblokirnya dengan menyerang balik hingga membuat lawannya mundur dengan mudah.

Menyadari bahwa lawannya tak sekuat apa yang dipikirkannya, Argus pun tersenyum meremehkan, padahal sebelumnya ia merasa sedikit takut ketika pria mengayunkan pedang ke arahnya dengan cukup kuat, apalagi di bilah pedang itu terdapat sebuah lambang kerajaan yang menandakan bahwa dia bukanlah vampir biasa. Tapi ternyata dirinya terlalu berharap lebih, karena pria itu sangatlah lemah.

Meski Argus masih tak mengerti bagaimana bisa pria selemah itu mampu menggunakan pedang kerajaan, apa jangan-jangan pedang itu palsu? Tak heran, karena di dunia manusia ada sekelompok pemburu kuat yang mengincar para vampir untuk di jadikan uji coba.

Tampaknya pria ini adalah salah satu vampir yang berusaha bertahan hidup dengan mencuri mangsa orang lain.

Kendati begitu, Argus bukanlah pria yang suka berbagi, ia memutuskan untuk menjadikan pria itu sebagai menu utamanya kali ini.

Dengan senyum seringai di wajahnya, Argus kemudian menyerang dengan menghantamkan palunya ke arah Kuro berkali-kali.

Tubuh Kuro sedikit terkejut ketika serangan itu hampir mengenai kepalanya, jika saja dirinya tak bisa mengelak dari serangan itu, mungkin saja kepalanya akan hancur berkeping-keping seperti lantai itu, tapi yang membuatnya bingung adalah kenapa kekuatan pria itu semakin meningkat? Atau mungkin dirinyalah yang lemah.

Di saat tengah memikirkan cara untuk melawan, tiba-tiba Rania berlari menghampirinya dan tanpa di duga, wanita itu langsung memasukkan tangan kanannya sendiri yang sudah di lukai ke dalam mulut.

Refleks, Kuro pun menghisapnya darahnya hingga membuat kekuatan di dalam tubuhnya kembali, bahkan pedang yang tadinya hanya mengeluarkan percikan api, kini berubah menjadi kobaran api yang begitu besar.

Kedua bola mata Argus terbelalak ketakutan, tanpa sadar dirinya berjalan mundur. Bagaimana bisa dia bisa sekuat ini? Apakah karena darah gadis itu? Sial, jika tahu darah gadis itu sangatlah istimewa sejak awal, mungkin ia tak akan membuang waktu seperti yang dilakukannya selama ini.

Namun, semua ini belum berakhir, Argus kemudian berlari menghampiri Rania, berniat untuk meminumnya. Tapi, sebelum ia sampai, tubuhnya sudah menjadi dua bagian yang kemudian perlahan menjadi abu.

Kuro akhirnya bernafas lega, entah bagaimana kekuatannya bisa kembali walau pun itu hanya beberapa saat saja.

Beberapa hari kemudian

Setelah kejadian yang mengerikan itu, Mia akhirnya sadar dari kondisi kritisnya pasca operasi yang di dapatnya dari kejadian waktu itu.

Saat Rania pergi menjenguk sekaligus meminta maaf dan mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkannya dari Argus, Mia hanya terdiam, tak mengerti apa yang tengah diomongkannya, bahkan dia bertanya siapa itu Argus? Apakah dia karakter baru?

Mendengar jawaban itu, Rania hanya termenung, ternyata Kuro benar, bahwa setelah Argus pergi, tak akan satu pun yang mengenal pria itu kecuali dirinya.

Terpopuler

Comments

xian

xian

lanjut

2023-01-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!