08

Saat ini Rania merasa bahwa dirinya adalah wanita yang paling bahagia dan beruntung di dunia, bagaimana tidak? Seumur hidupnya ini adalah pertama kalinya ia memiliki seorang pacar, terlebih lagi pacarnya ini terlampau sempurna dengan wajah tampan dengan sikap baik, lembut dan sangat perhatian, di tambah dia juga sangat kaya raya membuat seisi dunia akan iri terhadapnya.

Akan tetapi, karena hal itu membuatnya lupa akan jati dirinya sendiri, bahkan sikapnya telah berubah seratus delapan puluh derajat, tak ada lagi Rania dengan tingkah konyolnya yang ajaib, sebab gadis itu telah berubah menjadi gadis arogan yang melekat pada kekasih barunya itu.

Temannya, Mia yang merasa bahwa Rania telah menyimpang dan terlalu berlebihan, ia kemudian mencoba menyadarkannya bahwa apa yang dilakukannya itu saat ini telah ke lewat batas dan juga Argus bukanlah pria baik, selama ini dia menggunakan topeng.

Namun, bukannya tersadar, Rania malah menjadi marah besar dan mengatakan bahwa Mia hanya iri padanya karena Argus adalah pacarnya dan bukan dia.

Kedua tangan Mia pun mengepal dengan erat, untuk pertama kalinya ia merasa sakit hati dengan perkataan temannya itu, ia kemudian memutuskan untuk tidak lagi berteman dengan Rania sampai kapan pun.

Rania hanya mendengus, lalu berjalan pulang ke depan sekolah, di mana kekasihnya tengah menunggu untuk mengantarnya pulang.

Sesampainya di rumah, Kuro langsung memasang wajah yang begitu dingin mengintimidasi, membuat Rania terkejut sekaligus merasa takut.

" Kenapa lo ngeliatnya kayak gitu? Jangan bilang kalau lo iri sama cewek papan talenan ini? " ujarnya sambil melipat kedua tangannya di dada.

Kuro hanya terdiam sejenak dan tak lama kemudian ia mengatakan untuk menjauh dari Argus sekarang juga, karena pria itu bukanlah orang yang baik.

Sama hal nya dengan sikap Rania pada Mia, ia juga memarahi Kuro karena terlalu mengurus hidupnya, ia juga mengatakan bahwa selama ini dia hanya menjadi beban dalam hidupnya, bagaimana tidak? Selama seharian, dia hanya tidur dan meminum darahnya untuk kebutuhan hidup, selain itu tak ada yang bisa di andalkan dari Kuro, " lagi pula monster seperti mu mana paham tentang cinta, " ujarnya.

Tetapi, tak lama kemudian, Rania langsung terdiam menyadari akan ucapannya yang terlampau kasar.

Kuro kembali terdiam, menyadari semua kebenaran itu, ia kemudian meminta maaf, lalu pergi meninggalkan Rania seorang diri di rumah dengan membanting pintu rumah hingga membuat bunyi yang cukup keras.

Kendati begitu, Rania tak bergeming sedikit pun, ia hanya berdiri menatap ke arah luar jendela.

Esok paginya, Argus mengajak Rania ke rumahnya untuk merayakan hari natal dan tahun baru bersama kedua orang tuanya.

Mendengar ajakan tersebut, seketika jantung Rania berpacu dengan cepat, ia tak pernah membayangkan akan menikah muda terlebih lagi dirinya akan dinikahi oleh seorang pangeran tampan.

Sesampainya di rumah, Rania langsung sibuk mencari pakaian untuk dikenakannya nanti, bahkan tanpa sadar meminta pendapat dari Kuro, ia baru menyadari ketika tak menemukan sosoknya di mana pun.

Seakan tak peduli, Rania kemudian beralih mencari ponselnya untuk menghubungi temannya agar bisa mendapat masukan, namun jarinya tertahan ketika menyadari bahwa mereka sudah tak lagi berteman seperti dulu lagi.

Tanpa di sadari, kedua pipinya telah basah oleh air mata, tapi Rania tak mengerti kenapa dirinya menangis? Ia merasa bahwa ada yang hilang dari hidupnya.

Namun, ia segera menghapus air mata itu dengan kedua tangannya lalu kembali memilih baju untuk ia kenakan nantinya.

Saat malam natal, Rania sangat bahagia sebab untuk pertama kalinya setelah kedua orang tuanya meninggal dua tahun yang lalu ia bisa merayakan natal bersama orang-orang yang disayanginya, rasanya ia baru saja menemukan kebahagiaan yang sudah lama dicarinya.

Saat pertama kalinya bertemu dengan keluarga Argus, mereka sangat menyambut hangat kedatangannya, bahkan memperlakukannya layaknya seorang putri kerajaan, mereka bahkan memberikan kado natal yang begitu mewah berupa emas dan juga tas, pakaian branded.

Merasa tak pantas mendapat hadiah yang terlalu mewah, Rania berniat mengembalikan barang itu, tapi kedua orang tua Argus memaksanya untuk menerima hadiah tersebut.

Dengan senang hati, Rania pun mengambil hadiah-hadiah itu, dirinya sangat senang bukan main.

Tak lama kemudian, panggilan alam pun menghampirinya, Rania pun pamit ke kamar mandi. Sebelum pergi, Argus berpesan untuk tidak masuk ke dalam pintu yang ada di lorong.

Saat di tanya kenapa? Pria itu hanya menjawab, " bukan sesuatu yang penting, hanya sebuah kamar kosong saja. "

Tak ingin membuang waktu, Rania langsung menganggukkan kepalanya lalu bergegas ke kamar mandi.

Setelah selesai menuntaskan hajatnya, Raina pun memutuskan kembali ke ruang tamu untuk menyantap hidangan mewah yang telah di siapkan oleh keluarga Argus untuk menyambutnya, akan tetapi langkahnya terhenti ketika ia mendengar sebuah suara seperti ketukan dari balik pintu yang di maksud oleh pacarnya itu.

Awalnya ia mengira bahwa ada yang salah dengan pendengarannya, hingga tak lama kemudian suara itu kembali terdengar.

' Mungkinkah itu hantu? ' pikirnya.

Karena penasaran, Rania berjalan ke arah pintu itu dan mengabaikan ucapan pacarnya

Setibanya di depan pintu, Rania langsung mencoba membuka pintu tersebut, tetapi, tiba-tiba Argus datang dan langsung menghentikannya.

" Apa yang kamu lakukan di sini? " Tanyanya.

Dengan gelagapan, Rania menjawab bahwa dirinya hanya penasaran dengan bunyi yang berasal dari dalam pintu itu.

Argus pun tersenyum, tangannya menepuk pelan kepala Rania sambil berkata bahwa tak ada apa-apa di dalam sana, tempat itu hanyalah kamar kosong.

Untuk membenarkan ucapannya, Argus bahkan langsung membuka pintu itu lebar-lebar, dan benar saja, di balik pintu itu memang hanyalah sebuah kamar kosong saja.

Merasa malu dengan sikap lancangnya, Rania langsung meminta maaf dan tak akan mengulanginya lagi.

Argus kembali tersenyum sambil menarik tangan Rania keluar dari kamar tersebut, membawanya ke meja makan untuk menikmati hidangan.

Karena sudah larut malam, Rania pun di paksa untuk menginap di rumah Argus, tanpa melawan ia menuruti semua permintaan calon mertuanya.

Akan tetapi, saat jam menunjukan pukul dua dini hari, Rania terbangun oleh suara ketukan itu, merasa terganggu dengan suara tersebut, ia memutuskan untuk menemukan dimana suara itu berasal.

Tetapi Rania langsung terdiam, ketika menyadari bahwa suara itu berasal dari arah pintu tersebut, entah kenapa ia memutuskan untuk memeriksanya sekali lagi, tapi ia tak menemukan apapun di sana kecuali hanya ruang kosong, hingga tiba-tiba ia terpeleset dan tanpa sadar menekan sebuah tombol yang tak lama kemudian muncul beberapa anak tangga yang berada tak jauh dari tempat terjatuh membuat rasa penasarannya menjadi besar dan memutuskan untuk menuruni anak tangga tersebut.

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

oee Thor knp Rania jd org asing???

2023-01-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!