07

Beberapa hari kemudian, Raina kembali ke sekolah dengan kondisi tubuh yang sehat bugar serta raut wajah yang berseri-seri, ia berjalan tersenyum sembari menatap pergelangan tangannya.

Mia yang sejak tadi memperhatikan tingkah temannya itu tak bisa mengerutkan keningnya, membuatnya berpikir setan apa lagi yang merasuki tubuh temannya itu? Apa jangan-jangan itu adalah setan pergelangan tangan? Pasalnya temannya itu selalu menatap pergelangan tangannya yang tidak terdapat benda apapun di sana.

Menyadari akan arti tatapan temannya itu, Rania sama sekali tak peduli dengan tatapan temannya itu dengan mengacuhkannya, karena ia begitu senang mendapat hadiah berupa tatto yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.

Kendati begitu, ia merasa sedih karena tak bisa berbagi kebahagiaan dengan temannya, sebab Kuro mengatakan bahwa benda yang ada di pergelangan tangannya itu hanya bisa di lihat oleh orang-orang berkemampuan khusus bertingkat tinggi.

Walau ia tak mengerti sama sekali dengan perkataan Kuro, tapi entah kenapa ia merasa senang karena benda ini hanya bisa di lihat oleh dirinya saja.

" Tunggu, aku tidak jatuh cinta padanya kan? " Gumamnya pelan sambil memegangi bagian dadanya yang tampak biasa saja, di detik berikutnya ia menghela nafas lega, akan aneh jadinya jika dia jatuh cinta pada pria yang bukan berasal dari dunianya.Jika sampai itu terjadi, apa yang harus dilakukannya? Pastinya ia akan di hadapkan dengan pilihan antara hidup di dunia manusia atau hidup di dunia vampir bersama Kuro, baru memikirkannya saja sudah membuat kepalanya pusing dan sakit.

Di samping Rania, Mia yang sejak tadi memperhatikan gerak geriknya yang setiap detiknya terus berubah-ubah seperti cacing kepanasan, tapi ia tak bisa membentak atau pun memukulnya pelan seperti biasa, sebab ia tak ingin mengirim temannya ke rumah sakit, pada akhirnya dirinya hanya bisa menatapnya dengan tatapan lelah dengan sikap temannya itu, terkadang ia berpikir bagaimana bisa mereka bertemu lalu berteman seperti ini? Mungkinkah otaknya sama-sama ada yang salah dengan seorang gadis berkepribadian ajaib itu.

Di saat keduanya bertarung dengan pemikiran mereka masing-masing, tak lama kemudian seorang bu guru masuk dengan seorang anak baru yang mengikutinya dari belakang.

Seketika semua orang terpana termasuk Mia yang langsung tersadar dan terpana akan ketampanan murid baru itu yang tampak seperti seorang pangeran yang turun dari langit.

Berbeda dengan Rania yang belum kembali dari khayalannya sendiri.

Murid baru itu bernama Argus Wiliam yang merupakan murid pindahan, alasannya kepindahannya itu karena mengikuti profesi kedua orang tuanya yang sering berpindah-pindah tempat, dia juga mengatakan bahwa ini bukanlah pertama kali ia berpindah-pindah sekolah, maka dari itu dia berharap bisa berteman den membuat kenangan indah selama ia bersekolah di sini.

" Baiklah, kalau begitu kamu bisa duduk di bangku yang kosong, " ucap Bu guru sambil memulai pelajaran.

Kepala Argus pun mengangguk mengerti sambil berjalan ke sebuah bangku kosong yang berada tepat di samping Rania.

Ia menolehkan kepalanya, menatap gadis yang sama sekali tidak memperhatikannya sama sekali, membuat gadis itu berbeda dan menarik di matanya, berbanding balik dengan gadis satunya lagi yang selalu curi-curi pandang ke arahnya padanya.

S Argus pun membalas gadis itu dengan senyuman hangatnya lalu kembali beralih pada gadis satunya lagi.

Saat jam istirahat tiba, Argus mencoba mendekati Rania dengan mengajaknya makan siang bersama, namun gadis itu sempat menolak dengan alasan ia tak suka makan dengan orang yang baru di kenalnya, akan tetapi Mia tiba-tiba menimpali dan menerima tawaran ajakan makan siang itu.

Kedua mata Rania pun langsung mendelik tajam pada temannya itu yang tampak tidak merasa bersalah sedikit pun dan langsung menariknya ke arah kantin secara paksa.

Setibanya di kantin, Rania kehilangan selera makannya dan hanya memainkan makan siangnya tanpa berniat memakannya sedikit pun, mengabaikan dua orang yang sejak tadi asik mengobrol hingga tiba-tiba Wiliam berkata, " Tatto mu indah, di mana kamu memasangnya? "

Tubuh Rania pun tersentak, kepalanya mendongkak menatap Wiliam dengan tatapan aneh.

' Bagaimana bisa dia tahu? Bukankah Kuro mengatakan bahwa tanda itu tidak bisa di lihat oleh manusia biasa? Lalu kenapa dia bisa melihatnya? ' batin Rania sambil menutupi bagian pergelangan tangannya.

Argus pun terkekeh geli, seakan mengerti apa yang di pikirkan oleh Rania, ia kemudian mengatakan bahwa dirinya merupakan keturunan yang memiliki darah yang memiliki kemampuan spiritual tinggi, jadi dirinya bisa melihat sesuatu yang tak bisa di lihat oleh manusia biasa.

Rania pun menganggukkan kepalanya mengerti, pantas saja dia memiliki bau yang sedikit mirip dengan Kuro, sedangkan Mia hanya terdiam tak mengerti apa yang di bicarakan oleh dua orang di depannya.

Setelah pembicaraan itu, Rania dan Argus pun seketika menjadi dekat, Rania yang sejak awal memang menyukai genre dunia fantasi, sangat antusias ketika pria itu membicarakan hal-hal berbau misterius hingga membuatnya melupakan sahabatnya sendiri.

Saat berada di rumah, Rania langsung menceritakan tentang Argus yang bisa melihat tanda di pergelangan tangannya.

Kuro terdiam sejenak lalu mengatakan untuk menjauhi pria itu karena dia sangatlah berbahaya

Namun, Rania tak mendengarkannya sama sekali dan terus berhubungan dengan Argus, hingga membuat Kuro menyerah.

Hari pun terus berganti hari, dan Rania pun semakin dekat dengan Argus, bahkan hubungan pertemanannya dengan Mia semakin merenggang ketika Rania pun memiliki perasaan suka yang sama dengan temannya itu.

Meski terasa tidak nyaman, tapi entah kenapa Rania lebih memilih dekat dengan Argus dari pada mempertahankan persahabatan yang sudah terjalin sejak mereka kecil.

Pada suatu hari minggu, Argus dan Rania pergi sebuah mall untuk menghadiri sebuah Event.

Rania sangat antusias menghadiri acara tersebut, apalagi ternyata Argus memiliki hobi yang sama dengannya, membuatnya semakin menyukai pria itu.

Tanpa terasa acara pun sudah berada di ujung acara dan Rania pun bersiap-siap mengabadikan momen seorang guest star favoritnya akan akan segera tampil.

Tapi, tiba-tiba saat guest star favoritnya sedang tampil, Argus menepuk bahu Rania dan mengatakan untuk menjauhi Kuro, sebab pria itu bukan berasal dari dunia ini, dan dia juga memiliki aura yang sangat buruk.

Entah kenapa, mendengar Kuro dijelekkan membuat Rania menjadi marah pada Argus dan berjalan meninggalkannya, namun pria itu segera menahan lalu menariknya hingga membuatnya jatuh ke dalam pelukan.

" Maaf, sebenarnya aku sangat cemburu melihatmu sangat dekat dengannya, jadi tanpa di sadari aku telah berkata kasar. "

" Kenapa harus cemburu sih lagian kan kita hanya teman. "

" Karena itu lah, Rania aku sangat menyukai mu, jadi lah kekasih ku. "

Terpopuler

Comments

Fikul 07

Fikul 07

next

2022-12-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!