"Hai.......!" Arga melambaikan tangan pada orang yang ada di teras, lebih tepatnya pada El. Wajah penuh senyum tak lupa ia tampilkan. Sempat beberapa saat ia terpaku, terbuai melihat kecantikan bunga yang baru mekar dipagi hari.
"Den......!"Mak Leha menegur, melerai pandangan yang menatap kagum pada El. Mak Leha sebenarnya sedikit kaget dengan kedatangan Arga di pagi buta.
"Ia Mak......" jawab Arga sambil mencium hikmat punggung tangan Mak Lela. Setelahnya ia beralih pada Al.
"Hai broooo....." sapaan akrab Al tujukan untuk anak majikan Mak, sekaligus sahabat kecilnya.
Keduanya bersalaman ala laki-laki, berjabat tangan lalu bertos ria dan diakhiri pelukan singkat.
"Kapan nyampainya?" sambung Al
"Kemaren sore"
Kini mata Arga kembali beralih pada gadis cantik yang sedang memeluk tiang. Tiga bulan tidak melihat El, membuat mata Arga tak mampu untuk berkedip. Meski hanya mengenakan tampilan sederhana, kecantikan Elma tidak perlu diragukan, didukung lagi dengan body gitar spanyol dan tinggi di atas rata-rata, pasti semakin membuat gadis diluar sana semakin iri pada kesempurnaannya.
"Cantik......" ucap Arga pelan, tanpa mau melepas pandangan. Masih terdengar oleh semua orang yang ada di sana, termasuk Mak Leha.
"Ia, gue tau.....adik gue emang cantik, dari dulu malah" Al yang mendengar gumaman Arga langsung mengskakmat Arga.
Blussss........
Seketika wajah putih El berubah memerah, merasa malu sekaligus tersanjung, membuat pelukan pada tiang semakin menguat. Arga juga sama, merasa sedikit malu karena sudah tertangkap basah memuji adik Al, anak Mak Leha. Tapi mau bagaimana lagi, dia sendiri tanpa sadar, kata-kata itu lepas begitu saja saat melihat El yang memang terlalu cantik dimatanya.
"Maaf Den, ada keperluan apa ya pagi-pagi sudah kerumah Mak Leha?" Mak Leha terlihat berhati-hati untuk menanyakan maksud dan tujuan Arga datang kesana, bagaimana tidak, Arga juga termasuk majikannya.
Di sisi lain Mak Leha ingin segera pergi, takut kesiangan malah jadi tidak enak nantinya. Nyonya Anggara sudah pasti sedang menunggu.
"Oh......ini, mama nyuruh untuk jemput Mak sama Elma" bohong Arga. Padahal itu adalah inisiatif dirinya sendiri. Tanpa diketahui nyonya Anggara.
"Maaf ma, harus jual nama mama" suara hati Arga. Senyumnya masih enggan lepas dari wajah tampannya.
"Aduh.....den...., kok repot-repot sih" Mak Leha tak enak hati.
"Udah Mak....mumpung bos yang jemput, tancap aja...." Al terkekeh, diantara dirinya dan Arga tidak ada istilah segan, karena sejak kecil mereka bertiga termasuk El selalu bersama. Karena semasa Al dan El kecil, Mak Leha sering membawa mereka berdua kerumah Arga. Dari situlah keakraban diantara ketiganya terjalin. Terlebih kedua orang tua Arga tidak pernah membatasi teman bermainnya. Termasuk dengan anak Mak Leha yang hanya anak pembantu.
Untuk El sendiri, semenjak ia menjadi gadis remaja, tidak lagi seakrab dulu, ada rasa segan pada Arga. El lebih peminim, lebih menjaga diri dalam berdekatan dengan laki-laki. Karena baginya antara laki-laki dan perempuan yang sudah baligh ada batasannya saat mereka bergaul.
"Ih....si Al, kalau ngomong mulut difilter napa, kok nggak ada sopan-sopannya" Mak Leha sedikit tidak enak. Al bicara seolah mereka sederajat dengan Arga.
"Udah Mak, apa yang dibilang Al tu benar kok, nggak mungkin juga kan Mak naik motor gonceng tiga, bisa-bisa patah motor Al Mak buatkan" Arga dan Al tertawa cekikikan.
"Ih....Den Arga mau bilang Mak Leha gendut gitu?" Mak Leha pura-pura cemberut.
"Enggak kok Mak, malah gendutan El dibanding Mak" Arga melirik El, kedua alis ia naik turunkan. Mencari kambing hitam, sekalian menarik perhatian si El yang dari tadi diam sambil tersenyum mesem menyimak obrolan.
"Ya....udah atuh.....ayo berangkat, nanti keburu makin siang" tanpa dikomando Mak Leha berjalan didepan, mendekat ke dekat mobil sport hitam milik Arga.
Apalagi, Arga juga berjalan ke arah mobil, tak lupa sebelumnya ia pamit ada Al dan berpesan untuk ikut datang di acaranya nanti malam.
Tidak berjanji, hanya kata insyaallah yang Al ucapkan. Dia sangat tau bagaimana acara anak orang kaya, dari pada nantinya malu, ia memilih berpikir seribu kali sebelum pergi.
Mak Leha dan Elma duduk dibangku belakang. Untuk hari ini Arga yang akan menjadi sopir Mak Leha juga Elma.
Sepanjang jalan Elma hanya diam, tatapan hanya ia berikan pada pohon, bangunan juga orang-orang yang ada di jalanan. El sama sekali tidak berani menatap Arga yang berada dikursi depan, bukan karena apa, lebih kepada segan. Terlebih ini kali pertama ia naik mobil mahal milik Arga.
"Jadi orang kaya tu enak ya Den?" celetuk Mak Leha asal. Karena ini kali pertama juga Mak Leha naik mobil semewah itu. Pandangan Mak Leha menyelusuri setiap interior serta aksesoris yang ada di mobil Arga. Dari kursi yang terasa empuk, sampai AC yang mendinginkan badan. Karena untuk ukuran orang sekelas Mak Leha, hanya sebatas tau kursi juga AC. Kalau yang lain di mah kagak ngerti dia.
"Yang kaya itu nyokap Mak, bukan saya. Saya mah....numpang, sama minjam doang Mak" Arga merendah, karena memang itu sifat aslinya. Tidak suka pamer apalagi sombong. Baginya kekayaan hanya titipan, jadi tidak perlu untuk dibangga-banggakan.
"Ihhh....si Aden suka gitu ngomongnya, dari dulu kalau Mak Leha puji selalu aja merendah"
"Kan, emang begitu adanya Mak, iyakan El?"
"Ha....apa?, eh maaf..., maksud El...." ucapan El terpotong.
"Makanya pagi-pagi jangan suka bengong" potong Mak Leha yang sadar sejak tadi El hanya diam.
"Mikirin cowok kali Mak" Arga mulai memancing El agar bicara. Dari kaca spion bisa ia lihat, El salah tingkah.
"Boro-boro mikirin cowok kak, cowok aja nggak punya" jawab El sesuai fakta. Memang itulah adanya, Mak dan Al selalu berpesan hal yang sama "jangan pacaran, sekolah dulu, sukses dulu, baru nikah".
"Kalau gitu, sama kakak aja, iya kan Mak?" Arga bercanda, namun dibalik candaan memang itu maunya.
"Mana cocok, kami sama Den Arga seperti pungguk merindukan bulan, habis bulan Januari sampai Desember kagak mungkin ketemu, jauh soalnya" lucon Mak Leha, ia menganggap ucapan Arga hanya sekedar gurauan.
"Ah....kak Arga, dari dulu ngomongnya selalu gitu, udah basi kali" El menjawab sambil tertawa.
"Yang ini serius"
"Kalau El malah dua riussss" jawaban El tidak mau kalah.
Mak Leha hanya geleng kepala melihat tingkah kedua remaja itu.
Tanpa terasa mobil telah berada di depan pagar. Berhenti sebentar sementara menunggu kang Tarjo membuka pagar. Dari arah pos jaga, kang Tarjo sedikit berlarian untuk membukakan Arga pagar. Dengan sigap kang Tarjo mendorong pagar.
"Den......., Eh....ada neng cantik juga rupanya" kang Tarjo menyapa Arga. Dari kaca mobil yang sedikit terbuka kang Tarjo bisa melihat ada Elma dan Mak Leha dibangku penumpang.
"Iya kang, mau bantuin Mak, kang Tarjo apa kabar?" Elma bersikap ramah, masih menyempatkan diri menyapa kang Tarjo.
"Alhamdulillah baik neng" Jawab kang Tarjo yang sudah selesai membuka pagar.
"Masuk dulu ya kang! pamit Arga.
"Siap Den"
Kang Tarjo bergaya hormat. Tingkahnya terbilang lucu selalu ada saja yang dijadikan bahan candaan, belum lagi penampilannya yang kurus seperti papan, semakin jadi pelengkap jika sedang membuat lawakan.
'Assalamualaikum......" Mak Leha juga El serempak memberi salam.
"Walaikumsalam......, eh .....cantik Tante udah dateng....., ayo....masuk!" sahutan ramah dari wanita yang masih cantik meski usia dikepala lima, ciri khasnya rambut selalu dipotong bob. Siapa lagi jika bukan nyonya Anggara. Nyokapnya Arga.
Nyonya Anggara menggandeng El masuk ke dalam. Mesra...., layaknya ibu dan anak. Dari El masih kecil nyonya Anggara sudah menyukainya. Dikarenakan dia tidak mempunyai anak perempuan. Ditambah lagi El anak yang cantik juga memiliki akhlak yang baik. Pernah waktu El masih kecil ingin di adopsi olehnya, tapi Mak Leha menolaknya. Bagi Mak Leha berkumpul dengan anak-anaknya adalah hal yang tidak ternilai.
"Duduk dulu sayang!" nyonya Anggara malah menarik El untuk duduk di sofa ruang keluarga.
Apa lagi Elma hanya menurut. Sebenarnya ia merasa segan.
"Nya..., saya pamit kebelakang ya?" Mak Leha yang tau kebiasaan nyonya Anggara bila bertemu El, memilih untuk pergi kedapur menyiapkan apa yang perlu.
"Maaf ya Mak, saya pinjam El nya dulu, Oya Mak...rencananya saya menggunakan jasa catering, jadi Mak tolong siapkan piring aja ya...!"
"Baik nya" Mak Leha mengangguk patuh, kemudian beranjak kedapur.
Arga sejak tadi mengekor di dibelakang Nyonya Anggara juga Elma, kini dia turut mendudukkan diri disebelah kiri nyonya Anggara. Sedang disebelah kanan ada Elma.
"Sayang.....kok Tante lihat kamu tambah cantik"
Blusss.....
Wajah El memerah bagai tomat matang.
"Masak sih Tan, biasa aja kali masih sama seperti dulu" jawab Elma malu-malu, pasalnya ada Arga juga disana menatapnya lekat penuh arti.
"Ia kan Ga?" nyonya Anggara mencari dukungan.
Matanya masih lekat menatap kagum pada El. Dimata nyonya Anggara semua yang ada di wajah El sangat sempurna.
"Ha......?"
"Ih....kamu ditanya malah bengong, sana gih....! ngapain juga kamu duduk disini?" jawab nyonya Anggara kesal.
"El.....?"suara lembut kembali mengalun untuk El, sangat berbeda dengan barusan yang ia katakan pada Arga. Membuat Arga mengerucutkan bibir.
"Ia Tante"
"Ini....., Tante ada punya sesuatu untuk El, dipakai nanti malam ya!" Nyonya Anggara menyerahkan satu paper bag. Melihat logo yang ada dipaper bag, dapat dipastikan itu dari butiknya nyonya Anggara.
"Apa ini tan?" El sedikit ragu untuk menerima.
"Udah......ambil, dipakai untuk nanti malam ya!"
Kembali nyonya Anggara mendorong paper bag ke pangkuan El. Setelahnya ia langsung berdiri, meninggalkan El yang masih bengong.
"Jangan lupa dipakai nanti malam" lanjut Arga yang kemudian ikut meninggalkan El seorang diri.
El menyerngit heran, sebenarnya apa isi dari paper bag itu. Dari pada penasaran, El memutuskan untuk melihat isinya.
Pelan El menarik apa yang ada didalam paper bag.
"Waw........"
Mulut El sampai harus menganga melihat dress bermotif floral yang sedang dipegangnya.
"Cantiknya......." El menatap kagum, ini pertama kalinya mendapatkan baju secantik dan semahal itu.
"Jika dipakai ditubuhnya pasti akan terlihat lebih indah" Gumam Arga yang masih mengamati El dari lantai dua turut merasa senang, ia tidak sabar untuk melihat El memakai baju itu.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Mom La - La
apakah itu baju cintah???
2023-03-19
0
Buna Seta
Arga sos sweeett
2023-02-19
0
mom mimu
satu iklan siap meluncur...
2022-12-15
1