Pejantan Yang Tergadaikan

Pejantan Yang Tergadaikan

bab 1

Suara petir menyambar dan ledakan guntur di atas langit begitu terdengar dahsyat. Suasana nampak begitu mencekam di luar ruangan. sapuan angin mulai menggerakkan pepohonan di sekitar, bangunan Mansion megah juga mewah.

Sekali lagi petir menyambar dan diikuti ledakan guntur terdengar memekikkan telinga siapa saja yang mendengar.

Bertepatan suara tamparan kuat terdengar di dalam Mansion mewah itu.

"PLAK" suara tamparan kuat yang dilakukan oleh, seorang pria berusia setengah abad kepada, sosok pria yang kini berlutut di hadapannya.

"Bugh" suara tendangan kembali terdengar, bersamaan terlihat kilatan dari langit dan diiringi petir menyambar.

"Jangan menyentuhku, sialan!" Pria berwajah tegas itu memekik tegas kepada, pria yang kini terperanjat di atas keramik mewah.

Pria muda dengan wajah tampan dan penampilan sederhana itu, merangkak kembali kepada, pria berusia 50 tahun itu. Yang merupakan ayah sang kekasih.

Pria dengan tampilan acak-acakan itu, kini sudah bersujud di depan kaki pria yang memiliki tatapan tajam. ia memohon agar merestui hubungan percintaannya bersama sang kekasih.

"Tuan, a-aku mohon. Berikan restu hubungan kami. Aku berjanji, akan membahagiakan putri anda dan selalu mencintainya." Pria itu mengungkapkan niatnya dengan wajah sungguh-sungguh dan tatapannya terdapat keseriusan.

"Tuan, aku mohon. Biarkan aku menikahi putri anda," pinta pria sederhana sambil bersujud, dengan posisi wajah begitu dekat dengan kedua telapak kaki pria arogan.

"Cih! Menyingkirkan lah' pecundang, sialan!" hardik pria yang sepenuhnya rambut berkilau itu sudah berubah putih.

Pria yang merupakan tuan muda terpandang di negara besar itu kembali, menendang sang pria dengan begitu kuat.

Membuat sang pria muda terdorong jauh dan terbatuk-batuk yang mengeluarkan cairan merah segar.

Pria berwajah menyedihkan itu masih terbatuk dan tatapan sendunya di arahkan kepada — pasangan wanitanya.

"Aku begitu mencintai putri anda tuan. Aku juga berjanji akan selalu menjaganya dan membahagiakannya. Biarkan kami bersama." Pria itu terus memohon dengan sangat, agar hubungan percintaan dengan pasangan wanitanya bisa mendapatkan restu.

"Cih! Kami tidak akan pernah sudi memiliki menantu buruk, sepertimu." Sosok wanita yang berusia sekitar 40 tahunan keatas, menyela keadaan dengan perkataan — menghina.

"Aku juga sangat mencintai Hans, mom, dad. Aku tidak bisa hidup tanpa dia, hanya dia pria yang sekarang aku, inginkan." Pasangan wanita mengungkapkan perasaannya dengan raut wajah basah dan kedua kelopak mata almond nya yang tampak, sembab.

"Apa kamu pikir kami akan terlena, dengan kisah romantis kalian? Dan akhirnya kami merestui hubungan buruk, ini?" Sahut wanita anggun yang tampak duduk di sofa dengan posisi begitu elegannya.

Tatapan menjijikkan ia berikan kepada pasangan pria tampan, kekasih putrinya itu dan mengeluarkan decihan kasar ke arah samping.

"Cih! Sungguh pria begitu menjijikkan dan buruk. Aku lebih memilih memelihara seekor predator buas daripada membiarkan dia berada di lingkungan mewahku ini." Wanita itu kembali melontarkan hinaan yang membuat orang-orang hanya bisa menelan saliva mereka.

"Mommy!" Pasangan wanita mengeluarkan suara bentakan dan tatapan protes akan ucapan, sarkas sang mommy.

"Hans, memang tidak memiliki apa yang kita punya, tapi dia memiliki cinta yang sangat besar kepadaku, mom. Begitu juga dengan ku yang begitu sangat, mencintainya." Dengan nada getir, pasangan wanita menjelaskan kepada kedua orang tuanya.

"Omong kosong!" Pekik pria berkuasa di depan sana dengan tatapan penuh intimidasi.

"Ini benar, tuan. Kami begitu saling mencintai. Maka izinkan aku menikahi putri, anda," pria menyedihkan, sekali lagi memohon dengan kedua telapak tangan menempel dan meletakkan di depan wajahnya.

Ia juga masih berlutut, seakan pria itu tidak memiliki harga diri atau ia rela menjatuhkan harga dirinya demi pasangan wanitanya.

sang wanita hanya bisa menatapnya dengan mata berkaca-kaca dengan iringan gelengan kepala lirih.

"Aku tidak apa-apa, aku rela melakukannya demi dirimu dan cinta kita," sahut pria yang dipanggil Hans itu.

Wajah pria setengah baya itu begitu mencekam dan begitu mengerikan, melihat putrinya begitu membela, pria yang bersujud di bawahnya.

tuan besar itu pun, memerintahkan putrinya untuk masuk ke dalam kamarnya dengan paksa.

tentu saja, pasangan wanita menolak, meninggalkan sang kekasih seorang diri berjuang untuk mendapatkan pengakuan atas hubungan percintaan mereka.

"Rosella!" Pekik sang wanita sombong yang berwajah geram.

"Aku tidak akan meninggalkan Hans bersama, kalian," protes Rosella berani.

"Masuk ke kamarmu. Jangan pernah, harap kami akan merestui hubungan menjijikkan kalian. Daddy dan mommy, sudah menerima lamaran tuan muda Carlos. Pria kaya itu lebih pantas bersanding denganmu daripada, pria menjijikkan ini." Perkataan hinaan itu hanya berlalu di kedua cuping telinga Hans.

Ia sudah terbiasa mendengar kata hinaan juga perlakuan kasar dari keluarga kekasihnya ini. Hans hanya butuh berjuang untuk meyakinkan keluarga besar sang kekasih untuk bisa mendapatkan restu.

Hans Ariston, sosok pria yang terlahir dari keluarga sederhana juga serba kekurangan. Kedua orang tuanya hanya memiliki pekerjaan sebagai petani ladang sayuran biasa.

Hans Ariston memberanikan diri untuk mengubah kehidupannya di kota besar dengan hanya mengandalkan tekad kuat dan mimpi-mimpinya menjadi sukses.

Hans bekerja sebagai cleaning servis di salah satu hotel mewah yang merupakan milik, sang kekasih.

Malamnya, Hans akan bekerja sebagai pelayan restoran mewah hingga tengah malam.

Hans terus bekerja keras dengan attitude begitu baik di kalangan karyawan hotel. Hans juga sosok pria pekerja keras dan memiliki mimpi menjadi seorang pria terpandang dan berpengaruh di dunia.

Tekad dan kerja keras Hans, berhasil membuat nona muda tempatnya bekerja siang hari, terpesona dan merasa tertarik.

Hingga seiring berjalannya waktu, keduanya menjadi pasangan kekasih tanpa sepengetahuan siapapun.

Mereka sering melakukan pertemuan secara sembunyi-sembunyi dari keluarga sang kekasih.

Rosella Meta Abraham, sosok wanita berusia 25 tahun yang begitu mencintai, kekasihnya yang sederhana.

Rosella sendiri, terlahir dari kalangan atas juga terpandang, wanita itu sudah menduduki jabatan pemimpin di salah satu hotel mewah dan terkenal.

Meskipun memiliki segalanya, Rosella hanya mencintai, Hans, kekasihnya.

Wanita cantik itu bahkan menolak banyak lamaran dari pria terpandang, hanya karena cinta begitu besar ia miliki untuk, Hans Ariston.

"Bugh, bugh, bugh," pukulan juga tendangan di perut, berhasil membuat tubuh Hans tumbang.

Tuan Meta Abraham begitu geram melihat wajah menjijikkan Hans dan pria gagah itu tidak tahan untuk melayangkan sebuah pukulan di wajah dan perut, Hans.

"Jangan pernah bermimpi bisa menjadi, menantu di keluarga kami. Binatang peliharaan kami lebih berharga daripada dirimu."

"Daddy!" Seru Rosella.

"Diam, plak!" Nyonya Sarah menampar wajah putrinya kuat.

"Sayang!" Seru Hans lirih dan berusaha bangkit dan membantu kekasihnya.

"Kurang ajar! Rasakan ini." Tuan Abraham semakin geram saat, Hans masih berjuang untuk mendekati putrinya itu.

"Daddy! Aku mohon jangan menyakitinya," pinta Rosella sambil menangis sesegukan.

Sedangkan Hans kini mendapatkan pukulan bahkan pijakan kaki kuat mendarat di atas perut bidangnya.

"Rocky!" Teriakan masih terdengar menggema di ruangan mewah.

"ROCKY!" Sekali lagi teriakkan dari pria berwajah suram.

Tatapan nyalangnya masih tertuju kepada tubuh yang terkapar di atas lantai. Setelah puas menghajar kekasih putrinya, tuan Meta memerintahkan anak buahnya untuk melemparkan, Hans keluar dari kediamannya.

Di sisa tenaga yang dimilikinya, pria itu mencoba menarik tubuhnya yang terkapar di atas lantai untuk kembali memohon.

"Tuan, saya sangat berharap dan memohon untuk merestui hubungan kami." Hans memohon dengan wajah penuh luka dan suara yang tercekat sakit.

"Saya akan melakukan apapun, agar anda bisa merestui hubungan kami," lanjut Hans yang kini kembali menyentuh kedua telapak kaki tuan besar itu.

Demi cintanya yang begitu besar dan tulus kepada, putri semata wayang tuan Meta Abraham, Hans rela merendahkan dirinya. Ia juga rela melakukan apapun, agar bisa hidup bersama sang kekasih.

"Menyingkirlah sialan!" Pekik tuan Meta. Pria setengah abad itu kembali menendang wajah tampan, Hans.

"Daddy!" Pekik Rosella. Wanita itu berusaha melepaskan diri dari penjagaan kedua bodyguard sang daddy.

"Diam!" Sentak nyonya Sarah Abraham. Nyonya besar kedua keluarga konglomerat Abraham.

"Lihatlah, dia begitu hina dan rendah bersujud di kaki dengan wajah menjijikkan karena cinta. Dasar idiot." Wanita berpenampilan elegan juga berkelas itu mengeluarkan makiannya.

"Apa kamu pikir kami akan menerimanya sebagai, menantu? Cih, itu tidak mungkin. Manusia rendahan sepertinya seharusnya dilemparkan ke tempat buruk." Wanita itu kembali melontarkan pendapatnya yang semakin sarkas.

"Daddy, aku mohon berhentilah memukulnya. Aku tidak akan meninggalkan dia. Aku bersumpah akan melenyapkan diriku sendiri kalau terjadi hal buruk kepadanya," mohon Rosella dan di akhiri ungkap ancaman.

Nyonya Sarah menoleh segera ke arah Rosella dan menatap tajam putri sambungnya itu.

"Aku tidak akan memaafkan, daddy!" Teriak Rosella.

"Daddy! Berhenti memukulnya!" Teriaknya lagi.

Ia begitu terluka saat menyaksikan kekasihnya di pukul bagaikan tidak memiliki perasaan.

"Hans!" Panggilnya kepada sang kekasih yang hanya terdiam saat mendapatkan pukulan.

Hans memalingkan wajahnya ke arah sang kekasih dan menatap wanita yang sangat ia cintai dengan tatapan nanar penuh perasaan terluka.

Begitu juga dengan Rosella yang tidak hentinya meneteskan air matanya dan terus mencoba melepaskan diri dari sergapan bodyguard sang daddy.

"Kembalilah!" Pinta Rosella tanpa suara.

Hans menggeleng samar yang membuat Rosella semakin terluka. Melihat pria kesayangannya di siksa di hadapannya oleh orang suruhan sang daddy.

"Please!" Mohon Rosella.

Dengan tatapan menahan rasa sakitnya, Hans kembali mengeleng dengan tatapan lemah.

Rosella menangis histeris dan sekali hentakan kuat, ia bisa melepaskan diri dari cengkraman kuat tangan besar bodyguard itu.

"Hey! Tanggap dia dan bawa ke gudang!" Pekik nyonya Sarah dengan nada membentak.

Rosella mencoba untuk melindungi kekasihnya yang sudah mulai lemah tak berdaya itu, namun kedua bodyguard sang daddy mencegahnya.

"Lepaskan!" Teriak Rosella memberontak.

Kedua bodyguard tidak mengindahkan teriakkan sang nona muda, mereka dengan paksa menyeret tubuh ramping sang nona muda menuju gudang kosong.

"Lepaskan aku, sialan!" Teriak Rosella kembali.

Wanita itu kembali berusaha menolak untuk di bawa ke arah gudang, tidak mungkin ia meninggal kekasihnya di sana yang masih mendapatkan hantaman.

"Akh!" Teriak kedua bodyguard itu, saat Rosella menggigit telinga salah satu pria kekar itu dan satunya ia menendangkan kakinya ke arah area terlarang sang bodyguard.

Rosella segera berlari untuk melindungi kekasihnya, nyonya Cinthya yang melihat Rosella berusaha mendekati, Hans. Bermaksud ingin menghentikan anak sambungnya itu, tapi … Rosella mendorong tubuh rampingnya kuat ke samping. Membuat nyonya arogan itu terjatuh di atas sofa mewah.

"Dasar anak murahan!" Maki nyonya Sarah berapi-api.

Rosella sendiri segera melindungi sang kekasih dengan memposisikan dirinya di atas tubuh Hans.

"Daddy, hentikan!" Teriak Rosella dan mendapatkan sebuah injakan kaki dari sang daddy.

Hans yang tersadar segera membalikkan badannya dan bergantian melindungi wanitanya.

"Apa yang kau lakukan, sayang," bisik Hans dengan derai air mata juga wajah yang dipenuhi cairan merah.

"Aku tidak bisa melihatmu di perlakukan seperti ini," sahut Rosella yang mengerutkan wajahnya.

"Aku tidak apa-apa, demi bisa menyakinkan kepada mereka kalau aku begitu mencintaimu," lanjut Hans.

"Tidak! Pergilah, mereka tidak akan melihatmu," pinta Rosella sambil memeluk tubuh sang kekasih.

Tuan Meta memerintahkan anak buahnya untuk berhenti menyerang Hans. Bagaimanapun ia takut putri semata wayangnya terluka.

"Rocky!" Teriak tuan besar Abraham itu.

"Bawa nona muda kembali ke kamarnya!" Titahnya saat bawahan setianya berada di dekatnya.

Nyonya Sarah hanya menampilkan wajah jengah juga muak, i kini hanya diam berdiri dengan bersedekap kedua tangannya dengan sombong.

"Tidak! Aku tidak akan pernah meninggalkannya dad, tidak akan pernah!" Bentak Rosella saat di tarik paksa menuju kamarnya.

"Bawa dia!" Perintah tuan Meta dengan raut wajah menyeramkan ke arah Hans.

Rosella pun dengan sekali pukulan di tengkuknya, berhasil membuat wanita itu tidak sadarkan diri seketika.

"Sayang!" Pekik Hans yang mencoba bangun dari posisi tiarap itu.

Namun dengan kejamnya, tuan Meta menginjakkan salah satu kakinya di atas punggung lebarnya.

"Berhentilah, memanggil putriku dengan sebutan menjijikan itu. Anakku begitu bernilai tinggi dan tidak pantas didapatkan pria miskin sepertimu." Tuan Meta berkata penuh cemoohan danhinaan berulang kali kepada Hans.

Pria yang tidak berdaya itu hanya bisa menahan segala rasa sakitnya dan menatap dalam sang kekasih.

"Aku hanya mencintainya, apa itu salah?" Tanya Hans dengan lirih. Pria itu berulang kali terbatuk-batuk dan mengeluarkan cairan merah segar.

"Salah! Kalau itu kau!" Jawab tuan Meta sarkas.

"Apa karena aku tidak memiliki apa-apa?"

"Yah! Karena kau hanya dari kalangan pecundang. Yang akan menjadi benalu dalam kehidupan putriku," ucap tuan Meta dengan raut wajah datar.

Hans masih terbatuk-batuk dan mencoba untuk mengubah posisinya, saat kaki tuan Meta menjauh dari punggungnya.

"Aku akan berusaha untuk memposisikan diriku kelak dengan kalian," jawab Hans yakin.

Pria itu sangat yakin mampu membuat dirinya sukses dan menyamai kedudukan keluarga kekasihnya.

"Cih!" Tuan Meta berdecak sinis dan meludah ke arah Hans.

"Jangan pernah bermimpi akan menyamai kedudukan kami. Kau tidak akan mungkin melakukan hal itu," Seloroh tuan Meta dan tertawa penuh puas.

"Kita lihat saja. Aku pasti akan membuat anda kembali bersujud di kakiku suatu hari nanti." Hans berhasil bangkit dan membalas tatapan pria arogan di depannya dan berani menantangnya.

Tuan Meta terdengar tertawa lepas dan terbahak-bahak hingga kedua matanya berair. Nyonya Sarah terlihat sibuk memperbaiki riasannya dan berdecak menunjuk ke arah Hans.

"Aku bersumpah, akan membuat kalian menyesal suatu hari nanti," kembali Hans melontarkan tantangan dan sumpahnya.

Bertepatan petir menyambar dan suara guntur bergemuruh mengerikan.

Tuan Meta dan istrinya terdiam untuk sesaat, mereka begitu terkejut dengan suruan alam diatas langit gelap itu.

Hans Ariston sendiri kini menatap kedua orang tua kekasihnya dengan begitu tajam dan penuh dendam.

"Saat itu tiba, kalian akan hancur!" Lanjut Hans yang membuat wajah tuan Meta semakin mencekam.

"Diamlah, bedebah!" Hardik tuan Meta.

"Pergi dari sini!" Usirnya sambil menendang kembali tubuh lemah — Hans.

Dengan tatapan penuh dendam, Hans memutar tubuhnya ke arah pintu utama Mansion megah itu. Ia berjalan penuh perasaan hancur dan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Kedua telapak tangannya saling mengenggam kuat. Ada perasaan sakit hati atas perkataan hina kedua orang tua kekasihnya itu.

Hans hanya bisa terus berusaha untuk bisa menyamai derajat yang dimiliki oleh kekasihnya itu. Agar bisa membuat pasangan suami-istri sombong itu bersujud di kakinya.

Terpopuler

Comments

🥀⃟ʙʀ🇹ᴿᴵᴱ 𝓓𝓮𝔀𝓲ˢⁿ᭄🌀🖌:

🥀⃟ʙʀ🇹ᴿᴵᴱ 𝓓𝓮𝔀𝓲ˢⁿ᭄🌀🖌:

baru baca aja langsung tegang, busyet dah aqu kesimak🤣🤣🤣

2023-04-07

3

Muhammad Iqbal

Muhammad Iqbal

begitu cetitanya

2023-02-04

1

Eva Karmita

Eva Karmita

aku hadir Thor 🙏🥰

2023-01-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!