"Dari mana kamu Vin" tanya Aldo yang ternyata menunggunya sejak tadi .
"Aldo, , loe belum tidur?" tanya Vina ,dia yang hendak masuk ke kamarnya tidak jadi karena Aldo memergokinya pulang larut malam
" jangan mengalihkan pembicaraan Vin,loe habis dari mana ?" tanya Aldo lagi.
"gue , , ," Vina bingung,dia tidak tahu harus menjawab apa ,namun detik kemudian dia merasa siapa Aldo yang harus Tahu aktivitas nya.
"apa urusan loe, gue mau kemana kek terserah gue lah " jawab Vina enteng ,dia langsung membuka kunci kamarnya dan masuk ke dalam,namun belum sampai tertutup kaki Aldo menahan pintu.
"eeh ngapain Lo" ucap Vina yang melihat Aldo ikut masuk ke kamarnya.
Aldo bukanya menjawab,dia langsung mendorong tubuh vina dan menyudutkan nya di tembok,lagi lagi Vina merasa sengatan listrik mengalir di tubunya,setiap kali Aldo menyentuhnya dengan posisi yang sedekat ini ,Vina selalu merasa sesuatu yang berbeda.
"loe belum jawab pertanyaan gue ,loe habis dari mana? " tanya Aldo lagi dengan sedikit menekan kata katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Vina
Vina menutup mata saat Aldo semakin dekat,dia memalingkan wajahnya.
"loe mabuk lagi , dasar wanita pemabuk " terang Aldo sambil melepas tubuh Vina setelah mencium bau alkohol di nafasnya.
"lain kali kalau mau keluar bilang,dan jangan matikan ponsel loe,kalau gini kan gue juga yang kena omel orang tua loe terlebih kakak loe itu " kesal Aldo lalo pergi meninggalkan vina.
"sialan, gue pikir dia mau nyium gue" gumam Vina yang tanpa sadar mengharap ciuman Aldo.
"iih, , apaan sih ,gak gak , ,gue gak ngarep dia nyium gue" ucapnya lagi memperbaiki ucapnya yang duluan keluar.
Di kamar Aldo,dia merebahkan tubuhnya merasa lega Vina telah kembali , sebelum nya Aldo sempat tertidur namun ponselnya berdering dan yang menelpon nya adalah Juan,dia menanyakan keberadaan Vina karena ponselnya mati,dan Aldo pun mengecek ke kamar Vina tidak ada jawaban, beruntung ada petugas hotel yang lewat memberitahu Aldo kalau penghuni kamar itu keluar sekitar 1 jam yang lalu,akhirnya Aldo memutuskan untuk menunggu Vina sampai dia pulang.
setelah itu dia memberitahu Juanda kalau Vina telah kembali.
dia kembali merebahkan tubuhnya hendak tertidur tapi tidak bisa,dia malah teringat kejadian setelah membully Elvina dulu.
"El maafin aku " gumam Aldo sambil mengusap kasar wajahnya merasa elvina selalu menghantui nya.
sajak kejadian itu dia tidak lagi ingin berteman dengan Brian,dia juga mencari keberadaan Elvina setiap harinya,pergi ke rumahnya bahkan ke kontrakan nya ,namun jejak Elvina bagai di telan bumi,bahkan sampai sekarang dia tidak tahu keberadaannya.
"El kamu di mana sih " gurau Aldo ,dia masih mengharapkan bertemu dengan elvina agar dia bisa meminta maaf atas apa yang telah di lakukan,bukan hanya itu,sejak kepergian Elvina yang entah kemana ,Aldo menjadi sasaran bully oleh Genknya Brian menggantikan Elvina, dan orang tua Aldo mengetahui anaknya jadi korban bully mereka memutuskan untuk melapor ke pihak sekolah dan memindahkan Aldo kesekolah lain,juga memberikan Aldo les privat bela diri juga yang lainnya,sampai Aldo berubah seperti sekarang ini.
***
keesokan harinya Vina mengajak Aldo untuk berkunjung ke caffe miliknya, mereka masuk ke ruangan Vina,di sana Vina datang untuk mengecek keuangan caffe.
" loe pesan minum aja Al, , gue kerja bentar ya ,kalau Lo mau main main keluar juga silahkan " Vina memang tidak bisa di tebak,kadang dia baik kadang juga judes sama aldo, seperti sekarang ini,dia seperti tidak menaruh dendam apapun pada Aldo, sejak pagi Vina sangat manis dan baisa saja, seperti mood nya juga baik.
" loe mau minum apa? sekalian gue bawakan nanti " ucap Aldo
" gue mau yang anget anget deh boleh, " ucap Vina masih fokus pada dokumen yang di bacanya
"oke ,gue pesan dulu ya"
"iya "
Tak lama aldo pun kembali dengan membawa dua gelas minuman hangat,coklat panas.
"nih gue bawakan coklat panas buat loe," ucap Aldo sambil menaruh coklat panasnya di dekat Vina
"oke thanks" jawab vina tanpa melirik
"loe lagi ngerjain apa sih ,kayaknya serius amat?" ucap Aldo ikut melihat ke arah komputer milik Vina.
" ini gue lagi melihat laporan keuangan dari 3 bulan yang lalu,biasanya sih ini keahlian kak Juan tapi dia gak ikut jadi gue yang kerjain,padahal gue males banget urusan beginian " terang Vina.
"sini gue liat,loe mending duduk santai aja di sana " Aldo menawarkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan Vina.
"serius lo? " tanya Vina
"iya sini Vina gue liat " ucap Aldo lagi
Vina pun bangung dan membiarkan Aldo duduk di kursinya dan mulai mengotak Atik komputer Vina.
Vina pun membawa gelas coklat panasnya ke sofa sambil menunggu Aldo menyelesaikan pekerjaannya.
"Aldo ganteng juga" ucap vina menyeruput minumannya sambil matanya menatap wajah Aldo intens.
"jangan di liatin terus ,nanti jatuh cinta loh " sahut Aldo tanpa melirik.
ucapan Aldo seketika membuat Vina salah tingkah,dia ketahuan .
"siapa juga yang liatin loe, , jangan mimpi " ketusnya.
Aldo hanya tersenyum kecil mendengar suara ketus Vina yang sejak tadi pagi tidak di dengar.
" loe mau kemana?" tanya Aldo saat vina berjalan ke arah pintu keluar.
"mau ke kamar mandi, mau ikut?"
"boleh " Aldo menjawab enteng
" iish, , , ". Vina kesal sampai membuat Aldo tertawa.
"hahaha" tawanya ,niat hati ingin membuat Aldo diam nyatanya Aldo lebih pintar darinya.
Di toilet.
"sialan ,gue gak boleh suka sama dia,ingat Vin ,dia musuh loe " gumam Vina sambil menatap wajahnya di cermin.
"Aldo musuh Lo, bukan teman loe,dan loe harus ingat jangan jatuh cinta pada musuh " tekannya pada dirinya sendiri.
setelah itu Vina membasuh muka nya dan keluar dari toilet ,namun saat sampai di ambang pintu, seseorang mendorong tubuhnya ke dalam.
"aaaww" ringis Vina saat pinggangnya membentur wastafel.
Plak
Yuna tiba tiba datang dan langsung menyerang Vina
"ini balasan buat orang yang sudah merebut milik gue " geram Yuna sambil menunjuk ke arah vina.
Vina menoleh dan tersenyum getir " apa gak salah ? bukankah loe yang lebih dulu mengusik Milik gue? " ucap Vina
Yuna teringat kejadian setahun yang lalu,saat dia kepergok sedang bercumbu dengan Erwin,orang yang berhasil menggeser Boby di hati Vina ,namun sayang hubungan mereka tidak bertahan lama karena erwin selingkuh dengan Yuna.
" loe salah Vin, Erwin gak pernah suka sama loe,dia hanya mengharapkan harta lo doang,gak lebih ,cih dasar wanita tidak tahu Diri"
plak
Vina manampar keras wajah Yuna sampai bekas tanganya terlihat jelas di wajah putih Yuna,bukan hanya itu Vina menarik tangan Yuna dan memelintir nya ke belakang Yuna.
"aaaww, , lepasin " ringis Yuna berusaha melepaskan diri.
" Gue pernah bilang sama loe,gue gak akan pernah melepaskan siapapun yang pernah membuat gue sakit hati," bisik Vina dengan menekan setiap kata katanya.
dia membalik tubuh Yuna dan kembali mencengkram wajah Yuna ,
"gue peringatkan, , loe gak akan bahagia setelah membuat gue sakit hati,apa yang loe punya gue akan ambil paksa " ucap Vina mengancam.
"dan gue gak takut" jawab Yuna
"oke kalau begitu,bagaimana kalau gue bilang gue sudah mengambil Ken dari loe." ucap Vina.
dia mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto dirinya bersama Ken waktu itu sesaat Yuna di usir oleh Ken,terlihat Ken menunduk seolah mencium dada Vina ,padahal yang terjadi saat itu adalah Vina membisikkan sesuatu ke telinga Ken,dan Vina menyuruh Jack untuk mengambil gambar mereka dari CCTV yang ada di dekat mereka.
"apa ? sialan loe Vina , dasar ******" teriak Yuna.
"hahaha, , tidak sulit membuat hidupmu hancur Yuna, , sebentar lagi kamu pasti akan mendengar kabar yang sangat menggemparkan" ucap Vina kemudian mendorong tubuh Yuna lalu pergi ke luar Dangan santai seolah tidak pernah terjadi apapun dengan mereka.
sepergian Vina , ponsel Yuna berdering dan dia segera mengangkatnya.
"hallo , , ,"
" , , , , , "
"APA, , , tidak mungkin " teriak Vina ,dia segera pergi meninggalkan caffe itu.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments