HUKUMAN PENGUBAH TAKDIR
Rasa kantuk telah membuat Mishell tertidur, hingga dia tidak menyadari jika perusahaan tempat dirinya bekerja mengalami kebakaran.
Kebakaran yang nyaris menghanguskan seluruh area pabrik, dimana ribuan karyawan menggantungkan hidupnya di sana.
Akibat keteledorannya, Mishell harus menerima hukuman. Hukuman yang seharusnya, menghabiskan sisa hidup di jeruji besi karena tidak bisa mengganti kerugian.
Namun, Darma sang direktur perusahaan menawarkan sebuah penyelesaian dengan menghindari jalur hukum.
Mishell diminta menghadap ke pemilik utama perusahaan, di sanalah nanti hukumannya akan ditentukan.
Mishell sudah pasrah dengan nasib, dia menurut saja, saat seorang pengawal membawa dirinya ke sebuah rumah mewah yang sempat membuat Mishell terperangah.
Pengawal mengetuk ruang kerja dan sebuah suara sambil terbatuk-batuk menyuruh mereka untuk masuk.
Seorang lelaki tua sedang berdiri menatap keluar jendela, sambil memegang jenggotnya yang sudah memutih.
"Tuan, pemuda yang Anda tunggu sudah datang."
"Hemm, tinggalkan kami!"
"Baik Tuan!"
Pengawal pun meninggalkan ruang kerja tersebut. Sementara, Mishell tetap berdiri di tempatnya sambil tertunduk.
Aura dingin lelaki tua yang berdiri di hadapan Mishell, membuat nyalinya menciut. Mishell diam, sampai si kakek memintanya untuk duduk.
"Duduk!"
Mishell pun menjawab dengan gugup sambil menarik kursi yang ada di hadapannya, "Terimakasih Tuan."
"Kamu yang bernama Mishell?"
"Iya Tuan."
"Saya Artha Guna, kamu tahu kenapa saya memanggilmu ke sini?"
"Untuk menentukan hukuman saya, Tuan?"
"Hemm, baguslah jika kamu tahu!"
"Apa yang harus saya lakukan Tuan, agar tidak dipenjara? Karena saya memiliki seorang ibu dan adik perempuan yang masih membutuhkan saya, untuk memenuhi kebutuhan mereka."
Kakek Artha terdiam, beliau sebenarnya sudah tahu tentang latar belakang kehidupan Mishell.
Makanya, beliau tidak ragu untuk menyerahkan cucu semata wayangnya ke tangan pemuda itu.
"Menikahlah dengan cucu saya, itu hukumanmu!"
Mishell mendongak, dia kaget dan sama sekali tidak menyangka jika hukumannya akan seringan itu.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak mau menikah dengan cucu saya?"
"Apa saya tidak salah dengar Tuan? hukuman saya menikahi cucu Anda?"
"Jangan senang dulu, tugasmu sangat berat. Menjadi menantu di rumah ini harus kuat dan butuh kesabaran ekstra dalam mengurus serta melayani cucu saya. Mari ikut! Setelah melihatnya, baru kamu putuskan, mau pilih hukuman yang mana!" ucap Kakek Artha.
Mishell mengikuti langkah sang Kakek, keluar dari ruangan kerja dan masuk ke sebuah kamar yang terlihat mewah dan sangat besar.
Kamar itu tertata dengan rapi dan dari sana Mishell bisa melihat, pemandangan kolam serta taman yang indah, penuh dengan aneka bunga warna-warni yang sedang bermekaran.
Mishell melihat seorang gadis berambut indah, sedang duduk di atas kursi roda dengan membelakangi mereka.
"Kamu lihat! Dia Kalila, cucu saya."
"Apakah yang terjadi dengan Nona Tuan? Dan kenapa menggunakan kursi roda?"
"Hemm, 2 tahun lalu menjelang pernikahan, Kalila dan tunangannya mengalami kecelakaan. Mobil mereka hancur dan untungnya Kalila selamat."
Sejenak Kakek Artha terdiam, menghela nafas berat dan tersirat kesedihan mendalam lewat tatapan matanya.
Kemudian Kakek melanjutkan ucapannya, "Kecelakaan tersebut, telah merenggut nyawa tunangannya dan Kalila sendiri lumpuh serta buta.
Dan lebih parahnya lagi, ketika mengetahui tunangannya meninggal, sejak saat itu Kalila menjadi mayat hidup. Dia tidak mau berbicara sepatah katapun dan kepada siapapun."
Mishell yang mendengar hal itu ikut prihatin dan dia tidak menyangka, jika dibalik kemewahan rumah ini, ternyata tersimpan kepedihan yang sangat besar.
Kakek Artha setiap hari harus melihat Kalila, cucu semata wayangnya, diam membisu bak mayat hidup.
"Tragis sekali nasib Nona Kalila, Tuan!" ucap Mishell yang mengerti akan kesedihan Sang Kakek.
"Hemm, itulah yang memaksaku harus selalu kuat, meski raga ini sudah lelah dan mungkin tidak lama lagi akan terbujur. Harta berlimpah percuma, semua ini tidak bisa membuat Kalila tersenyum."
"Sabar Tuan, Tuhan pasti punya rencana indah dibalik cobaan ini. Apakah ilmu kedokteran dan terapi tidak bisa membantu menyembuhkannya, Tuan?"
"Kalau bisa, aku tidak akan memanggilmu untuk datang ke sini!" jawab Kakek Artha sambil mendekati Kalila.
"Tapi, saya 'kan bukan dokter Tuan? Saya tidak mungkin bisa menyembuhkan Nona Kalila," ucap Mishell.
"Aku tahu. Aku cuma minta, jadilah kamu mata dan kaki untuknya. Serta, buatlah agar Kalila bisa tersenyum, bersemangat menjalani hidupnya kembali."
"Keinginan terakhirku, memiliki seorang penerus, Hanya Kalila harapanku."
"Bagaimana jika aku gagal Tuan?"
"Jeruji besi menantimu! Ingat Mishell, aku hanya memberimu waktu 1 tahun. Sebelum aku mati, setidaknya cucuku sudah kembali tersenyum."
"Dan apabila kamu berhasil, aku akan menanggung seluruh biaya hidup keluargamu dengan separuh hartaku."
Mishell terdiam, hukumannya merupakan tawaran menggiurkan, dia tidak harus bekerja keras siang malam untuk mendapatkan banyak uang, demi memenuhi kebutuhan ibu serta adiknya.
Tapi Mishell belum yakin, jika dia akan berhasil membuat Kalila sembuh dari trauma kecelakaannya.
Menolak ataupun menerima sama-sama merupakan hukuman yang berat. Tapi demi kemanusiaan, Mishell akan mencoba.
"Bismillah, pantang menyerah sebelum berperang!" monolog Mishell.
"Bagaimana Mishell, kamu terima atau tolak tawaranku?"
"Tuan, bolehkah saya minta waktu? Saya akan bicarakan hal ini, dengan ibu. Jika ibu setuju, besok saya akan datang bersama beliau. Tapi, jika beliau tidak setuju, saya akan langsung menyerahkan diri ke kantor polisi," ucap Mishell.
Kakek Artha tersenyum, itu yang dia suka dari Mishell. Seorang pemuda yang tidak lari dari tanggungjawab.
"Bagaimana Tuan?"
"Hemm, baiklah. Saya tunggu keputusanmu besok."
"Terimakasih Tuan, apakah saya sudah boleh pulang? Ibu, pasti saat ini sedang cemas, Dua hari dua malam, sejak kejadian kebakaran itu saya belum pulang dan tidak sempat memberi kabar kepada beliau."
"Pergilah! Tapi, tolong pikirkan tawaran saya baik-baik. Aku tahu, kamu pemuda baik dan aku yakin kamu pasti bisa," ucap Kakek sebelum Mishell, keluar dari kamar Kalila.
Mishell melangkah sambil memantapkan hati, apapun keputusan ibunya nanti, akan dia jalani dengan ikhlas.
Sepeninggal Mishell, Kakek Artha tersenyum, ternyata penyelidikan yang dilakukan oleh pengawalnya tentang sifat dan perilaku Mishell tidaklah salah.
Jadi, beliau bisa pastikan, kebakaran yang terjadi di pabrik bukan karena kesalahan Mishell, tapi ada unsur kesengajaan seseorang.
Kakek Artha pun menghubungi asisten pribadinya dan beliau meminta untuk menyiapkan pernikahan, karena dia yakin keputusan ibu Mishell akan sama dengannya.
Besok, saat Mishell bersama ibunya datang, pernikahan akan langsung dilaksanakan.
Beliau tidak ingin menunda-nunda hal yang menurut fillingnya akan membawa kebaikan bagi sang cucu.
Kakek Artha mengawali penyelidikannya, sejak dia mendapatkan laporan jika Mishell tersangka penyebab terjadinya kebakaran di pabrik.
Beliau terkejut ketika pengawal mengirimkan foto Mishell lewat ponsel, Kakek tidak menyangka jika pemuda itu begitu mirip dengan almarhum tunangan Kalila.
Kemudian beliau meminta pengawal untuk menyelidiki Mishell lebih lanjut, tentang asal usulnya.
Secercah harapan kembali dalam hidup Kakek Artha, beliau berharap akan mendapatkan pewaris dari Kalila.
Jika pun nanti, takdir menentukan Kalila tidak juga bisa sembuh, maka harapan Kakek akan dia tumpukan pada Mishell.
Setidaknya, sebelum kematian Kakek tiba, ada seorang pemuda bertanggungjawab yang akan menjaga Kalila sampai akhir hidupnya.
Apakah ibu akan mengizinkan Mishell menikahi Kalila si gadis cacat?
Bersambung.......
Yuk ikuti terus kelanjutan ceritaku ya, dan jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara, follow akun, Vote, beri hadiah, pencet iklan, like, serta komentar yang membangun.
Akan ada giveaway ya, bagi yang setia mengikuti karyaku. Kita akan berbagi rezeki, berupa pulsa/dana untuk 3 orang fans teratas (30k untuk fans silver, 50k fans gold dan 70K fans diamond, diakhir karya ini)
Terimakasih bagi seluruh pembaca yang selama ini terus mendukung karya-karyaku.
See you, happy reading 🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
queensya laura
mantap ahhhhh
2024-01-23
0
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
2023-05-20
0
Yully
Hadir ✔
2023-03-13
0