Bab 12 - Memang Terbaik!

Setelah dirasa cukup aman meninggalkan sang mama, Eva pun bergegas pergi ke sebuah Mall dimana dia dan dua sahabat nya janjian. 

*

*

*

Mall Rich

Disinilah saat ini Eva menapakkan kakinya. Mall Rich merupakan salah satu pusat perbelanjaan terlengkap dan termewah yang terletak di kota tempat tinggal Eva.

Dengan langkah gontainya Eva menuju balok besi berjalan atau lift menuju lantai tempat dia janjian dengan sahabatnya.

Ting!

Pintu lift pun terbuka dengan cepat Eva masuk lalu menekan tombol lantai 10. Tak sampai 5 menit, Eva pun sampai di lantai yang dituju. Terlihat ramainya orang berlalu-lalang, ada yang ke stand makanan ada juga yang memang hanya jalan-jalan ke mall tanpa membeli apa-apa. (Seperti diriku yang ke mall liat harga dulu, uang tak cukup ya gak beli😁).

Di salah satu stand masakan Korea dapat Eva lihat kedua temannya yang sedang makan lalu menghampiri mereka.

"Hai guys maaf aku telat." Sapa Eva.

Mitha dan Grace menengok ke asal suara. "Kenapa bisa telat? Biasanya dateng paling awal." Sahut Grace lalu menyeruput es jeruk pesanannya.

Eva duduk di sebuah kursi lalu menjawab pertanyaan Grace. "Tadi habis nganter Mama ke rumah sakit, jadi telat deh." 

"Kok bisa sakit Va? Sekarang Tante Jesy udah baik-baik aja kan?" Mitha yang khawatir bertanya kepada Eva.

"Iya tuh, gimana keadaan Tante Jesy sekarang?" Tanya Grace juga.

Eva sedikit tersenyum. "Sekarang udah lebih baik kok, cuma butuh istirahat yang cukup aja. Cuma…. Ya gitu penyakit Mama makin memburuk." Eva terlihat bergetar disaat mengatakan kalimat terakhir.

Mitha dan Grace pun mendekat lalu memeluk tubuh Eva sahabat terbaik mereka. Mendapatkan perlakuan yang begitu hangat membuat Eva merasa senang karena kedua sahabatnya sangat peduli kepada nya dan sang Mama.

"Sepulang dari sini, aku bakalan jenguk Tante Jessy." Grace berucap.

Sementara Mitha hanya mengangguk karena mulutnya sudah penuh dengan makanan. 

Mereka pun melanjutkan makannya dengan Eva yang juga ikut makan. Sembari menunggu waktu film akan ditayangkan.

*

Bioskop.

Eva, Mitha dan Grace pun tampak mencari tempat duduk yang sudah mereka beli. Bisa dilihat hanya terdapat segelintir orang yang berada di dalam gedung dan layar bioskop pun sedari tadi hanya menayangkan iklan karena, film yang mereka tunggu akan dimulai 20 menit lagi.

"Grace ngomong-ngomong kamu beli tiket film apa sih?" Tanya Mitha.

"Kita nonton film Avatar: The Way of Water." Ungkap Grace.

"Ish kok film orang biru-biru sih? Kamu tau kan aku gak suka film genre kayak gini. Aku pengen nonton film Bollywood Brahmāstra atau yang lain intinya isi tarian India nya." Mitha tampak kesal.

Pasalnya Mitha sendiri merupakan penggemar film-film dari Bollywood, entah mengapa karena setiap mendengar lagu India maka Mitha reflek akan jingkrak-jingkrak menari. 

Alasan Mitha suka film Bollywood sendiri karena ibunya ketika hamil Mitha sangat suka menonton film negeri India. Dan jadilah Mitha yang seperti sekarang.

"Ya ampun Mitha, film itu tayangnya sudah lama, sekarang sudah enggak ada tau. Tiket yang ada cuma ini doang." Ucap Grace tak kalah kesal.

Mitha pun menoleh ke arah Eva. "Lihat Eva, dia pasti gak suka sama filmnya. Bener kan Va?" Tanyanya kepada Eva. Lalu pandangan Grace pun tertuju juga pada Eva seakan meminta dirinya berada di kubu salah satu dari mereka.

Sebenarnya Eva sama sekali enggan menjawab, namun kedua sahabatnya ini sangatlah keras kepala. Terpaksa Eva mengambil keputusan yang menurutnya adil.

"Sebenarnya aku tim film atau drama Korea sih. Tapi aku menghargai keputusan Grace kok. Aku bakalan nonton." 

"Jadi karena tiketnya udah dibeli, kita nikmati aja dulu film ini. Jika kita hangout lagi kita bisa milih nonton film kesukaan dari kita masing-masing gimana?" Eva mencoba menengahi Mitha dan Grace.

Tampak Mitha dan Grace berfikir sejenak. Lalu menganggukkan kepalanya. "Ide bagus tuh Va, emang sahabat kita satu ini memang terbaik!" Seru keduanya.

Orang-orang berdatangan karena film yang akan dimulai. Tak lama lampu pun padam semua orang pun diam dan menikmati di saat film diputar.

Bersambung…….

Episodes
1 Bab 1 - Awal
2 Bab 2 - 3 Serangkai
3 Bab 3 - Kita Semua Sama
4 Bab 4 - Selalu Ada
5 Bab 5 - Memperkirakan Akan Terjadi
6 Bab 6 - Tidak Akan Meninggalkan
7 Bab 7 - Ciptaan Tuhan
8 Bab 8 - Guru Baru!
9 Bab 9 - Jawab Pertanyaan Saya!
10 Bab 10 - Kenyataan
11 Bab 11 - Masa Muda
12 Bab 12 - Memang Terbaik!
13 Bab 13 - Menjenguk
14 Bab 14 - Ritme Yang Sama
15 Bab 15 - Olimpiade
16 Bab 16 - Iri
17 Bab 17 - Sudah Cukup!
18 Bab 18 - Hukuman Yang Pantas
19 Bab 19 - Menantang Maut
20 Bab 20 - Mau Tau?
21 Bab 21 - Tidak Dinantikan
22 Bab 22 - Mengikuti Aturannya
23 Bab 23 - Pak Theo Tersenyum?
24 Bab 24 - Kejedot Tembok?
25 Bab 25 - Berpikiran Buruk
26 Bab 26 - Tidak Tahu Malu
27 Bab 27 - How Hard You Tried
28 Bab 28 - Sejenak Terkunci
29 Bab 29 - I Love You
30 Bab 30 - Kelinci Percobaan
31 Bab 31 - Harus Bangkit!
32 Bab 32 - Hal Yang Wajar
33 Bab 33 - Akal Sehat
34 Bab 34 - Menang
35 Bab 35 - Perlu Saya Gendong?
36 Bab 36 - Penuh Kejutan
37 Bab 37 - Menjadi Kekuatan
38 Bab 38 - Tetap Killer Teacher
39 Bab 39 - Peraportan
40 Bab 40 - Tidak Mau Menerima Alasan
41 Bab 41 - Tidak Mencerminkan Status
42 Bab 42 - Gadis Berwajah Datar
43 Bab 43 - Tragedi
44 Bab 44 - Tunggu Aku!
45 Bab 45 - Untuk Menjemputmu
46 Bab 46 - Pertemuan Pertama
47 Bab 47 - Ingin Kupeluk Lalu….
48 Bab 48 - Kesayanganku
49 Bab 49 - Dengan Cara Lain?
50 Bab 50 - Menyukai Bahkan Mencintai
51 Bab 51 - Percakapan Ibu Dan Anak
52 Bab 52 - Bagai Disambar Petir
53 Bab 53 - Duka
54 Bab 54 - Izinkan Aku Menikahimu
55 Bab 55 - Pernikahan Sederhana
56 Bab 56 - Selalu Ada
57 Bab 57 - Kecupan Manis
58 Bab 58 - Tidak Dapat Melihatnya
59 Bab 59 - Bagai Air dan Minyak
60 Bab 60 - Tuan Putri
61 Bab 61 - Bisa Memilikinya?
62 Bab 62 - Davidson Company
63 Bab 63 - Biarkan Seperti Ini
64 Bab 64 - Bertemu Mertua
65 Bab 65 - Berbuat Macam-Macam
66 Bab 66 - My Killer Teacher My Husband
67 Bab 67 - Aku Hadiahnya
68 Bab 68 - Cantik-Cantik Budeg!
69 Bab 69 - Takdir Tuhan
70 Bab 70 - Bagaimana Rasanya?
71 Bab 71 - Lembaran Baru
72 Bab 72 - Bukti
73 Bab 73 - Pengganggu
74 Bab 74 - Different Girl
75 Bab 75 - Sangat Janggal
76 Bab 76 - Jejak
77 Bab 77 - Agresif
78 Bab 78 - Pekerjaanku
79 Bab 79 - Usaha Dan Tekad
80 Bab 80 - Tidak Asing
81 Bab 81 - Pesta
82 Bab 82 - Pesta 2
83 Bab 83 - Putriku!
84 Bab 84 - Kebenaran
85 Bab 85 - Masa lalu
86 Bab 86 - Masa Lalu 2
87 Bab 87 - Tidak Ingin Kehilangan Lagi
88 Bab 88 - Pengampunan
89 Bab 89 - Sudut Pandang
90 Bab 90 - Memaafkan
91 Bab 91 - Separuh Jiwaku
92 Bab 92 - Apapun Untuk Kesayanganku
93 Bab 93 - Keinginan Kakek
94 Bab 94 - Kepulangan Grace
95 Bab 95 - Rencana Brian
96 Bab 96 - Waktu Bersama (END)
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Awal
2
Bab 2 - 3 Serangkai
3
Bab 3 - Kita Semua Sama
4
Bab 4 - Selalu Ada
5
Bab 5 - Memperkirakan Akan Terjadi
6
Bab 6 - Tidak Akan Meninggalkan
7
Bab 7 - Ciptaan Tuhan
8
Bab 8 - Guru Baru!
9
Bab 9 - Jawab Pertanyaan Saya!
10
Bab 10 - Kenyataan
11
Bab 11 - Masa Muda
12
Bab 12 - Memang Terbaik!
13
Bab 13 - Menjenguk
14
Bab 14 - Ritme Yang Sama
15
Bab 15 - Olimpiade
16
Bab 16 - Iri
17
Bab 17 - Sudah Cukup!
18
Bab 18 - Hukuman Yang Pantas
19
Bab 19 - Menantang Maut
20
Bab 20 - Mau Tau?
21
Bab 21 - Tidak Dinantikan
22
Bab 22 - Mengikuti Aturannya
23
Bab 23 - Pak Theo Tersenyum?
24
Bab 24 - Kejedot Tembok?
25
Bab 25 - Berpikiran Buruk
26
Bab 26 - Tidak Tahu Malu
27
Bab 27 - How Hard You Tried
28
Bab 28 - Sejenak Terkunci
29
Bab 29 - I Love You
30
Bab 30 - Kelinci Percobaan
31
Bab 31 - Harus Bangkit!
32
Bab 32 - Hal Yang Wajar
33
Bab 33 - Akal Sehat
34
Bab 34 - Menang
35
Bab 35 - Perlu Saya Gendong?
36
Bab 36 - Penuh Kejutan
37
Bab 37 - Menjadi Kekuatan
38
Bab 38 - Tetap Killer Teacher
39
Bab 39 - Peraportan
40
Bab 40 - Tidak Mau Menerima Alasan
41
Bab 41 - Tidak Mencerminkan Status
42
Bab 42 - Gadis Berwajah Datar
43
Bab 43 - Tragedi
44
Bab 44 - Tunggu Aku!
45
Bab 45 - Untuk Menjemputmu
46
Bab 46 - Pertemuan Pertama
47
Bab 47 - Ingin Kupeluk Lalu….
48
Bab 48 - Kesayanganku
49
Bab 49 - Dengan Cara Lain?
50
Bab 50 - Menyukai Bahkan Mencintai
51
Bab 51 - Percakapan Ibu Dan Anak
52
Bab 52 - Bagai Disambar Petir
53
Bab 53 - Duka
54
Bab 54 - Izinkan Aku Menikahimu
55
Bab 55 - Pernikahan Sederhana
56
Bab 56 - Selalu Ada
57
Bab 57 - Kecupan Manis
58
Bab 58 - Tidak Dapat Melihatnya
59
Bab 59 - Bagai Air dan Minyak
60
Bab 60 - Tuan Putri
61
Bab 61 - Bisa Memilikinya?
62
Bab 62 - Davidson Company
63
Bab 63 - Biarkan Seperti Ini
64
Bab 64 - Bertemu Mertua
65
Bab 65 - Berbuat Macam-Macam
66
Bab 66 - My Killer Teacher My Husband
67
Bab 67 - Aku Hadiahnya
68
Bab 68 - Cantik-Cantik Budeg!
69
Bab 69 - Takdir Tuhan
70
Bab 70 - Bagaimana Rasanya?
71
Bab 71 - Lembaran Baru
72
Bab 72 - Bukti
73
Bab 73 - Pengganggu
74
Bab 74 - Different Girl
75
Bab 75 - Sangat Janggal
76
Bab 76 - Jejak
77
Bab 77 - Agresif
78
Bab 78 - Pekerjaanku
79
Bab 79 - Usaha Dan Tekad
80
Bab 80 - Tidak Asing
81
Bab 81 - Pesta
82
Bab 82 - Pesta 2
83
Bab 83 - Putriku!
84
Bab 84 - Kebenaran
85
Bab 85 - Masa lalu
86
Bab 86 - Masa Lalu 2
87
Bab 87 - Tidak Ingin Kehilangan Lagi
88
Bab 88 - Pengampunan
89
Bab 89 - Sudut Pandang
90
Bab 90 - Memaafkan
91
Bab 91 - Separuh Jiwaku
92
Bab 92 - Apapun Untuk Kesayanganku
93
Bab 93 - Keinginan Kakek
94
Bab 94 - Kepulangan Grace
95
Bab 95 - Rencana Brian
96
Bab 96 - Waktu Bersama (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!