"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Erick kepada Viorella.
"Aku sedang menatap langit." jawab Viorella.
"Memangnya ada apa dengan langitnya?" tanya Erick kembali.
"Aku senang menatap langit malam." jawab Viorella.
Mendengar jawaban dari Viorella, Erick benar-benar terdiam. ada sesuatu yang membuat Erick begitu ingin mendekati Viorella, ada sebuah perasaan yang begitu asing yang selalu menganggu hatinya.
"Memangnya Apa yang kamu cari dari langit?" tanya Erik kepada Viorella kembali.
"Aku ingin mencari apakah mungkin kakek dan mamaku ada di sana, semenjak kecil aku selalu membaca cerita dari buku Kalau orang yang mati akan menjadi bintang. ketika malam menjelang aku selalu menatap langit dan berharap ada bintang baru yang aku lihat, aku selalu menanyakan kepada bintang apakah dia adalah kakekku atau mamaku. setiap hari hanya itu yang kulakukan, aku selalu berharap bintang-bintang itu menjawab pertanyaanku, namun kamu tahu.., sampai dewasa seperti ini pun terkadang aku selalu menanyakan kepada bintang Siapa di antara mereka perwujudan dari kakek dan mamaku." jawab Viorella.
Erik sedikit tersenyum dengan jawaban yang diberikan oleh istrinya itu, memang Viorella adalah wanita yang sangat berbeda, begitu berbeda dengan para gadis yang selalu berusaha untuk mendekatinya bahkan berbeda dengan adik tirinya yang sangat menyebalkan itu.
"Kamu tahu, kalau aku dari kecil selalu menatap laut dan menanyakan kepada air di mana keberadaan kedua orang tuaku. Aku tidak pernah mendapatkan jawaban, orang tuaku mengalami kecelakaan ketika mereka berlayar di lautan menggunakan kapal pesiar. aku selamat sedangkan yang lain tidak pernah ada kabarnya, setelah itu aku hanya mempunyai kakek sebagai pelindungku. begitu banyak orang berusaha untuk mencelakaiku untuk mendapatkan harta milik kedua orang tuaku. kakek adalah orang yang sangat luar biasa dia selalu menanamkan dua kalimat yang selalu aku ingat sampai sekarang." Erik yang tiba-tiba menceritakan mengenai masa lalunya.
"Memangnya apa yang dikatakan oleh kakek?" tanya Viorella.
"Kamu harus menjadi kuat, jangan terlalu percaya kepada orang lain. Lihatlah mereka dari berbagai sudut karena orang terdekatmu bisa mencelakaimu." jawab Erick.
"Apa yang dikatakan oleh kakek benar sekali, orang terdekatmu bisa mencelakaimu itu adalah sesuatu yang benar-benar terjadi. Lihatlah aku aku dicelakai oleh papaku sendiri, dia sudah gelap mata karena ingin menguasai kekayaan kakek dan mamaku. aku sudah tahu mengenai hal ini, terkadang aku selalu mendengarkan perkataan pria itu bersama wanita itu, aku selalu benci Semenjak itu aku selalu membenci mereka aku tidak pernah memberikan mereka tempat di hatiku. bagiku mereka hanyalah kesakitan yang harus aku singkirkan agar tidak menyakitiku." jawab Viorella.
Perbincangan dua orang itu dilihat oleh kakek Harold, Suara canda tawa dan senyum nampak terlihat jelas dari raut wajah Viorella ataupun Erick.
"Aku berharap kalian akan selalu bersama seperti ini, aku tidak pernah ingin kalian lepas satu sama lain. teruslah bersama seperti ini karena cinta itu begitu tulus, aku bisa melihat kalian saling mencintai walaupun belum saling mengungkapkan." guman kakek Harold dalam hati yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Sekitar 1 jam kemudian terlihat Viorella mengusap kedua tangannya.
"Ada apa?" tanya Erik.
"Dingin." jawab Viorella.
"Lebih baik kita masuk karena ini juga sudah malam." Erik yang mengajak Viorella untuk masuk karena memang ini sudah malam.
KEESOKAN HARI
TOK...
TOK..
Pintu kamar Viorella dan Erick di ketuk.
"Hoamm..," Viorella menguap.
TOK..
TOK...
pintu kamar itu kembali di ketok, Viorella merenggangkan tubuhnya wanita itu membuka kedua bolanya perlahan-lahan. sesaat kemudian Viorella mengambil sebuah bantal dan melemparkan bantal itu ke arah Erik.
BUGG..
"Hoam...," Erick menguap.
"Pria alien, buka pintunya." ucap Viorella.
"Kamu kan sudah bangun, Kenapa tidak kamu saja yang membuka pintu." jawab Erik.
"Aku belum bangun, cepat buka pintunya." ucap Viorella yang menutup matanya.
"Kalau belum bangun Kenapa bisa berbicara?" tanya Erick.
"Kamu juga kalau belum bangun kenapa bisa berbicara? kalau belum bangun ya gak ngomong." Viorella yang membalas.
Sesaat kemudian Erick membuka kedua matanya perlahan-lahan, dia duduk di sofa sembari menatap Viorella yang masih memakai selimut dan menyembunyikan dirinya di selimut itu. sesaat kemudian Entah mengapa malah Erick berjalan mendekati ranjang itu kemudian ikut tidur kembali.
Viorella masih tidak sadar kalau Erick sudah tidur di sampingnya, terlihat wanita itu menguap kemudian menggeliat sembari merentangkan tangannya. tanpa terasa Viorella menyentuh Erick yang ada di sampingnya, tangannya meraba Erick hingga membuat pria itu menggeliat karena geli.
"Apaan ini." ucap Viorella.
"Apa...," jawab Erick dengan kata-kata yang begitu malas.
Mendengar suara Erick di sampingnya seketika Viorella langsung terbangun dan menatap pria itu memang tidur di sampingnya.
"Apa yang kamu lakukan di ranjangku?!!" bentak Viorella.
"Apaan sih." jawab Erick yang masih tidak sadar.
"Kenapa kamu ada di sini?!" bentak Viorella kembali.
"Apaan sih aku ini tidur di sofa, Kenapa kamu teriak-teriak sekeras itu." jawab Erick.
"Tidur di sofa apaan, kamu ini tidur di ranjangku dasar pria tidak tahu diri!!" teriak Viorella yang kemudian menendang tubuh Erik hingga membuat pria itu terjatuh.
BUGG...
"Auch...," rintih Erik sembari mengusap pantatnya yang mendarat dengan cantik di lantai.
"Kamu ini apa-apaan sih!" seru Erick.
"Kamu yang apa-apaan, ngapain kamu tidur di ranjangku, aku sudah bilang kan ini wilayahku itu wilayahmu." jawab Viorella.
"Ngapain Aku tidur di ranjangmu, aku kan dari kemarin tidur di sofa." jawab Erick yang terlihat dia tidak menyadari kalau tadi dia berpindah tempat dan tidur di ranjang bersama dengan Viorella.
"Kamu ini pakai ngeles, udah salah ngeles melulu!!" seru Viorella.
"Siapa yang ngeles sih, aku ini tidak mengelak tahu aku tadi kan tidur di sofa." jawab Erick.
"Kalau kamu tidur di sofa, lalu kenapa kamu sampai jatuh di ranjang? Kenapa kamu sampai aku tendang?" tanya Viorella yang membuat Erick kebingungan.
"Itu juga membuatku bingung, kenapa kamu menendangku?" tanya Erick.
"Aku menendangmu Karena kamu tidur di ranjang." jawab Viorella.
Perlahan-lahan Erick mulai mengingat apa yang terjadi, sesaat kemudian dia baru ingat kalau tadi dia hendak membuka pintu namun malah tidur di ranjang. Erick tidak mungkin mengakui hal itu, pria itu tersenyum kemudian menatap Viorella dengan tatapan mata yang begitu menyebalkan.
"Memangnya siapa yang mau tidur bersamamu? itu tidak mungkin kan, aku tidur diranjang sama kamu. lagian sehebat apa sih tubuhmu itu." jawab Erick yang kemudian berdiri dan berjalan ke pintu. Erik membuka pintu kamarnya terlihat di sana ada sosok kakeknya yang sudah berdiri menatap Erick.
"Ada apa kek?" tanya Erick.
"Dari tadi diketuk pintunya tidak dibuka, Memangnya Kalian lagi ngapain sih?" tanya kakek Harold sembari menahan tawa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Widia Aja
Lagi pedekate....
2023-02-10
0
Aprilia dwi
lagi perang bantal kakek,,
2022-12-17
0