Setelah pertengkaran itu akhirnya kakek Harold pergi bersama dengan Erick dan Viorella. mereka akan pergi menuju pulau yang barusan dibeli oleh kakek Harold, Sebenarnya bukan baru tapi sekitar satu atau dua tahun yang lalu.
Sekitar beberapa jam lamanya perjalanan itu menggunakan helikopter pribadi, kakek Harold berharap Erick akan dekat dengan Viorella bagaimanapun caranya, pria tua itu sudah mengetahui mengenai pernikahan kontrak atau perjanjian pernikahan yang dilakukan oleh cucunya dan Viorella. pria tua itu berharap waktu akan membuat mereka semakin dekat dan mereka melupakan mengenai janji yang sangat tidak berdasar tersebut.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau ada tempat secantik ini." ucap Viorella Ketika dia sudah berada di pulau tersebut.
"Dasar kamu ini seperti wanita kampungan yang tidak mempunyai kelas sama sekali. apa kamu tidak pernah pergi ke pulau seperti ini?" tanya Erik.
"Tentu saja aku tidak pernah pergi ke pulau seperti ini, ibuku meninggal semenjak aku kecil papaku saja sibuk mencari belahan jiwanya. sedangkan aku kehilangan dua orang yang sakit aku cintai, Mana mungkin aku pergi berjalan-jalan bahkan untuk sekedar mendekatiku saja pria itu tidak pernah mau melakukannya." jawab Viorella sembari menatap pulau yang sangat indah tersebut.
Erick yang mendengar perkataan Viorella nampak pria itu benar-benar terenyuh, di balik sikapnya yang begitu barbar ternyata itu hanyalah perlindungan yang dibuat oleh Viorella agar ayahnya tidak semakin melukainya.
"Cepat kalian masuk ngapain di sana!!" seru kakek Harold yang meminta Viorella untuk masuk ke sebuah villa yang ada di pulau tersebut.
"Kakek pulau ini seram tidak kalau malam?" tanya Viorella.
"Memangnya kenapa?" tanya kakek Harold kembali.
"Ya nggak begitu sih, di sini cuma ada villa tempat kakek doang. Memangnya yang lain di mana?" tanya Viorella.
"Tidak jauh dari sini ada villa milik pengusaha yang lain, kalau kamu mau ke sana nanti biar anak buah kakek yang mengantarmu." jawab kakek Harold.
"Tidak ah, ini sudah sore kalau aku sampai kecebur di laut aku tidak bisa berenang Loh kek." jawab Viorella yang begitu polos.
"Anak orang kaya kok tidak bisa berenang, kamu ini tidak punya sesuatu yang dibanggakan sama sekali sih." cibir Erick.
"Aku tidak ingin bicara sama kamu, dasar pria alien menyebalkan." jawab Viorella yang kemudian pergi meninggalkan Erick.
Beberapa saat kemudian para pekerja yang ada di tempat itu nampak menatap Bos mereka yang sudah datang bersama dengan cucu dan seorang wanita yang tidak mereka kenal sama sekali.
"Selamat datang tuan." sapa seorang pria tua.
"Terima kasih." jawab kakek Harold.
"Oh ya, kalian semua perkenalkan ini adalah cucu menantuku, kalian sudah dengar mengenai pernikahan mereka, bukan?" tanya kakek Harold yang membuat para pekerja yang ada di pulau itu menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu tolong kalian persiapkan makanan dan juga tolong bersihkan kamar milik Erick karena mereka mau menempati kamar itu." pinta kakek Harold yang membuat Erick dan Viorella saling menatap satu sama lain.
"Kok satu kamar lagi sih?" tanya Viorella kepada Viorella.
"Memangnya kamu mau kakek mengetahui kalau kita pisa tempat?" tanya Erick.
"Kalau begitu giliranku yang cari enak, kamu tidur di sofa aku tidur di ranjang. Aku tidak mau terus-terusan tidur di sofa." ucap Viorella yang kemudian mendorong tubuh Erick dan berjalan menuju kamar yang dipersiapkan oleh kakek Harold.
Sekitar beberapa jam kemudian makanan sudah matang dan tiga orang itu sudah keluar.
"Di sekitar tempat ini memangnya ada berapa pulau?" tanya Viorella.
"Entahlah, mungkin ada sekitar 6 atau 7 pulau kakek tidak terlalu ingat." jawab kakek Harold.
"Banyak sekali ya." Viorella yang terlihat melanjutkan makan.
"Aku tidak mengerti Kenapa kita harus berada di sini." guman Erick yang terlihat berguman tapi masih bisa didengar oleh Viorella.
"Kalian sebentar lagi tidur saja Besok pagi aku akan mengajak Viorella jalan-jalan." ucap kakek Harold yang membuat Viorella tersenyum.
"Terima kasih kakek." jawab Viorella yang kemudian memeluk kakek Harold dengan begitu erat.
Tak berselang lama ponsel milik Erick bergetar, pria itu menatap ponselnya.
"Ada apa Erick?" tanya kakek Harold.
"Sebentar kek, ada panggilan masuk." jawab Erick.
"Ya sudah kalau begitu kamu jawab panggilan telepon itu, setelah itu kalian segera tidur." perintah kakek Harold.
"Tidak kek, aku mau duduk di luar sana. Aku mau melihat pemandangan yang ada di sekitar tempat ini." ucap Viorella.
"Kamu jangan kemana-mana, kamu tetap berada di sini jangan sampai mendekati tempat yang tidak kamu ketahui." ucap kakek Harold.
"Siap kek." jawab Viorella.
Akhirnya Viorella keluar, sedangkan Erick dia menjawab panggilan telepon dari Jos.
"Iya ada apa Jos?" tanya Erick.
"Kelihatannya pria itu terus mencari tahu mengenai dirimu, kemungkinan besar berusaha untuk mendekatimu." jawab Jos.
"Mereka itu benar-benar sangat licik." ucap Erick.
"Tentu saja mereka sangat licik, kalau mereka tidak licik mereka tidak akan menguasai harta milik Viorella, aku juga sudah mencari tahu mengenai beberapa kekayaan Viorella yang masih belum bisa terbuka. kalau menurutku kemungkinan besar kekayaan itu masih atas nama Viorella dan belum bisa dialihkan." ucap Jos.
"Baguslah kalau begitu, Oh ya tolong kalau ada sesuatu kamu hubungi aku terus. aku yakin pria tua itu ingin mencelakai istriku." ucap Erick.
"Tenang saja Tuan Erick, aku pasti akan memberitahu jika ada sesuatu yang penting. tapi apakah tidak sebaiknya jika kamu memberitahu kepada Viorella karena kakak tirinya juga terus mencari keberadaan wanita itu." jawab Jos.
"Kakak tirinya, maksudmu siapa?" tanya Erick.
"Namanya Davin, kalau aku tidak salah pria itu memiliki perasaan kepada Viorella semenjak dulu. dia menjaga Viorella dengan sangat baik, Dia memiliki perasaan khusus kepada wanita itu." jawab Jos.
"Gila, pria itu memiliki perasaan kepada Viorella?" tanya Erick.
"Benar sekali, beberapa waktu yang lalu aku sempat meretas akun pribadinya. di sana begitu banyak curahan hati pria itu kepada seorang wanita." jawab Jos.
"Maksudmu wanita itu adalah istriku?" tanya Erick.
"Tentu saja Davin pernah mengatakan perasaannya kepada Viorella dan berjanji untuk menjaga wanita itu, namun sayangnya dia tidak pernah bisa menepati janjinya karena ibunya selalu berusaha untuk menyakiti Viorella. bahkan yang paling tragis adalah gadis itu harus tersingkirkan dari rumahnya sendiri karena ulah ibu tirinya dan adik tirinya." jawab Jos.
"Mereka itu adalah orang-orang yang sangat brengsek luar biasa, jika ingin melakukan sesuatu kepada mereka maka kita harus membuat mereka menjadi bahan mainan kita." ucap Erick.
"Apakah kamu yakin?" tanya Jos kepada Erick.
"Tentu saja aku sudah mempunyai banyak sekali rencana untuk membalas mereka semua, mereka telah membuat Istriku itu menderita di usia yang begitu mudah." Erik terlihat mulai mencurahkan isi hatinya tanpa dia sadari.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
amanda
ciee cieee titititit calon bucin😂😂
2023-10-09
0
Widia Aja
Erick mulai bucin...
2023-02-10
0
Nana Be
tanya viorella kepada erick
2023-01-08
0