BEBERAPA HARI KEMUDIAN
"Heh...," Erick menghela nafasnya perlahan.
"Ada apa bos?" tanya Peter kepada bosnya.
"Oh ya Bos, tumben sekali hari ini Viorella tidak ada di sini!" tanya Peter kepada Erick.
"Katanya hari ini dia ada sesuatu yang penting yang harus dia kerjakan." jawab Erick.
"Kantor ini terasa sepi ya bos Kalau tidak ada dia." ucap Peter sembari menatap meja Viorella.
"Kamu ini kenapa sih, Dia kan baru beberapa jam tidak ada di kantor kamu ini seperti seorang pria yang mencari kekasihnya saja." sindir Erick.
"Ya tidak begitu juga sih Bos, Bos tahu tidak aku kemarin bertemu dengan Viorella di sebuah tempat." jawab Peter.
"Maksudmu?" tanya Erick.
"Kemungkinan besar wanita itu tinggal di sana." jawab Peter.
"Maksudmu?" tanya Erick kembali.
"Kita kan tidak pernah tahu tempat tinggal wanita itu, beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya. tanpa sengaja aku mengikutinya." jawab Peter.
"Kamu mau menguntit dia?" tanya Erik yang sedikit tidak suka.
"Bukannya menguntit sih Bos, tapi aku hanya ingin tahu di mana rumahnya, setelah itu tanpa sengaja aku mengikutinya." jawab Peter.
"Lalu, kamu tahu di mana rumahnya?" tanya Erick yang membuat Peter menganggukkan kepalanya.
"Lalu di mana tempat tinggalnya?" tanya Erick yang mulai ikut penasaran.
"Kelihatannya dia tinggal di salah satu gedung yang terbengkalai, katanya gedung itu sudah dibeli oleh seorang pria dan diberikan oleh pengusaha itu kepada orang-orang yang tidak punya tempat tinggal." jawab Peter.
"Gedung yang mana?" tanya Erick.
"Kalau tidak salah sih gedung itu adalah gedung milik dari pengusaha bernama siapa ya aku lupa. Kalau tidak salah sih milik mertua dari pengusaha Mario Lex." jawab Peter.
"Lalu buat apa wanita itu tinggal di sana?" tanya Erick.
"Saya tidak tahu Bos." jawab Peter kembali.
Di tempat lain terlihat kakek Harold mencari cara untuk membuat Erick segera menikah dengan Viorella. pria tua itu mencari cara agar membuat segera menjadi istri dari cucunya tidak peduli apapun yang terjadi. namun kakek Harold tidak ingin Viorella lepas begitu saja.
Di sebuah tempat terlihat Viorella sedang bertemu dengan Davin, pria itu terus menelpon Viorella. Davin mencari tahu mengenai keberadaan wanita itu setiap hari.
"Ada apa lagi kamu mencariku?" tanya Viorella kepada David.
"Kembalilah." pinta Viorella.
"Buat apa aku harus kembali?" tanya Viorella kepada Davin sembari menatap tajam kepada pria itu.
"Kenapa kamu harus tinggal di sini ini? ini bukanlah tempatmu." Davin terlihat berusaha untuk berbicara kepada Viorella.
"Bukankah kalian semua ingin aku pergi dari rumah itu? Bukankah aku hanyalah seorang wanita pengganggu di rumah itu?" tanya Viorella sembari menatap tajam kepada Davin.
Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Davin, namun pria itu hanya bisa menghela nafasnya berulang kali.
"Aku akan melindungimu, kembalilah." pinta Davin.
"Sudah, berapa kali kamu mengatakan hal itu padaku. Sudah berapa kali kamu bilang akan melindungiku?" tanya Viorella yang membuat Davin nampak tersentak.
"Aku janji aku akan melindungimu, kembalilah aku akan berbicara kepada ayah mengenai hal ini.' ucap Davin sembari menggenggam tangan Viorella.
"Biarkan saja semuanya seperti ini, Percuma saja aku kembali ke sana. aku hanyalah seorang pengganggu kalian semua selalu menganggap aku seorang pengganggu. buat apa aku berada di Sana hanya untuk mengganggu kalian. hanya untuk membuat kalian merasa tidak nyaman?":tanya Viorella.
"Papamu pasti merindukanmu, pulanglah." pinta Davin.
"Semenjak Kapan pria itu merindukanku? semenjak Kapan pria itu mencari keberadaanku? Bukankah ketika aku pergi pria tua itu sangat suka, aku hanyalah seorang pengganggu yang hanya mengganggu kehidupannya. buat apa dia mencariku kalau aku hanyalah bayangan saja." jawab Viorella.
"Ayolah kembalilah ke rumah, aku akan berbicara kepada ayah mengenai ini." pinta Davin.
"Sudahlah, kamu tidak usah mengatakan hal itu. Percuma saja jika aku di sana adik dan ibumu itu akan selalu menggangguku. mereka akan selalu menyakitiku, Aku selalu bersabar dengan semua kelakuan kalian. tapi sekarang hidupku ini sudah bebas Aku tidak mau dikekang dan aku tidak mau bersama kalian." jawab Viorella yang kemudian berdiri dan meninggalkan Davin.
"Kamu tidak boleh pergi, aku sudah bilang Kan aku akan menjagamu." Davin yang mencekal tangan Viorella.
"Buat apa? kamu selalu bilang seperti itu padaku namunnya nyatanya itu Semuanya hanyalah omong kosong. Kamu berjanji akan melindungiku namun apa yang kamu berikan padaku? aku selalu ditindas oleh mereka semua barang yang aku miliki telah mereka ambil. lihat saja suatu saat aku ambil seluruh barang-barang yang sudah kalian ambil dariku, lihat saja aku pasti akan menyakiti kalian sama seperti kalian telah menyakitiku." Viorella yang kemudian menghempaskan tangan Davin dan meninggalkan pria itu.
Sudah cukup bagi Viorella dengan Semua janji manis yang diberikan oleh Davin, pria itu selalu lupa dengan janjinya. cinta yang pernah dikatakan oleh Davin itu hanyalah bayangan semata, semuanya terasa hampa tak pernah sekalipun Davin berusaha untuk mengorbankan dirinya untuk Viorella.
Langkah kaki Viorella hendak pergi dari rumah dari salah satu restoran itu, ketika dia membuka pintu terlihat Joss berada di sana.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Jos kepada Viorella.
"Habis mengurus masalah." jawab Viorella.
"Kamu mau ke mana?" tanya Viorella.
"Mau memberikan beberapa pekerjaan untuk pemilik restoran ini." jawab Jos.
"Ya sudah kalau begitu aku ikut denganmu." ucap Viorella yang kemudian berbalik mengikuti Joss.
Davin menatap Viorella yang berjalan bersama Jos, pria itu belum mengetahui kalau Jos adalah sepupu jauh dari Viorella. terkadang Jos memang selalu bersikap begitu manis kepada Viorella. hingga membuat orang lain salah mengira kalau mereka itu adalah pasangan kekasih.
"Kamu tadi menemui Siapa?" tanya Jos sembari berjalan beriringan dengan Viorella.
"Siapa lagi kalau bukan pria menyebalkan itu." jawab Viorella.
"Davin masih tetap mencarimu?" tanya Jos.
"Aku tidak akan percaya dengan kata-katanya, Sudah berapa kali dia bilang akan menjagaku. nyatanya dia selalu membohongiku." jawab Viorella.
"Kamu tidak perlu marah dengan semua ini, kamu harus ingat kamu harus berjuang." ucap Joss yang kemudian menggandeng tangan Viorella.
Beberapa jam kemudian akhirnya Jos dan Viorella Kembali ke tempat mereka, beberapa pekerjaan sudah menunggu dua orang itu.
"Oh ya besok aku Aku akan pergi ke suatu tempat untuk mengerjakan sesuatu." ucap Jos.
"Aku sudah bilang kan jangan terima permintaan pengusaha itu, itu akan membahayakan kita." Viorella yang mencoba untuk menasehati Jos.
"Tapi nominal uang itu sangat besar." jawab Jos.
"Kamu tahu merakit bom, itu sangat berbahaya mereka memintamu untuk menghancurkan beberapa bangunan dalam satu kali ledakan. lalu, Apakah kamu tahu bangunan itu bangunan apa dan fungsinya apa sebelum dihancurkan? kalau ada sesuatu yang berbahaya bisa-bisa kamu terseret." Viorella yang mulai marah.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Widia Aja
Author,
masih banyak salah nama sehingga buat sy bingung dan hatus baca ulang..
2023-02-09
0