Suara lirih terdengar dari kejauhan.
"Hem..., baiklah." jawab Erick.
"Ada apa, tuan?" tanya Peter kepada bosnya.
"Hari ini aku mau mengajak wanita itu keluar sebentar." ucap Erik.
"Bos, kelihatannya Bos ini dari hari ke hari semakin nyaman sama wanita itu." ucap Peter sembari tersenyum.
"Kenapa kamu harus bilang seperti itu, Peter. Aku hanya ingin menjalankan rencanaku, Aku tidak ingin pria tua itu terus-menerus memintaku untuk bertemu dengan Putri dari rekan-rekan bisnisnya." jawab Erik
"Tapi bos, kalaupun Bos menyukai wanita itu. apa salahnya jika bos suka, dia adalah wanita cantik, menarik bahkan dia juga adalah wanita yang pandai." Peter berusaha untuk meyakinkan Bosnya.
"Kamu jangan mengatakan hal itu, lagi pula aku tidak ada perasaan apapun sama dia." jawab Erick.
"Bagaimana kalau suatu saat nanti bos suka sama Viorella?" tanya Peter yang membuat Erick menatap bawahannya itu dengan raut wajah yang begitu tidak menyenangkan.
"Begitu banyak wanita di luar sana, aku akan mencari wanita yang luar biasa, dia harus mempunyai kesetaraan yang sama denganku." ucap Erick.
"Tapi apa yang kurang dari wanita itu, Bos?" tanya Peter.
"Kita tidak tahu Dia berasal dari mana, silsilah keluarganya Seperti apa dan dia itu pendidikannya apa." jawab Erick.
Setelah mendengar jawaban yang dikatakan oleh majikannya tentu saja Peter hanya bisa diam tanpa mengatakan apapun.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tiba-tiba Viorella masuk ke kantor Erick.
DEG..
seketika pria itu wajahnya pucat saat Viorella tiba-tiba masuk ke kantornya, sedangkan dia dan Peter sedang membicarakan wanita itu.
"Tidak ada apa-apa, Memangnya kenapa?" tanya Erick.
"Ya tidak begitu juga sih, aku cuma ingin bertanya kalian itu para pria sedang membicarakan apa Kok kelihatannya begitu asik." ucap Viorella yang membawa beberapa berkas.
"Kamu sedang membawa apa?" tanya Peter.
"Ini beberapa berkas yang harus kalian lihat." jawab Viorella.
"Memangnya ada apa?" tanya Erick.
"Ya dilihat dulu aja jangan bertanya seperti itu, kalau aku sih kurang tahu. tapi katanya ada beberapa kesalahan pada berkas-berkas ini." jawab Viorella.
Erik dan Peter menatap beberapa berkas yang dibawa oleh Viorella, 2 pria itu meneliti dengan begitu seksama. ada beberapa kesalahan pada poin awal dan perjanjian kerjasama tersebut.
"Kenapa tiba-tiba ada perjanjian seperti ini? Bukankah tidak ada persyaratan mengenai pembatalan barang yang dipesan?" tanya Erick.
"Kelihatannya ada kesalahan yang sangat fatal, Bos." jawab Peter.
"Segera kamu Cari tahu mengenai apa yang terjadi, Peter. Aku tidak ingin beberapa kesalahan ini akan mengganggu kinerja perusahaan." perintah Peter.
"Baik bos, Oh ya Viorella kamu ikut aku." ucap Peter.
"Memangnya mau ke mana?" tanya Viorella kepada Peter.
"Tidak usah bertanya seperti itu deh, cukup ikut aku aja." jawab Peter.
"Kalau kamu ngajak aku kencan sih boleh saja, karena hari ini aku kosong jadwalku tidak ada pertemuan dengan salah satu pria pun." canda Viorella yang membuat Erik yang Mendengar hal itu seketika dia menatap tajam kepada Peter.
"Lagian siapa sih yang ngajak Kamu kencan, Kamu itu sedang bekerja. kamu ada janji dengan dewa kematian." bisik Peter yang membuat Viorella malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha..., dia bukan malaikat kematian sih tapi dia itu makhluk asing." jawab Viorella yang kemudian langsung mendorong tubuh Peter sembari tersenyum kepada pria itu.
Entah mengapa Erik benar-benar tidak suka dengan perlakuan yang dilakukan oleh Viorella kepada Peter, wanita itu selalu mudah bergaul dengan siapapun bahkan Peter pun terlihat dekat dengan wanita itu.
"Itu wanita lahirnya dari mana sih? Kok setiap pria langsung dekat sama dia, jangan-jangan dia itu wanita dari planet lain." ucap Peter yang kemudian menggebrak mejanya dengan sangat keras.
Langkah kaki seorang wanita nampak mendekati kantor milik seorang, wanita yang dulu sempat dijodohkan dengan Erik namun pria itu menolaknya.
"Selamat siang Erick." sapa seorang wanita kepada pria yang ada di kantor.
Tatapan mata Erick menatap seorang wanita yang baru masuk ke dalam kantornya, seorang wanita yang sempat ingin dijodohkan oleh kakeknya dengan dirinya namun dia menolak dengan tegas perjodohan tersebut.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Erick kepada seorang wanita yang bernama Salona.
"Kelihatannya kamu tidak suka kedatanganku, Erick?" tanya Salona kepada Erick.
"Aku tidak suka kalau aku diganggu saat jam kerja, jadi kalau kamu tidak punya pekerjaan lain apa tidak sebaiknya kamu pergi dari sini?" tanya Erick.
"Aku tidak mau karena aku kemari untuk mengunjungi pria yang selalu membuat hatiku berdebar." jawab Salona.
Tak ada reaksi yang ditunjukkan oleh Erick. terlihat pria itu masih menunjukkan sikap dingin dan kasarnya.
"Pergilah dari sini, karena aku tidak ada waktu untuk meneladani semua perkataanmu itu." ucap Erick.
Terlihat Salona benar-benar sangat kesal dengan sikap yang selalu ditunjukkan oleh pria itu, wanita itu mulai mendekati Erick yang sedang melihat beberapa berkas, tak berselang lama tiba-tiba saja pintu kantor itu terbuka. di sana ada Viorella yang melihat seorang wanita yang hendak mendekati Erick.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Viorella yang baru masuk ke dalam kantor.
Salona menatap seorang wanita yang masuk ke dalam kantor.
"Siapa kamu, beraninya kamu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya Salona kepada Viorella yang begitu kesal.
Tatapan kesal ditunjukkan oleh Erick hingga membuat Viorella akan membuat suatu kejahilan, langkah kaki Viorella mendekati wanita itu. terlihat salah satu tangan Viorella langsung menarik tubuh Salona hingga membuat wanita itu hampir terjatuh.
"Dengarkan aku baik-baik wanita ganjen, Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu. berani sekali kamu mendekati kekasihku, Apakah kamu tidak tahu itu?" tanya Viorella yang menunjukkan senyum yang begitu menakutkan.
"Hahaha..., Apa kamu bilang? Kamu kekasihnya, dasar wanita gila tidak tahu diri." ucap Salona.
Viorella yang mempunyai tingkat kekasaran yang lumayan besar itu.., tentu saja wanita itu mendekati Salona sembari mendorong tubuh wanita itu.
"Pria itu adalah milikku, jangan berani-berani kamu untuk mendekatinya." jawab Viorella yang kemudian berjalan mendekati Erick sembari menarik dasi dari pria itu.
Tentu saja Erik langsung berdiri dan mengikuti Viorella yang keluar dari kantor, Tak ada kata yang diucapkan oleh Salona. wanita itu menatap Erik yang sudah pergi dari kantornya.
"Apaan sih wanita itu, berani sekali dia membawa Erick pergi." ucap Salona yang kemudian mengejar Erik yang keluar dari kantornya.
"Lepas, Apa yang kamu lakukan?" tanya Erick kepada Viorella.
"Tentu saja menyelamatkanmu." jawab Viorella yang masih menarik dasi Erick.
"Tapi tidak usah menarik dasiku seperti ini, Kamu kira aku ini hewan piaraan apa. Erik yang tidak terima, mending aku memperlakukanmu seperti itu daripada kamu bersama wanita itu. aku yakin kamu tidak mau kan?" tanya Viorella yang membuat Erick terdiam.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Widia Aja
Erick plin plan nih....
2023-02-09
0