"Kamu bisa menanam bunga?" tanya kakek Harold kepada Viorella.
"Tentu saja bisa dong kek, masak wanita tidak bisa melakukan hal ini. bodoh banget sih." jawab Viorella yang kemudian melinting lengan bajunya, melepas high heels-nya dan melinting celananya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Frederick kepada Viorella.
"Tentu saja mau berkebun, kamu kira mau ngapain." jawab Viorella.
"Kenapa lengan baju dan celanamu kamu lipat?" tanya Frederick kembali.
"Tidak mungkin dong aku menggunakan pakaian seperti ini dan menggali tanah, kamu kira tanah tidak akan mengotori pakaian? jadi aku melinting bajuku, gitu aja gak tahu, dasar pria aneh." cibir Viorella.
Kakek Harold yang melihat wanita yang barusan dibawa oleh cucunya tersebut hanya bisa menatap penuh takjub, dia benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita seperti yang ada di depannya itu benar-benar sangat luar biasa. pertemuan hari itu memberikan kesan yang begitu luar biasa kepada kakek Harold. pria itu berpikir kalau gadis muda yang dibawa oleh cucunya itu benar-benar wanita yang sangat spesial. wanita itu bisa menarik hatinya bahkan membuat kakek Harold yakin kalau dia bisa membuat pria tua itu jatuh hati padanya.
SATU MINGGU KEMUDIAN
"Selamat pagi!" seru kakek Harold yang tiba-tiba sudah berada di perusahaan milik Frederick.
"Kakek, apa yang kakek lakukan di sini?" tanya Frederick yang kelihatannya benar-benar sangat terkejut.
"Kenapa raut wajahmu seperti itu, Aku kemari tentu saja ingin melihat perusahaanmu." jawab kakek Harold.
Frederick menatap kakeknya dengan tatapan mata ya sedikit aneh.
"Di mana kekasihmu itu?" tanya kakek Harold. pria itu menanyakan mengenai keberadaan Viorella.
"Dia sedang keluar, dia sedang mengambil beberapa barang." jawab Frederick.
"Kamu ini bagaimana sih, sebagai seorang pria Kenapa kamu tidak mengantarnya?" tanya sang kakek yang membuat Frederick hanya bisa mengganggu cemas.
Sesaat kemudian Viorella datang dengan membawa beberapa barang yang sudah diambil dari suatu tempat.
"Pria alien, bisa minta tolong tidak?" Viorella yang baru masuk ke dalam kantor Frederick. namun wanita itu belum tahu kalau di dalam kantor itu ada kakek harul.
Frederick menatap kakeknya, seketika pria itu berjalan tergesa-gesa untuk membantu Viorella.
"Kamu dari mana?" tanya kakek Harold yang membuat Viorella langsung terkejut.
"Ya ampun kakek, kenapa kakek mengejutkanku?" tanya Viorella yang membuat pria tua itu hanya tersenyum.
"Kamu dari mana?" tanya si Kakek.
"Tadi aku mengambil beberapa barang, kek. barang yang ada di gudang bawah." jawab Viorella.
"Kenapa tidak menyuruh petugas bagian gudang untuk membawanya kemari?" tanya si kakek yang membuat Viorella hanya bisa tersenyum kecut.
"Kakek tahu kan aku ini adalah wanita mandiri, Aku tidak suka menyuruh orang ke sana kemari. aku mau mengambilnya sendiri dan aku harus berusaha untuk mencari tahu mengenai beberapa barang yang harus aku lihat." jawab Viorella.
Perusahaan milik Frederick adalah perusahaan permata yang sangat terkenal di dunia, pria itu memasok beberapa permata. membuat beberapa barang mulai dari perhiasan tas mewah jam tangan bahkan pria itu juga mendesain pesanan mobil yang bertahtakan emas permata.
Terlihat Frederick kebingungan, namun Viorella begitu santai menghadapi kakek Harold yang dari tadi bertanya kepadanya.
"Kakek kenapa berdiri di sana? silakan duduk, Oh ya di mana paman Beni, Kenapa dia tidak ke sini?" tanya Viorella.
"Pria itu berada di perusahaan, kamu tahukan perusahaan otomotif milik kakek itu berkembang begitu luar biasa. jika tidak ada yang menunggunya di sana Lalu siapa yang akan bertanggung jawab?" tanya kakek Harold yang membuat Viorella hanya menganggukkan kepalanya.
"Benar juga." Jawab Viorella yang kemudian membuka beberapa kotak yang sudah dia bawa tersebut.
Dari hari ke hari Viorella begitu dekat dengan pria tua tersebut, Frederick benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Viorella begitu cepat beradaptasi dengan kakeknya. padahal pria tua itu adalah pria yang sangat sulit untuk didekati bahkan untuk menyeleksi wanita yang pantas untuk dirinya atau tidak.
Pria itu sangat berhati-hati, namun nyatanya Viorella dengan sangat mudah mengambil hati pria tua tersebut. waktu mulai berjalan dengan perlahan-lahan, Viorella menjadi seorang sekretaris sekaligus kekasih bayaran dari Frederick. tak terasa satu bulan pun telah berlalu, Frederick terlihat begitu nyaman dengan kehadiran Viorella.
"Oh ya, hari ini aku mau rapat di luar perusahaan." ucap Frederick.
"Memangnya kamu mau rapat di mana?" tanya Viorella.
"Entahlah aku belum tahu." jawab Frederick.
"Halo Tuan alien, kamu ini kan seorang pengusaha Masak kamu tidak mempunyai ketegasan sama sekali. sebagai seorang pengusaha jika ingin bertemu klien kamu harus mempertegas. kalau mereka harus mau menuruti apa permintaanmu, kalau Mereka menginginkan barang dari perusahaanmu kamu bilang dong mereka untuk ke sini atau ke mana. Jangan kamu seperti ini memangnya kamu ini anak buah mereka apa?" Viorella yang mulai menggurui Frederick.
"Tuan Erick." Panggil Peter yang sudah masuk ke dalam kantor milik pria itu.
Kita beralih panggilan saja karena memanggil nama Frederick itu sangat sulit.
"Ada apa Peter?" tanya Erick.
"Tuan Jun sudah datang kemarin, tuan." ucap Peter.
"Baiklah kalau begitu aku akan menunggunya di ruanganku saja, oh ya bilang kepada pria Jepang itu kalau aku akan segera menemuinya." jawab Erick yang membuat Viorella memberikan dua jempolnya.
"Begitu dong." ucap Viorella.
"Kamu jangan kemana-mana, aku akan rapat bersama dengan Peter." Fredly yang mulai memberikan batasan-batasan kepada Viorella.
"Memangnya aku mau ke mana? Tentu saja aku mau di sini dan mengerjakan pekerjaanku. lagi pula aku tidak ada acara lain ." jawab Viorella.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu." pamit Erik.
Akhirnya pria itu mengadakan rapat bersama dengan pengusaha berasal dari Jepang, di tempat lain Davin mulai kebingungan mencari keberadaan Viorella yang tidak dia dapatkan keberadaannya.
"Maafkan saya, tuan. saya belum bisa menemukan keberadaan nona Jesselyn." jawab seorang pria.
"Bagaimana kamu tidak bisa mendapatkan keberadaan Jesselyn, seharusnya dia masih berada di kota ini." ucap Davin.
"Tapi Tuan, Saya sudah berusaha untuk mencari keberadaan Nona Jesselyn. Tapi tetap saja saya tidak mendapatkannya." jawab si pria.
Davin benar-benar begitu frustasi karena dia belum mendapatkan keberadaan Viorella, dia berharap pria itu mendapatkan keberadaan Viorella secepat mungkin.
"Aku tidak mau tahu, kalian cari keberadaan Jesselyn secepat mungkin." perintah Davin.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya anak buah Davin pergi, sedangkan Davin sendiri tentu saja pria itu benar-benar marah karena dia masih belum mendapatkan keberadaan Viorella sama sekali.
"Kemana kamu, Jesselyn. kenapa aku tidak bisa mendapatkan keberadaanmu. Aku tidak ingin kamu pergi meninggalkan aku seperti ini." ucap Davin yang terlihat menatap foto Jesselyn yang ada di ponselnya.
Jesselyn adalah nama kepanjangan dari Viorella Davin sudah terbiasa memanggil wanita itu dengan panggilan Jesselyn.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Widia Aja
Lanjooooot...
2023-02-09
0