"Wow..., gede banget ini perusahaan. kalau aku disuruh jalan kaki dan naik tangga dari lantai 1 ke lantai tertinggi itu bisa-bisa kedua kakiku ini copot satu persatu. kemungkinan besar jari-jari kakiku juga akan copot satu persatu." ucap Viorella sembari memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya dia pikirkan.
Sesaat kemudian wanita itu memasuki perusahaan tersebut.
Di tempat lain terlihat seorang pria nampak sedang berbicara dengan salah satu orang kepercayaannya.
"Apa kamu sudah mendapatkan sesuatu yang aku inginkan itu?" tanya Frederick kepada orang kepercayaannya.
"Saya belum mendapatkan wanita yang sesuai dengan keinginan yang diminta oleh anda ataupun kakek Anda, tuan." jawab Peter.
"Kau harus mencarinya secepat mungkin, aku tidak mau kalau setiap hari aku terus-menerus dicerca oleh pria tua itu." jawab Frederick.
"Tapi Tuan, Kenapa anda tidak mencari pasangan saja? dengan begitu tuan besar tidak akan terus menerus melakukan hal ini kepada tuan." ucap Peter.
"Kamu tahu seperti apa kakekku, Peter. dia tidak akan mau tahu dengan semua yang aku lakukan. Dia selalu memaksaku untuk menikah dan menikah, bahkan sudah berapa kali pria itu mencoba untuk menjodohkanku dengan cucu ataupun anak dari rekan bisnisnya." jawab Frederick.
"Tapi yang saya lihat para wanita itu wajahnya cantik-cantik." ucap Peter.
"Aku tidak membutuhkan wajah cantik saja, yang aku butuhkan itu otaknya juga harus pandai. jika hanya cantik namun tidak pandai itu namanya sia-sia." Frederick yang terlihat menatap beberapa berkas tersebut.
TOK..
TOK..
salah satu sekretaris Frederick masuk ke dalam perusahaan.
"Masuk!" jawab Frederick.
"Maaf tuan Erick, seorang wanita datang ke sini karena katanya dia ingin melakukan interview." jawab sekretaris Frederick.
"Baiklah kalau begitu, suruh dia masuk." jawab Frederick yang meminta salah satu sekretarisnya untuk membawa seorang wanita masuk.
Tak berselang lama Viorella masuk ke dalam ruangan Frederick,
"Selamat pagi, tuan." sapa Viorella.
Frederick dan Peter saling menatap satu sama lain, tatapan mata mereka menatap seorang wanita cantik seksi dan benar-benar sangat berkelas.
"Seperti ini yang aku cari, Peter." ucap Frederick yang tiba-tiba mengatakan hal itu.
Tentu saja Peter menatap bosnya tersebut dengan tatapan mata yang tidak percaya.
"Silahkan duduk, apa yang kamu inginkan?" tanya Frederick kepada Viorella.
"Saya kemari karena saya membaca....," kata-kata Viorella yang belum selesai langsung diputus oleh Frederick.
"Baiklah kalau begitu kamu aku terima, gajimu akan aku transfer langsung dan kita bisa membicarakan mengenai kontrak kerjasama Kita." Frederick yang langsung mengatakan kontrak kerjasama.
"Maksud tuan saya diterima begitu?" tanya Viorella.
"Tentu, kamu aku terima menjadi istri bayaranku." jawab Frederick yang membuat Viorella menatap aneh kepada pria yang ada di depannya itu.
"Maaf tuan, bisa ulangi lagi kata-katamu tadi?" tanya Viorella yang sedikit kebingungan.
"Aku menerimamu, kita akan menandatangani kontrak kerjasama kita dan aku akan langsung membayarmu tiga bulan gaji penuh." jawab Frederick.
"Bukan, bukan yang itu. maksudku aku bekerja sebagai apa tadi?" tanya Viorella yang sedikit kebingungan.
"Kamu aku terima menjadi istri bayaranku, besok kamu akan ikut denganku ke tempat kakekku." jawab Frederick.
Viorella benar-benar sangat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan pria yang ada di depanmu itu.
"Halo Tuan, Apakah kamu barusan keluar dari rumah sakit jiwa?" tanya Viorella yang membuat Frederick menatap Viorella dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Maksudmu?" tanya Frederick.
"Tentu saja aku bertanya seperti itu, Aku kemari karena aku melamar menjadi bodyguard. karena itu aku ingin bekerja di sini." jawab Viorella.
"Tentu aku sudah menerimamu, kamu akan bekerja denganku. kamu akan bekerja padaki bukan menjadi bodyguard, sekretaris atau yang lainnya. kamu akan menandatangani kontrak kerjasama denganku dan berpura-pura menjadi tunanganku." jawab Frederick yang membuat Viorella melongo.
"Kamu gila ya, Kamu ini benar-benar sinting. kamu menyuruhku menjadi kekasih pura-pura atau tunangan pura-pura mu!" tanya Viorella yang benar-benar sangat kebingungan.
"Tentu kamu akan menjadi pacar dan tunangan dari aku." jawab Frederick.
Seketika Viorella melotot kemudian menggebrak meja yang ada di depannya.
BRAKK....
"Halo Tuan tampan tapi tidak laku, Kamu gila ya?! Kamu menyuruhku melakukan apa, kamu mau membayarku dengan berpura-pura menjadi kekasihmu, tunanganmu atau apapun itu? kamu ini gila ya, aku kemari mencari pekerjaan bukan menipu orang." jawab Viorella yang kemudian langsung pergi meninggalkan kantor Frederick dengan raut wajah yang benar-benar sangat murka.
BRAKK...
Viorella lama menutup pintu kantor Frederick dengan sangat kasar. Wanita itu benar-benar sangat emosi luar biasa, niat hati melamar pekerjaan sebagai bodyguard atau sekretaris namun yang ada malah si Bos yang ada di perusahaan itu menawari dia untuk menjadi pacar pura-pura.
"Dasar pria tidak tahu diri." Viorella benar-benar kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Frederick.
"Nona!" panggil Peter.
Viorella tidak menghiraukan panggilan dari Peter, wanita itu berjalan turun dari lantai kantor Frederick menuju lantai bawah.
"Dasar pria tidak tahu diri dan tidak punya etika, enak banget dia menyuruhku menipu orang. dia mau menyuruhku menjadi kekasih pura-puranya, dasar pria tidak tahu diri. dia itu benar-benar sinting Dia mungkin baru keluar dari rumah sakit jiwa, kalau dia tidak keluar dari rumah sakit jiwa berarti dia itu orang yang mempunyai kelainan jiwa." Viorella yang terus menggerutu panjang lebar karena dia mendapatkan penawaran pekerjaan yang tidak sesuai yang dia inginkan.
"Nona!!" seru Peter yang terus berlari mengejar Viorella. namun sayangnya ketika Viorella sudah berada di lantai bawah wanita itu langsung keluar.
"Nona!" Panggil Peter kembali.
"Dasar kalian gila tidak tahu diri!!" teriak Viorella yang kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Langkah kaki Viorella berjalan mendekati ruang parkir, wanita itu mengambil motor gedenya kemudian berlalu pergi dari perusahaan. tatapan mata Peter menatap wanita yang dia kejar tadi, terlihat pria itu benar-benar menggeleng tidak percaya.
"Wow.., wanita ini benar-benar luar biasa." ucap Peter yang menatap takjub kepada Viorella. pria itu melihat gadis cantik tadi yang sudah pergi dengan menggunakan motor gede sejenis motor moge klasik seperti di film terminator.
Setelah tidak mendapatkan hasil akhirnya Peter kembali ke kantor Frederick, pria itu nampak menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana, kamu tidak bisa mengejarnya?" tanya Frederick kepada Peter.
"Maafkan saya bos, saya tidak bisa mengejarnya apalagi wanita itu menggunakan kendaraan roda dua dan melesat dengan cepat." jawab Peter.
"Apa, dia menggunakan apa?" tanya Frederick.
"Dia menggunakan motor gede, Bos." jawab Peter.
"Wanita tadi?" tanya Frederick yang tidak percaya.
"Benar Bos, wanita itu menggunakan motor gede kemari." jawab Peter yang terlihat ya sedikit tidak percaya. apalagi wanita itu ke perusahaan dengan pakaian yang begitu cantik seksi namun nyatanya ketika keluar dia seperti wanita barbar.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Isteri simpanan bos kejam
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Mantra cinta gadis pemikat
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Widia Aja
Awal cerita yg unik tapi keren...👍🏼
2023-02-09
0
@emak aisyah
apakah author masih baru atau apa ko heran aku ini bagusloh ko sedikit pembaca. di lapak sebelah cerita garing g bagus tapi bisa menarik ribuan pembaca apa ada yang salah ya🤔🤔🤔
2023-01-30
2
Ninda Auliarizki
Readers barukah aku??.
2023-01-27
1