Part 15 - Drama Queen

Ella... Terbunuh.

Apa aku sudah boleh bersorak dan mengadakan pesta perayaan sekarang? Ups. Tentu saja tidak.

Darah bersimbah dari dahinya yang tersandar tepat di atas meja. Tidak ada yang lebih terkesiap dari Georgia, dan tentunya aku, orang yang seharusnya mengakhiri hidupnya.

Aku menutup mulut dan menyilangkan sebelah tangan. Rasanya mau muntah. Rasa itu semakin buruk karena kosongnya perutku, dan tentunya... ditambah dengan darah yang menodai separuh meja makan.

Tidak ada rasa kasihan dariku. Apa yang sebenarnya... terjadi? Padahal kemarin, rasa kemanusiaanku masih tersisa. Hari ini, perasaan itu malah berubah menjadi rasa benci, sebuah kepuasan.

Aku memegang kepalaku. Aku pasti sudah gila.

Suasana berubah kacau. Tidak ada satupun yang bersikap tenang. Ada yang mulai berteriak, berbisik-bisik dengan suara yang keras, bahkan ada yang menangis histeris hingga membuat ratu memejamkan matanya dan berdeham,

"TENANG SEMUANYA!"

Senyap. Tidak ada yang berani untuk angkat bicara hingga Ratu melangkah maju ke arah tubuh Ella tergeletak.

Anak haram raja, kata ayahku. Penjelasan itu tiba-tiba terlintas di benakku. Apa ini sebabnya ratu tetap tenang walau Ella sudah menjadi mayat? Aku bahkan tidak melihat raut keterkejutan dari wajahnya.

Georgia tidak tinggal diam. Ia pun mengusap air mata palsunya dan terisak hendak memeluk ratu. "Ibunda, aku tahu ibu tidak menyukai Mika, tapi tolong cintailah ia demi diriku juga..."

Semua berbisik-bisik lagi. Sepertinya informasi bahwa ratu tidak menyukai anak vampirnya baru tersebar sekarang. Aku tidak heran, perlakuan ratu terhadap anaknya kemarin lumayan aneh.

Selain karena informasi baru itu, aku hanya ingin tertawa. Melihat perempuan yang harusnya menjadi tunangannya itu terisak, membuatku berpikir, harusnya Georgia menjadi ratu saja, ratu drama tepatnya. Aku yakin tidak ada teater yang akan menolak aktingnya.

Ratu mengelus dan menyeka air mata Georgia dengan sapu tangan. Perempuan yang jatuh dalam pelukannya semakin menangis menjadi-jadi. Hebat. Sampai kapan ia akan terus berpura-pura?

Detak jantungku kacau. Perasaanku tercampur antara kebahagiaan dan kebingungan. Skenario yang terjadi setelah kematian vampir itu bukanlah hal yang menyenangkan:

Pertama, aku sangat berniat untuk membunuhnya, tapi ia sudah terbunuh duluan, yang artinya tujuanku sudah berhasil dan aku tidak punya urusan lagi di sini.

Kedua, ini artinya aku bisa kembali ke rumah... Dan aku harus mengurus banyak dokumen untuk berita kematiannya, dan juga pembatalan pertunanganku. Dan yang paling menyebalkan adalah berdiskusi dengan wartawan perihal topik apa yang bagus dijadikan judul utama.

Masih banyak tugasku walau ia sudah tidak meregang nyawa. Dan itu sama sekali tidak membuatku senang.

Berakhirnya tangisan Georgia membuat ratu mengambil tindakan. "Georgia..." bisik ratu dengan lembut. "... Darimana kau mendapatkan ini?" Ratu mengelus lembut kepala Ella yang sudah terkaku.

Georgia yang masih sibuk mengusap air matanya terkejut mendengar pernyataan ini. "A-apa maksud ibunda... Ini jelas saja Mika..." Suaranya gemetar di antara suara isapan ingus yang dibuat-buat.

Di tengah kebisingan baru, ratu dengan kasar menarik pisau yang menempel di dahi Ella. Sangat tidak manusiawi, pikirku. Mayat itu pun berubah ekspresinya, menjadi semakin menjijikan, seperti mayat manusia yang dibiarkan terlalu lama.

Aku sudah mau melangkah untuk mengetahui lebih lanjut. Namun, Calvin menahanku dengan tangannya. "Tunggu dulu."

"Jadi," lanjut ratu. Wajahnya sudah sedingin es. "darimana kau mendapatkan ini?"

"A... Aku... Tidak mengerti..." Masih saja ia tergagap. Andai boleh, pisau ini pasti sudah ikut melayang bersama emosiku yang sudah melumbung.

Sesuatu yang mengejutkan terjadi setelahnya. Mayat Ella meleleh menjadi sesuatu yang hitam, seperti seonggok sampah berwajah manusia yang tidak utuh wajahnya. Bau seperti campuran alkohol dan besi menyeruak di udara. Semuanya menutup hidung dan melangkah mundur, kecuali mereka berdua.

Surai Georgia kembali memutih bersamaan dengan ekspresinya. Ia memekik panik sambil menyentuh pipinya sendiri, "Ti-tidak! Menjijikan! Ba-bagaimana bisa?!"

Aku memandang mayat itu dengan mata mengkerut. Kemungkinan besar, mayat itu yang disebut para vampir makhluk sihir. Mengerikan. Jika memang itu yang mereka unggulkan sebagai kelebihan mereka, selamanya aku tidak ingin mempelajari sihir.

Calvin terus bersikap tenang. Ia tahu ini akan terjadi. Aku bertanya dengan setengah berbisik di telinganya, "Seberapa jauh yang kau tahu?"

Calvin menoleh. "Kau jangan mencurigaiku begitu, Barbie," timpalnya dengan setengah jengkel. "Aku juga baru tau beberapa menit yang lalu."

"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?" tanyaku mencoba tenang.

Calvin memilih untuk melirik sekilas pada ratu dan Georgia. "Yah, mungkin itu sihir transformasi milik vampir. Sudah lama tidak ada yang menggunakannya karena caranya yang... Em, sedikit tidak terpuji."

Aku tidak mau mengorek lebih dalam. Mengiyakan sudah cukup untuk mengakhiri perbincangan kami.

"Sampai kapan kau akan menggunakan mayat untuk mengelabui semuanya?" Ratu memandang mayat tersebut dengan ekspresi jijik.

"Tidak! Aku sungguh tidak mengetahui ini!" Ucapannya seolah ia memang bersungguh-sungguh. Aku sendiri penasaran mulai dari mana mana kebohongannya berakar.

Ratu tidak peduli, ia melanjutkan ucapannya dengan nada yang tegas, "Tahu apa yang kumaksud, nak? Kau sudah melanggar aturan kerajaan ini dengan TINGKAHMU!"

Ratu berjalan mundur, menjauhkan dirinya dari pelukan Georgia. "Ibunda—Ratu! Ini sebuah kesalahan! Aku tidak mengerti apa-apa soal ini!"

"Bahkan sampai meletakkan minuman penidur saat kemari, bukankah itu mengerikan, Georgy?"

Suara itu mengejutkan kami semua, termasuk aku yang sudah mau berteriak, "Hore!" karena Georgia sudah terkena skakmat. Ya. Tidak mungkin aku tidak mengenalnya, karena aku sangat, sangat membencinya.

Dengan senyuman yang sangat kubenci, ia menggenggam pisau lain yang entah akan dilayangkan kemana nantinya.

...----------------...

Perutku sudah berbunyi beberapa kali, dan untungnya tidak ada yang mendengarnya dengan jelas. Aku sudah sangat lapar, jujur saja. Tapi kejadian ini terlalu mengerikan untuk dilewatkan, jadi aku lebih memilih untuk mengamatinya lebih lama lagi.

"Mika," panggil Georgia sembari bangkit dari duduknya. "Kau salah paham, aku..."

"Aku tidak perlu penjelasan lebih lanjut, Georgy. Kau sudah mencelakai tunanganku kemarin. Dan sekarang kau menggunakan mayat seseorang untuk mengelabui bahwa hubungan kita kembali baik-baik saja."

...Minuman?

"Penasaran, ya?" Seorang perempuan muncul mendadak di belakangku, membuatku hampir memekik. "Andai kau tahu, Mika satu-satunya vampir di sini yang hobi bangun pagi. Dan ia marah besar ketika aku yang membangunkannya."

Itu informasi yang cukup lucu, mengingat vampir seharusnya tidak suka bangun pagi. Akan kuingat informasi yang mungkin berguna itu.

Tatapan Calvin mendadak dingin melihatku dan Kate sangat dekat. "Kau juga ikutan, Kate?" Kate balas tersenyum polos. "Ikutan? Hm, yah, sepertinya ini sangat menarik, yah? Tidak ada salahnya aku ikut, bukan?"

Calvin menggeram, dan Ella berjalan mendekat ke arah kami. "Wajahmu sumringah sekali. Kau berharap aku mati, ya?" katanya padaku. Aku bisa merasakan percikan petir di antara kami.

"Vampir sialan. Kau masih hidup?" balasku menyeringai. Oh, gawat. Perutku sudah keroncongan. Aku tidak bisa memandangnya lama-lama.

"Kau sendiri? Mari kita lihat apa setelah ini kau minggat atau masih mau hidup di sini!"

"Tentu saja aku akan—"

Ucapanku berhenti ketika kulihat ratu kembali ke tempat duduk kosong yang ada di ujung meja makan raksasa.

"Barbie, Georgia." ujarnya setelahnya. "Ini pengumuman penting untuk kalian berdua. Dengarkan baik-baik, jangan memintaku mengulang, dan jangan sampai kalian lupa satu kata dari perkataanku."

Keringat meluncur dari pelipisku. Di antara lapar dan dahaga, aku mengingat perkataan Calvin.

Pengumuman.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!