Bab 11 Kemarahan Amira!

Shofi terus menggerutu dalam hati karena lelah. Baru saja Shofi merasa beruntung di hari pertamanya dapat teman baru tapi juga buntung karena dari tadi Fatih terus memerintah ya ini itu sampai Shofi terjatuh.

Dan, sialnya dia di tertawakan oleh semua orang yang ada di kantin.

Bagaimana merahnya muka Shofi, bukan karena tersipu atau malu-malu kucing tapi merah karena marah. Namun, Shofi ingat akan sesuatu membuat dia mati-matian berusaha menahan amarahnya.

Amira yang melihat Shofi menatap tajam langsung pada Fatih. Lagi-lagi Fatih selalu saja mengerjai anak baru. Belum genap satu Minggu Rijal keluar Amira tidak akan membiarkan Shofi keluar karena kelakuan Fatih.

Bahkan Amelia yang sempat kesal karena Fatih tak menghiraukannya. Kini ikut terbahak melihat anak baru itu di kerjain Fatih.

"Diam!!!"

Hening!

Ajaib!

Seketika kantin menjadi hening ketika Amira membentak menyuruh mereka diam.

Kini amarah Amira keluar, siapa yang tidak tahu gadis itu. Amira di sekolah terkenal pendiam dan tak peduli dengan orang sekitarnya.

Tapi, kini gadis itu menunjukan taringnya. Memang benar, marahnya orang pendiam begitu menakutkan dari pada orang yang bisa marah.

Bahkan Fatih sendiri sampai terkejut melihat tatapan berbeda dari Amira. Tapi, sedetik kemudian Fatih menyeringai. Saudara sepupunya tak biasanya peduli pada orang lain. Apalagi si cupu itu anak baru, tapi sepertinya ada yang menarik di diri gadis cupu itu membuat Fatih semakin bersemangat untuk mengerjainya.

"Apa yang kalian tertawakan hah, bukannya membantu malah tertawa. Di, mana hati kalian, dasar pecundang."

"Dan, kau!"

Amira menunjuk Fatih dengan tatapan membunuh. Kali ini kesabaran Amira tak terkendali lagi. Bagi Amira, Fatih benar-benar keterlaluan.

"Akan ku pastikan kau di hukum!"

Amira langsung menarik Shofi keluar dari kantin. Bunga langsung berlari mengikuti sahabatnya.

"Menarik,"

Gumam Fatih sambil berdiri ketika tadi Amira sempat mendorongnya hingga terduduk ke kursi belakang.

Amira membawa Shofi ke ruang ganti, dan mengambil baju baru untuk Shofi karena baju Shofi sudah kotor.

"Pakai lah,"

Shofi sempat tertegun mendengar nada bicara Amira yang kembali datar tidak seperti tadi yang marah. Shofi hanya mengangguk lalu masuk ke dalam sebuah ruangan untuk mengganti pakaian nya.

"Ku harap kamu bisa memaafkan kelakuan adik sepupu ku!"

Ucap Amira tulus membuat Shofi menyerngit.

"Adik!"

Ulang Shofi tidak mengerti sama sekali.

"Fatih, adik sepupu ku! dia memang orangnya nyebelin, namun dia juga ... ah sudahlah,"

Mengingat Fatih membuat amarah Amira kembali naik. Amira memang membantu Shofi, tapi bukan berarti peduli. Namun, Amira tidak mau ada teman sekelasnya lagi yang keluar. Dan, semua yang keluar pasti penampilannya sama persis seperti penampilan Shofi.

Melihat Shofi pertama kali masuk kelas saja membuat Amira mengingat Rijal. Karena penampilan mereka sama. Mengingat itu lagi-lagi Amira menghela nafas berat karena dia tak bisa mengikuti olimpiade. Karena partner nya tidak ada.

Padahal masih ada banyak siswa yang pintar. Tapi Amira tak mau dengan yang lain. Mungkin karena Amira sudah nyaman Rijal menjadi partner nya. Apalagi Rijal baik dan pengertian, tapi bukan cinta ya, jangan salah faham.

Karena cinta Amira buat seseorang yang sudah lama pergi!

Intinya kepintaran Rijal lebih dari Amira dalam matematika, jadi wajar saja Amira tak mau melepas teman pintarnya karena Rijal suka membantu Amira jika Amira ada yang tidak mengerti.

"Kita balik ke kelas,"

Shofi dan Bunga hanya mengangguk saja, mengiyakan ajakan Amira.

Di sepanjang jalan menuju kelas Shofi hanya bisa menunduk dengan telunjuk yang dari tadi membenarkan letak kaca matanya.

Hingga sampai masuk pun Shofi tetap menunduk karena Shofi tahu, sejak dirinya masuk ada orang yang sedang memperhatikannya.

Siapa lagi kalau bukan Fatih, entah sejak kapan Fatih dan ke tiga temannya sudah ada di kelas.

Tatapan Fatih tak lekas dari punggung Shofi karena memang Fatih berada di kursi paling belakang.

Amelia yang melihat Fatih menatap anak baru itu mendengus kesal. Dirinya selalu saja tak di anggap. Andai saja kekuasaan dirinya jauh lebih tinggi dari Fatih mungkin dengan mudah Amelia mendapatkan Fatih. Namun, sialnya Fatih lebih dari segalanya dan itu membuat Amelia begitu Ter crazy-crazy.

Di kelas rasanya terasa sumpek bagi teman yang lain. Karena Fatih begitu menakutkan. Tatapan matanya seakan menguliti mereka hidup-hidup. Hingga, aura kelam itu lenyap ketika ada seorang guru masuk.

"Fatih!"

"Iya, bu!"

"Di panggil ke ruang BK,"

Amira yang mendengar Fatih di panggil langsung tersenyum puas. Akan Amira pastikan kali ini Fatih tidak akan lolos.

Dengan malas Fatih beranjak, bahkan sampai terdengar decitan kursi. Fatih menatap tajam pada kakak sepupu nya. Fatih yakin itu pasti ulah Amira. Amira yang di tatap tajam oleh adiknya hanya mengangkat kedua bahunya acuh. Bahkan Amira tersenyum tipis sambil menggerakkan tangannya seakan mengusir Fatih.

"Fatih mau ngapain kamu, cepat ke ruang BK!"

Fatih dengan kesal langsung berjalan keluar. Sedang ketiga temannya hanya bisa menatap iba karena tak bisa membantu Fatih.

"Kita lanjut belajar,"

Tegas sang guru membuat murid langsung mengeluarkan buku catatan nya.

Sedang Fatih berjalan malas ke ruang BK, dengan sedikit kasar Fatih membuka pintu ruang BK. Membuat orang yang ada di dalam terkejut. Begitupun seseorang yang langsung menatap tajam pada Fatih.

Glek ...

Fatih menelan ludahnya kasar dengan mata mem bola melihat siapa yang menatapnya tajam.

Sial, awas kau Amira!

Fatih menunduk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dengan ragu Fatih duduk di hadapan guru BK. Fatih sudah merasakan pasti akan ada hal buruk sebentar lagi. Dan benar saja,

"Awwss ... Bunda sakit!"

Teriak Fatih ketika Queen menjewer telinganya. Bahkan sampai membekas.

Ya, Queen datang ke sekolah karena ada panggilan. Betapa terkejut dan murkanya Queen mendengar penjelasan guru BK tadi.

Putranya membuat ulah lagi, belum genap satu Minggu Fatih di hukum kini putranya membuat ulah lagi. Dan, kali ini korbannya perempuan, anak baru lagi. Sungguh Queen tak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya.

"Maaf bu, karena Fatih sudah berbuat salah. Fatih mendapat SP dua, dia selama satu Minggu tidak boleh masuk kelas,"

Yes!

"No, pak. Maaf jika saya lancang, tapi hukuman itu malah membuat putra saya kegirangan!"

Sindir Queen menatap tajam pada putranya yang sempat tersenyum. Kini senyuman itu hilang seketika berganti cemberut. Padahal itulah yang di inginkan Fatih, karena Fatih malas belajar.

"Lihatlah dia gak protes kan,"

"Terus kami harus bagaimana Bu?!"

"Biarkan Fatih tetap masuk, Maka saya sendiri yang menghukum putra saya. Di jamin putra saja tak akan melakukan kesalahan nya lagi."

"Gak bisa gitu Bun, pa--"

"Diam!"

Bentak Queen kesal pada putranya.

Guru BK hanya menggaruk tengkuknya, ternyata memang kelihatannya Fatih takut dengan ibunya, batin pak BK.

"Baiklah kalau begitu, saya percaya sama ibu!"

"Terimakasih pak, saya minta maaf sebesar-besarnya atas kelakuan putra saya. Dan, bisakah bapak panggilkan anak baru itu supaya putra saya meminta maaf pada anak itu!"

Deg ...

Kedua mata Fatih melotot tak percaya mendengar perkataan sang Bunda. Minta maaf! sungguh kata itu tak ada dalam kamus harian Fatih.

"Fatih gak mau Bun!"

"Harus mau, mau Bunda jewer lagi!"

Ah ... anak nakal ini ternyata bisa jadi kucing juga di hadapan ibunya.

Bersambung ....

Jangan lupa Like, Hadiah, Komen, dan Vote Terimakasih...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Rijal pindah sekolah kah?

2023-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 King Fatih Al-biru
2 Bab 2 Drama di pagi hari
3 Bab 3 Pingsan
4 Bab 4 Lemah!
5 Bab 5 Cinderella menjadi Upik Abu
6 Bab 6 Bunda
7 Bab 7 Menjalankan hukuman
8 Bab 8 Pungsi dan Filosofi!
9 Bab 9 Di tolak
10 Bab 10 Filosofi Alin
11 Bab 11 Kemarahan Amira!
12 Bab 12 Maaf!
13 Bab 13 Ternyata, dia adiknya!
14 Bab 14 Keputusan Queen
15 Bab 15 Salah sasaran
16 Bab 16 Fitnah dalam diam!
17 Bab 17 Berujung Malu!
18 Bab 18 Penyelamatan
19 Bab 19 Jadi penguntit
20 Bab 20 Kemarahan
21 Bab 21 Si gadis Cupu bukan Cuhu!
22 Bab 22 Mampus aku!
23 Bab 23 Tak bisa bersembunyi!!!
24 Bab 24 Jangan Lemah!
25 Bab 25 Gue, gak lemah!
26 Bab 26 Mencari tahu!
27 Bab 27 Cunning and smart
28 Bab 28 Masalah loe dengan gue!
29 Bab 29 Pertengkaran!
30 Bab 30 Mengingat
31 Bab 31 You are mysterious!
32 Bab 32 Pertengkaran kecil
33 Bab 33 Belum saatnya?
34 Bab 34 Mimpi
35 Bab 35 Kekesalan Shofi ( I Hate You)
36 Bab 36 Tentang Bunga
37 Bab 37 Olimpiade
38 Bab 38 Olimpiade II
39 Bab 39 Sang juara
40 Bab 40 Kakak Cantik
41 Bab 41 Tingkah Aurora
42 Bab 42 Kamu bisa Shofi
43 Pemenang Give Away
44 Bab 43 Pengecut
45 Bab 44 Sudah gila
46 Bab 45 Kembalinya Trauma
47 Bab 46 Kekesalan tingkat dewa
48 Bab 47 Kekesalan Moreo
49 Bab 48 Shofi asli bukan Shofi cupu!
50 Bab 49 Mulai bercerita
51 Bab 50 Tolong jangan pergi lagi
52 Bab 51 Baru sadar, bahwa loe itu lemah!
53 Bab 52 Keluarga rumit
54 Bab 53 Tolong, bawa aku pergi dari sini!
55 Bab 54 Bukan 'kita' tapi 'Kakak'!
56 Bab 55 Gue tahu, gue tampan!
57 Bab 56 Menghabiskan waktu bersama
58 Bab 57 Kecemasan
59 Bab 58 Ke mall
60 Bab 59 Wujud asli
61 Bab 60 Keadaan Amira
62 Bab 61 Sejak kapan?
63 Bab 62 Gue takut loe akan jatuh cinta!
64 Bab 63 Lalu aku harus bagaimana?
65 Bab 64 Mari berteman
66 Bab 65 Arti sebuah sahabat
67 Bab 66 Kita berteman
68 Bab 67 Sosok sempurna
69 Bab 68 Pulang bareng
70 Bab 69 Loe terluka karena, gue!
71 Bab 70 Rumah sakit
72 Bab 71 Hanya jadi catur
73 Bab 72 Dasar pedofil
74 Bab 73 Cepat sembuh
75 Bab 74 Indah, Cantik dan Nyaman
76 Bab 75 Apa loe gak merindukan gue?
77 Bab 76 Benang merah
78 Bab 77 Kejadian tak terduga
79 Bab 78 Tunggu Schwager, dek!
80 Bab 79 Pengorbanan
81 Bab 80 Sebuah benang merah yang mulai tersusun
82 Bab 81 Yang terjadi
83 Bab 82 Benang merah yang sempurna
84 Bab 83 Kalau aku bukan kakak nya
85 Bab 84 Saya bukan kakak kandung kamu!
86 Bab 85 Saling memiliki
87 Bab 86 Dasar ceroboh!
88 Bab 87 Terluka
89 Bab 88 Bianglala
90 Bab 89 Hanya sebatas teman
91 Bab 90 Izinkan gue tetep memanggil loe, Philo!
92 Bab 91 Maaf saya telat!
93 Bab 92 I love you, my brother!
94 Bab 93 Ngapain di sini?
95 Bab 94 Loe egois!
96 Bab 95 Aku pergi!
97 Bab 96 Tentang Amelia
98 Bab 97 Kesakitan Amelia
99 Bab 98 Ulang tahun Aurora
100 Bab 99 Kisah masa lalu
101 Bab 100 Pergi untuk selamanya
102 Bab 101 Aib yang terkuak
103 Bab 102 Kesakitan Amelia
104 Bab 103 Farasit
105 Bab 104 We love mom, forever
106 105 Ke Bogor
107 Bab 106 Kampoeng Awan
108 Bab 107 Biarkan waktu berhenti sejenak
109 Bab 108 Real winner!
110 Bab 109 Kamu sungguh sempurna
111 Bab 110 Perubahan Angel
112 Bab 111 Hormon kehamilan
113 Bab 112 Taman Mini
114 Bab 113 Resepsi pernikahan Bunga
115 Bab 114 Kita sama-sama sakit!
116 Bab 115 Benar-benar pergi!
117 Extra prat
118 Extra prat 2
119 Ungkapan Author
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1 King Fatih Al-biru
2
Bab 2 Drama di pagi hari
3
Bab 3 Pingsan
4
Bab 4 Lemah!
5
Bab 5 Cinderella menjadi Upik Abu
6
Bab 6 Bunda
7
Bab 7 Menjalankan hukuman
8
Bab 8 Pungsi dan Filosofi!
9
Bab 9 Di tolak
10
Bab 10 Filosofi Alin
11
Bab 11 Kemarahan Amira!
12
Bab 12 Maaf!
13
Bab 13 Ternyata, dia adiknya!
14
Bab 14 Keputusan Queen
15
Bab 15 Salah sasaran
16
Bab 16 Fitnah dalam diam!
17
Bab 17 Berujung Malu!
18
Bab 18 Penyelamatan
19
Bab 19 Jadi penguntit
20
Bab 20 Kemarahan
21
Bab 21 Si gadis Cupu bukan Cuhu!
22
Bab 22 Mampus aku!
23
Bab 23 Tak bisa bersembunyi!!!
24
Bab 24 Jangan Lemah!
25
Bab 25 Gue, gak lemah!
26
Bab 26 Mencari tahu!
27
Bab 27 Cunning and smart
28
Bab 28 Masalah loe dengan gue!
29
Bab 29 Pertengkaran!
30
Bab 30 Mengingat
31
Bab 31 You are mysterious!
32
Bab 32 Pertengkaran kecil
33
Bab 33 Belum saatnya?
34
Bab 34 Mimpi
35
Bab 35 Kekesalan Shofi ( I Hate You)
36
Bab 36 Tentang Bunga
37
Bab 37 Olimpiade
38
Bab 38 Olimpiade II
39
Bab 39 Sang juara
40
Bab 40 Kakak Cantik
41
Bab 41 Tingkah Aurora
42
Bab 42 Kamu bisa Shofi
43
Pemenang Give Away
44
Bab 43 Pengecut
45
Bab 44 Sudah gila
46
Bab 45 Kembalinya Trauma
47
Bab 46 Kekesalan tingkat dewa
48
Bab 47 Kekesalan Moreo
49
Bab 48 Shofi asli bukan Shofi cupu!
50
Bab 49 Mulai bercerita
51
Bab 50 Tolong jangan pergi lagi
52
Bab 51 Baru sadar, bahwa loe itu lemah!
53
Bab 52 Keluarga rumit
54
Bab 53 Tolong, bawa aku pergi dari sini!
55
Bab 54 Bukan 'kita' tapi 'Kakak'!
56
Bab 55 Gue tahu, gue tampan!
57
Bab 56 Menghabiskan waktu bersama
58
Bab 57 Kecemasan
59
Bab 58 Ke mall
60
Bab 59 Wujud asli
61
Bab 60 Keadaan Amira
62
Bab 61 Sejak kapan?
63
Bab 62 Gue takut loe akan jatuh cinta!
64
Bab 63 Lalu aku harus bagaimana?
65
Bab 64 Mari berteman
66
Bab 65 Arti sebuah sahabat
67
Bab 66 Kita berteman
68
Bab 67 Sosok sempurna
69
Bab 68 Pulang bareng
70
Bab 69 Loe terluka karena, gue!
71
Bab 70 Rumah sakit
72
Bab 71 Hanya jadi catur
73
Bab 72 Dasar pedofil
74
Bab 73 Cepat sembuh
75
Bab 74 Indah, Cantik dan Nyaman
76
Bab 75 Apa loe gak merindukan gue?
77
Bab 76 Benang merah
78
Bab 77 Kejadian tak terduga
79
Bab 78 Tunggu Schwager, dek!
80
Bab 79 Pengorbanan
81
Bab 80 Sebuah benang merah yang mulai tersusun
82
Bab 81 Yang terjadi
83
Bab 82 Benang merah yang sempurna
84
Bab 83 Kalau aku bukan kakak nya
85
Bab 84 Saya bukan kakak kandung kamu!
86
Bab 85 Saling memiliki
87
Bab 86 Dasar ceroboh!
88
Bab 87 Terluka
89
Bab 88 Bianglala
90
Bab 89 Hanya sebatas teman
91
Bab 90 Izinkan gue tetep memanggil loe, Philo!
92
Bab 91 Maaf saya telat!
93
Bab 92 I love you, my brother!
94
Bab 93 Ngapain di sini?
95
Bab 94 Loe egois!
96
Bab 95 Aku pergi!
97
Bab 96 Tentang Amelia
98
Bab 97 Kesakitan Amelia
99
Bab 98 Ulang tahun Aurora
100
Bab 99 Kisah masa lalu
101
Bab 100 Pergi untuk selamanya
102
Bab 101 Aib yang terkuak
103
Bab 102 Kesakitan Amelia
104
Bab 103 Farasit
105
Bab 104 We love mom, forever
106
105 Ke Bogor
107
Bab 106 Kampoeng Awan
108
Bab 107 Biarkan waktu berhenti sejenak
109
Bab 108 Real winner!
110
Bab 109 Kamu sungguh sempurna
111
Bab 110 Perubahan Angel
112
Bab 111 Hormon kehamilan
113
Bab 112 Taman Mini
114
Bab 113 Resepsi pernikahan Bunga
115
Bab 114 Kita sama-sama sakit!
116
Bab 115 Benar-benar pergi!
117
Extra prat
118
Extra prat 2
119
Ungkapan Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!