Masih di abaikan.

Malam nya Alya yang merasa kesepian memilih untuk pergi ke club', saat ini dia sudah memakai pakaian seksi nya.

Alya tak perduli dengan pandangan orang-orang padanya, dia hanya ingin melampiaskan rasa kesepian nya dengan bersenang-senang.

"Halo Almon, aku di luar" ucap seorang wanita di sebrang telepon.

Almon adalah panggilan Alya yang lain, singkatan dari nama nya yaitu Alya Monica.

"Tunggu sebentar, aku sedang memakai lipstik" balas Alya yang memakai lipstik nya.

Dan saat melihat bibir merah cabai nya Alya hanya tersenyum, dia merasa menjadi gadis nakal yang sesungguhnya apalagi dengan pakaian nya yang minim seperti ini.

"Masa bodoh dengan mereka, aku akan selalu membuat masalah untuk Mami dan Papi" gumam Alya sambil tersenyum kecut.

Toh Mami Papi nya tak akan pernah perduli dengan nya jadi Alya akan melakukan apapun sesuka nya.

Dia bahkan tak mau kuliah, Alya lebih suka traveling ke beberapa tempat dengan menggunakan uang nya.

Tak ada rumah yang nyaman untuk menjadi tempat pulang untuk Alya, jadi Alya rasa semua tempat sama saja tidak ada yang spesialis.

"Astaga apa kau benar-benar akan menjadi sugar Daddy Almon" Melina menatap temuannya dengan wajah tak percaya nya.

"Jangan banyak omong, ayo nyalakan ini sudah jam 8 malam" kata Alya dingin.

"CK, baiklah nona supir akan mengantar anda" Melina memutar bola matanya malas lalu mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan biasa.

Tak lama kemudian mereka sampai di club' malam biasa, Alya dan Melina turun dengan stelan berbeda.

Melina lebih suka memakai kaos kebesaran nya yang di padukan di jeans sepaha nya yang membuat penampilan nya lebih terlihat seperti akan main.

Sedangkan Alya dia memakai dress yang cukup rendah, bahkan sangat seksi apalagi di belakang nya ada bolong yang membuat punggung putihnya sedikit terekspos.

"Sial" umpat Alya kesal.

"Kenapa?" tanya Melina melirik teman nya.

Dan Alya tak menjawab, dia malah menunjuk ke arah sebrang nya dimana ada geng Adel yang juga akan masuk ke club'.

Melina melihat itu dan dia hanya diam tak berkomentar, paham betul akan permasalahan antara Alya dan geng Adel yang menyebalkan.

Dan bisa di bilang Melina adalah saksi dari kisah permusuhan mereka sejak di bangku SMA dulu.

"Dimana-mana ada mereka aku rasa mereka memang tidak bisa musnah" gerutu Alya.

"Tentu saja mereka tidak akan musnah, mereka manusia Al, bukan abu" balas Melina.

Keduanya akhirnya masuk dan sesampainya di dalam Melina dan Alya di datangi dua pemuda.

"Hi" sapa salah pemuda itu pada Alya.

Alya tak menanggapi mereka dia memilih acuh dan minum, Melina yang melihat itu langsung mencubit pinggang Alya.

"Jangan terlalu mabuk" kata Melina di telinga Alya.

Hah?

"Aku tidak dengar" sahut Alya yang bodo amat.

Alya acuh pada kedua pria itu membuat kedua pria itu akhirnya pergi, dan setelah itu Alya yang sudah mabuk itu mengajak Melina ke tengah-tengah.

Mereka berdua berjoget sesuai dengan musik di yang membuat mereka tak mau berhenti bergoyang.

"Del bukan nya itu Alya" ucap Hilda menunjuk ke arah Alya dan Melina.

"Ya, itu mereka" Adel tersenyum setan melihat Alya musuh nya.

Hidungnya masih terasa sakit yang membuat dia tidak ikut bergoyang di sana.

"Guys kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan?" tanya Adel.

"Tentu" balas Vera dan Hilda bersamaan.

"Bagus, aku tunggu di toilet" kata Adel langsung berjalan ke arah toilet.

Sedangkan Alya yang sedang mabuk dia nampak asyik berjoget hingga tiba-tiba tangan nya di tarik oleh dua orang.

"Lepaskan" kata Alya yang sudah mabuk.

"Tidak akan" balas Hilda.

Keduanya membawa Alya ke toilet, dan sesampainya di toilet wanita Adel tersenyum melihat Alya yang mabuk.

Plakkk !

Satu tamparan keras mendarat di pipi Alya.

Alya meringis dan dia mencoba untuk sadar hingga matanya melihat sosok Adel.

"Ahk kau lagi, apa tinjuan tadi belum cukup?" Alya berkata dengan sedikit memegang kepala nya yang terasa pening.

"Tidak, maksud ku kini giliran aku yang akan menghajar mu Sialan!" teriak Adel berniat meninju wajah Alya.

Tapi Alya menahan tangan Adel, dan mendorong Adel hingga membuat Adel terdorong dan jatuh membentur pinggiran wastafel.

Darah sekali lagi keluar dari kepala Adel, Adel panik tapi dia masih tidak akan membiarkan Alya kabur.

"Kau berdarah, haha. aku memang lagi" Alya tersenyum.

Adel yang kepalanya berdarah tak tinggal diam, dia mengambil botol yang sudah dia sediakan sejak tadi dan basa-basi memukul kepala Alya dengan menggunakan botol.

Ahk !

Alya meringis kesakitan dan seketika darah keluar dari kepalanya yang membuat Adel tertawa.

"Rasakan itu sialan, kali ini siapa yang menang" gumam Adel yang senang saat melihat Alya terjatuh.

Melihat Alya yang jatuh Adel pun buru-buru keluar dari toilet.

"Bagaimana?" tanya Hilda.

"Aman, dia akan mati" balas Adel santai.

"Kepala mu berdarah" kata Vera melihat kepala Adel berdarah.

"Ini hanya luka ringan, dia lebih parah dan aku yakin dia akan mati jika tidak tertolong" jelas Adel yang sudah mengunci Alya di toilet yang ada bacaan rusak nya.

Ketiganya langsung kembali ke tempat nya, dan tanpa ketiga nya sadari Melina melihat mereka yang baru keluar dari arah toilet.

Tadi Melina yang sedang asyik berjoget baru menyadari Alya tidak ada, dia langsung mencari hingga pada akhirnya dia melihat geng Adel yang tertawa setan seperti itu.

"Almon, pasti dia di jahati mereka lagi" gumam Melina yang langsung mencari keberadaan Alya.

Melina yang sampai di toilet melihat ada pecahan botol dan darah, dia langsung membuka satu persatu toilet nya hingga dia melihat toilet yang bacaan nya rusak.

Brakk !

Melina menendang pintu nya dan alangkah terkejutnya dia melihat Alya yang wajahnya penuh dengan darah dari kepalanya nampak terduduk di atas kloset duduk.

"Mereka benar-benar kurang ajar!" geram Melina tidak terima teman nya di perlakukan seperti itu.

Melina meminta bantuan kepada security untuk membawa ayah ke mobilnya, dan setelah itu dia langsung bergegas membawa Alya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit Melina langsung menelepon mami dan papi Alya, tapi tidak ada jawaban dari mereka yang membuat dia mengirimkan pesan kepada keduanya jika Alya sedang berada di rumah sakit.

Dan senang beberapa menit ada satu pesan yang membalas yaitu dari papi Alya.

"Papi sudah menyuruh Paman Sam untuk membayar semua administrasi di rumah sakit"

Melina melongo membaca balasan dari Papi Alya, sekarang dia tahu kenapa Aulia menjadi sangat tidak terkendali karena mami dan papinya hanya mengurusi keuangannya saja tapi mereka tidak pernah peduli akan apapun yang menimpa Alya.

"Orang tua macam apa mereka, anak masuk rumah sakit mengirimkan pengacara, yang benar saja" gumam Melina sangat gemas dengan sikap orang tua Alya yang terkesan terlalu acuh pada anak kandungnya sendiri.

🌹

Jangan lupa like coment and vote ya ♥️🤗🙏

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

senang?

2024-03-17

1

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ayah?

2024-03-17

1

Maya Sari Niken

Maya Sari Niken

sebutan buat cwe sugar baby,kalo cwonya sugar daddy

2023-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 Brokenhome
2 Masih di abaikan.
3 Pindah
4 Coffe
5 Curiga
6 Rencana Alya.
7 Bondan.
8 Perangkap
9 Teman terbaik.
10 Hantu
11 Satu kamar
12 Luke?
13 Oma Diandra
14 Duda tua
15 Rencana Alya untuk Luke
16 Masa lalu Luke
17 Om, aku hamil
18 Teriakan
19 Ukuran Luke
20 Untuk saling menyembuhkan
21 Hamil
22 Nikahi Alya
23 Pindah
24 Rumah baru
25 Luke berulah
26 Kegilan Luke
27 Di rumah sakit
28 Wajah yang sama
29 Jalani
30 Mancing
31 Luke yang murahan
32 Janji Luke
33 Film panas
34 Pertanyaan Alya
35 Don't touch me!
36 Ketahuan
37 Cara Luke.
38 Godaan Luke
39 Kebutuhan Luke
40 Mandi bersama
41 Duren kadaluwarsa
42 Tiger
43 Jantung Luke
44 Di hotel
45 Telpon dari mantan
46 Anak Luke
47 Bertemu Clara
48 Bertemu teman lama
49 Satu tongkat
50 Minta sate
51 Tes DNA
52 Tes DNA (1)
53 Membenci ibu tiri
54 Hasilnya
55 Gangguan
56 Ingin meluluhkan hati anak sambung
57 Tamu tak di undang
58 Seseorang di masa lalu
59 Kemarahan Luke
60 Ke sekolah Mike
61 Kepercayaan untuk Mike
62 Singa betina Luke
63 Masih kesal
64 Semakin dekat
65 Tersentuh
66 Menggoda Luke
67 Bule lebay
68 Titah Clara
69 Bertahanlah
70 Dalang nya
71 bersyukur memiliki mu
72 Pengakuan Mike
73 Menemani
74 Putra kedua
75 Kebahagiaan
76 Kembali unboxing
77 Waktu berlalu.
78 Kepercayaan Luke
79 Rutinitas
80 Hamil?
81 Bayi kembar
82 Tingkah Albert.
83 Dua gadis kembar lucu
84 Keluarga kecil
85 Mike yang sibuk
86 Tugas Mike
87 Pertanyaan kembar
88 Beby
89 Pengasuh
90 Hari pertama Beby
91 Positif
92 Dua kembar usil
93 Sang panutan
94 Di pecat
95 Seasons Mike!
96 Restu
97 Tawa pahit
98 Air mata
99 Pengganti
100 Rencana
101 Di pecat
102 Pekerjaan
103 New York
104 Pikiran bar-bar Beby
105 Pertanyaan Mike
106 Saingan
107 Ajakan menikah
108 Menikah
109 Extra Part 1
110 Akhirnya.
111 Bertemu adik ipar
112 Kabar baik
113 Suprise.
114 Jatuh
115 Hal yang terlewatkan
116 Haru
117 Ajakan malam malam
118 Yang di tunggu
119 Ternyata
120 Tak akan berubah
121 Promosi (I Love Hot Daddy)
122 PROMOSI (Dendam Dan Cinta Suami Cacat)
123 Promosi!! (Mengulang Kisah Bersama Mu)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Brokenhome
2
Masih di abaikan.
3
Pindah
4
Coffe
5
Curiga
6
Rencana Alya.
7
Bondan.
8
Perangkap
9
Teman terbaik.
10
Hantu
11
Satu kamar
12
Luke?
13
Oma Diandra
14
Duda tua
15
Rencana Alya untuk Luke
16
Masa lalu Luke
17
Om, aku hamil
18
Teriakan
19
Ukuran Luke
20
Untuk saling menyembuhkan
21
Hamil
22
Nikahi Alya
23
Pindah
24
Rumah baru
25
Luke berulah
26
Kegilan Luke
27
Di rumah sakit
28
Wajah yang sama
29
Jalani
30
Mancing
31
Luke yang murahan
32
Janji Luke
33
Film panas
34
Pertanyaan Alya
35
Don't touch me!
36
Ketahuan
37
Cara Luke.
38
Godaan Luke
39
Kebutuhan Luke
40
Mandi bersama
41
Duren kadaluwarsa
42
Tiger
43
Jantung Luke
44
Di hotel
45
Telpon dari mantan
46
Anak Luke
47
Bertemu Clara
48
Bertemu teman lama
49
Satu tongkat
50
Minta sate
51
Tes DNA
52
Tes DNA (1)
53
Membenci ibu tiri
54
Hasilnya
55
Gangguan
56
Ingin meluluhkan hati anak sambung
57
Tamu tak di undang
58
Seseorang di masa lalu
59
Kemarahan Luke
60
Ke sekolah Mike
61
Kepercayaan untuk Mike
62
Singa betina Luke
63
Masih kesal
64
Semakin dekat
65
Tersentuh
66
Menggoda Luke
67
Bule lebay
68
Titah Clara
69
Bertahanlah
70
Dalang nya
71
bersyukur memiliki mu
72
Pengakuan Mike
73
Menemani
74
Putra kedua
75
Kebahagiaan
76
Kembali unboxing
77
Waktu berlalu.
78
Kepercayaan Luke
79
Rutinitas
80
Hamil?
81
Bayi kembar
82
Tingkah Albert.
83
Dua gadis kembar lucu
84
Keluarga kecil
85
Mike yang sibuk
86
Tugas Mike
87
Pertanyaan kembar
88
Beby
89
Pengasuh
90
Hari pertama Beby
91
Positif
92
Dua kembar usil
93
Sang panutan
94
Di pecat
95
Seasons Mike!
96
Restu
97
Tawa pahit
98
Air mata
99
Pengganti
100
Rencana
101
Di pecat
102
Pekerjaan
103
New York
104
Pikiran bar-bar Beby
105
Pertanyaan Mike
106
Saingan
107
Ajakan menikah
108
Menikah
109
Extra Part 1
110
Akhirnya.
111
Bertemu adik ipar
112
Kabar baik
113
Suprise.
114
Jatuh
115
Hal yang terlewatkan
116
Haru
117
Ajakan malam malam
118
Yang di tunggu
119
Ternyata
120
Tak akan berubah
121
Promosi (I Love Hot Daddy)
122
PROMOSI (Dendam Dan Cinta Suami Cacat)
123
Promosi!! (Mengulang Kisah Bersama Mu)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!