Di Fitnah

Berita tentang Aditya yang memborong kebutuhan bahan pokok terdengar sampai telinga juragan Mugimin.

Juragan Mugimin mengerutkan keningnya saat mendapatkan berita tersebut "Apa kalian tidak salah lihat? Mana mungkin anak miskin sepertinya mampu membeli barang-barang tersebut?"

"Juragan, saya tidak bohong. Keluarga si Glembo saja di belanjakan Aditya. TV baru dan sembako komplit! " Seno orang kepercayaan Juragan Mugimin menjelaskan dengan detail.

"Dari mana dia dapat uangnya?" juragan Mugimin masih tidak percaya kalau Aditya bisa membeli barang-barang tersebut.

"Saya juga tidak tahu Juragan. Apa mungkin dia melakukan pesugihan?" Seno malah balik bertanya.

Juragan Mugimin mengernyitkan dahi. Sedetik kemudian dia menyeringai karena menemukan cara untuk memberikan Aditya pelajaran.

"Sini kamu Seno!" Mugimin memanggil tangan kanannya itu untuk mendekat kepadanya.

Seno dengan sopan mendekati tuannya itu. Juragan Mugimin langsung membisikkan sesuatu pada Seno.

Seno mengulas sebuah senyum saat mendengar bisikan dari tuannya tersebut. Dia seolah sudah tahu rencana tuannya.

"Kamu lakukan dengan baik!" seru juragan Mugimin.

"Beres tuan!" Seno mengacungkan jempolnya tangannya sambil tersenyum dan meninggalkan juragan Mugimin yang sedang asyik bermain dengan burung peliharaannya.

...***...

Sementara itu Aditya sedang terlelap di kasur barunya. Karena saking nyamannya, dia ketiduran sampai malam hari.

Aditya terbangun saat Glembo membangunkan-nya " Dit, bangun Dit! " Glembo menggoyangkan badan Aditya agar terbangun.

Aditya mengerjapkan matanya, saat dia melihat Glembo dia tersentak kaget dan langsung bangun " Genderuwo!" ucapnya sambil berguling dan jatuh ke tanah.

Bug

"A-Du-Du-Duh! " Aditya memegangi kepalanya, karena jatuh nyungsep barusan.

"Kamu ini Dit, masa lupa sih sama aku?" ucap Glembo terlihat sendu.

Aditya baru sadar kalau di kamarnya ada Glembo di sana "Eh... itu Kamu, Maaf, maaf "

Glembo menghela napas " Dit, aku bawa masakan Ibu, katanya suruh di antar ke kamu"

Aditya langsung berdiri " mana makanannya?" tanya Aditya langsung berdiri.

"Tuh di luar" Glembo menunjuk meja rapuh yang ada di ruang tamu yang berdekatan dengan dapur.

Aditya langsung bergegas keluar, benar saja di meja ada rantang usang dua tingkat yang di letakan disana.

Aditya tanpa ragu membuka rantang tersebut, isinya Nasi satu rantang dan telur dadar yang ditumis.

Baunya sangat harum. Membuat air liur Adit langsung menetes. Tanpa ragu dia memakan-makanan tersebut dengan lahap.

Glembo yang melihat temannya yang memakan makanan buatan ibunya dengan sangat rakus. Dia menggelengkan kepalanya dan mengambilkan Aditya air minum yang ada di dalam kendi.

' Uhuk, uhuk ' benar saja Aditya tersedak.

" Ini minum dulu!" Glembo menyerahkan kendi air pada Aditya.

Glek, glek...

Aditya langsung menenggak air kendi dengan rakus, agar makanan yang membuatnya tersedak masuk kedalam perutnya.

" Ahhh... aku selamat, terima kasih Glembo" ucapnya sambil menyunggingkan senyum.

Glembo hanya nyengir kuda saja, dia kemudian bertanya pada Aditya " Dit, kok barang-barang kamu masih di sini semua?"

Glembo yang melihat barang-barang Aditya belum di bongkar tentu saja keheranan, karena dia saja sudah membongkar barang-barangnya di rumah.

"Aku ketiduran, untung kamu bangunin." jawabnya dengan mulut penuh dengan makanan.

"Memangnya kamu gak pengen nntn tv apa?" tanya Glembo lagi.

"Ya pengen, tapi aku ketiduran gimana lagi?" jawabnya masih dengan menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Kamu gak ikut makan Ndut?" tanya Aditya yang kelupaan jika sahabatnya itu doyan makan.

Glembo menggeleng sambil mengusap perutnya " hehehe... hari ini kami makan besar Dit, jadi aku sudah kenyang"

Prfffff...

Aditya menyemburkan makanannya "Astaga! Aku di kasih makanan sisa kalian ini!?"

Aditya menatap tajam Glembo. Tentu saja Glembo langsung panik "bu-bukan Dit, Ibu sudah menyisihkan buat kamu sumpah!" Glembo membentuk jarinya huruf V agar Aditya percaya padanya.

Aditya menyipitkan matanya " bener ini?!" tanyanya ketus.

Glembo mengangguk, dia yang sudah tahu seberapa kuat Aditya sebenarnya, tentu saja tidak berani menyinggung sahabatnya itu. Walaupun dia yakin kalau Aditya tidak akan menyakitinya.

Aditya tersenyum, dia melanjutkan makannya lagi. Tanpa bicara lagi pada Glembo.

Setelah beberapa saat, Glembo pamit untuk pulang. Karena tugas dari ibunya sudah dia selesaikan.

Aditya keluar dari rumahnya, baru saja dia melangkah keluar. Glembo menabraknya.

Kedubrag

" Aduuhh! " pekik Aditya yang tertimpa tubuh gemoy Glembo.

"Sialan kamu Ndut! ada apa sih?" gerutunya kesal sambil bangkit berdiri.

"Gawat Dit, orang sekampung mencari kamu!" jawab Glembo dengan napas tersengal-sengal.

Aditya mengerutkan keningnya" orang sekampung?, memangnya mereka mau apa?"

"Enggak tahu Dit, mending kamu cepat pergi dari sini cepat!" Glembo yang khawatir sahabatnya itu kenapa-kenapa, dia menyuruh Aditya agar meninggalkan rumahnya.

"Enak saja, pergi, pergi! Ini rumahku, kalau mereka mau macam-macam, sini aku jabanin!" Aditya menyingsing lengan bajunya.

Glembo tidak tahu harus tertawa atau menangis. Walaupun dia tahu Aditya kuat, tapi menghadapi orang sekampung akan sangat merepotkan.

Suara gemuruh langkah kaki semakin mendekat ke rumah Aditya. Glembo tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa pasrah melihat ke adaan yang akan terjadi.

"Aditya pergi kamu dari kampung Karbal!"

"Ya! kamu mengotori kampung Karbal!"

"Ayo seret dia!"

Seno yang memimpin warga kampung, dia terus mengompori mereka semua dengan menyuruh Aditya pergi dari kampung tersebut.

Aditya yang tahu kalau semua ini ulah juragan Mugimin. Dia dengan sangat berani maju kedepan para warga kampung di tengah gelapnya malam, yang hanya di Snari terangnya rembulan.

"Nah ini dia orangnya! Cepat seret dia!" Seno berteriak untuk memancing emosi para warga.

"Benar usir orang yang melakukan pesugihan!" teriak orang di samping Seno yang masih kacung juragan Mugimin.

Aditya yang mendengar teriakan kacung tersebut, dia tertawa terbahak-bahak "Hahahaha...!"

Aditya tertawa sambil memegangi perutnya, dia merasa kalau dua orang kacung juragan Mugimin tersebut sangatlah lucu.

"Apa yang kamu tertawakan brengsek!" bentak Seno pada Aditya.

Aditya menatap tajam Seno " Jangan anggap karena kalian bawahan Mugimin aku takut dengan kalian!"

Seno tentu saja terkejut saat Aditya mengatakan hal tersebut, karena biasanya Aditya hanya akan pasrah saja saat di kerjai atau di hajar bawahan juragan Mugimin.

"Kalian semua percaya dengan ucapan busuk tua bangka ini?! Apa kalian selamanya akan menjadi kacung Mugimin?!" suara Aditya sangat lantang. Membuat para warga yang ada di sana terkejut.

Aditya melangkahkan kakinya mendekati Seno "Apa karena aku bisa membeli barang-barang terus aku di tuduh ini itu?"

"Cih! Semua orang berhak berubah! Dan inilah aku yang sekarang! Aditya Nugroho Pewaris Nugroho yang akan mengguncang dunia! Hahahaha.....!" ucap Aditya sangat percaya diri.

Krik... krik... krik

Semua orang terdiam seketika saat Aditya mengatakan hal tersebut, hanya ada suara jangkrik yang terdengar.

Tiba-tiba...

Hahahaha

Hahahaha

Tawa mereka semua meledak, hingga suasana semakin menjadi riuh, karena menurut mereka Aditya sangat konyol.

Terpopuler

Comments

Atuk

Atuk

🌟🌟🌟🌟🌟

2025-01-03

0

Ty

Ty

jangkrik e lsg metu

2024-09-10

0

Muhammad Kusman

Muhammad Kusman

aditya nugroho is the best/Smile/

2024-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Aditya dan Glembo
2 System
3 Menukarkan Koin Emas
4 Uang Yang Banyak?
5 Di keroyok
6 Otot Kawat Tulang Besi (Gatotkaca)
7 Di Fitnah
8 Aditya Ngamuk
9 Aditya Yang Kejam Atau Baik?
10 Selalu Beruntung
11 Dua Wanita Cantik
12 Level Up
13 Membangun Rumah Aditya
14 Rebecca Le
15 Jalan Bareng Rebecca
16 Di Ganggu
17 Khodam Jin
18 100 Keping Emas
19 Jadi Incaran
20 Rumah Baru
21 Drama Rumah Baru
22 Penyerangan Tidak Terduga
23 Padepokan Kliwung Menyerang
24 Padepokan Kliwung Menyerah
25 Drama Rebecca dan Vivi
26 Membeli Ponsel
27 Kelompok Jambret
28 Banyak Yang Mengincar Aditya
29 Wasesa
30 Berbagi Itu Indah
31 Sedekah dan Sedekah
32 Keris Naga Bunting
33 Uang Aditya Unlimited
34 Rencana
35 Menyerang Padepokan Macan Kumbang
36 Pertarungan Sengit
37 Padepokan Macan Kumbang Takluk
38 Sahabat Selamanya
39 Orang Tua Glembo
40 Drama dua Wanita
41 Sintia dan Glembo
42 Salah Orang
43 Orang-orang yang di Benci Aditya
44 Kemarahan Aditya
45 Kemesraan
46 Dua Pasangan Bucin?
47 Sebuah Konspirasi Gumira
48 Penyerangan Gumira
49 Menang
50 Tegang
51 Menikah?
52 Sah!
53 Kenyataan Pahit Untuk Rebecca Le
54 Rebecca Mengalah
55 Serangan Kejutan
56 Aditya Yang Berbeda
57 Si Peniru
58 Pertarungan yang tidak Sepadan
59 Tak Terduga
60 Miris
61 Kesepakatan
62 Di beri Perusahaan
63 Kota Sihai, Tiongkok
64 Perampok Receh?
65 Salah Kira
66 Bertemu Rebecca?
67 Pengumuman
68 Deal Kerja Sama
69 Pertarungan Di Tiongkok
70 Pertarungan Besar
71 Pertarungan Besar 2
72 Akhir dari pertarungan Besar
73 Hidup Baru
74 Sebuah Petunjuk
75 Gunung Kumbang
76 Buta Ireng (Hitam)
77 Buta Ireng kalah
78 Raja Angkara Jaya
79 Cincin Java Yang Berbeda
80 Sekar Ayu
81 Perkenalan
82 Merasakan Energi Spiritual Musuh
83 Bertemu Musuh
84 Rencana Besar
85 Berbicara dengan Java
86 Mencari Informasi
87 Keris Naga Pati
88 Demo
89 Hukuman
90 Menguji Keris Naga Pati
91 Kekuatan Keluarga Iskandar
92 Mulai Bergerak
93 Rencana yang Tertunda
94 Masuk Sarang Musuh
95 Pembunuhan Masal
96 Rencana di atas Rencana
97 Diskusi dengan Istri
98 Bersiap
99 Banas Pati
100 Kujang dan Bireng
101 Perang Jin
102 Perang Dahsyat
103 Akhir dari Keluarga Iskandar dan Semaka
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Aditya dan Glembo
2
System
3
Menukarkan Koin Emas
4
Uang Yang Banyak?
5
Di keroyok
6
Otot Kawat Tulang Besi (Gatotkaca)
7
Di Fitnah
8
Aditya Ngamuk
9
Aditya Yang Kejam Atau Baik?
10
Selalu Beruntung
11
Dua Wanita Cantik
12
Level Up
13
Membangun Rumah Aditya
14
Rebecca Le
15
Jalan Bareng Rebecca
16
Di Ganggu
17
Khodam Jin
18
100 Keping Emas
19
Jadi Incaran
20
Rumah Baru
21
Drama Rumah Baru
22
Penyerangan Tidak Terduga
23
Padepokan Kliwung Menyerang
24
Padepokan Kliwung Menyerah
25
Drama Rebecca dan Vivi
26
Membeli Ponsel
27
Kelompok Jambret
28
Banyak Yang Mengincar Aditya
29
Wasesa
30
Berbagi Itu Indah
31
Sedekah dan Sedekah
32
Keris Naga Bunting
33
Uang Aditya Unlimited
34
Rencana
35
Menyerang Padepokan Macan Kumbang
36
Pertarungan Sengit
37
Padepokan Macan Kumbang Takluk
38
Sahabat Selamanya
39
Orang Tua Glembo
40
Drama dua Wanita
41
Sintia dan Glembo
42
Salah Orang
43
Orang-orang yang di Benci Aditya
44
Kemarahan Aditya
45
Kemesraan
46
Dua Pasangan Bucin?
47
Sebuah Konspirasi Gumira
48
Penyerangan Gumira
49
Menang
50
Tegang
51
Menikah?
52
Sah!
53
Kenyataan Pahit Untuk Rebecca Le
54
Rebecca Mengalah
55
Serangan Kejutan
56
Aditya Yang Berbeda
57
Si Peniru
58
Pertarungan yang tidak Sepadan
59
Tak Terduga
60
Miris
61
Kesepakatan
62
Di beri Perusahaan
63
Kota Sihai, Tiongkok
64
Perampok Receh?
65
Salah Kira
66
Bertemu Rebecca?
67
Pengumuman
68
Deal Kerja Sama
69
Pertarungan Di Tiongkok
70
Pertarungan Besar
71
Pertarungan Besar 2
72
Akhir dari pertarungan Besar
73
Hidup Baru
74
Sebuah Petunjuk
75
Gunung Kumbang
76
Buta Ireng (Hitam)
77
Buta Ireng kalah
78
Raja Angkara Jaya
79
Cincin Java Yang Berbeda
80
Sekar Ayu
81
Perkenalan
82
Merasakan Energi Spiritual Musuh
83
Bertemu Musuh
84
Rencana Besar
85
Berbicara dengan Java
86
Mencari Informasi
87
Keris Naga Pati
88
Demo
89
Hukuman
90
Menguji Keris Naga Pati
91
Kekuatan Keluarga Iskandar
92
Mulai Bergerak
93
Rencana yang Tertunda
94
Masuk Sarang Musuh
95
Pembunuhan Masal
96
Rencana di atas Rencana
97
Diskusi dengan Istri
98
Bersiap
99
Banas Pati
100
Kujang dan Bireng
101
Perang Jin
102
Perang Dahsyat
103
Akhir dari Keluarga Iskandar dan Semaka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!