Ketika waktunya pulang Anna melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Zahid , gadis itu tahu pria itu pasti sudah tahu jika ia diasingkan di gudang belakang . Anna tahu Zahid sangat perhatian padanya sejak awal mereka bertemu .
Sebagai seorang gadis ia senang ketika ada seorang pria yang memberikannya perhatian apalagi pria itu sebaik Zahid Al Shamma . Tapi kembali lagi ia melihat perbedaan mereka yang bagai bumi dan langit . Anna tak mau berharap lebih jauh agar nantinya dia tidak kecewa .
Sudah tiga kali Anna mencoba menelpon pria itu tapi hanya tidak di angkat juga , sepertinya Zahid memang sedang sangat sibuk .
" Hai An ! "
" Kak Safa .... "
" Kita mau langsung ke restoran atau kau ingin mampir dulu !? "
" Langsung saja Kak "
Hari ini pertama kalinya mereka masuk kerja di restoran KAMMA , Anna terlihat sangat antusias sekali dengan pekerjaan barunya . Mereka bersyukur disana semua orang hangat dan mau menerima walau mereka adalah seorang pekerja baru . Apalagi hanya mereka berdua yang bekerja dengan sistem part time .
Anna dan Safa merasa sang pemilik restoran adalah orang yang hangat dan baik.sehingga menebarkan aura positif pada para pekerjanya . Suasana kekeluargaan di sana sangat terasa sekali .
" Apa kalian sudah makan ? Pasti pulang kuliah kalian langsung kesini . Tadi aku buat pasta lebih dan itu ada di lemari penghangat . Kalian boleh memakannya , jangan sampai kalian sakit disini " kata seorang wanita yang bekerja sebagai chef .
" Tapi ... "
" Makanlah , aku juga selalu sarapan disini karena tidak sempat sarapan di rumah . Nyonya besar yang memberi aturan disini , beliau berkata tidak boleh membiarkan para pekerja kelaparan karena jika kita bahagia maka pengunjung pun akan ikut bahagia . Dia sangat menjamin kesejahteraan para pegawainya "
" Nyonya besar ?? "
" Ya pemilik restoran ini , dia menamai seluruh jaringan restorannya dengan nama putra sulungnya . Aku pernah bertemu dengannya . Dia sangat cantik , ramah dan baik hati . Berbeda sekali dengan suaminya yang sepertinya tidak bisa tersenyum . Sangat menakutkan tapi juga tampan sekali . Aku dengar mereka sedang ada disini untuk pembukaan restoran ini "
Ketika chef wanita itu menyebut tampan tapi menakutkan , Anna langsung teringat dengan Abbio . Walau sangat menyebalkan Anna tak bisa pungkiri jika fisik pria itu sangat sempurna . Wajah tampan berpadu dengan tubuh kekar yang pastinya di gilai oleh para perempuan di luar sana .
Karena memang sudah lapar akhirnya mereka bergantian untuk makan karena kebetulan saat itu sedang ramai pengunjung . Sehabis makan Anna buru buru ke dapur lagi untuk segera membantu mengantar pesanan pengunjung yang semakin ramai .
Dan ketika membawa segelas lemon tea pesanan salah seorang pengunjung langkah kakinya tiba tiba terpeleset sesuatu hingga ia menjatuhkan air dalam gelas yang di bawanya . Dan naas air itu mengenai seorang anak perempuan cantik yang berumur sekitar sepuluh tahunan .
" Akkhhh ... Maaf ... maaf .. aunty tidak sengaja " panik Anna yang melihat baju anak perempuan itu basah .
Tapi anak perempuan itu tidak marah ataupun menangis . Dia tersenyum sambil mengibaskan bajunya yang basah dengan tisu yang kebetulan ada di dekatnya .
" Tidak apa apa Aunty , kami yang salah karena bermain di sini . Tadi mainan adikku yang membuat kaki aunty terpeleset "
" Kak Cherryl .. kau tidak apa apa ??! "
Anna menoleh melihat anak laki laki berparas sangat tampan itu , ia seperti tidak asing dengan wajah itu .
" Tidak apa apa , hanya sedikit basah . Kakak bawa baju ganti kok ! Lain kali jangan jatuhkan mainan sembarangan ya , itu tadi aunty jadi terpeleset . Sekarang kita susul Langit , tadi mama bilang kita tidak boleh main terlalu lama disini . Aunty aku pergi susul mama ke dalam dulu ya , lain kali lebih hati hati agar tidak terpeleset lagi seperti tadi "
" Ok cantik .... " sahut Anna mengacungkan jempolnya , setelah itu ia berbalik.untuk mengambil lemon tea yang baru .
Tapi langkahnya terhenti ketika seorang pelayan berjalan menghampirinya .
" Tadi aku sudah kirim air lemon teanya karena aku melihat kau terpeleset . Apa kau tahu siapa dua anak yang berbincang denganmu tadi ??! "
" Tidak ... "
" Menurut yang aku dengar anak perempuan itu adalah anak angkat pemilik restoran ini , sedangkan satu lainnya adalah putra pertamanya namanya Janu Kamma Adipraja "
" Adipraja !!?? "
Pantas saja Anna seperti pernah melihat wajah anak laki laki itu karena saat pernikahan Gaffar dan Bu Sri Janu sangat suka menciumi Anandara . Tapi ia tidak pernah melihat putri angkat bernama Cherryl itu waktu itu Aira dan Bumi tidak membawanya serta ke lndonesia .
Anna bahagia karena bekerja pada orang yang tepat , setidaknya ia tak merasa sendiri lagi karena setidaknya pemilik restoran ini berasal dari negara yang sama dengannya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Yulay Yuli
ngekost aja An
2024-10-26
0
kalea rizuky
pergi aja lah
2024-09-13
0
Nur Bahagia
hehhh kekurangan nya anna yaitu ceroboh 🤦♀️
2024-08-11
0