Anna hanya bisa menelan kekecewaannya saat tahu pria arogan itu memilihkan tempat sebuah bangunan yang ada di dekat bangunan tempat para maid istirahat . Bangunan yang ia kenal sebagai gudang penyimpanan bahan pokok .
Bangunan itu memang cukup besar dan mempunyai dua lantai , satu lantai untuk gudang dan lantai atas adalah ruang kosong yang dulunya adalah tempat untuk menyimpan lukisan lukisan bersejarah para pendahulu Al Shamma .
Dan karena jaman yang semakin modern kemudian lukisan lukisan itu di tempatkan di sebuah galery yang sengaja di bangun khusus untuk benda seni milik keluarga . Juga bertujuan menghilangkan kesan angker di bangunan itu .
Lantai atas bangunan tersebut cukup indah sebenarnya ,.tapi jika tinggal di sana hidupnya seperti terisolasi dari penghuni mansion lainnya . Tidak mungkin ia akan naik turun hanya untuk keperluan yang tidak begitu penting karena pasti akan banyak membutuhkan tenaga .
" Emhhh ... nanti aku bisa bicara pada Dwayne agar aku bisa menemani Nona di sana . Tempat ini sangat sepi , pasti hanya akan ada hantu jika malam hari "
Anna tersenyum pada gadis yang mengkhawatirkannya tersebut , ia melangkah menuju balkon kamar barunya yang ternyata tidak perlu membuang tenaga membersihkannya . Kamar itu sudah bersih , Anna hanya perlu membuka setiap kain yang digunakan untuk menutup setiap detil yang ada di kamar itu .
Sepertinya kamar itu sudah di bersihkan tanpa sepengetahuan siapapun .
" Tempat ini indah , aku bisa melihat kesibukan kalian dari sini . Aku malah merasa saat ini aku menjadi Rapunzel yang ada di kastil dan menanti pangeran untuk datang membebaskan aku "
" Jangan bercanda Nona , tempat ini sepi sekali "
" Hei ... tidak masalah . Aku memang membutuhkan tempat yang sepi.agar aku bisa lebih konsentrasi belajar "
" Tapi bagaimana jika tengah malam Nona lapar atau haus ?! "
" Ada satu ruangan lagi di samping kamar ini , aku akan membeli kompor sendiri agar bisa memasak makananku sendiri . Anggap saja aku kos di sini "
" Nona .... "
" Jangan jatuhkan aku untuk menghadapi ini semua . lni tidak terlalu buruk ! Aku sangat butuh dukunganmu Rose ! Jika kau memberiku semangat maka aku bisa menjalaninya dengan baik baik saja "
Rose hanya mengangguk , tapi ia tak bisa menahan bulir bulir air mata yang perlahan membasahi pipinya . Anna mendekat ketika melihat sahabatnya sekuat tenaga sedang menahan isakannya .
" Pasti sakit jika ditahan , tidak apa apa jika sekali kali kita menangis Rose "
Dan kemudian mereka saling berpelukan untuk saling menguatkan , karena Anna pun tak kuasa untuk menahan air matanya . Berkali kali ia meyakinkan diri sendiri jika ia pasti bisa melewati ini semua . Suatu saat mungkin ia akan mengingat hal ini sebagai salah satu cambuk agar bisa berusaha lebih keras untuk mencapai cita citanya .
Dia beruntung setidaknya ada Rose yang ada di sisinya sebagai sahabat , karena mungkin tanpa gadis itu dia tidak akan bisa melewati ini semua .
Dan di sebuah kamar yang cukup besar kepala pelayan terlihat sedang bersama gadis muda yang merupakan maid di mansion itu .
" lbu pintar karena bisa menghasut tuan muda agar lalat pengganggu itu di singkirkan ke gudang belakang . Walau bangunan itu tidak jelek tapi pasti dia tidsk.sksn betah karena sangat sepi "
" Sudah berkali kali aku bilang , jangan panggil aku ibu apapun dsn dimanapun itu ! "
" Tapi kita sedang ada di kamar Bu , tidak ada yang akan tahu ataupun mendengarnya "
" Disetiap sudut rumah ini mempunyai telinga , aku sempurna di mata mereka ! Tidak ada yang tahu jika selama ini aku memiliki anak di luar hubungan pernikahan "
" Ckk ... kapan aku bisa menjerat salah satu tuan muda di rumah ini Bu ?? "
" Ada kaca besar di situ jika kau ingin mengaca terlebih dahulu . Kau terlalu percaya diri jika kau bisa menjerat Abbio ataupun Zahid . Bukan hanya kecantikan atau tubuh seksimu yang bisa menarik hati mereka ! Kau butuh rencana ... "
" Aku sudah lakukan semua cara agar mereka tertarik padaku , tapi jangankan tertarik melirik pun tidak ! Dan gadis kamoung itu langsung bisa membuat mereka bertekuk lutut . Abbio memang terlihat membencinya tapi aku bisa melihat perhatian yang tulus di dalamnya "
" Pergilah !! Kita bicara besok lagi , setidaknya sekarang Tuan muda Abbio sudah jauh dari dia . Dan aku peringatkan padamu , jaga mulutmu itu !! "
" Tapi usahakan secepatnya , aku tidak mau hidup susah lagi Bu !! "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
karin Ke
hedewhhh,,,, siapa lg sihh ini 😏😏😏😏😏😏
Safa kh 🙄🙄🙄🙄🙄🙄
2024-04-07
0
Andriyati
nah bener kan tebakan aku,, kepala pelayanan nya gak beres
2024-03-20
0
Susi Susiyati
hadeeh ada musuh dlm selimut abbio smga km bisa lebih waspada,orng yg seharusnya di curigai atau pun di bnci ada di dekat km.g mungkin g ada mksd klo kepala pelayan bs mmpengaruhi otak km yg terbuat dr tepung beras.
2024-03-19
0