9

Malam harinya Abbio mencium bau harum dari arah dapur . Dia melihat jam dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 , tidak biasanya maid memasak pada malam hari begini , lagipula dapur khusus maid ada sendiri di bangunan belakang tempat para maid tidur .

Perlahan Abbio turun ke lantai bawah karena jujur saja perutnya merasa lapar setelah mencium bau harum masakan tadi . Dan dahinya berkerut ketika melihat siluet seorang wanita sedang memasak di dapur .

Wanita itu sepertinya hanya menyalakan lampu senter dari ponselnya agar tidak mengganggu penghuni rumah lainnya . Sepertinya wanita itu sudah selesai memasak karena terlihat sudah mematikan kompornya .

KLEKK ...

Abbio menyalakan lampu hingga ruangan dapur kembali terang benderang . Wanita itu berjengit kaget karena merasa ada orang di belakangnya .

" Sedang apa kamu ??!!!! " sinis Abbio sambil mendekat , ia ingin melihat asal bau wangi yang ada di penggorengan yang ada di depan wanita itu .

" Tuan ... maaf kalau saya sudah mengganggu istirahat anda " sahut Anna terbata .

Abbio melihat nasi yang sudah berwarna kecoklatan di wajan itu , sepertinya nasi bercampur telur dan beberapa sayuran itu sudah menjadi gosong karena tak lagi berwarna putih .

" Kau buat racun lagi untukku ?? "

Anna merutuki laki laki itu yang sangat suka menuduhnya dengan hal yang tak masuk akal . Tadi dia merasa lapar karena dia hanya memakan seiris roti bakar yang di buat oleh Rose untuknya .

Tadi dia memberanikan diri pergi ke dapur dan hanya menemukan nasi , jadi dia berinisiatif untuk membuat nasi goreng .

" Racun itu bukan untuk anda ... tenang saja tuan ! Itu racun untuk saya . Jangan khawatir saya sudah terbiasa makan racun seperti ini " jawab Anna saking sebalnya .

" Cihh ... siapa yang sudi mengkhawatirkan gadis seperti dirimu . Melihatmu saja aku sudah muak !!! Gembel !!! "

Anna memejamkan matanya , entah kenapa mulut pria tampan didepannya tidak bisa berkata hal yang manis . Mulut itu selalu saja mengeluarkan kata kata yang sangat menyakiti hatinya .

" Jika anda muak melihat saya maka tuan boleh kembali ke atas ... "

" Tapi ini rumahku !! Kau tidak berhak mengusirku !! "

" Jika begitu saya yang pergi .... "

Anna membalikkan badannya untuk mengambil dua piring untuk menaruh nasi goreng yang telah ia buat . Sebenarnya ia sengaja membuat dua porsi karena berniat membangunkan Rose agar bisa ikut mencicipi masakannya .

" Tapi ini dapur milikku "

" Saya tahu , makanya saya pergi ! Dan silahkan jika masih ingin berada di sini karena ini dapur anda "

" Berani kau .... Itu juga nasi milikku "

" Ini racun " sahut Anna , walau sebenarnya ia sudah berkeringat dingin karena takut tapi dia kumpulkan seluruh keberaniannya agar pria itu tidak selalu menindasnya .

" Duduk !! Aku ingin melihatmu makan racun yang sudah kau buat .... "

Tanpa bertanya Anna langsung duduk dan menyendok nasi gorengnya , ia benar benar lapar jika untuk terus meladeni kegilaan sulung Al Shamma itu .

Abbio menelan ludahnya kasar melihat betapa lahap gadis di depannya makan . Pipi gadis itu menggembung karena penuh dengan nasi dengan mata bening yang sesekali melirik sebal padanya .

Sungguh cara makan gadis itu malah membuat hatinya sedikit tergelitik , tidak seperti wanita wanita lain yang selalu menjaga tata cara makan dengan makan hanya sedikit . Tak jarang mereka tidak menghabiskan makanannya agar terlihat lebih anggun dan berkelas .

Tak lama sepiring nasi itu sudah habis tak bersisa , tapi Abbio melihat Anna terlihat baik baik saja . Bahkan gadis itu sudah menggeser satu piring nasi yang tadi belum tersentuh olehnya .

" Stopp !! Jangan sentuh piring itu "

" Kenapa ?? Racun ini terlalu kuat , saya khawatir jika ada yang memakan ini dan akan menjadi sakit . Jadi saya putuskan untuk menghabiskan semuanya "

" Tunggu ... sepertinya aku bisa belajar sedikit demi sedikit agar kebal pada racun buatanmu . Bawa ke sini nasi gosong itu "

" Ini nasi goreng tuan ... "

" Iya digoreng sampai gosong "

Anna berdiri dan membawa piring berisi nasi goreng ke depan Abbio . Sesaat pria itu melihat dengan teliti setiap butir nasi yang ada dipiring itu , membuat Anna menahan tawanya . Baru kali ini dia bertemu dengan orang yang tidak pernah makan nasi goreng .

Mata pria itu mengerjab ketika sudah memasukkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya . Kepalanya manggut manggut kemudian menyendok lagi hingga isi piring itu ludes tak bersisa .

" Anda habiskan racun yang saya buat ?? Anda tidak takut dengan reaksi racun itu

setelahnya ?? "

" Besok lagi buatkan aku sepiring nasi gosong seperti ini lagi . Sepertinya aku harus membuat diriku kebal dengan lebih sering makan racun yang kau buat "

Setelah berkata seperti itu Abbio berjalan ke atas menuju kamarnya . Entahlah setelah makan nasi buatan gadis menyebalkan itu dirinya merasa sangat mengantuk .

Dan Anna masih berdiri di dapur dengan mulut mengerucut , tak pernah ia bertemu laki laki yang searogan dan menyebalkan seperti tuan mudanya .

Terpopuler

Comments

Fareza Gmail.Com

Fareza Gmail.Com

aku malah nungguin abbio keselek nasi goreng saking geramnya

2025-01-07

0

kalea rizuky

kalea rizuky

cangkemu biii kudu tak hihh

2024-09-13

0

Nur Bahagia

Nur Bahagia

bahasa muu bii abbiii.. bilang aja enak, gengsi banget cangkeme 🤣

2024-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 33
35 34
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 B Capt 1
144 B Chapt 2
145 B Chapt 3
146 B Chapt 4
147 B Chapt 5
148 B Chapt 6
149 B Capt 7
150 B Chapt 8
151 B Chapt 9
152 B Chapt 10
153 B Chapt 11
154 B Chapt 12
155 B Chapt 13
156 B Chapt 15
157 B Chapt 15
158 B Chapt 16
159 N Chapt 17
160 B Chapt 18
161 B Chapt 19
162 B Chapt 20
163 B Chapt 21
164 B Chapt 22
165 B Chapt 23
166 B Chapt 24
167 B Chapt 25
168 B Chapt 26
169 B Chapt 27
170 B Chapt 28
171 B Chapt 29
172 B Chapt 30
173 B Chapt 31
174 B Chapt 32
175 B Chapt 33
176 B Chapt 34
177 B Chapt 35
178 B Chapt 36
179 B Chapt 37
180 B Chapt 38
181 B Chapt 39
182 B Chapt 40
183 B Chapt 41
184 B Chapt 42
185 B Chapt 43
186 B Chapt 44
187 B Chapt 45
188 B Chapt 46
189 B Chapt 47
190 B Chapt 48
191 B Chapt 49
192 B Chapt 50
193 B Chapt 51
194 B Chapt 52
195 B Chapt 53
196 B Chapt 54
197 B Chapt 55
198 B Chapt 56
199 B Chapt 57
200 B Chapt 58
201 B Chapt 59
202 B Chapt 60
203 B Chapt 61
204 B Chapt 62
205 B Chapt 63
206 B Chapt 64
207 B Chapt 65
Episodes

Updated 207 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
33
35
34
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
B Capt 1
144
B Chapt 2
145
B Chapt 3
146
B Chapt 4
147
B Chapt 5
148
B Chapt 6
149
B Capt 7
150
B Chapt 8
151
B Chapt 9
152
B Chapt 10
153
B Chapt 11
154
B Chapt 12
155
B Chapt 13
156
B Chapt 15
157
B Chapt 15
158
B Chapt 16
159
N Chapt 17
160
B Chapt 18
161
B Chapt 19
162
B Chapt 20
163
B Chapt 21
164
B Chapt 22
165
B Chapt 23
166
B Chapt 24
167
B Chapt 25
168
B Chapt 26
169
B Chapt 27
170
B Chapt 28
171
B Chapt 29
172
B Chapt 30
173
B Chapt 31
174
B Chapt 32
175
B Chapt 33
176
B Chapt 34
177
B Chapt 35
178
B Chapt 36
179
B Chapt 37
180
B Chapt 38
181
B Chapt 39
182
B Chapt 40
183
B Chapt 41
184
B Chapt 42
185
B Chapt 43
186
B Chapt 44
187
B Chapt 45
188
B Chapt 46
189
B Chapt 47
190
B Chapt 48
191
B Chapt 49
192
B Chapt 50
193
B Chapt 51
194
B Chapt 52
195
B Chapt 53
196
B Chapt 54
197
B Chapt 55
198
B Chapt 56
199
B Chapt 57
200
B Chapt 58
201
B Chapt 59
202
B Chapt 60
203
B Chapt 61
204
B Chapt 62
205
B Chapt 63
206
B Chapt 64
207
B Chapt 65

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!