episode iii

Tok tok tok

Ketuk Aggam pada pintu kamar Aara.

Cklekkk

Aara membuka pintu, dan melihat Aggam yang menatap tidak suka padanya

Aggam melangkah masuk ke dalam kamar Aara, dan Aara masih berdiri di dekat pintu kamarnya melihat punggung laki laki yang baru menjadi suaminya tapi.

"Mulai besok, semua pekerjaan yang berada di villa ini menjadi tugas mu, setiap pagi kau harus ke Kamar ku lebih dulu dan membersihkan semua kamarku, aku akan menggaji mu Karena posisi mu di sini tetap lah pembantu, dan aku tidak segan segan menghukum mu jika kau melakukan sedikit saja kesalahan "Kata Aggam penuh penekanan pada Aara.

Aara mengangguk patuh pada Aggam lalu kembali menunduk. "Dan ingat, jangan pernah kau membuka cadarmu itu di hadapanku, meskipun kau halal bagiku tapi aku tidak mau melihat wajah mengerikan mu itu." Ujar Aggam dengan mulut pedasnya.

Aara kembali mengangguk lalu meremas ujung gamisnya mendengar ucapan Aggam yang sangat tidak menyukainya.

Aggam melangkah mendekati Aara lalu mengangkat tangannya mencengkram keras dagu Aara, Aara refleks memegang tangan Aggam karena terlalu sakit akibat cengkraman Aggam pada Dagunya, tapi Aara tetap hanya diam membiarkan Aggam menyakitinya.

"Dengar sini, jika ayah ku bertanya pada mu tentang kekasihku, jangan sekali kali kau mengatakan apa pun, kalau sampai kau berani mengatakan apa apa pada ayahku tentang yang kau lihat di villa ini, aku tidak segan segan menghukum mu, Yang akan membuatmu berhenti bernafas" Kata Aggam melepas kasar tangan Aara yang memegang tangannya, Aggam mengelap bekas pegangan Aara di bahu Aara yang di tutupi jilbab panjangnya.

"Mengerti!" Sentak Aggam lagi, Aara buru buru mengangguk lalu sedikit

menjauhkan dirinya dari Aggam, dia takut jika Aggam kembali menyakitinya.

Setelah itu Aggam keluar dari kamar Aara. Kristal bening di kedua bola mata Aara akhirnya luruh setelah menahannya sedari tadi, Aara mengunci pintunya dengan rapat lalu membuka cadarnya, terlihat lah wajah cantik dan Anggun yang di tutupi oleh cadarnya.

"Apa lagi ke depannya, akan seperti apa lagi kekejamannya yang akan aku dapatkan, Hiks hiks hiks. "Tangis Aara menekan dadanya dan mengecilkan suaranya.

Flashback

Ting!

Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Dimas saat sebentar lagi Aggam akan melangsungkan ijab kabul.

Dimas membuka pesan tersebut dan ternyata foto foto putri nya Fadilah yang sedang tidur bersama seorang pria dalam satu selimut, kebetulan ayah Aggam juga melihat foto Fadilah dan mereka berdua langsung sama sama kaget.

Aggam tersenyum tipis saat sadar apa yang di lihat oleh ayahnya dan juga papa Fadillah.

"Kita tunda dulu acaranya sebentar, maaf ada hal yang ingin kami bincangkan terlebih dulu" Kata Dimas pada beberapa tamu undangannya.

Akhirnya acara pun di tunda buat sementara waktu.

,,,

Di toko bunga Aara melihat arloji yang melingkar di tangannya sudah hampir pukul dua "Mbak Elina(pemilik toko bunga) apa aku sudah bisa pulang ke rumah, soalnya sebentar lagi Fadilah akan menikah. "Ujar Aara meminta izin pada Elina.

Elina tersenyum pada Aara dan mengangguk "Tentu saja, pulang lah, atau kau mau aku menghantar mu, Takut nantinya kau telat lagi" Tawar Elina sambil memegang perutnya yang menonjol, karena Elina sedang hamil 7 bulan.

Aara sudah ikut bekerja dengan Elina saat dia berusia 15 tahun, kerja paruh waktu sambil sekolah, Elina dan juga suaminya sudah menganggap Aara seperti adik kandung mereka sendiri. Elina lagi hamil anak keduanya, dan Elina juga memberi kan gaji yang lumayan besar untuk Aara, sengaja untuk membantu keuangan Aara yang sering di bebankan oleh tante dan juga sepupu nya.

"Tidak usah mbak, lihat lah perut mbak yang besar seperti itu, Aku ikut angkot saja. "Elina tersenyum dan mengangguk.

Aara pun langsung keluar dari toko Elina untuk mencari angkot.

,,,

Di rumah Dimas

Plakkkk

Dimas menampar keras wajah anaknya di depan Aggam dan keluarga nya di kamar tempat Fadilah di dandani.

" Bikin malu, di mana papa mau menaruh wajah papa pada tetamu undangan, bagaimana kau bisa melakukan hal yang menjijikan seperti ini Fadilah!" Bentak Dimas pada Fadillah.

"Cukup mas, kau menyakiti putri kita dan masih lagi memarahi nya. "Marah Difa pada suaminya tidak terima anaknya di tampar oleh suaminya

"Ini akibat nya jika kau terlalu memanjakan anak ini, kau bahkan tidak sadar dengan apa yang dia lakukan di belakang mu. "Dimas memarahi Difa istrinya yang selalu membela Fadillah walaupun putrinya salah.

Terpopuler

Comments

pustakawan usmaita

pustakawan usmaita

semua perbuatan suatu saat skan terima balasannya

2024-03-25

0

Muj Ran

Muj Ran

yg sabar Aara suatu saat kau akan bahagia berkat kesabaran mu

2024-03-22

0

Muj Ran

Muj Ran

sombongnya selangit lihat saja pasti kau akan jilat kembali ludah yg sdh kau buang Aagam

2024-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 episode 4 iii
5 episode iii
6 episode 6 iii
7 episode 7 iii
8 episode 8 iii
9 episode 9 iii
10 episode 10
11 episode 11 iii
12 episode 12
13 Bab 13
14 episode 14 i
15 Episode 15
16 episode 16
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 episode 22
23 episode 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 Bab 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52 iii
53 53 i
54 54
55 55
56 56
57 57 iii
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 71
72 72. i
73 73 i
74 74
75 Bab i75
76 76
77 77 ii
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 Bab 90
91 91
92 92 i
93 93 iii
94 94 iii
95 95
96 96 iii
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104 iii
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112 i
113 113 ii
114 114 iii
115 115
116 pengumuman
117 116
118 Pelangi setelah hujan
119 Pelangi setelah Hujan: permintaan terakhir ibu
120 Pelangi Setelah Hujan: Semua terjadi seperti sebuah mimpi
121 Pelangi setelah Hujan: kau tidak sendiri
122 Pelangi Setelah Hujan:
123 Pelangi Setelah Hujan: pengakuan Bima
124 Pelangi Setelah Hujan: Penjelasan Bima
125 Pelangi Setelah Hujan : Kesialan
126 Berbohong
127 Pelangi Setelah Hujan: aku seperti ingin muntah
128 Pelangi Setelah Hujan: Suka sesama jenisnya
129 Pelangi Setelah Hujan: Aku bisa ketahuan
130 Pelangi Setelah Hujan: Gawat ini mah
131 Pelangi setelah Hujan:gay
132 Pelangi Setelah Hujan iii
133 tidak peka iii
134 Pelangi setelah hujan. kecewa
135 Pelangi setelah hujan: mau menjauh dari mu iii
136 pelangi setelah hujan: mengatakan sesuatu
137 Pelangi setelah hujan
138 Pelangi setelah hujan: ada apa dengan nya
139 Flashback
140 Pelangi setelah hujan: kau hanya Salah faham
141 Kayak Anak kecil
142 Pelangi setelah hujan: Bertemu Dafin
143 Pelangi setelah hujan: Jahil Dafin
144 Pelangi setelah hujan: Awas kau Dafin ii
145 pelangi setelah hujan:Malam pertama
146 Pelangi setelah hujan: Adegan homo
147 ...
148 Bab 148
149 Bab ii
150 Bab 2
151 Bab
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
episode 4 iii
5
episode iii
6
episode 6 iii
7
episode 7 iii
8
episode 8 iii
9
episode 9 iii
10
episode 10
11
episode 11 iii
12
episode 12
13
Bab 13
14
episode 14 i
15
Episode 15
16
episode 16
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
episode 22
23
episode 23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
Bab 33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52 iii
53
53 i
54
54
55
55
56
56
57
57 iii
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
71
72
72. i
73
73 i
74
74
75
Bab i75
76
76
77
77 ii
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
Bab 90
91
91
92
92 i
93
93 iii
94
94 iii
95
95
96
96 iii
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104 iii
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112 i
113
113 ii
114
114 iii
115
115
116
pengumuman
117
116
118
Pelangi setelah hujan
119
Pelangi setelah Hujan: permintaan terakhir ibu
120
Pelangi Setelah Hujan: Semua terjadi seperti sebuah mimpi
121
Pelangi setelah Hujan: kau tidak sendiri
122
Pelangi Setelah Hujan:
123
Pelangi Setelah Hujan: pengakuan Bima
124
Pelangi Setelah Hujan: Penjelasan Bima
125
Pelangi Setelah Hujan : Kesialan
126
Berbohong
127
Pelangi Setelah Hujan: aku seperti ingin muntah
128
Pelangi Setelah Hujan: Suka sesama jenisnya
129
Pelangi Setelah Hujan: Aku bisa ketahuan
130
Pelangi Setelah Hujan: Gawat ini mah
131
Pelangi setelah Hujan:gay
132
Pelangi Setelah Hujan iii
133
tidak peka iii
134
Pelangi setelah hujan. kecewa
135
Pelangi setelah hujan: mau menjauh dari mu iii
136
pelangi setelah hujan: mengatakan sesuatu
137
Pelangi setelah hujan
138
Pelangi setelah hujan: ada apa dengan nya
139
Flashback
140
Pelangi setelah hujan: kau hanya Salah faham
141
Kayak Anak kecil
142
Pelangi setelah hujan: Bertemu Dafin
143
Pelangi setelah hujan: Jahil Dafin
144
Pelangi setelah hujan: Awas kau Dafin ii
145
pelangi setelah hujan:Malam pertama
146
Pelangi setelah hujan: Adegan homo
147
...
148
Bab 148
149
Bab ii
150
Bab 2
151
Bab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!