.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Prraaanggg....
Piring dibanting begitu saja oleh Rudi, dia tidak suka dinda mengungkit soal apapun yang berhubungan dengan uang.
" Cuma segitu saja bangga !! Kamu kira aku tidak bisa membeli makanan seperti ini, kalau begini ceritanya lebih baik besok - besok jangan ada lagi makan malam keluarga seperti ini. Benar - benar memalukan, baru juga bisa membeli makanan seperti ini sudah bangga, perhitungan , dasar adik tidak tahu diri !! " Seru rudi dengan amarah nya.
Semua pasang mata menatap kearah rudi yang sedang memarahi dinda. Satria sebagai suami dan sebagai lelaki yang punya tanggung jawab menjaga dinda tidak terima dengan sikap rudi yang membentak dinda dengan kasar. Satria juga tidak tinggal diam, dia menjawab perkataan rudi namun dia bicara dengan lembut dan sopan.
" Mas rudi sudah jangan diperpanjang lagi. Tolong bicaralah dengan baik tanpa harus menggunakan emosi, dinda ini juga adik nya mas rudi." Ucap satria mencoba menghentikan amarah rudi.
" Heehhh... Siapa kamu ngatur - ngatur aku ? Kamu disini itu tidak ada hak untuk bicara, kamu bukan siapa-siapa..Aku tidak sudi menganggapmu adik ipar. Cuma pedagang cendol saja bangga. " Cibir rudi semakin melebar kemana - mana.
Pak karim masih menjadi penonton keributan antara anak dan menantunya. Dia sudah hafal betul dengan karakter anak - anak dan menantunya.
" Satria sudahlah kamu jangan ikut campur, ini urusan antara adik dan kakak. Kami sebagai kakak hanya ingin menasehati dinda agar dia tidak kurangajar dan sombong. Sombong kalau suaminya orang kaya atau direktur sih tidak masalah,ini sombong tapi suaminya hanya pedagang cendol " Ucap reno ikut berbicara.
Semua orang yang ada di meja makan ikut tertawa dengan lantang kecuali pak karim dan beni. Beni suami rena memang tidak banyak bicara dan jarang mau ikut campur dengam urusan para iparnya.
" Sudah diam ! Jika kalian mau terus ribut lebih baik kalian keluar dari rumah bapak. Disini kita itu untuk makan bukan untuk ribut, rudi reno !! Duduk !!" Ucap pak karim yang akhirnya membuka suara.
" Ini semua gara - gara dinda pak. Dia sombong, hanya soal makanan sampah ini saja dia mengungkit " Seru rudi kesal.
" Jika kamu menganggap makanan ini sampah lebih baik kamu tidak usah ikut makan. " Seru pak karim bijak.
" Bapak tidak bisa seperti itu dong. Bagaimanapun rudi ini anak kita, tidak boleh asal bapak usir begitu. Sudah rudi, sekarang lebih baik makan dan jangan perdulikab ucapan bapakmu" Ucap ibu rahayu membela rudi.
Merekapun melanjutkan makan malam yang sempat tertunda karena sebuah keributan. Selesai makan malam,mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk berbincang - bincang santai. Kali ini sarah dan sinta yang harus mencuci piring dan peralatan makan yang kotor. Rena membuatkan teh dan kopi untuk teman mereka mengobrol.
Biasa nya pekerjaan itu sudah menjadi tigas dinda seorang diri dan tak jarang satria juga membantunya. Namun berkat pak karim akhirnya dinda terbenas dari tugas itu.
Saat mereka sedang mengobrol tiba - tiba ada suara mobil masuk di pekarangan rumah pak karim. Ibu rahayu dan rena sudah tahu siapa yang datang, tamu itu memang sengaja mereka yang mengundang.
" Assaamualaikum " Seru seseorang dari luar rumah.
" Waalaikumsalam " Jawab semuanya serempak. Kini rena, sinta dan sarah sudah ikut bergabung dan duduk disamping suaminya masing - masing.
Sedangkan anak rena, tiara dan gibran sedang menonton televisi. Rudi sudah mempunyai 1 anak perempuan berumur 15 tahun saat ini sedang duduk di bangku SMA kelas 1, sedangkan reno mempunyai anak laki - laki yang berusia 12 tahun saat ini kelas 6 SD.
" Ehh... Nak tono ?. Silahkan masuk nak , ibu kira kamu tidak jadi datang." Ucap ibu rahayu menyambut hangat kedatangan tono.
" Iya bu " Jawab tono sopan.
Tono masuk lalu menyalami semua orang yang ada diruangan itu. Tatapannya terlihat mengejek saat menyalami satria.
* Ngapain sih anak ini datang kerumah ?. Apa dia ada urusan dengan ibu, tapi urusan apa?* Gumam dinda.
Dinda memang mengenal tono karena tono dulu kakak kelasnya saat SMA dan tono pernah mengutarakan perasaannya kepada dinda dan dinda menolaknya.
" Kalian sudah kenalkan sama tono ?" Tanya ibu rahayu.
Dengan serempak anak - anak ibu rahayu mengangguk . Apalgi rudi dan reno memamg mengenal baik tono. Mereka kerja di perusahaan yang sama namun beda jabatan, tono sekarang sudah menjabat sebagai menejer sehingga rudi dan reno pun segan dengan tono meski usia mereka jauh berbeda.
" Satria ini itu tono, dia teman SMA nya dinda. Sekarang dia sudah sukses dengan menjadi seorang menejer diperusahaam besar. Dulu padahal ibu sangat berharap dinda bisa menikah dengan tono ehh tapi menikahnya sama kamu, dinda memang bodoh pilih suami lelaki kere " Ucap ibu rahayu sinis.
" Ibu ! Hargai satria sebagai suaminya dinda " Tegur pak karim.
" Heleh bapak ini dikit - dikit selalu membela satria. Bapak dikasih apasih sama menantu miskin bapak ini ? " Tanya ibu rahayu kesal.
" Sudah pak, tidak apa-apa. Lebih baik bapak istirahat saja " Ucap satria tidak mau memperpanjang masalah apalagi sekarang pak karim sering sakit - sakitan.
Pak karim mengangguk lalu dia meninggalkan perkumpulan yang sudah tidak sehat lagi. Benar kata satria lebih baik dia istirahat. Dia percaya dengan satria, satria menantu yang baik dan bisa membahagiakan dinda.
" Tono ini kopinya " Ucap rena meletakkan kopi untuk tono.
" Terimakasih mbak rena " Jawab tono sopan.
" Memangnya mas tono ini bekerja dimana ?" Tanya satria ingin tahu banyak tentang tono.
" Saya bekerja di STR Group, sudah 5 tahun saya bekerja disana. Dan sudah 3 bulan ini saya dipercaya menjadi menejer pemasaran, jabatan menejer itu gajinya besar loh. Sekitar 17- 25 juta , belum intensif dan bonusnya. Apa kamu mau bekerja disana juga, tapi sebagai OB.. Lumayan daripada keliling jualan cendol " Ucap tono dengan angkuhnya.
Satria dan dinda hanya tersenyum tipis, mereka belum tahu jika pemilik STR Group ada dihadapannya. Sekarang juga satria bisa mendepak mereka dari perusahaan dengan satu kali panggilan telepon. Tapi belum saatnya, satri ingin bermain - main dengan para tikus - tikus kecil perusahaanya.
" Terimakasih. Saya lebih senang menjadi tukang cendol " Ucap satria.
" Bodoh ! " Gumam tono pelan tapi masih bisa didengar oleh satria.
" Coba dulu kamu menikah dengan tono Din, pasti saat ini hidupmu sudah bahagia dan terjamin. Tidak akan merasakan yang namanya kesusahan uang." Ucap ibu rahayu benar-benar tidak menghargai satria sebagai menantunya.
" Kebahagiaan tidak di ukur dengan uang bu. Aku dan mas satria sudah hidup bahagia, meskipun hanya pedagang cendol mas satria sangat bertanggung jawab. Bahkan aku tidak pernah merepotkan orang tua dan tidak pernah meminta pinjaman uang sama ibu kan ? Tidak seperti yang bekerja kantoran tapi sering pinjam uang dan masih saja merepotkan " Ucap dinda menyindir kakak - kakanya.
Rudi, reno dan rena mengepalkan kedua tangannya, mereka tersinggung dengan perkataan dinda. Namun karena ada tono orang yang mereka segani akhirnya mereka bertiga meredam amarahnya.
" Ren, aku bawa anak - anak pulang ya. Kasihan gibran sudah mengantuk " Ucap beni memilih mengajak anak - anaknya pulang daripada harus ikut membahas hal yang tidak penting.
" Oh... Ya sudah tidak apa - apa mas " Jawab rena.
Beni mengajak kedua anaknya pulang dengan mengendarai motor, biar saja rena pulang dengan jalan kaki , lagi pula jarak rumah juga tidak terlalu jauh.
" Bahagia itu perlu uang dinda " Ucap sarah ikut bersuara.
" Bener itu din. Karena kesalon kita butuh duit, jalan butuh duit semua butuh duit dinda " Tambah sinta.
" Itu kalau mbak sarah dan mbak sinta tapi tidak dengan dinda. Buat apa bahagia dan bisa beli ini itu tapi uang hasil yang tidak jelas " Ucap dinda langsung membungkam mulut para iparnya.
" Maksud kamu apa din ?" Tanya reno.
Dinda hanya menganggkat kedua tangannya sambil mencebikkan bibirnya. Jujur reno, rudi dan tono tersinggung dengan perkataan dinda. Ucapan dinda itu dikit tapi tepat sasarannya.
" Satria ! Ibu minta kamu ceraikan dinda agar dinda bisa ibu nikahkan dengan tono, biar ibu bisa membanggakan tono sebagai menantu ibu" Ucapan ibu rahayu bagaikan sambaran petir bagi dinda dan satria.
Ibu rahayu sudah keterlalun, teganya dia meminta satria untuk menceraikan dinda agar dinda bisa mereka nikahkan dengan tono. Mereka hanya memandang orang dari segi harta kekayaannya saja.
" Ibu ! " Bentak dinda dengan lantang.
" Ibu tidak takut berdosa bicara seperti itu ? dinda tidak menyangka jika ibu mempunyai fikiran yang picik seperti itu. Ingat bu , sampai kapanpun aku dan mas satria tidak akan bercerai !! Lihat saja suatu saat kalian semua akan menyesal , termasuk kamu Tono !!" Bentak dinda dengan lantang.
" Kamu membentak ibumu dinda ? Dasar anak kurangajar kamu dinda ! Aku ibu yang sudah melahirkanmu tapi kamu bicara keras kepadaku. Ingat dinda jika surgamu itu ada pada ibumu ini. " Seru ibu rahayu.
" Maaf, dinda tidak bermaksud untuk menentang ibu..Tapi ibu benar - benar sudah kelewatan. Maaf, dinda dan mas satria tidak bisa ikut melanjutkan obrolan ini. Kami mau pulang,kami butuh istirahat karena besok mas satria harus jualan. " Ucap dinda bangkit dan menarik tangan satria meninggalkan perkumpulan orang - orang yang tidak waras itu.
Satria mengikuti langkah kaki dinda, dia tahu saat ini dinda sedang menahan tangisnya. Dinda tidak mau terlihat lemah dihadapan keluarganya sehingga dia menahan air matanya, dan saat sudah sampai rumah air mata itu tumpah bagaikan air hujan yang turun dengan derasnya.
******
RATE BINTANG 5 NYA YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Dhian Kusumorini
maaf thor...masih byk typo yaaa😅
jd bingung bacanya, nama istri satria itu dinda ato anisa? ato anisa itu nama tokoh di novel author yg lain? 😁
2024-05-18
0
Tri Utari Agustina
Mereka tidak tahu kalau Satria itu Direktur
2024-03-24
5
Dhe K
terimakasih thor utk cerita nya....
tapi kenapa rata rata tokohnya cuman etok etok misquin yaaaaaa....
kok hidup ku ndak etok etok tapi ajeg misquin thorrr 😭😭😭😭😭😭
2024-02-18
0