.
.
.
💕💕💕💕💕💕💕💕
Kehidupan dinda dan satria kini sudah berubah, semenjak dinda tahu siapa suaminya yang sesungguhnya kini penampilannya sedikit berubah. Itu semua juga atas permintaan sang suami,satria ingin memberikan kebahagian untuk dinda dengan memberikan sesuatu yang memang dulu belum bisa dia berikan.
Satria masih tetap berjualan es cendol, meskipun kini fasilitas dan keungannya sudah kembali normal lagi, satria tetap menjalankan kehidupannya sebagai seorang pedagang es cendol keliling.
" Wah mbak dinda pakai gelang ? emas baru ya mbak ?" Tanya ibu-ibu saat dinda sedang ikut arisan mingguan dirumah ibu RT.
" Alhamdulillah suami saya dapat rezeki lebih bu jadi bisa membelikan saya gelang ini. Ini pun sebagai tabungan bu,kalau nanti butuh uang bisa dijual lagi. " Ucap dinda merendah.
Kali ini dinda hanya memakai 1 gelang saja dan tidak ada yang lainnya. Bahkan gelang yang dia pakai gelang dengan gram paling kecil agar tidak terlalu mencolok saat berkumpul dengan ibu- ibu yang lainnya. Dinda tidak mau dibilang pamer dan sombong apalagi ada kakanya juga yang ikut arisan.
" Heleh...mungkin itu juga gelang imitasi. Mana mungkin pedagang es cendol bisa beli perhiasan. Pendapatan seharinya saja sekitar 30 ribu, jadi jangan percaya omongan dinda. Dia itu cuma bohong agar dibilang banyak duit " Ucap rena tetap mencibir dinda.
" Mbak rena kok bicaranya seperti itu sih ?. Dinda ini adiknya mbak rena loh, seharusnya mbak rena ikut senang jika suami dinda punya rezeki lebih. Karena dari keempat anaknya pak karim hanya dinda yang hidupnya pas - pasan. Maaf ya din tidak bermaksud membicarakan kehidupan kamu. " Ucap ibu Rt terlebih dahulu meminta maaf agar tidak ada yang salah paham.
" Iya ibu Rt tidak apa-apa. Biarpun suami saya cuma pedagang cendol keliling, alhamdulillah selama ini kami tidak pernah merepotkan orang tua. Kami hidup apa adanya dan tidak memaksakan kehendak, buat apa bergaya kalau dari hasil minta orang tua atau hutang.Benar begitukan ibu Rt ?" Tanya dinda sambil melirik ibu Rt.
Ibu Rt hanya mengangguk sambil tersenyum namun dia menutup mulutnya dengan tangannya. Dia tahu orang yang dimalsud oleh dinda, siapa lagi kalau bukan Rena sang kakak yang sombong dan tidak tahu diri.
" Kamu menyindirku ?" Sentak rena dengan kesal.
" Loh... Siapa yang menyindir mbak rena. Saya tidak menyindir mbak rena, lagi pula disini banyak ibu- ibu yang lainnya dan kenapa mbak rena merasa teesindir? Atau mbak rena memang merasa ?" Ucapan dinda berhasil membuat rena terdiam.
Namun rena tetaplah rena sibiang rusuh yang selalu menyebabkan keributan dan huru hara di setiap ada pertemuan dan arisan ibu - ibu. Dimana ada rena pasti disitu ada keributan.
" Sudah kenapa jadi ribut sih. Rena, lebih baik kamu itu diam saja, selalu kamu loh yang bikin keributan " Tegur ibu indah.
" Loh ibu indah kenapa nyalahin saya sih ? Seharusnya dinda yang ibu salahkan karena dia sudah menyinggung saya. " Protes rena tidak terima.
" Kenapa harus dinda ? Dinda loh tidak menyinggung siapa-siapa, kamunya saja yang lebay " Jawab ibu indah.
Melihat perdebatan semakin memanas membuat ibu Rt mengambil tindakan dengan segera memulai acara arisan minggguan mereka. Arisan mingguan ini hanya diikuti oleh sekitar 25 ibu-ibu dan hanya arisan uang 50 ribu saja perminggu.
Arisanpun dikocok dan ternyata yang mendapatkan arisan dinda. Betarti untuk minggu depan arisan ada dirumah dinda.
" Alhamdulillah " Seru dinda penuh syukur.
" Minggu depan jangan ada yang datang kerumah dinda cukup uangnya saja yang datang. Arisan dirumah dinda pasti sajiannya hanya es cendol hahahaaa " Ucap rena dengan tawa lepasnya tetap merendahkan adik kandungnya sendiri.
" Mbak rena ini kenapa sih kok sepertinya selalu cari masalah sama dinda ?" Tanya dinda dengan berani.
" Karena suami kamu miskin !! Coba kalau suami mu kaya , kami semua akan memperlakukan kamu dan suami mu dengan baik. Tahu tidak ? Kami ini malu punya adik ipar kok tukang cendol, muskin pula" Jawab rena dengan ketus.
" Astaghfirullahaladzim " Seru ibu - ibu yang lain beristigfar setelah mendengar pengakuan dari rena. Kakak kandung dinda tapi seperti musuh, sedikitpun tidak ada rasa simpatik kepada adiknya.
Dinda juga hanya bisa beristigfar dalam hati, tidak menyangka kakaknya akan bicara seperti itu di hadapan banyak orang. Sehingga terlihat jika dind dan satria tidak ada harga dirinya sama sekali di hadapan keluarganya. Orang - orang jadi tahu jika selama ini satria tidak diterima baik di kuarga dinda.
" Bukan masalah hidangan mewah atau tidaknya, arisan ini dibuat dengan tujuan untuk mempererat tali silahrurahmi kita antar warga karena tidak setiap hari kita bisa berkumpul begini dan saling bertegur sapa. Mbak rena jika ada masalah dengan dinda dan mas satria lebih baik dubicarakan dirumah jangan ditempat umum seperti ini. Seperti tidak pernah sekolah saja " Ucap ibu Rt sambil meliril sinis kearah rena.
Suasana kembali hening dan ibu - ibu sudah sibuk mengunyak makanan yang disediakan oleh ibu Rt. Terlihat rena makan kue paling banyak bahkan kue satu piring yang ada didepannya sudah berpindah kedalam perutnya semua.
* Huhh... Ngakunya orang kaya tapi makan saja seperti orang yang tidak pernah makan * Gumam ibu indah.
********
Seperti biasa setiap malam minggu anak - anak pak karim dan ibu rahayu datang kerumah untuk acara makan malam bersama. Sebenarnya dinda malas, mengingat tadi siang rena sudah membuat keributan saat arisan. Sudah pasti dia mengadu dengan ibu rahayu dan masalah itu pasti akan dibahas saat selesai makan malam.
" Kenapa kamu tidak datang dari tadi ? Kamu sengaja datang hanya untuk makan saja ? Enak sekali hidup kamu? Seharusnya sudah dari sore kamu datang dan membantu ibu memasak, lihat sendirikan jam segini bari ada sup dan tempe goreng saja . Sebentar lagi kakak - kakakmu akan datang. " Ucap ibu rahayu memarahi dinda karena dinda datang selesai sholat magrib.
Jika ada acara makan malam keluarga memang dinda yang dibuat repot. Dari sore dia harus sudah masak ini dan itu sesuai permintaan kakak - kakaknya. Namun tidak hari ini, dinda memang sengaja datang habis magrib. Seharian dia tidak mengindahkan panggilan dari ibunya , bahkan telepon pun tidak dia hiraukan.
" Aku seharian capek bu." Jawab dinda singkat.
" Capek ngapa sih ? Terus kalau begini kakakmu mau makan malam pakai apa ? Padahal sarah minta buatkan ayam bakar dan ikan mas bakar, itu bahannya ada dikulkas belum ibu apa - apain. Percuma juga kamu datang jam segini" Ucap ibu rahayu tetap menggerutu.
Huufff...
Dinda menghela nafas dengan beraat, ibunya selalu pilih kasih..Padahal dulu ibunya tidak seperti ini, dia berubah saat dinda menikah dengan satria. Perlakuam ibu rahayu dan ke tiga anaknya benar - benar berubah, dinda sendiri sangat menyayangkan kelakuan kakak-kakaknya itu.
" Dinda tadi bawa makanan nanti kita makan malam pakai itu saja,sudah sekarang ibu kedepan sambut para anak - anak tersayang ibu dan biar dinda siapkan makanannya." Ucap dinda sambil meletakkan rantang 3 susun diatas meja makan.
" Hehh... Makanan apa yang kamu bawa din ? Bukan makanan sampah kan ? Awas saja kalau makanan sampah bakal ibu buang itu makanan" Ucap ibu rahayu tanpa memperdulikan perasaan dinda.
Hati dinda benar - benar sakit saat mendengar perkataan ibunya. Sudah 2 tahun ini dinda dan suaminya diperlakukan secara tidak adil oleh ibu rahayu. Namun sedikitpun dinda tidak mau protes dengam ibunya, itu semua karena dinda tidak mau membuat keributan dengan ibunya sendiri.
Dinda mulai membuka rantang susunnya dan mulai memindahkan makanan dalam rantang kewadah sayur yang sudah disiapkan. Dinda membawa makanan yang dia juga dapat deri beli, ada rendang daging, capcai campuran udang dan ada sambal ati ampela.
Semua keluarga sudah berkumpul dimeja makan ,mereka semua menatap menu makan malam yang sedikit berbeda karena tumben ada rendang daging nya juga.
" Wah ada rendang daging bu " Seru rudi.
" Awas ada yang bungkus bawa pulang bu" Seru rena menambahi.
" Sudah makan - makan saja tidak perlu ribut " Tegur pak karim.
Ibu rahayu sendiri tidak menyangka jika dinda membawa makanan yang cukup mewah. Bahkan selama ini belum ada menu rendang daging di setiap acara makan malam mereka.
" Ayam bakar dan ikan mas bakar tidak ada , tidak jadi masalah bu. Ada rendang sama sambal ati ampala juga ini makanan favorite sarah. Ibu memang paling the best deh." Ucap sarah istri reno tidak tahu diri.
" Maaf ya sarah, tadi ibu tidak sempat memasak pesanan kamu..Tapi lain kali ibu akan memasak untuk kamu." Ucap ibu rahayu.
" Mulai minggu besok kalau makan malam harus keluat biaya masing - masing jika ingin dimasakin ini dan itu. Dan jangan lupa datang lebih awal untuk masak sama - sama. Jangam bisanya mengandalkan aku saja yang disuruh masak, aku ini bukan babu kalian" Seru dinda dengan kesal.
Satria mengusap lengan dinda dengan pelan agar dinda tidak tebawa emosi menghadapi para kakak dan iparnya.
" Heleh kamu kan juga cuma numpang makan dirumah ibu jadi wajar dong kalau kamu ikut masak. Karena kamu juga tidak pernah memberi ibu uang bulanan" Ucap rena dengan mulut yang penuh dengan makanan.
" Aku memang belum pernah memberi ibu uang bulanan tapi apa yang kalian makan setiap malam minggu itu aku yang memasak dan bahannya juga sebagian aku yang beli. Bahkan makanan yang saat ini terhidang dimeja ini semua aku yang beli menggunakan uang suamiku. Jadi disini siapa yang tidak tahu malu ?" Ucap dinda kesal.
Pranggg.....
********
RATE BINTANG 5 NYA YUK KAK.
LIKE,KOMENTAR,VOTE,FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH. 🙏🙏❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Inaherlinasofia
hhhmm selalu ada aja yaaa kk kamu Dinda
2024-06-10
0
Qiqi
Bagus Dinda lawan KK mu itu
2024-05-08
0
Cah Dangsambuh
ayo dinda tunjukkan taringmu
2024-03-03
3