.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Pov. Dinda
Hari ini keempat anak dan menantu bapak berkumpul dirumah orang tuaku. Biasa nya kami berkumpul setiap malam sabtu atau malam minggu. Tapi ini baru malam kamis bapak dan ibu sudah memanggil kami semua, sebenarnya aku malas untuk datang karena suamiku pasti yang akan dihina dan menjadi bahan gunjingan kakak - kakak ku.
Namun akhirnya aku terpaksa datang karena mas satria memaksaku untuk datang. Mau tidak mau akhirnya kami datang.
" Ada apa bapak mengumpulkan kami dirumah bapak? Apa ada yang penting atau mau bagi - bagi warisan ?" Tanya mas Rudi kakak tertua ku dengan tidak tahu malunya.
Orang tua masih sehat dan segar bugar sudah menanyakan soal warisan. Lagi pula warisan mana lagi yang mereka inginkan ? Karena setahu ku ketiga kakakku itu sudah mempunyai bagian nya masing - masing dan sudah dibagikan. Ketiga kakak ku setelah mereka berumah tangga waktu itu sudah diberikan bagiannya masing - masing 150 juta, hanya aku yang tidak diberikan apa - apa. Karena aku anak ragil dan aku kebagian rumah yang ditempati oleh orang tua ku. Namun aku dan mas satria enggan untuk tinggal dengan orang tuaku,aku tidak tahan dengan mulut para kakak ku.
" Bukan soal warisan tapi ini soal hutang " Ucap ayah ku membicarakan soal hutang.
Kami semua saling pandang karena aku sendiri tidak punya hutang apapun kepada kedua orang tuaku. Tapi tidak tahu kalau ketiga kakak ku. Aku mencoba diam dan mendengarkan kembali penjelasan bapak.
" Bapak punya hutang 100 juta dan bapak ingin meminta tolong kalian untuk membayarkan hutang bapak. Karena bapak kena tipu . Bapak kan punya 4 anak dan masing - masing anak bapak minta bantuan 25 juta " Ucap bapak membuat kami semua terperangag. Apalagi aku, dapat darimana uang 25 juta itu.
" Hutang apa dan bapak terkena tipu apa ?" Tanya ibu yang juga terlihat kaget
" Iya kenapa sebanyak itu juga pak ?" Tanya mas reno yang terlihat terkejut dengan hutang yang dimiliki bapak.
" Bapak tidak mau menceritakan apa dan bagaimana, sekarang yang bapak butuhkan uang 25 juta dari masing - masing anak bapak " Ucap bapak begitu santainya meminta bantuan 25 juta dari masing - masing anaknya.
Aku dan mas satria tentunya sangat bingung, dapat darimana uang 25 juta itu. Bahkan uang sebanyak itu saja aku belum pernah melihatnya. Disini aku semakin kasihan dengan suamiku , pasti dia akan kena hina lagi dari kakak - kakakku.
" Tidak bisa begitu dong pak. Uang 25 juta itu banyak loh pak,mana aku bisa. Kalau mas reno dan mas rudy sih bagi mereka kecil. Aku sih punya uang segitu, tapi itu uang tabungan untuk beli mobil pak" Ucap mbak rena dengan menggerutu.
" Kalau diantara kita ada yang tidak memberi uang 25 juta itu, aku juga tidak mau memberinya. Enak saja mentang - mentang aku anak paling tua aku harus menanggung semuanya " Ucap mas rudi dengan kesal.
" Aku setuju dengan mas rudi. Aku juga butuh uang untuk keluarga ku,enak saja bapak yang berhutang tapi kita yang di suruhnya ." Tambah mas reno ikut setuju dengan mas rudi.
Kini tatapan mereka tertuju kepadaku dan mas satria. Bahkan mata para mbak ipar ku pun menatap sinis kearah kami. Sedari tadi kami memang hanya diam menyimak tanpa keluar pendapat apapun dari mulut kami. Aku tahu mas satria pasti sedang bingung bagaimana cara mendapatkan uang 25 juta.
" Satria akan berikan uang 25 juta itu besok untuk membantu bapak bayar hutang " Ucap mas satria dengan percaya dirinya nya.
" Mas, mau dapat darimana uang sebanyak itu ?" Tanya ku serius.
Hahaaaa haaaa haaaa
Ketiga kakak ku tertawa beserta para kakak ipar ku. Terkecuali mas Beni, mas beni memang tidak sombong seperti yang lainnya dia hanya irit bicara saja.
" Satria , satria mau dapat uang darimana kamu uang sebanyak itu ? Kamu yakin besok bisa memberikan uang 25 juta itu? Dasar miskin tapi mimpinya ketinggian. " Ucap mas rudi sambil tertawa.
" Dia mau mimpi dulu siapa tahu besok pagi bisa mendapatkan uang mas. " Istri mas reno ikut menertawakan suamiku.
Isshhh mas satria ini apa - apaan sih kenapa juga mesti bilang menyanggupi memberi bapak uang untuk membayar hutang. Kalau beginikan dia semakin dibulli sama saudara ku.
" Dasar menantu miskin " Seru ibu ku membuat hatiku sakit. Sebagai seorang istri aku pasti tidak suka jika suamiku dihina apalagi itu keluarga ku sendiri.
" Iya bu aku memang miskin tapi aku akan usahakan besok uang itu ada " Jawab mas satria.
" Ok kita tunggu besok. Kalau kamu tidak bisa memberikan uang itu kamu harus meninggalkan dinda karena aku tidak mau mempunyai menantu yang kere dan suka ingkar janji" Ucap ibu ku tanpa memikirkan perasaanku.
" Ibu !!" Bentak bapak tidak suka dengan perkataan ibu yang tidak punya perasaan.
Bapak terlihat menatap tajam kearah ibu , ibu hanya melengos tanpa mau mengakui kesalahannya. Itulah ibuku, selalu ingin menang sendiri dan ingin keinginannya selalu di turuti.
" Satria ini menantu kita , dia suaminya dinda. Maksud ibu bicara seperti itu apa ? Jangan bilang ibu sengaja ingin memisahkan dind dan satria ? " Tanya bapak penuh emosi.
" Sudahlah, malas ibu bicara sama bapak. Kamu urusin saja hutang bapak dan ingat jangan menyusahkan ketiga anak dan menantuku.Bapak minta saja sama menantu kesayangan dan anak kesayangan bapak, dinda dan satria itu " Seru ibu ku mulai marah dan pasti akan masuk kekamar mandi.
Begitulah watak ibuku, jika bapak mulai bicara dia akan menyangkal,membantah dan akan masuk kamar. Bicara apapun jika ada ibu pasti akan berujung pertengkaran. Huuh... Aku mencoba menghela nafas panjang agar lebih tenang menghadapi ibu.
" Mas lebih baik kita pulang saja, kasihan anak - anak dirumah tidak ada yang menemani." Ucap mbak rena mengajak mas beni pulang. Sepatah katapun mas beni tidak bersuara.
Mas beni hanya mengangguk pelan, lalu bangkit dan menyalami bapak dan keluar dari ruang tamu. Mereka menaiki motor kebanggaan nya , motor nemex yang dibelinya 3 bulan yang lalu, bilangnya sih kas tapi aku tidak percaya dengan ucapwn mbak rena.
Mas rudi dan mas reno juga pulang dengan istrinya masing - masing. Mereka tanpa berpamitan lalu keluar dari rumah. Mas reno dan mas rudi memang punya mobil, aku sih ikut senang melihat kakak - kakakku sukses. Tapi aku tidak suka dengan sikap sombongnya berasa dia paling kaya dan sukses. Padahal masih ada langit diatas lagit.
" Satria , dinda kamu pulanglah. Kalian istirahatlah, besok kan kamu jualan " Ucap bapak dengan lembut.
" Iya pak , kami akan segera pulang " Ucap mas satria dengan sopan.
Setelah berpamitan dan menyalami bapak aku dan maa satria keluar dari rumah orang tuaku . Kami sengaja berjalan karena jarak rumah kami tidak jauh dari rumah orang tuaku. Motor kami memang motor jadul dan suaranya sedikit berisik dan itu serin dipermasalahkan ibu saat kami datang membawa motor.
Aku dan mas satria sudah sampai di depan rumah kontrakan kami. Rumah sederhana namun nyaman, tidak ada barang mewah yang kami punya. Hanya ada Tv tabung 14 inci itupun dulu aku beli bekas dengan harga 250 ribu. Bahkan tukang es tapi tidak punya kulkas,mungkin kalau orang diluaran sana tahu pasti mereka akan menertawakan kami.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 211 Episodes
Comments
Royan Sinaga
semangat
2024-06-26
0
sugino gino
jadi males baca kalau menceritakan diri sendiri
2024-05-01
0
Firman Firman
dasar idiot ibu dan anak sama sama ular tunggu lah tanggal mainnya 😡
2024-02-02
1