19. Arti Sebuah Mimpi

...Ketika sebuah harapan tidak dapat tercapai dengan Berjinjit atau melompat. Maka Bersujud Lah untuk Mencapainya....

...🍁...

Mendengar nasihat dari sang ummi sedikit banyak mampu merubah pandangan Annisa yang sebelumnya terasa begitu gamang.

Gamang akan beberapa hal yang terasa begitu memenuhi kepala, dan terasa menyesakan dada.

"Nak" panggil ummi Fatimah dengan lembut.

"Ya Ummi ?" Jawab Annisa sopan.

"Satu hal yang perlu Annisa tahu" Ucap ummi

"Biarkan bumi yang mendengarkan, langit yang mengantarkan, dan Allah yang mengabulkan" Ucap ummi Fatimah kemudian. Menutup perbincangan diantara keduanya, karna setelahnya ummi Fatimah harus kembali ke dalam rumah, Setelah Abi Ali meminta ummi Fatimah untuk masuk.

Annisa tersenyum mendengar nasihat sang ummi, dengan menganggukkan kepala , tanda memahami apa yang Umminya katakan.

Setelah memberikan beberapa nasihat pada Annisa, Ummi Fatimah kembali kedalam rumah, untuk menemui beberapa tamu dan saudara jauh yang baru saja datang.

Disusul Annisa yang berjalan di belakang Ummi Fatimah untuk menemui saudara-saudaranya juga, sekedar bertegur sapa, karena Annisa memang sebelumnya jarang bertemu dengan saudaranya, terlebih ketika Annisa berada di luar negeri.

"MashaAllah calon pengantin" sapa beberapa saudara dari Ummi Fatimah.

Annisa hanya mengulas senyum dari balik cadar yang dia kenakan.

"Selamat ya Annisa, Calonnya dokter ganteng, betah pasti di rumah" goda beberapa orang saudara Annisa.

Annisa pun terkekeh mendengar celotehan para saudaranya.

Setelah cukup bertegur sapa dengan para saudara. Annisa memilih kembali ke dalam kamarnya.

Mengambil air wudhu, dan membuka mushaf Al-Qur'an miliknya, untuk menunggu datangnya waktu ashar, Annisa memilih untuk membaca beberapa ayat disana.

Annisa terdengar begitu khusyuk dalam bacaan nya saat itu, hingga tanpa terasa buliran bening merembes begitu saja dari sudut mata indahnya.

Entah hal apa yang begitu membuatnya begitu emosional saat ini.

Yang Annisa tahu hanyalah Air matanya tidak juga kunjung berhenti, Annisa merasa air matanya tidak pernah surut, meski selalu dia keluarkan.

Annisa bahkan pernah mendengar sebuah nasihat, jika seseorang yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, akan ada banyak rintangan, dan juga ujian yang datang.

Sejenak Annisa berpikir mungkinkah keraguan yang dia alami saat ini juga merupaka. ujian dadi rencana pernikahannya.

Tidak dapat di pungkiri, seketika pikiran buruk pun menghinggapi hati Annisa.

"Apa Annisa salah mengambil keputusan ini ya Robb?" Gumam Annisa di sela-sela bacaan Alquran nya.

"Astaghfirullah " ucap Annisa dengan cepat , ketika menyadari begitu lancang otaknya meragukan ketentuan dari Allah.

***

Karena Panik Annisa begitu cepat memacu kuda besi miliknya, motor Scoopy yang merupakan kesayangan Annisa sejak dulu.

Menyusuri jalanan sepi di pinggiran kota yang di tumbuhi banyak pohon teh di samping kanan dan kirinya sepanjang perjalanan Annisa.

Meski terasa begitu sejuk dan menyenangkan, berkendara di antara hamparan pohon teh yang membentang luas di sekitarnya, namun tidak dengan Annisa yang merasa kan kepanikan yang teramat sangat.

Mendapatkan sebuah kabar jika Pesantren yang di kelola Abi Ali mengalami kebakaran hebat. Hal itu cukup membuat Annisa merasa panik dan khawatir, terlebih mengingat bagaiman kondisi para santri yang ada di sana , dan bagaimana keluarganya saat ini.

Pikiranya pun kini melayang entah kemana, hingga sebuah suara keras menyadarkan dari lamunan.

Brak.

Sebuah gerobak bakso, yang tanpa sengaja tertabrak oleh motor milik Annisa , membuat isi dari gerobak itu menghambur seketika.

"Neng gimana sih, jangan Meleng dong neng kalau nyetir " Ucap pemilik gerobak sate tersebut

"Maaf pak , Saya buru buru pak" Ucap Annisa panik.

Seketika kejadian tersebut mengundang banyak pasang mata untuk mendekat pada keduanya.

Tak jarang banyak orang yang memarahi Annisa dengan mengatakan hal-hal buruk padanya.

Beberapa meminta pertanggung jawaban dari Annisa dan berusaha mendesak gadis tersebut untuk mengakui kesalahannya.

"Tanggung jawab neng, jangan kabur " Ucap beberap orang yang ada di sana.

"Wu"

"Wu"

"Wu"

Sorak sorak beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut.

Seketika Annisa merasa sangat takut, Bahkan beberap orang disana sengaja menghancurkan motor Scoopy kesayangan Annisa Agar Annisa tidak dapat menghindar atau kabur, itu menurut mereka.

"Maaf pak " Ucap Annisa dengan linangan air mata.

"Maaf pak, saya tidak sengaja" ucapnya lagi dengan suara bergetar.

"Saya akan mengganti semua kerugian ini, Tapi setelah semua urusan saya selesai pak" tawar Annisa dalam kepanikan yang dia rasakan.

"Enak aja !, tanggung jawab dulu neng baru pergi !" Ucap beberapa orang disana.

Annisa semakin dibuat takut dengan kemarahan banyak orang yang mengerubungi dirinya, hingga lutut nya terasa begitu lemas tanpa tenaga.

Hampir saja Annisa terjatuh ke aspal, namun secepat kilat sebuah tangan kekar meraih tubuhnya yang terhuyung akibat lemas yang dia rasakan.

"Tenang !, Kau aman Bersama ku" ucap seseorang yang kini samar-samar Annisa dengar.

Sebuah suara lantang yang terasa menenangkan, membuat hati Annisa seketika damai dan hilang lah rasa takut di hatinya, namun siapakah pemilik suara tersebut.

Dalam hati Annisa bertanya-tanya, tentang sang pemilik suara.

Annisa merasa mata indahnya seketika buram, hanya suara dari sang penolong yang terasa sangat jelas terdengar, dan begitu familiar Annisa rasakan.

"Annisa... !" Sebuah panggilan yang seketika terdengar jelas.

"Nis .. Annisa !" Panggil nya lagi dengan menggoyangkan tubuh Annisa yang basah oleh keringat.

"Astaghfirullah " Ucap Annisa setelah dirinya terjaga dari tidur singkatnya.

"Kamu mengigau ?" Tanya Aisha yang menyadari sang adik tidur di atas sajadah dengan memeluk mushaf Al-Qur'an miliknya

"Kamu mimpi apa ?, jangan tidur sore-sore Annisa !" Ucap Aisha memperingati.

"Astaghfirullah mba, Maaf " Ucap Annisa kemudian dengan mengelap keringat yang membasahi wajahnya.

Setelah kesadarannya penuh, Annisa sejenak berfikir, jika dia hanya bermimpi dalam tidur singkatnya sore itu.

"Astaghfirullah mba , Annisa belum Shalat ashar" ucapnya kemudian.

Menyadari dia tertidur sebelum masuk waktu shat Ashar, dan saat ini dia terjaga saat waktu sholat magrib hpir tiba.

Bergegas Annisa menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu, setahnya melaksanakan sholat ashar yang telah terlewat begitu saja.

***

Kediaman Zyan

Persiapan pernikahan juga begitu terasa di kediaman keluarga pak Malik.

Meski tidak banyak keluarga berkumpul, karena semua pekerjaan di kerjakan oleh orang-orang kepercayaan dan juga wo yang telah di sewa.

Zyan pun telah mengajukan cuti untuk dua Minggu kedepan, guna untuk persiapan pernikahan hingga acara bulan madu yang juga telah dia persiapkan bersama Annisa.

Hanya dengan membayangkan kebersamaan nya dengan Annisa saja membuat Zyan merasa senang.

Terlebih membayangkan bagaimana dirinya nanti setelah menikah, membayangkan bagaimana malam pertama keduanya, bahkan Zyan telah memikirkan ingin memiliki keturunan dari Annisa,berapa jumlah anak yang dia inginkan.

Indah ?

Sudah pasti.

Karena Zyan memang begitu mendambakan Annisa sejak lama, terlebih gadis itu begitu misterius menurutnya, dan berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah Zyan temui dan menjadi kekasihnya.

Hingar bahagia begitu kental terasa di dalam diri Zyan, hingga senyuman di wajah tampannya tidak pernah lekang.

Menyiapkan semua persiapan dengan begitu baik, bahkan Zyan sendiri yang memilih segala sesuatunya, termasuk memesan kebaya untuk sang calon istri.

***

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

pertanda apa mimpi anissa dan siapa pria yg menyelamatkanya

2024-11-26

0

Nurlela Nurlela

Nurlela Nurlela

gerobak bakso atau sate ?🤔

2025-01-21

0

Isabela Devi

Isabela Devi

moga Yasmin dan emran cepat tiba sebelum Anisa menikah

2024-08-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Prolog
2 2. Pertemuan Kedua
3 3. Kemarahan Emran Al-Fatih
4 4. Pertemuan Anisa Dengan Sosok Tak Terduga
5 5. Telepon Pertama
6 6. Kemarahan Emran
7 7. Zyan Malik Abdullah
8 8. Cadar Annisa
9 9. Resign
10 10. Kepulangan Annisa
11 11. Kebahagiaan Yasmine
12 12. Mencari Annisa
13 13. Sebuah Informasi
14 14. Pertemuan Pertama
15 15. Melamar Annisa
16 16. Jawaban Annisa
17 17. Keceriaan Yasmine
18 18. Nasihat Ummi
19 19. Arti Sebuah Mimpi
20 20. Menjelang hari bahagia
21 21. Hal Baru
22 22. Tamu Tak di Undang
23 23. Hamil
24 24. Alasan Sebenarnya
25 25. Terkadang aku lelah, Namun tidak akan Menyerah
26 26. Kedatangan Tamara
27 27. Permintaan Tamara
28 28. Pelajaran Sabar
29 29. Pertemuan Annisa Dengan Yasmine
30 30. Tangisan Yasmine.
31 31. Kamar Annisa
32 32. Keberanian Tamara
33 33. Meloloskan Diri
34 34. Pagi Hari
35 35. Sebuah Harapan
36 36. Detik -Detik
37 37. Kebenaran.
38 38. Tabayun
39 39. Sesuatu yang Tak Terduga
40 40. Satu Tarikan Nafas
41 41. Kamar Annisa 2
42 42. Bukan Pernikahan Kontrak
43 43. Pertanyaan Annisa
44 44. Pandangan Pertama Emran
45 45. Keberangkatan
46 46. Kamar
47 47. Diperlakukan Baik
48 48. Kesan Pertama
49 49. Senam Jantung
50 50. Keceriaan di pagi hari
51 51. Kedatangan Orang Baru
52 52. Tamu tak diundang
53 53. Semua Sudah di atur
54 54. Ketegasan Emran
55 55. Kekhawatiran Emran pada Annisa
56 56. Menggoda Annisa
57 57. Taman Bermain
58 58. Sore Hari
59 59. Penolakan Yasmine
60 60. Rumah Sakit.
61 61. Obrolan Malam
62 62. Sholat Tiang Agama.
63 63. Informasi
64 64. Perhatian Kecil
65 65. Syarat
66 66. Ciuman Pertama
67 67. Kemarahan Emran
68 68. Keributan
69 69. Keputusan Erman
70 70. Harapan
71 71. Hijrah Cinta Annisa 1
72 72. Hijrah Cinta Annisa 2
73 73. Setelah Meriam lepas.
74 74. Mandi Bersama
75 75. Urusan Kampus
76 76. Kembali di Pertemukan
77 77. Kekhawatiran Annisa
78 78. Memberikan perlakuan Istimewa
79 79. Panas
80 80. Kabar Buruk
81 81. Permintaan Zyan
82 82. Ketegasan
83 83. Kerja Sama
84 84. Tamu tak di Undang
85 85. Dia lagi dia lagi
86 86. Menjalani Peran
87 87. Kecelakaan
88 88. Kekecewaan
89 89. Berita Buruk
90 90. Perasaan Tidak Nyaman
91 91. Perdebatan Kecil
92 92. Sarapan
93 93. Kemarahan Sania
94 94. Ketegasan Emran
95 95. Kebahagiaan Annisa
96 96. Titik Terendah Sania
97 97. Kemesraan
98 98. Kabar Baik
99 99. Rencana Sania
100 100. Kecurigaan Annisa
101 101. Kekecewaan
102 102. Dalang
103 103. Hasil
104 104. Kabar baik
105 105. Kejelasan
106 106. Bali
107 107. Bersama Mu
108 108. Masih di Bali
109 109. Keputusan Emran
110 110. Permintaan Annisa
111 111. Kekesalan Amir.
112 112. Tom and Jerry
113 113. Kepanikan Amir
114 114. Akhir
115 NOVEL BARU // JODOH DARI LANGIT
116 116. SENJA ASMARALOKA
Episodes

Updated 116 Episodes

1
1. Prolog
2
2. Pertemuan Kedua
3
3. Kemarahan Emran Al-Fatih
4
4. Pertemuan Anisa Dengan Sosok Tak Terduga
5
5. Telepon Pertama
6
6. Kemarahan Emran
7
7. Zyan Malik Abdullah
8
8. Cadar Annisa
9
9. Resign
10
10. Kepulangan Annisa
11
11. Kebahagiaan Yasmine
12
12. Mencari Annisa
13
13. Sebuah Informasi
14
14. Pertemuan Pertama
15
15. Melamar Annisa
16
16. Jawaban Annisa
17
17. Keceriaan Yasmine
18
18. Nasihat Ummi
19
19. Arti Sebuah Mimpi
20
20. Menjelang hari bahagia
21
21. Hal Baru
22
22. Tamu Tak di Undang
23
23. Hamil
24
24. Alasan Sebenarnya
25
25. Terkadang aku lelah, Namun tidak akan Menyerah
26
26. Kedatangan Tamara
27
27. Permintaan Tamara
28
28. Pelajaran Sabar
29
29. Pertemuan Annisa Dengan Yasmine
30
30. Tangisan Yasmine.
31
31. Kamar Annisa
32
32. Keberanian Tamara
33
33. Meloloskan Diri
34
34. Pagi Hari
35
35. Sebuah Harapan
36
36. Detik -Detik
37
37. Kebenaran.
38
38. Tabayun
39
39. Sesuatu yang Tak Terduga
40
40. Satu Tarikan Nafas
41
41. Kamar Annisa 2
42
42. Bukan Pernikahan Kontrak
43
43. Pertanyaan Annisa
44
44. Pandangan Pertama Emran
45
45. Keberangkatan
46
46. Kamar
47
47. Diperlakukan Baik
48
48. Kesan Pertama
49
49. Senam Jantung
50
50. Keceriaan di pagi hari
51
51. Kedatangan Orang Baru
52
52. Tamu tak diundang
53
53. Semua Sudah di atur
54
54. Ketegasan Emran
55
55. Kekhawatiran Emran pada Annisa
56
56. Menggoda Annisa
57
57. Taman Bermain
58
58. Sore Hari
59
59. Penolakan Yasmine
60
60. Rumah Sakit.
61
61. Obrolan Malam
62
62. Sholat Tiang Agama.
63
63. Informasi
64
64. Perhatian Kecil
65
65. Syarat
66
66. Ciuman Pertama
67
67. Kemarahan Emran
68
68. Keributan
69
69. Keputusan Erman
70
70. Harapan
71
71. Hijrah Cinta Annisa 1
72
72. Hijrah Cinta Annisa 2
73
73. Setelah Meriam lepas.
74
74. Mandi Bersama
75
75. Urusan Kampus
76
76. Kembali di Pertemukan
77
77. Kekhawatiran Annisa
78
78. Memberikan perlakuan Istimewa
79
79. Panas
80
80. Kabar Buruk
81
81. Permintaan Zyan
82
82. Ketegasan
83
83. Kerja Sama
84
84. Tamu tak di Undang
85
85. Dia lagi dia lagi
86
86. Menjalani Peran
87
87. Kecelakaan
88
88. Kekecewaan
89
89. Berita Buruk
90
90. Perasaan Tidak Nyaman
91
91. Perdebatan Kecil
92
92. Sarapan
93
93. Kemarahan Sania
94
94. Ketegasan Emran
95
95. Kebahagiaan Annisa
96
96. Titik Terendah Sania
97
97. Kemesraan
98
98. Kabar Baik
99
99. Rencana Sania
100
100. Kecurigaan Annisa
101
101. Kekecewaan
102
102. Dalang
103
103. Hasil
104
104. Kabar baik
105
105. Kejelasan
106
106. Bali
107
107. Bersama Mu
108
108. Masih di Bali
109
109. Keputusan Emran
110
110. Permintaan Annisa
111
111. Kekesalan Amir.
112
112. Tom and Jerry
113
113. Kepanikan Amir
114
114. Akhir
115
NOVEL BARU // JODOH DARI LANGIT
116
116. SENJA ASMARALOKA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!