Bab 14

Melangkah menuju cafe terdekat, karena di sekitaran sana ternyata merupakan kawasan elit. Tak ada warung makan biasa, hanya ada nasi Padang yang ringan di kantong tetapi antrinya membuat kenyang duluan.

Duduk di berhadapan dengan Tara, Andini hanya diam dia memilih menghubungi kedua sahabatnya dari pada makan berdua dengan Tara saja.

"Halo kalian dimana?"

"Gue baru turun, loe udah dimana?"

"Di cafe depan kantor. Sini ya gue tunggu!"

"Oke."

Andini kembali meletakkan ponselnya di atas meja, kembali fokus pada buku menu yang ada di depannya.

"Mau pesan apa?"

"Mau chicken katsu aja sama sapo tahu. Minumnya es lemon."

"Nggak berubah, aku pikir kamu lagi pengen yang lain." Tara segera memesan makanan untuk Andin.

"Mbak," tangan Tara terangkat memanggil waiters yang ada di sana.

"Iya ada yang bisa di bantu kak," waiters tersebut mengeluarkan note dan pulpen. Kemudian mencatat pesanan yang di sebutkan.

"Chicken katsu 1, sapi lada hitam 1, sapo tahu dan es lemonnya 2 ya."

"Baik, ada lagi kak?"

"Sayang mau apa lagi?" Tara menggenggam tangan Andini yang sibuk dengan ponselnya.

"Oh..itu aja mbak, makasih ya."

Setelah waiters itu pergi, Andin segera melepaskan genggaman Tara. Tetapi Tara tak ingin, malah dia sengaja duduk di samping Andin saat matanya menangkap kedua sahabat dari Andin datang.

"Ikh gue kira loe sendirian, udah ngebut lari-lari takut loe keburu di culik. Tapi ternyata udah ada yang jagain!" celetuk Tia yang datang berdua dengan Riri.

"Dianya aja yang ngekor terus dari tadi."

Pesanan yang mereka pesan akhirnya tiba, makan dalam diam dan tenang. Tara pun tidak merusuh, membiarkan Andini makan tanpa niat mengganggu. Hingga pandangan mata Tia tertuju pada bos tampan yang sedang makan berdua dengan Kakak dari sahabatnya.

"Eh si bos makan di sini juga," ucap Tia membuat semua melirik ke dua pria yang tak jauh dari mereka, hanya berjarak tiga meja saja.

Tepat saat mata Andin melihat kesana berbarengan dengan Rai yang meliriknya. Tatapan tak bersahabat di layangkan oleh Andin, namun berbeda dengan Rai. Tatapan teduh membuat siapa saja yang melihatnya terhanyut.

"Ikh gila sich, dulu emaknya ngidam apa ya bisa ganteng banget begitu."

"Iya, gue juga mau kalo duda begitu mah. Jadi istri kedua nggak apa lah," sahut Riri.

"Ya udah gue istri pertama loe istri kedua ya.."

"Ogah!" ketus Riri.

Andini memutus kontak duluan, dia kembali fokus ke makannya. Tak tertarik dan tak perduli, apa lagi tampang mengejek kakaknya yang minta di timpuk pakai high heel.

Setelah selesai makan Tara sudah lebih dulu menggandeng tangan Andini, Tia dan Riri yang melihat sempat heran karena kemarin Andin yang seperti tak minat membahas. Tetapi justru sekarang seperti tak terjadi apa-apa.

"Katanya udah nggak ada apa-apa, kok masih gandengan?" bisik Tia di telinga Andini.

"Emang nggak ada, capek gue ribut mulu, suka-suka dia dech!" sahut Andini malas.

Sampai di lobby kantor Andini segera melepaskan genggaman tangan Tara. Merasa risih jika sampai di kantor akan jadi pusat perhatian.

"Mbak Erna!" seru Andini saat melihat seniornya dengan perut buncit membawa sekantong plastik yang sudah ia duga isinya makanan.

"Eh gue duluan ya, ntar balik tungguin gue di lobby oke!"

"Siipp...." Tanpa memperdulikan Tara Andin segera mendekati mbak erna, berdiri di samping bumil dengan aura ke ibuan yang ketara. Cukup nyaman dan hangat. Apa lagi sikap seniornya yang baik dan pas jika di jadikan kakak.

"Bawa jajanan lagi mbak?"

"Iya, si utun doyan makan, itu tadi teman-teman kamu?"

"Iya mbak, sahabat aku. Mbak makan dimana?"

Mereka masuk lift menuju ruangan, tak perduli ada Tara yang mengejar. Andin segera memencet tombol tutup agar segera naik.

"Eh Tara nya ketinggalannya Din..."

"Biarin aja mbak, tangga darurat ada. Nggak boleh manja, kasian bumil udah nunggu berdiri capek."

Mendengar itu Erna hanya menggelengkan kepala, dia cukup curiga akan hubungan Andin dan Tara, tetapi tak ingin ikut campur terlalu jauh.

Hari pertama untuk Andini lancar jaya, senior yang ramah membantu dengan cepat dalam belajar. Dia pulang tepat waktu dan segera turun tanpa perduli panggilan dari Tara.

Langkah jenjangnya cukup menarik perhatian hingga dirinya sampai di lobby utama ternyata kedua sahabatnya belum ada di sana.

"Ck, biasa dech pada lemot!" kesal Andin yang harus berdiri menunggu. Di telpon nggak pada ngangkat, di tungguin lama, di tinggal pun dia sendirian.

Memilih duduk di dua undakan teras lobby sambil berselancar membuka media sosial tanpa perduli banyak yang meliriknya.

"Ngapain Bu...duit jajan kurang dari bokap sampe ngamprah di jalanan?" tegur Riri yang melihat Andin duduk di teras.

"Loe yang pada ngapain? lama banget, sampe jamuran gue nunggunya, untung nggak keburu di petik." Andin berdiri mendekati keduanya.

"Lagi siapa juga yang mau metik loe njir....."

"Ayo mau kemana dulu kita? balik apa nongkrong?" tanya Tia yang mulai membuka aplikasi taksi untuk memesan.

"Nongkrong dimana? ya kali ngemall lagi, udah tiris nich saldo gue gara-gara buat belenjong kemarin." Keluh Andini setelah mengecek isi saldo ternyata tinggal 300ribu dan entah akan bertahan berapa hari lagi.

Mereka masih bingung, jelas tak hanya Andini saja yang dompetnya sekarat Tia dan Riri juga. Karena mereka belum dapat jatah bulanan.

"Jangan pada kayak berlagak model loe pada, mejeng tengah jalan. Kasian yang pada mau lewat sakit mata liat kalian!"

Ketiganya cukup kesal mendengar celotehan Andika yang tiba-tiba datang tetapi seketika Tia dan Riri tersenyum saat melihat siapa gerangan yang ada di belakang Andika.

"Ngapa loe berdua? kesambet? makanya buruan pulang loe mau magrib masih di sini, anak kecil nggak boleh pulang kesorean."

"Bolehnya pagi sekalian ya kak?" sahut Riri nyengir.

"Awas loe ngajak-ngajak adik gue, gue gantung di pohon pare loe berdua."

"Yang ada Andini yang ngajak kita aneh-aneh!" celetuk Tia membuat Andini melebarkan matanya, " gara-gara Andini nich dompet gue tiris, ngajak blanja nggak kelar-kelar alhasil mau sekedar beli pecel ayam aja gue nggak ada. Minta duitnya kak?"

"Tia mulut loe!"

"Sssttt diem! loe juga tiris kan?" kemudian Tia kembali menatap Andika yang kesal karena di palak oleh sahabat adiknya.

"Ayo mana kak? loe nggak kasian kita-kita nggak bisa pulang!" Tia menodong dengan tangan kanannya, mau tak mau Andika mengambil dompet di sakunya dengan wajah di tekuk.

"Kalo nggak punya duit jangan gegayaan pada belanja, Andini loe bener-bener ya! malu-maluin gue!" Andika mengambil beberapa uang lembaran berwarna merah dan di berikan kepada Tia. Sedangkan Raihan sejak tadi hanya menyimak.

Tia menghitung lembaran uang tersebut tetapi segera di tarik tangannya oleh Andin. " Ayo balik! loe nyari gara-gara."

"Eh....enak aja loe mau balik kemana hhm?" kerah kemeja Andini di tarik oleh Dika membuat langkahnya mundur hingga menubruk dada bidang yang kini sudah berada di samping kakaknya.

"Reseh ikh, kalo mau ngajak ribut dirumah jangan disini! malu-maluin gue loe kak. Jatuh ntar image gue sebagai peserta magang paling cantik tahun 2022." Andini segera bergeser saat tau jika Raihan yang berada di belakangnya. "Sorry kak!"

"Hhmm..."

"Inget status loe!" ketus Andika.

"Berisik!" kemudian Andini melihat kedua sahabatnya yang masih menunggu. "Ya udah loe pada balik duluan gih, itu duit jangan di habisin. Boleh malak di bagi rata!" tutur Andini kesal karena harus pulang bareng Rai. Bukan melulu kesal tapi males saja karena tak ingin banyak yang melihat kedekatan mereka.

"Iye....ntar gue sisain selembar buat besok makan soto di depan." Seru Tia seraya mencium uang yang tadi Dika berikan dan pergi dengan menarik Riri yang sejak tadi menyimak tetapi pandangannya menatap Rai penuh damba.

"Anj_!" mulut Andini seketika di sentil oleh Dika.

"Owh....sakit ikh!" Andini meringis mengusap bibirnya dengan merengut kesal.

"Balik loe sama laki loe!"

"Sama kakak aja, males gue. Ntar di ocehin nenek lampir yang tadi! lagian wangi parfum tuh perempuan masih nempel di jas Kak Rai." Andini sedikit mendekat dan menutup hidungnya.

"Kenapa, cemburu?"

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

meski bilang belum cinta tapi kalau pasangannya digoda atau Deket lawan jenis tetep aja gak suka

2024-12-25

0

Yani Suryani

Yani Suryani

seru ya aplg andin yg bar"

2024-01-04

3

gia nasgia

gia nasgia

Andini awas ya entar juga kamu bucin tinggal tunggu waktu aja 😅

2023-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01
2 Bab 02
3 Bab 03
4 Bab 04
5 Bab 05
6 Bab 06
7 Bab 07
8 Bab 08
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Rintih Pernikahan
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 ISTRI KEDUA DOSENKU
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Baba 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 01
2
Bab 02
3
Bab 03
4
Bab 04
5
Bab 05
6
Bab 06
7
Bab 07
8
Bab 08
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Rintih Pernikahan
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
ISTRI KEDUA DOSENKU
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Baba 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
YOU'RE MINE ADIK NAKAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!