Bab 12

Andini menyambar roti selai coklat yang berada di atas meja dan meminum segelas susu tanpa duduk. Dirinya tak ingin telat di hari pertama magang, apa lagi sudah beberapa hari mangkir jelas tak ingin meninggalkan kesan buruk pada senior yang di sana.

"Eh....duduk to yo makannya!" simbok datang meletakkan kopi di bagian yang mungkin milik Raihan.

"Buru-buru mbok, aku berangkat ya..."

"Loh kok nggak bareng den Raihan?"

"Kak Rai masih bobo tampan mbok, kasian di ganggu. Lagi pules-pulesnya. Ya sudah Andin berangkat ya mbok!" Andin meraih tangan simbok kemudian menciumnya.

"Dach simbok....."

"Tapi non......"

Andini segera keluar rumah, tak perduli simbok yang masih bicara. Taksi yang ia pesan sudah standby, keluar pagar langsung duduk manis dan cuzz otw kantor.

Kantor yang menjadi tujuan dan impian para mahasiswa di kampusnya, karena terkenal berkembang pesat dengan gaji yang lumayan besar. Andin akan bersungguh-sungguh agar mendapatkan nilai yang baik syukur-syukur bisa lanjut bekerja di sana.

Sesampainya di kantor dengan bangunan mewah menjulang ke atas, Andin segera masuk dan lanjut melangkah ke ruangan HRD yang sebelumnya sudah di beritahukan oleh resepsionis yang bertugas.

Banyak pasang mata yang menatap Andini dari atas sampai bawah. Sosok imut yang menjelma menjadi wanita cantik dengan balutan pakaian formal. Atasan berwarna kalem dengan rok selutut yang memiliki belahan yang meresahkan. Apa lagi high heels yang ia gunakan mempercantik kaki jenjangnya. Tubuh proporsional bak model jelas membuat perhatian tersendiri bagi yang melihat.

Setelah dari bagian HRD kini Andin langsung di tugaskan untuk masuk ke divisi marketing. Ruangan yang berada di lantai 12 dengan pintu yang masih rapat.

Melirik jam tangan, "masih kurang sepuluh menit dari jam masuk, berarti gue belum telat."

Andini mengetuk pintu beberapa kali kemudian masuk ke dalam ruangan yang cukup besar. Dengan sekatan yang luas untuk setiap orangnya.

"Mbak...."

"Baru ya?"

"Iya mbak, anak magang." Andini dengan ramah berjabat tangan dengan seorang wanita hamil, sepetinya senior di divisi ini.

"Ayo aku tujukan meja kamu. Eh ngomong-ngomong namanya siapa?"

"Andini mbak, mbak sendiri siapa?" Andini berjalan mengikuti seniornya ke salah satu meja yang kosong, belum banyak perabot di sana.

"Namaku Erna, nah ini meja kamu ya. Disini juga ada anak magang cukup berpotensi. Tapi orangnya belum datang. Selalu mepet anaknya."

Andini duduk di kursi tersebut menyalakan laptop yang ada di sana. "Oh iya mbak, nanti juga ketemu. Ini laptopnya aku nyalain mbak."

"Iya nyalain aja, nanti aku kasih tau tugas kamu. Bagian kepala managernya belum datang masih di jalan. Mungkin sebentar lagi." Erna berdiri di samping Andin sambil sedikit membungkukkan badannya melihat ke arah layar yang Andin buka.

"Nah, tugasnya ada disini. Karena kamu baru ada beberapa yang kamu harus pelajari dulu. Tentang pemasaran dan beberapa pointnya. Kemudian kamu pelajari struktur dan apa objek yang akan di jual dari perusahaan kita. Kamu juga boleh menuangkan ide-ide bagus untuk kita bisa presentasikan ke atasan nantinya."

Andini menganggukkan kepala, "aku pelajari dulu ya mbak, makasih buat pengarahannya. Oh iya mbak hamil berapa bulan?"

Erna kembali ke kursinya dengan tangan mengusap perut. "Ini udah 6 bulan, anak pertama. Mungkin beberapa bulan lagi aku cuti. Jadi kamu cepet ya belajarnya biar bisa bantu ngehandle kerjaan aku. Yang penting di divisi ini itu kompak. Biar hasilnya memuaskan dan nilai bagus auto bonus mulus!"

Andini tersenyum sendiri mendengarnya. Bersyukur memiliki senior yang baik dan tidak julid seperti yang di FTV. Mudah-mudahan kepala managernya juga nggak kalah baik.

"Iya mbak, Andini berusaha semaksimal mungkin ya..." Andini segera fokus dengan layar laptopnya, mempelajari yang ada di sana.

Tak berapa lama pintu di ketuk dari luar membuat Andini dan Mbak Erna yang sedang nyemil sambil nugas, mengalihkan pandangannya ke arah pintu.

"Pagi mbak."

"Pagi, eh Tara baru datang. Tumben biasanya kurang 2 menit." oceh Mbak Erna sambil melirik jam tangannya.

Andini seakan kaku saat mendengar nama itu, apa lagi dia orang yang akhir-akhir ini sangat ia hindari. Tetapi takdir malah menyatukan mereka dalam satu divisi. Padahal yang Andin tau, ini bukan basic Tara. Dia jurusan ekonomi, paling tidak masuk di accounting atau bagian yang lain masalah ngitung duit. Kenapa nyasar di marketing.

Andini seketika menunduk dan berusaha fokus kembali. Tetapi Mbak Erna justru mengenalkan dirinya pada Tara.

"Eh Tara, ini ada anak magang baru. Cantiknya nggak ketulungan tapi jangan di jadiin fokus yang bikin kerjaan jadi terbengkalai ya."

"Apa sich mbak, mana ada begitu. Emang siapa?" Tara menoleh ke belakang sedikit berdiri dari tempat duduknya, kemudian memaku di sana.

"Andini."

Mau tidak mau Andini harus bisa, dia angkat kembali kepalanya. "Professional"

"Iya Tara," Andini tersenyum.

Tara tak menyangka jika akan bertemu Andini di sini. Bahkan Andini begitu cantik dan semakin menarik baginya. Mbak Erna sempat mengernyitkan dahinya, melihat keterkejutan Tara.

"Loe kenal Tara? eh apa satu kampus?"

"Bahkan dia pa_"

"Iya mbak, dia satu kampus sama aku, cuma nggak nyangka aja bertemu di satu divisi yang sama." Potong Andin tak membiarkan Tara mengakui hubungan yang dia anggap sudah selesai.

"Mmmmm bagus dech bisa makin akrab, jadi mudah kerjasamanya."

Andini tak menjawab, hanya sedikit tersenyum terpaksa. Sedangkan Tara terus menatap dan merogoh ponselnya.

..."Mau kemana kamu, mau gimana cara kamu menghindar nyatanya takdir mempersatukan .... nanti makan siang bersama "...

Andini hanya menatap datar pesan dari Tara, tak ingin kembali di permainkan. Sakit hatinya masih ada, seberapapun dia meminta maaf. Nyatanya kaca yang sudah retak tak akan kembali sempurna walaupun begitu besar caranya memulihkan.

Sedangkan di rumah, Raihan terbangun dengan adanya ponsel yang sejak tadi berdering. Matanya menyipit melihat tak ada Andini di sebelahnya. Kemudian meraih ponsel di nakas, berusaha untuk benar-benar terjaga sebelum menerimanya.

"Andika...ngapain pagi-pagi telpon sich."

"Iya halo."

"Heh pak bos, loe baru bangun! jam berapa ini, si lampir udah ada di ruangan loe!"

"Lampir, Bu Flo maksud loe? ini masih pagi buta ngapain dia di ruangan gue?"

"Monyet.....tidur jam berapa sich loe? ini udah hampir siang, udah mau jam makan siang! gila loe, dapet berapa ronde sampe tepar begitu?"

Mata Raihan membola seraya tubuhnya yang terjaga dan langkahnya yang cepat segera melesat ke kamar mandi. Baru kali ini benar-benar kesiangan, Raihan melempar ponselnya begitu saja dan segera masuk ke kamar mandi. Tak perduli dengan Andika yang teriak-teriak di seberang sana.

"Andini kamu benar-benar ya, udah bikin nggak bisa tidur. Ini berangkat nggak bilang-bilang lagi. Ya Tuhan punya istri labil begini banget sich."

Raihan bersiap secepat kilat, bahkan pesan pun tak tertinggal dari istrinya, berkali-kali menggelengkan kepala. Setelah rapi dengan jas di tubuhnya Rai segera menyambar kunci mobil dan keluar dari kamar.

"Den, nggak makan dulu?"

"Simbok kenapa nggak bangunin aku sich?"

"Tadi kata non Andini den Raihan bener-bener masih pulas benget makanya nggak berani bangunin."

Raihan menyeruput kopi yang sudah dingin, "Aku berangkat mbok."

"Eh nggak makan dulu to den?"

"Nggak sempat mbok, udah ada yang nunggu." Rai segera beranjak dari sana.

"Den, tadi tuan telpon katanya di suruh menghubungi tuan atau nyonya!" seru simbok yang di jawab acungan jempol oleh Rai.

Melajukan mobil di atas rata-rata tak perduli dengan pengendara lain yang mengoceh ketika di salip oleh Rai. Beruntung tak ada polisi yang berjaga, kalo tidak sudah pasti kena tilang.

45 menit di pangkas menjadi hanya 15 menit, Rai turun dari mobil segera melemparkan kuncinya pada security yang berjaga.

"Pagi eh siang Pak Rai."

"Parkirin mobil saya pak!"

"Baik Pak..."

Semua karyawan menyapa tetapi pandangan Rai hanya ke depan, fokusnya adalah klien yang super bawel yang sudah menunggu di ruangannya.

...****************...

Jangan lupa like, coment, vote biar Mas Rai lebih kuat lagi menghadapi istri labilnya....

❤️

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

makin seru bacanya Thorr

2024-12-25

0

anti sinetron suara hati istri

anti sinetron suara hati istri

ceritanya anak kuliah,gitu tach jdnya,coba kalau anak keluaran pondok,walau d jodohin usia 15 atau 16tahun menikah ngga ada yang kaya gitu,mau cerita d novel atau cerita nyata.🤭🤭✌✌✌

2024-05-10

0

Erina Situmeang

Erina Situmeang

sabar...sabar Rai😅😅

2023-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01
2 Bab 02
3 Bab 03
4 Bab 04
5 Bab 05
6 Bab 06
7 Bab 07
8 Bab 08
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Rintih Pernikahan
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 ISTRI KEDUA DOSENKU
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Baba 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 01
2
Bab 02
3
Bab 03
4
Bab 04
5
Bab 05
6
Bab 06
7
Bab 07
8
Bab 08
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Rintih Pernikahan
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
ISTRI KEDUA DOSENKU
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Baba 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
YOU'RE MINE ADIK NAKAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!