Bab 9

Setelah sarapan Andini di boyong pulang kerumah pribadi Raihan yang sudah lama ia tidak tempati semenjak bercerai.

Sedikit haru saat berpamitan dengan kedua orang tuanya, apa lagi Andin yang bisa di kata anak penurut yang selalu pulang ke rumah apapun keadaannya.

"Mah, Andin akan sering-sering pulang kesini. Jangan sedih ya, nggak akan lama kok."

"Apanya yang nggak lama Andin?" tanya mamah merenggangkan pelukan Andin.

"Oh...i..itu mah maksudnya nggak akan lama Andin pasti main ke sini lagi," jawabnya terbata, Raihan menggelengkan kepala mengerti maksud dari sang istri.

"Rai, jika nggak sanggup menghadapi Andini kamu lapor mamah ya. Jangan sungkan, karena mamah tau nggak mudah menuruti keinginan Andin. Kamu harus sabar dari sikap manjanya dia ya."

"Iya mah, akan Rai usahakan. Kalo begitu Pah mah, Raihan pamit bawa Andini pulang." Raihan menyalami kedua mertuanya.

"Yang sabar dalam menghadapinya ya nak!" lanjut papah dan di jawab sebuah anggukan dari Rai.

Nicko melihat Andika yang sudah siap berangkat dengan kunci mobil di tangannya, "Gue nganter Andin dulu, loe handle meeting pagi ini. Nanti kalo urusan gue udah kelar, langsung otw kantor."

"Gue tunggu, klien yang ini cukup buat gue pusing, cantik doank tapi ribet. Loe yang bisa handle dengan segala pesona loe!"

Mendengar itu Andin menyipitkan mata, bukan cemburu tapi cukup aneh saja di dengarnya. "Kerja apa tebar pesona!" celetuk Andini kemudian masuk ke dalam mobil.

"Singa mulai cemburu apa gimana sich?"

"Ck, gue balik!" Assalamualaikum mah Pah..."

"Wa'allaikumsalam....." sahut mereka berbarengan.

Andika menggelengkan kepala, "laki bini sama-sama bikin gue puyeng! mah Pah berangkat." Andika segera masuk mobil dan berangkat ke kantor.

"Kamu dulu ngidam apa sich, punya anak otaknya pada konslet begitu. Heran papah, perasaan papah waras."

"Waras apa, buah itu turun tak jauh dari pohonnya!" ketus mamah kemudian segera masuk ke dalam rumah.

"Berarti sesama nggak waras harap maklum," gumam papah kemudian masuk ke dalam. Hari ini beliau tak sesibuk biasanya jadi agak siang berangkat bekerja. Berarti jadwalnya membujuk istri, mengajak kuda-kudaan mumpung anak-anak nggak ada.

"Let's go mah......"

Dalam perjalanan Andini dan Raihan hanya saling diam, tak ada yang berniat membuka suara hingga begitu sepi senyap.

Sesampainya di perumahan yang cukup elit, dengan bentuk rumah tingkat dua yang cukup elegan di masing-masing bangunan. Raihan membunyikan klakson saat sudah sampai di depan pagar tinggi yang menjulang.

Ternyata ada post satpam di dalam rumah itu, pak satpam yang bernama Pak Mugi pun menghampiri. Membuka kunci dan mendorong pagar hingga terbuka.

Raihan masuk melewati Pak Mugi yang tersenyum menyapa. Setelah memarkirkan mobil, Raihan keluar dan di susul oleh Andini. Raihan memanggil pak Mugi untuk membawa koper dan beberapa barang Andini untuk di bawa ke kamar.

"Pak, tolong barang-barang bawa masuk ke kamar utama ya!"

"Iya den," jawabnya seraya melirik Andin yang baru keluar mobil.

"Dia Andini, istri saya."

"Oh, den Raihan sudah menikah lagi. Syukurlah, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah awet sampe maut memisahkan."

"Aamiin...." jawab Raihan, tetapi tidak dengan Andini dia hanya tersenyum kaku memperhatikan interaksi keduanya.

Raihan mengajak Andini masuk, sambutan kedua dari seorang wanita paruh baya dengan gesit menghampiri.

"Den, Alhamdulillah pulang ke sini. Simbok sampe kangen, sehat den?"

"Alhamdulillah mbok, kamar atas sudah di bersihkan mbok?"

"Sudah den, setiap hari Simbok bersihkan takut-takut Aden pulang terus menginap. Seneng den Raihan mau pulang lagi kesini." Simbok melihat Andin yang sejak tadi hanya diam memperhatikan.

"Ini istri saya mbok..."

Simbok tersenyum bahagia, ntah apa yang membuatnya begitu senang hingga membuat pelupuk matanya basah.

"Owalah ayune polll, selamat ya den. Selamat datang non kalo butuh apa-apa bilang sama simbok ya."

"Eh iya mbok, panggil Andini aja mbok. Nggak usah pake non, Andin nggak biasa di panggil gitu." Andini dengan senyum manisnya menatap simbok kemudian meraih tangannya dan mencium dengan hormat.

"Walah nduk, jangan gini." Simbok menarik tangannya kemudian menatap Raihan. Andini yang memang di rumah tak ada asisten rumah tangga dan selalu bersikap ramah dengan siapa saja menganggap jika orang yang lebih tua harus di hormati sebagai mana orang tuanya. Walaupun sikapnya kadang nyeleneh...

"Maaf mbok..."

"Udah nggak apa-apa, ayo kita kekamar." Raihan berjalan lebih dulu, menunjukkan kamar utama yang berada di lantai dua. Kamar yang di desain begitu mewah dan elegan.

Mata Andini bergerak liar, melihat seluruh tatanan kamar yang di buat begitu nyaman.

"Ini kamar aku?"

"Hhmm..."

"Kamar kakak dimana?" tanyanya lagi.

"Disini kamar kita berdua." Raihan kemudian meminta Pak Mugi untuk meletakkan segala perlengkapan Andin di dekat lemari.

"Makasih ya pak."

"Sama-sama den..." Pak Mugi sedikit menunduk kemudian keluar dari kamar.

Andini menatap datar Raihan, "kenapa harus berdua?"

"Karena memang nggak ada acara pisah kamar." Raihan melangkah menuju lemari kemudian mengambil jasnya.

"Aku mau ke kantor, besok kamu bisa mulai magang. Beresin barang ajak simbok aja, biar nggak capek." Andin hanya diam menatap Raihan yang segera pergi.

"Kenapa nggak beda kamar, masak iya rumah segede ini cuma ada satu kamar. Nggak bebas donk gue!" Andin melempar tubuhnya ke ranjang dan menggoyangkan kaki ke udara, dia tak tau bagaimana menyikapi pernikahan yang tak ia inginkan ini.

"Ngesel....."

"Andin kamu ngapain?"

"Hah....!" Andin segera menurunkan kakinya sedangkan Rai mengatur nafas dan berusaha mengendalikan diri setelah melihat tingkah absurd istrinya. Apa lagi pemandangan yang indah cukup menggoda.

Andin dengan wajah yang sudah memerah segera duduk dan merapikan roknya yang terbuka. "Mampuuusss gue....."

"Kenapa masuk nggak ketok pintu dulu sich kak? lagian kenapa balik lagi?"

"Kamu yang kebanyakan tingkah, mau menyiksaku?"

Andin membuang muka sedangkan Raihan menuju nakas di samping ranjang mencari map yang tadi tertinggal.

"Kalo sudah segera keluar dan tutup pintunya!" ketus Andin kemudian melangkah menuju kamar mandi, tetapi bertepatan dengan itu Rai berbalik hingga menabrak tubuh Andin yang membuat dirinya terjatuh ke ranjang.

"Reseh banget sich kak!"

"Aku nggak sengaja, sini aku bantu." Raihan mengulurkan tangannya kemudian membantu Andin untuk kembali berdiri. Dengan jarak yang cukup dekat keduanya berhadapan dan hal itu sedikit membuat Andin grogi. Apa lagi tatapan Rai yang berbeda.

"Lain kali hati-hati, kasian ranjangnya tiba-tiba di jatuhi kamu!"

Andin segera menoleh dengan sorot mata tajam, apa-apaan lebih sayang ranjang dari pada dia istrinya.

"Kenapa nggak sekalian Kakak bawa aja ranjangnya ke kantor? ngeselin, lebih belain ranjang dari pada aku!" Andini merengut dengan mulut menggerutu.

"Nggak perlu emosi, sayang sama wajah kamu yang imut jika dalam waktu beberapa hari harus berubah menjadi tua. Jangan sampai setelah sebulan kamu meminta cerai, wajahmu berubah menjadi nenek-nenek."

"Apa banget mulutnya kak Rai, mau aku kasih sambel apa petasan itu bibir? sana berangkat, bosen aku lihat kakak. Cuma bikin emosi jiwa, dari tadi ucapannya nggak berfaedah!"

Andin bersedekap dada, hatinya kesal, telinganya panas, dan jiwanya terasa meronta. Punya suami modelan musuh begini minta dizalimi bukan di sayangi.

"Ya udah aku berangkat, jangan ngambek! cuma bercanda."

cup

Mata Andin mendelik dengan mulut menganga, apa-apaan main sosor dan pergi begitu saja meninggalkan jantung yang tak aman. "Nggak ada harga dirinya banget ini bibir!"

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Andin sama misua yang sopan dong entar bucin tau rasa loh

2024-12-24

0

Ridho Salju

Ridho Salju

mantap..👍sosor aja😄😄😄😄

2024-12-15

0

Tama Ngenana

Tama Ngenana

semoga menjalin sampai bahagia👍👍

2024-08-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01
2 Bab 02
3 Bab 03
4 Bab 04
5 Bab 05
6 Bab 06
7 Bab 07
8 Bab 08
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Rintih Pernikahan
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 ISTRI KEDUA DOSENKU
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Baba 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 01
2
Bab 02
3
Bab 03
4
Bab 04
5
Bab 05
6
Bab 06
7
Bab 07
8
Bab 08
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Rintih Pernikahan
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
ISTRI KEDUA DOSENKU
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Baba 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
YOU'RE MINE ADIK NAKAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!