Bab 07

Setelah sungkem dan menyapa sanak saudara yang datang Andini segera kembali ke kamar untuk berganti pakaian meninggalkan Raihan yang masih mengobrol dengan kedua papah dan Andika.

Bersikap biasa seakan tak terjadi apa-apa walaupun dalam hati ada sedikit yang mengganjal. Apapun alasannya tak mudah untuk Andini menerima ini semua. Apa lagi dengan hubungan Raihan dengan kakaknya yang ia sudah anggap seperti kakak sendiri tapi mendadak menjadi suami.

Andini melirik ke arah pintu yang terbuka saat sedang menghapus riasan. Raihan masuk dengan tas yang berisi pakaian yang tadi sempat ia bawa. Andini kembali fokus dengan kegiatannya menganggap tak saling kenal.

Raihan melihat sekilas apa yang Andini kerjakan kemudian masuk ke kamar mandi tanpa menyapa. Tak ingin kembali berdebat membuatnya cukup menghindar. Melihat Raihan yang cuek justru menjadi angin segar untuk Andini, dirinya tak perlu bersusah payah adu kata cukup diam sudah membuat tenang.

Andini keluar kamar saat ketukan di pintu mulai terdengar. Andika dengan sorot mata menyelidik melihat penampilan adiknya yang sudah berganti pakaian rumahan dengan celana di atas lutut dan t-shirt warna putih.

"Udah mulai?"

"Apanya?"

"Perangnya....masih siang menjelang sore kali."

"Gaje banget sich kak, mau apa?" celetuk Andini.

"Di suruh turun makan sama mamah, yang lain udah pada nungguin." Andika melirik ke dalam kamar membuat Andini merasa tak nyaman.

"Iya nanti aku turun, kakak nich liat apa sich?"

"Raihan mana? lagi ngumpet ya gara-gara gue dateng?" tanya Andika dengan senyum tengilnya.

"Nggak usah ngeselin dech kak, udah kan ngomongnya."

bruk

Andika menyipitkan matanya saat tiba-tiba Andini menutup pintu dengan kasar, "untung nggak kena hidung gue. Dasar adik nggak tau aturan!"

"Ajak Raihan sekalian!" seru Andika kemudian turun ke bawah bergabung dengan yang lain.

Raihan keluar dari kamar mandi melirik Andin yang tiba-tiba membanting pintu kamar. Wajah kesalnya sedikit membuat Raihan gemas, tapi tak ingin bertindak karena wanita yang berstatus istrinya masih dalam mode garang.

"Makan kak, yang lain sudah menunggu di bawah," ucap Andin ketika Raihan berdiri di depan meja rias dengan menyisir rambutnya yang basah.

"Ayo turun!" ajaknya. Andin berpikir sejenak kemudian mengangguk tanda setuju.

"Eh.....celananya ganti dek. Ada orang tuaku di bawah, kurang sopan jika pakai celana begitu."

Raihan menyorot penampilan Andin, jika hanya berdua mungkin nggak masalah, itupun sedikit meresahkan apa lagi hubungan mereka yang tak akan mengulang permainan manis malam itu.

"Reportnya kak, aku biasa begini kan kalo di rumah. Kakak kayak nggak tau aja," keluh Andin tapi tetap mencari celana kulot untuk ia dobel.

"Ini ada mertua kamu, pakai yang wajar aja. Setelahnya terserah.." Raihan kemudian menunggu sejenak memberi kesempatan Andin mendobel celananya kemudian keluar kamar bersama.

Semua yang sudah berkumpul di meja makan tersenyum melihat sepasang pengantin yang begitu harmonis melangkah bersama, padahal yang bersangkutan merasa biasa saja. Hanya tak ingin terlihat beda yang akan menjadi tanda tanya.

Mereka duduk bersebelahan dengan diam, Andin mengambil makan tanpa perduli dengan Raihan yang sejak tadi memperhatikan. Sorot mata tajam mamah pun tak membuat Andin gentar, tapi sejatinya memang ia kurang peka.

"Andin, suaminya di ambilkan dulu makannya baru kamu makan. Ini main makan aja, nggak enak ada mertua sayang!"

Sifa dan Vino hanya tersenyum melihat menantunya, tak beda dengan Sifa diawal pernikahan. Itu membuat mereka tampak biasa saja karena tak perlu ada yang di permasalahkan.

"Nggak apa-apa jeng, masih baru nanti juga terbiasa."

"Iya maaf ya jeng, biasa di manja jadi gini. Ngeri aja nanti malah Raihan yang di suruh melayani. Atuh malah jadi kebalik.." ucap mamah tak enak.

Andin pun dengan segera mengisi piring Raihan dengan nasi lauk dan sayur. Tanpa bertanya hanya menduga-duga sesuai kebiasaan setiap melihat Raihan makan bersama.

"Ini kak, nanti kalo kurang nambah ya."

"Segini cukup."

Mereka makan dengan khidmat, Andika yang terbiasa merusuh tetapi beda pada saat makan, dia anteng dan tenang. Setelah selesai makan mereka lanjut mengobrol sebentar.

Niat Raihan sekalian meminta ijin untuk memboyong istrinya ke rumah yang sudah tersedia. Agar hilang sikap manja dan lebih mandiri serta nyaman menjalani rumah tangga yang hanya terpaksa.

"Aku ingin ijin sekalian besok untuk membawa serta Andin kerumah ku Tan.... eh mah Pah."

Semua orang menyimak tapi tidak dengan Andini yang sudah memprediksi ini akan terjadi. Tak ingin debat tapi akan membuat perhitungan di kamar. Sekarang yang ia lakukan memasang muka tenang agar mertua tak salah paham.

"Terserah nak Rai, Andini sudah menjadi tanggung jawab kamu. Mau di bawa kemanapun asal penuh kasih dan aman papah dan mamah pasti setuju."

"Iya nak Rai, tapi sering-sering bawa Andin menginap di sini ya, mamah pasti sangat merindukan putri nakal mamah ini. Walaupun kelakuannya kadang ngeselin tapi dia ngangenin Rai."

Andin cukup terharu mendengar penuturan mamah, dengan wajah sendu beliau kuat melepas putri satu-satunya. "Mamah...."

"Nggak apa-apa nak, mamah maklum akan keinginan Rai, agar kamu juga bisa belajar." Mamah mencoba tersenyum, dia tak ingin putrinya menolak niat baik suaminya. Karna ini pun untuk kepentingan mereka dan masa depan rumah tangga yang baru terjalin.

"Nanti jangan lupa ke rumah mamah Sifa juga ya, pasti seru kalo kita bisa masak bersama," ujar Sifa menambahi.

"Tapi yang sabar ya jeng, putriku ini jarang masuk dapur. Tapi kalo cuma di suruh masak mie instan mah jagonya."

"Melar perut si Rai kalo tiap hari di kasih mie mah!" celetuk Andika yang membuat semua tertawa.

Setelah kedua mertuanya pamit pulang, kini semua masuk kamar untuk beristirahat termasuk kedua pengantin baru yang sudah lebih dulu kembali.

"Jangan berisik loe berdua, gue di kamar sebelah. Kalo sampe berisik gue gedor pintu loe!"

"Kakak yang berisik!" ketus Andini kemudian masuk kamar lebih dulu. Raihan cukup kalem mengekor di belakang.

"Bismillah dulu Rai, biar cepet jadi ponakan gue. Aduh bahagianya si Otong mulai terjamah kembali."

"Udah sana masuk kamar, sabun loe udah menanti tuh!"

"Sial!" Andika segera masuk dan membanting pintu. Raihan tersenyum melihat tingkah kakak iparnya yang sama bar-bar dengan istrinya.

Masuk ke kamar langsung di suguhkan paha yang membuat Raihan menelan saliva. Ujian hidupnya bertambah mulai malam ini, Andini dengan santai bertukar chat dengan temannya dengan badan tengkurap di ranjang. Sadar akan Rai yang masuk segera dia mengubah posisi duduk.

"Kunci pintunya kak!" titah Andin tanpa menoleh ke arah Rai.

"Untuk apa?" Rai dengan muka polosnya tetapi perintah Andin segera di kerjakan.

"Kak Dika suka reseh kalo nggak di kunci, main nyelonong aja masuk. Tapi bukan juga jadi kesempatan buat kakak merusuh, aku nggak niat mengulang masa itu!"

Raihan mendekat dan duduk di pinggir ranjang, cukup mengusik hati ucapan sang istri. Menatap dalam penuh ketegasan, "jika aku ingin gimana?"

"Pernikahan ini kan nggak semestinya, kemarin juga karena nafsu belaka bukan cinta tulus yang merekah. Aku nggak mau resiko kak, cukup sulit buatku menerima ini. Jadi tetap jaga jarak dan jangan membuat semakin susah."

"Pernikahan itu bukan untuk permainan Andin, mungkin kali ini kau diam, tapi patut di coba. Besok kita pindah, aku nggak akan menuntutmu untuk melayaniku karena aku tau itu berat buat kamu. Tapi tetap jaga batasan karena walau bagaimanapun kamu tetap istriku. Meskipun orang di luar sana tak ada yang tau!"

Raihan mendekati Andini membuat gadis itu waspada menatapnya, semakin dekat semakin jantung tak aman. Tubuh Andin mundur kerena wajah Rai yang hampir menyentuh hidungnya. Diam tak ada pergerakan dari keduanya, sebenarnya cukup lucu melihat wajah Andin yang tampak bersemu.

Tangannya mulai terjulur kebelakang saat Andin semakin mundur. " aku pinjam bantal!" tangan Raihan meraih bantal yang ada di belakang tubuh Andin membuat tubuhnya yang sejak tadi mundur seketika terjengkang ke belakang.

"KAK RAIHAN..........."

"WOY BERISIIIKK!"

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

lucu kali Yach nikah sama adiknya teman sendiri yangbsudah lama kenal juga

2024-12-24

0

Mahyuni Suanti

Mahyuni Suanti

sumpahhhh ngakak aku thor😂😂😂

2024-11-08

0

Ridho Salju

Ridho Salju

😄😄 lucu sekali..,

2024-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01
2 Bab 02
3 Bab 03
4 Bab 04
5 Bab 05
6 Bab 06
7 Bab 07
8 Bab 08
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Rintih Pernikahan
59 Bab 58
60 Bab 59
61 Bab 60
62 Bab 61
63 Bab 62
64 Bab 63
65 Bab 64
66 Bab 65
67 Bab 66
68 Bab 67
69 Bab 68
70 Bab 69
71 Bab 70
72 Bab 71
73 Bab 72
74 Bab 73
75 Bab 74
76 Bab 75
77 ISTRI KEDUA DOSENKU
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Baba 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 01
2
Bab 02
3
Bab 03
4
Bab 04
5
Bab 05
6
Bab 06
7
Bab 07
8
Bab 08
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Rintih Pernikahan
59
Bab 58
60
Bab 59
61
Bab 60
62
Bab 61
63
Bab 62
64
Bab 63
65
Bab 64
66
Bab 65
67
Bab 66
68
Bab 67
69
Bab 68
70
Bab 69
71
Bab 70
72
Bab 71
73
Bab 72
74
Bab 73
75
Bab 74
76
Bab 75
77
ISTRI KEDUA DOSENKU
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Baba 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
YOU'RE MINE ADIK NAKAL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!