Rama Mada melipat tangannya di belakang punggungnya, dan melihat Sihir Ilusi Milik Gerindra. Jika dia tidak ingin mengamati Sihir ilusi Di Daratan Jawa Dwipa, dia pasti sudah menyelesaikan pertarungan ini dalam Hitungan Detik.
Suara Matra Dibaca Semakin Keras,Tubuh dari Gerindra mulai memudar, dan seluruh Arena Menjadi berkabut.
“Hell's-Iilusion Gate.”(Ajian Gerbang Neraka)
Sihir Ilusi itu akhirnya mulai berpengaruh setelah Gerindra menyelesaikan Bacaan Matranya. Gerindra memandang Rama dengan tersenyum menyeringai dan berpikir dalam hati, "bocah, lihat bagaimana aku mencabik-Cabik tubuhmu."
Pada saat itu angin sepoi-sepoi bertiup, bersamaan dengan itu Gerindra mulai menghilang, sampai dia benar-benar menghilang
.
"Yah, itu sihir yang menarik, tapi masih terlalu mudah." Melihat Gerindra menghilang, dia bergumam pada dirinya sendiri. Kemudian dia segera mengaktifkan mata kanannya.
Di luar arena, Andika Pemadi melihat Sihir Ilusi dan berteriak kaget, "'Jurus("Hell's-iilusion Gate)
?!"
"Apa? 'Matra Gerbang Neraka?!' Bukankah ini Matra rahasia Keluarga Bagsawan Pitaloka di ibukota kerajaan keling? Bagaimana anak ini bisa mengunakanya ?” kata Wirat mitra Agak terkejut.
“Lima Bulan Yang lalu, kakek Giranata mendengar ayah orang ini dan keluarga Bangsawan Pitaloka Berbisnis, tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa Keluarga Pitaloka dengan murah tiba-tiba menyerahkan Jurus rahasia ini ke Keluarga Wardana. Ini benar-benar tidak terduga….” Darsa Nata menyebutkan apa yang dia dengar dari Kakeknya.
“Kakak, pada akhirnya, apa Ajian rahasia 'Gerbang Neraka' ini? Apakah itu sangat Kuat?” melihat wajah kaget kakaknya, Dewi Asmita bertanya penuh rasa ingin tahu.
“'("hell's_Iilusion Gate)' ini adalah salah satu keterampilan Matra Sihir peringkat teratas. Ini bukan ilusi Sihir sederhana, pengguna Jurus ini dapat menggunakan Kemapuan ini untuk membuat Sesuatu Objek yang mereka inginkan misal "dia menginginkan Anjing maka anjing yang tak terhitung jumlahnya untuk menangkap musuh tetapi hal yang paling mencengangkan adalah pengguna Jurus ini dapat memasuki dunia ilusi ini dan menyerang target secara Nyata. Meskipun dengan tingkat kekuatannya saat ini Gerindra Panjalu tidak akan mampu menciptakan banyak Ajing Neraka tapi saya khawatir, dengan kekuatan Rama Mada……………….” Absika Sidhratha berkata dengan cemas.
“Kalau begitu bukankah kak Rama Mada dalam bahaya? Tidak bisa dibiarkan, aku harus menghentikan pertarungan ini!” Citra Kirana sangat cemas, di dalam hatinya dia menyalahkan dirinya sendiri, "Karena aku, kak Rama berada dalam situasi yang berbahaya ini ..." Memikirkan hal ini dia bergegas menuju Tempat Pertarungan.
"Gadis Kecil, Di Ibukota Borja ini, tidak ada yang boleh ikut campur dalam pertarungan, kecuali situasi hidup atau mati terjadi atau Pertarungan selesai, jika tidak penghalang di sekitar arena pertarungan tidak akan dibuka." Wirat Mitra buru-buru Menghalangi adiknya dan menjelaskan.
“Lalu apa yang harus aku lakukan? ah,karena aku, kak Rama Dalam Situasi Hidup Mati.” Menyalahkan dirinya sendiri, Citra Kirana berjalan mondar-mandir.
“Ini………” Wiratmitra tidak tahu harus berkata apa kepada adik perempuannya yang cemas. Semuanya cemas, bahkan identitas mereka Sebagai Pangeran atau Putri Kerajaan tidak berguna.
“Yang Mulia Putri dan Pangeran, jangan khawatir! Temanmu akan baik-baik saja.” suara seorang lelaki tua tiba-tiba bersuara. Citra Kirana dan yang lainnya menoleh ke belakang dan melihat beberapa lelaki tua di belakang mereka. Mereka adalah orang tua yang mengikuti Abiseka Sidhartha dan teman-temannya.
"Kakek , kenapa kamu ada di sini?" Melihat lelaki tua kurus dan kecil itu, Citra Kirana bertanya dengan ekspresi terkejut.
"Ya, Tuan Wibisana, mengapa anda di sini?" Andika Pemadi juga terkejut dan bertanya pada seorang lelaki tua yang tinggi dan besar.
“Ha ha, apa menurutmu keluargamu bisa mengirimmu ke tempat ini tanpa tindakan pencegahan? Akibatnya Yang Mulia dan pemimpin keluarga Anda mengirim kami untuk melindungi Anda. Tuan Wibisana berkata dengan suaranya yang menggelegar.
"Oh itu benar, kakek Wibisana, mengapa Anda memberi tahu kami untuk tidak mengkhawatirkan Saudara Rama." Pada saat yang sama, Dewi Wulandari bertanya dengan rasa ingin tahu.
“Ha ha, apakah kamu benar-benar berpikir bahwa temanmu hanya pendekar kelas 2? Dia tidak sesederhana kelihatannya.” Kakek Wibisana berkata dengan senyum misterius. Kemudian mereka mulai melihat arena.
Di atas Arena, seiring dengan menghilangnya Gerindra Panjalu, Anjing merah 4-5 meter mulai Muncul seluruh Arena Dibuat Seperti Penjara Neraka. Anjing Api tak terhitung jumlahnya ke arah Rama Mada.
Tiba-tiba anjing itu berubah menjadi Gerindra Panjalu jarak antara dia dan Rama Sangat Dekat hingga dia mampu menerkam Rama hingga terjatuh. Tangan kanannya memegang Senjata berupa Tongkat dan tangan kirinya memegang belati. Sambil menyeringai, dia berkata kepada Rama mada, "bocah, mati untukku!" Gerindra mengayunkan belatinya ke Leher Rama Mada.
Rama terlihat sangat tenang walaupun Gerindra hampir memotong Lehernya dengan "Mata Langit"(Origin). Dia memiliki senyum misterius terpampang di wajahnya, dan kekuatan dilepaskan dari mata kanannya.
Gerindra mencibir ketika dia mengamati bagaimana belati semakin dekat ke Leher Rama Mada. Dalam benaknya dia meraung: "Mati kau bocah, ini pelajaran karena berani mengambil Wanitaku!"
Tapi sesuatu yang tidak terduga terjadi saat Pisau Gerindra mendekati Leher Rama 1 inci. Belati berhenti, dan tidak bisa maju lagi. Merasakan sesuatu yang menahan Dua Tanganya, dia mendongak dan tertegun tanganya
“Ini adalah……..” mulut Gerindra terbuka lebar karena terkejut, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“Hanya sihir Sampah. Saya hanya ingin melihat apakah Anda memiliki Sihir yang kuat, itu saja. Saya benar-benar kecewa dengan hasilnya.” menyatakan Rama menyaksikan Gerindra yang dipegang Oleh Dua Klonya. Baru saja dia hanya menggunakan mata kanannya untuk memantulkan ilusi. Sihir ilusi ini adalah sampah Depan ""Mata Langit"( Origin) .
"Karena kamu telah kalah, kamu bisa mati dengan tenang"
Rama Mada memperhatikan Gerindra, dan menghunus pedang Naga Puspa. Menggunakan pedang ini dia menusuk ke arah perut Gerindra.
Melihat pedang semakin dekat, Gerindra berteriak di dalam hatinya, "Pindah ah, aku, pindah ah!" Pada saat ini, kalung di lehernya memancarkan cahaya Putih dan Klon yang memang Tanganya menghilang, mendapatkan kembali kebebasannya. Setelah itu dia buru-buru mundur untuk menghindari serangan itu.
"Yah,seperti kau memiliki harta karun langka." Rama Mada memandang Gerindra dengan acuh tak acuh.
“Hu hu………..” Gerindra terengah-engah setelah menghindari serangan itu, dia hampir mati. Gerindra memandangi kalung itu dan menunjukkan ekspresi penyesalan.
Kalung itu adalah hadiah dari Kakaknya, harta tingkat Langit. Itu memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala macam sihir, harta yang langka. Dia tidak pernah berpikir itu akan sia-sia di sini.
“Kamu tahu, aku paling benci orang yang menyusahkan, dan kamulah yang memulai kekacauan ini. Biasanya aku cenderung memberantas masalah dari sumbernya. Karena kamu telah menunjukan kebolehanmu maka saya akan menunjukan kebolehan saya! Mengatakan ini, dia menyarungkan pedang Naga puspanya dan mengaktifkan "Mata Langit(Origin) Miliknya. Rama Mada tidak memiliki kesan yang baik pada Gerindra , dan dia tidak peduli jika dia mati. Tapi setelah dia membangunkan Mata langit Originya, dia tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan kekuatannya, jadi ini saat yang tepat untuk menguji kekuatannya.
“Bluee-Dark Illusion” Rama Mada melepaskan kekuatan mata kirinya, dan tiba-tiba aura misterius memancar keluar dari tubuhnya.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Ika Mutarofa
mantul
2022-12-23
0
Tyas Anindita
pertama Thor
2022-12-14
1