BAB 11. Profesi Dokter Dika

Dika kembali ke kediaman Dwilaga. Jam menunjukan lewat tengah malam tanda semua penghuni rumah sudah terlelap di bawah selimut mereka masing masing. Dika berjalan setenang mungkin agar tidak membangunkan orang rumah.

Tak...tak...tak…

Dika menaiki tangga rumahnya satu-satu karena kamarnya berada di lantai 2. Saat ia hendak memasuki kamarnya sepintas ia melirik kamar milik kakaknya di sebelah. Lampu kamarnya masih menyala menandakan si empunya masih terjaga.

Tok...tok...tok…

"Siapa" Suara orang di dalam.

"Aku kak, Dika."

"Oh kamu Dik masuk, tidak dikunci."

Ceklek

Dika membuka pintu kamar kakaknya dengan perlahan lalu memasukkan kepalanya.

" Kok belum tidur kak?"

"Masuklah, jangan begitu."

Dika pun masuk menuruti kata sang kakak. Ia kemudian duduk di kursi berhadapan dengan kakaknya.

" Apakah dosen sebegini sibuknya?" Dika bertanya sambil membuka-buka buku di meja kakak nya itu.

"Haish kau ini, Dosen dengan mahasiswa yang banyak sama halnya kamu dokter yang punya banyak pasien. Mereka mempunya tingkat pemahaman yang berbeda beda. Jadi sebagai pengajar kita juga harus paham. Kita tidak bisa menyamaratakan mereka."

"Ya ya ya pak Dosen Radian Nareen Dwilaga. Anda memang betul betul dosen terbaik di negeri ini."

"Hahaha awas kamu ya ngeledek. Oh iya tumben kamu pulang ke rumah. Biasanya pulang ke rumah klinikmu itu."

"Biasa pemeriksaan rutin buat orang rumah. Kak Radi tidak lupa kan."

"Ya ya ya anda memang dokter terbaik Dokter Dika."

Mereka berdua tertawa bersama. Sejenak rasa lelah itu terasa hilang. Ya jarak mereka yang hanya 2 tahun membuat Dika dan Radi sangat dekat. Mereka bahkan kadang melakukan traveling bersama. Jika tidak mau diganggu kedua adik mereka, Radi dan Dika akan diam diam perginya tanpa pemberitahuan.

"Ya sudah kak, aku tidur dulu ya. Besok ada jadwal buka klinik juga. Setelah cek kesehatan orang rumah beres kau langsung balik klinik."

"Ya sudah sana, dasar dokter sibuk. Hahahah."

Dika hanya nyengir lalu keluar dari kamar kakaknya itu menuju kamarnya sendiri.

Karena sudah mandi di rumah sakit, Dika langsung mengganti bajunya dengan piyama lalu merebahkan tubuhnya di kasur. Saat hendak memejamkan matanya, Dika tiba tiba teringat kepada Silvya.

Hhhhh, anak itu lagi apa. Oh sial...ini kan sudah malam. Pastilah dia tidur. Tapi ada sesuatu yang membuatku masih penasaran. Mengapa di tubuhnya tertanam sebuah chip. Kira kira dia tahu itu nggak ya? Sudahlah.

Dika lalu merah guling di sampingnya dan lambat laun ia terlelap juga.

***

Pagi hari di kediaman Dwilaga menjadi sangat ramai karena adanya Dika. Ayah dan bundanya sangat paham jika putra kedua mereka di rumah maka akan ada drama larangan ini itu dan harus mengkonsumsi ini itu. Sekalipun Dika berlisensi dokter spesialis bedah namun dia juga memegang lisensi dokter umum. Maka dari itu dia bisa mendapatkan surat ijin praktek untuk kliniknya.

"Aduuuh ada mas Dika. Males deh mesti bawel." Ucap si adik paling bungsu dan putri satu satunya di keluarga Dwilaga.

"Hahaha takut amat sih sama mas Dika." Timpal si nomer 3.

" Mas mu begitu demi kesehatan semua orang." Kini Aryo sang ayah yang menimpali.

Kediaman Dwilaga hati itu sudah seperti klinik. Dika sudah sehabis subuh siap berada di ruang keluarga untuk memeriksa kondisi kesehatan kedua orang tuanya dan saudara saudaranya.

"Yang pertama ayah dulu." Ucap Dika seperti memanggil pasiennya.

Aryo berjalan mendekat dan duduk disebelah Dika siap untuk diperiksa, ia sendiri pun takut takut terhadap putra keduanya itu.

" Ayah, kurangi kopi sama gorengan nih. Kolesterolnya naik parah. Banyakin makan buah. Bun… ayah dimasakin rebusan aja dulu. Stop tempe mendoannya." Dika berucap serius namun semua yang ada disana malah tertawa kecuali sang ayah.

" Sekarang bunda...bunda paling best, tekanan darah oke, kolesterol oke, gula darah oke. Emang hanya bunda yang sayang sama Dika." Ucap Dika sambil memeluk bundanya.

Semua orang memutar bola matanya dengan malas.

Pemeriksaan dilanjutkan. Nasehat nasehat kesehatan Dika sampaikan kepada seluruh keluarganya. Untuk sang kakak jangan terlalu banyak begadang, kurangi kopi, karena Radi memang mempunyai asam lambung.

Untuk adik laki-lakinya yang bernama Rafandra juga diminta mengurangi begadang dan rutin minum vitamin serta suplemen mengingat pekerjaannya dia sebagai traveler.

Dan yang terakhir untuk adik perempuannya yang bernama Rinjani, ini yang membuat Dika membuang nafasnya kasar.

"Dek, stop jajan aneh aneh dna sembarangan. Mas nggak nglarang cuma sesekali aja. Jarang sering sering. Kamu tuh seneng banget konsumsi minuman minuman yang nggak jelas itu. Inget itu gulanya banyak banget. Emang kamu mau masih muda kena diabetes."

Rinjani yang pagi pagi buta kena omel sang kakak cuma bisa diam karena dia tau dia salah.

"Iya iya tau. Mas ih bawel bener. Ia Jani janji bakal ngurangin itu jajanan semuanya." Ucap Jani pasrah.

Setelah drama pemeriksaan itu selesai Dika berpamitan untuk pulang karena harus membuka klinik. Bahkan ia tidak sarapan di rumah karena saking terburu-burunya.

Setelah Dika keluar dari rumah dan suara motornya terdengar menjauh semua orang di rumah itu menghembuskan nafasnya lega.

Huft…..

"Ayah, kenapa gitu bisa punya anak model mas Dika. Buset kali lagi mode dokter gitu vibesnya berasa di rumah sakit." Celetuk Rafandra yang biasa dipanggil Andra.

"Heh… mana ayah tahu, punya anak dokter hebat ternyata PR juga hahahha."

"Mas mu begitu karena dia sayang sama kita, sebagai dokter dia paham betul apa itu sehat apa itu sakit. Pernah suatu ketika Dika cerita sama bunda tentang pasien pasiennya. Dia sangat terpukul saat pasiennya tidak selamat di meja operasi. Itu merupakan tekanan besar buatnya. Saat seperti itu dia membayangkan kita, ayah, bunda, kak Radi, Andra, dan Jani yang di meja operasi itu. Makanya kelihatannya dia begitu protektif terhadap kita itu semata mata dia tidak mau melibat salah satu keluarganya berada di meja operasinya."

Semuanya diam mendengar penjelasan sang bunda, sejenak mereka terdiam dan meresapi tentang bagaimana profesi Dika saat ini.

Mungkin  juga bagi Dika tidak mudah, menjadi seorang dokter spesialis bedah yang diharapkan bisa menyelamatkan nyawa setiap pasiennya di meja operasi namun dokter sendiri bukanlah Tuhan. Dokter hanya lah manusia perantara yang berusaha menyelamatkan namun tidak bisa mengubah sebuah ketetapan.

Akhirnya semua orang di meja makan tersebut sedikit mengerti kekhawatiran Radika Tara Dwilaga, putra kedua dari keluarga  Dwilaga yang terkenal dingin bahkan dijuluki kulkas 12 pintu itu sebenarnya adalah pria yang begitu menyayangi dan hangat kepada keluarganya.

TBV

Terpopuler

Comments

Sweet Girl

Sweet Girl

💃💃💃💃💃

2024-07-14

1

Sweet Girl

Sweet Girl

🙄🙄🙄🙄🙄

2024-07-14

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Yo jelaslah eroooo

2024-07-14

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Penyerangan Tiba-Tiba
2 BAB 2. Wild Eagle
3 BAB 3 : Kulkas 12 Pintu
4 BAB 4. Siapa Penghianat Itu
5 BAB 5. Kesibukan Anggota Wild Eagle
6 BAB 6. Penyesalan Fatimah
7 BAB 7. Tidak Tertarik
8 8. Tiger Fangs
9 BAB 9. I'm Sorry Mom
10 BAB 10. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
11 BAB 11. Profesi Dokter Dika
12 BAB 12. Teka Teki
13 BAB 13. Tempat Persembunyian
14 BAB 14. Berbuah Menjadi Cupu
15 BAB 15. Tragedi
16 BAB 16. Digrebek
17 BAB 17. Status Masih Abu-Abu
18 BAB 18. Pergerakan Pertama Q
19 BAB 19. Black Shadow
20 BAB 20. Mengerjai Silvya
21 BAB 21. Drama Supermarket
22 BAB 22. Ringkus !!!
23 BAB 23. First Kiss
24 BAB 24. Markas Baru
25 BAB 25. Senjata Makan Tuan
26 BAB 26. Bertemu dengan Mertua
27 BAB 27. Bertolak Belakang
28 BAB 28. Hampir Saja
29 BAB 29. Setiap Orang Punya Rahasia
30 BAB 30. Aku Dewi Kematianmu
31 BAB 31. Aksi Queen Mafia
32 BAB 32. Dikira Bercanda
33 BAB 33. Cinta Dalam Diam
34 BAB 34. Kulkas Kita Mencair
35 BAB 35. Send to Hell
36 BAB 36. Bermain #1
37 BAB 37. Bermain #2
38 BAB 38. Maafin Aku Mas
39 BAB 39. Patah Hati Berjamaah
40 BAB 40. Ketiduran Di Rumah Mertua
41 BAB 41. Siapa Musuh mu, Mas?
42 BAB 42. Pengakuan
43 BAB 43. Keputusan Dika
44 BAB 44. Kepanikan Keluarga
45 BAB 45. Istriku Jagoan
46 BAB 46. Sesal Geoff
47 BAB 47. Aku Tidak Akan Memberikan Suamiku
48 BAB 48. Obsesi Tania
49 bab 49. Dia Adalah Radika Tara Dwilaga
50 BAB 50. Rencana Dika
51 BAB 51. One Step Closer
52 BAB 52. Sebuah Rahasia
53 BAB 53. Pengantin Absurd
54 BAB 54. Yang Dinanti
55 BAB 55. Sisi Lemah Silvya
56 BAB 56. Meninggalkan Wild Eagle?
57 BAB 57. Dilema Silvya
58 BAB 58. Mengatakan Kepada Fatimah
59 BAB 59. Jebakan Membawa Nikmat
60 BAB 60. Mas Dika Anget Kok
61 BAB 61. Misi Membasmi Ulat Bulu
62 BAB 62. Selamat Datang, Silvya
63 BAB 63. Dewi Kekejaman Datang
64 BAB 64. Teka Teki Semakin Pelik
65 BAB 65. Aku Bisa Lebih Licik
66 BAB 66. Masuk Sarang Serigala
67 BAB 67. Bujukan Rodriguez
68 BAB 68. Zola Aaron Linford
69 BAB 69. Dinding pun Memiliki Telinga
70 BAB 70. Ketahuan
71 BAB 71. Dibawa Kemana?
72 BAB 72. Diluar Perkiraan
73 BAB 73. Persiapan
74 BAB 74. Queen and King
75 BAB 75. Kau Kalah Telak
76 BAB 76. Apakah Benar Sudah Berakhir??
77 BAB 77. My Wife Is Queen Mafia
78 BAB 78. Lantai 17
79 BAB 79. Rencana Cadangan
80 BAB 80. Pemindahan
81 BAB 81. Kembar Gila
82 BAB 82. Rompi Anti Peluru
83 BAB 83. Heli datang
84 BAB 84. Apakah Sepadan?
85 BAB 85 . Kita Diikuti
86 BAB 86. Tenanglah Mas
87 BAB 87. Meminta Bantuan Yang Gagal
88 BAB 88. Kunjungan Albern
89 BAB 89. Rencana Kedepan
90 BAB 90. Mengenang
91 BAB 91. Kepercayaan Diri Paulo
92 BAB 92. Menikmati Permainan
93 BAB 93. Rumah
94 BAB 94. Cinta Yang Salah
95 BAB 95. Akhir dan Awal Baru
96 BAB 96. Mengenang ( END)
97 NOVEL BARU : MENGGAET HATI DOSEN KILLER by IAS
98 NOVEL BARU : WARRIOR OF THE SEVEN SWORDS
99 Novel Baru : MAFIA SOMPLAK & CEWEK ANYEP by Author IAS
100 KARYA BARU: KEBLINGER KHARISMA PRIA BERISTRI
Episodes

Updated 100 Episodes

1
BAB 1. Penyerangan Tiba-Tiba
2
BAB 2. Wild Eagle
3
BAB 3 : Kulkas 12 Pintu
4
BAB 4. Siapa Penghianat Itu
5
BAB 5. Kesibukan Anggota Wild Eagle
6
BAB 6. Penyesalan Fatimah
7
BAB 7. Tidak Tertarik
8
8. Tiger Fangs
9
BAB 9. I'm Sorry Mom
10
BAB 10. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
11
BAB 11. Profesi Dokter Dika
12
BAB 12. Teka Teki
13
BAB 13. Tempat Persembunyian
14
BAB 14. Berbuah Menjadi Cupu
15
BAB 15. Tragedi
16
BAB 16. Digrebek
17
BAB 17. Status Masih Abu-Abu
18
BAB 18. Pergerakan Pertama Q
19
BAB 19. Black Shadow
20
BAB 20. Mengerjai Silvya
21
BAB 21. Drama Supermarket
22
BAB 22. Ringkus !!!
23
BAB 23. First Kiss
24
BAB 24. Markas Baru
25
BAB 25. Senjata Makan Tuan
26
BAB 26. Bertemu dengan Mertua
27
BAB 27. Bertolak Belakang
28
BAB 28. Hampir Saja
29
BAB 29. Setiap Orang Punya Rahasia
30
BAB 30. Aku Dewi Kematianmu
31
BAB 31. Aksi Queen Mafia
32
BAB 32. Dikira Bercanda
33
BAB 33. Cinta Dalam Diam
34
BAB 34. Kulkas Kita Mencair
35
BAB 35. Send to Hell
36
BAB 36. Bermain #1
37
BAB 37. Bermain #2
38
BAB 38. Maafin Aku Mas
39
BAB 39. Patah Hati Berjamaah
40
BAB 40. Ketiduran Di Rumah Mertua
41
BAB 41. Siapa Musuh mu, Mas?
42
BAB 42. Pengakuan
43
BAB 43. Keputusan Dika
44
BAB 44. Kepanikan Keluarga
45
BAB 45. Istriku Jagoan
46
BAB 46. Sesal Geoff
47
BAB 47. Aku Tidak Akan Memberikan Suamiku
48
BAB 48. Obsesi Tania
49
bab 49. Dia Adalah Radika Tara Dwilaga
50
BAB 50. Rencana Dika
51
BAB 51. One Step Closer
52
BAB 52. Sebuah Rahasia
53
BAB 53. Pengantin Absurd
54
BAB 54. Yang Dinanti
55
BAB 55. Sisi Lemah Silvya
56
BAB 56. Meninggalkan Wild Eagle?
57
BAB 57. Dilema Silvya
58
BAB 58. Mengatakan Kepada Fatimah
59
BAB 59. Jebakan Membawa Nikmat
60
BAB 60. Mas Dika Anget Kok
61
BAB 61. Misi Membasmi Ulat Bulu
62
BAB 62. Selamat Datang, Silvya
63
BAB 63. Dewi Kekejaman Datang
64
BAB 64. Teka Teki Semakin Pelik
65
BAB 65. Aku Bisa Lebih Licik
66
BAB 66. Masuk Sarang Serigala
67
BAB 67. Bujukan Rodriguez
68
BAB 68. Zola Aaron Linford
69
BAB 69. Dinding pun Memiliki Telinga
70
BAB 70. Ketahuan
71
BAB 71. Dibawa Kemana?
72
BAB 72. Diluar Perkiraan
73
BAB 73. Persiapan
74
BAB 74. Queen and King
75
BAB 75. Kau Kalah Telak
76
BAB 76. Apakah Benar Sudah Berakhir??
77
BAB 77. My Wife Is Queen Mafia
78
BAB 78. Lantai 17
79
BAB 79. Rencana Cadangan
80
BAB 80. Pemindahan
81
BAB 81. Kembar Gila
82
BAB 82. Rompi Anti Peluru
83
BAB 83. Heli datang
84
BAB 84. Apakah Sepadan?
85
BAB 85 . Kita Diikuti
86
BAB 86. Tenanglah Mas
87
BAB 87. Meminta Bantuan Yang Gagal
88
BAB 88. Kunjungan Albern
89
BAB 89. Rencana Kedepan
90
BAB 90. Mengenang
91
BAB 91. Kepercayaan Diri Paulo
92
BAB 92. Menikmati Permainan
93
BAB 93. Rumah
94
BAB 94. Cinta Yang Salah
95
BAB 95. Akhir dan Awal Baru
96
BAB 96. Mengenang ( END)
97
NOVEL BARU : MENGGAET HATI DOSEN KILLER by IAS
98
NOVEL BARU : WARRIOR OF THE SEVEN SWORDS
99
Novel Baru : MAFIA SOMPLAK & CEWEK ANYEP by Author IAS
100
KARYA BARU: KEBLINGER KHARISMA PRIA BERISTRI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!