Sekali lagi Vernon mengucapkan kalimat itu. Setelah kemarin dia mengatakannya juga, saat ini pria itu mengatakannya lagi. Kalimat yang aku rasa sangat tidak mungkin keluar dari bibirnya.
Aku menatap pada Vernon yang baru saja memelukku sangat erat. Aku meminta penjelasan darinya mengenai kalimat yang diucapkannya tadi. Namun Vernon malah menciumku. Dengan sekuat tenaga aku mendorongnya untuk berhenti melakukannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati secepat itu." Ucapnya. "Aku akan membuatmu mencintaiku dan setelahnya aku akan meninggalkanmu. Aku akan menciptakan neraka untukmu."
Mendengar ucapan Vernon membuatku mengerti jika dirinya hanya ingin mempermainkan diriku. Aku yang sudah tak mempunyai keinginan untuk menjalani hidupku menganggap ucapannya adalah sebuah hiburan. Saat ini itu adalah hal yang terbaik untukku.
Aku akan hidup di neraka yang kau ciptakan untukku.
Tangan kananku menggapai tengkuk Vernon untuk menciumnya. Kami berciuman dengan kemauan kami berdua. ******* satu sama lain dengan penuh gairah. Beradu lidah dan bertukar saliva dengan mencengkram satu sama lain, agar tak satu pun dari kami menghentikannya.
Vernon mengangkatku untuk mencumbuku sedangkan aku melingkarkan kedua kakiku ke tubuhnya hingga Vernon membawaku ke atas tempat tidur dengan terus menghujaniku dengan ciumannya.
Dengan kasar Vernon membuka pakaianku dan pakaiannya sendiri. Aku hanya diam saja ketika dia mulai menyentuh semua hal yang ada di tubuhku. Aku menikmati setiap sentuhannya dan membiarkan Vernon menguasai diriku. Hingga akhirnya kami bersatu padu dalam sebuah kehancuran diri kami berdua.
Kami yang saling membenci membiarkan diri kami menikmati semua yang kami lakukan. Inilah yang terbaik, aku akan mencoba meredam semua perasaanku pada Alec dengan membiarkan Vernon masuk ke dalam hidupku. Aku dan Vernon akan menjalani kehancuran dalam hidup kami berdua hingga semua rasa sakit yang kami rasakan membunuh kami dengan perlahan-lahan.
"Aku tidak akan pernah melepasmu lagi." Ucap Vernon di telingaku. Kami berdua berbaring di tempat tidur setelah peluh dan rasa kepuasan kami rasakan. Vernon merengkuh tubuhku dari belakang dan tetap mendekapku. "Jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupmu, aku yang akan membunuhmu dengan sebuah penyiksaan."
"Ya, aku akan menikmati semua penyiksaan yang kau lakukan padaku. Buat aku mencintaimu dan setelah itu kau harus meninggalkan aku. Itu semua sepadan sekarang." Aku berusaha menahan air mataku agar tidak menguasai diriku lagi saat ini.
Aku bisa merasakan ketika Vernon mengecup belakang telingaku sebelum dirinya memutar tubuhku hingga kami bertatapan.
"Katakan siapa pria itu?" Tanya Vernon. "Pria yang membuatmu ingin mengakhiri hidupmu. Katakan siapa dia?!"
Aku membuang mukaku dari tatapan Vernon. Tidak mungkin aku mengatakan kalau pria itu adalah Alec, pria yang akan menikah dengan adiknya. Sebaiknya aku merahasiakan hal itu dari Vernon. Semua akan semakin rumit ketika dia tahu jika aku sangat mencintai Alec hingga ingin mengakhiri hidupku saat tahu Alec akan menikah dengan Olivia.
"Kau tidak perlu tahu karena tidak ada hubungannya denganmu. Yang harus kau lakukan adalah membuat aku mencintaimu hingga aku bisa melupakan pria itu. Setelah itu terjadi kau harus meninggalkan aku." Jawabku dengan pelupuk mata yang tergenang hingga penglihatanku tidak terlalu jelas.
Tiba-tiba Vernon memegang wajahku dan sekali lagi dia menciumku. ********** seperti tidak ingin membiarkan aku melepasnya. Hingga sekali lagi kami berdua tenggelam dalam suasana kelam yang kami buat sendiri. Sekali lagi kami bercinta dalam rasa kebencian antara kami.
Akhirnya kami meninggalkan hotel dua jam kemudian dan kembali ke rumah. Semua anggota keluarga Vernon sudah datang. Mereka ingin mendengar kabar mengenai pernikahan Olivia dengan Alec.
Kedua orang tua Vernon, paman Vernon yang merupakan seorang bos mafia bernama Felipe Camorra beserta istrinya. Mereka berdua tidak memiliki seorang anak sehingga Vernon yang membantu pamannya dalam melebarkan sayapnya di dunia hitam tersebut. Terakhir adalah adik Vernon yang bernama Vegard Stine Skjoldbjærg, usianya sama dengan Alec yaitu 27 tahun.
Vegard terlihat lebih santai dari cara berpakaiannya, rambutnya yang pirang dan agak panjang dengan aksesoris anting di telinganya terlihat kalau pria itu memiliki kehidupan yang bebas. Dia juga tidak hadir di acara pernikahan aku dan Vernon karena Vegard tinggal di Norwegia untuk menjalankan perusahaan ayah mereka.
"Jujur saja, aku tidak suka dengan Alec. Kenapa kalian setuju menikahkan Olivia dengannya?" Vegard yang duduk santai di sofa menatap Vernon yang berdiri di sampingku.
"Aku tidak meminta pendapatmu." Jawab Vernon menatap tajam pada adiknya.
Sesaat mereka berdua saling bertatapan, membuat aku mengerti jika hubungan mereka berdua tidak terlalu baik. Aku jadi tidak heran kenapa Vegard tidak datang ke pernikahan kami.
Dengan wajah yang sama kesalnya Vegard berbicara bahasa Norsk yang tidak aku mengerti. Hingga mereka semua berbicara dengan bahasa itu kecuali paman mereka Felipe Camorra yang hanya mengerti sedikit dengan bahasa tersebut.
Itu membuat aku sadar kalau pembicaraan itu seperti tidak ingin didengar olehku. Aku hanya diam saja sambil memandangi Olivia yang duduk di samping Vegard. Olivia terlihat tegang karena sepertinya keluarganya terbagi dua suara mengenai rencana pernikahannya dengan Alec.
Pembicaraan usai, aku segera meninggalkan ruang keluarga menuju kamarku. Dengan pembicaraan menggunakan bahasa yang tidak aku mengerti seharusnya tidak masalah jika aku tidak ikut di sana.
"Sepertinya kau masih sedikit mabuk." Ujar Vernon ketika masuk ke kamar.
Sejak masuk ke kamar aku hanya kembali berbaring karena saat ini kepalaku terasa begitu sakit. Entah karena rasa sedih yang masih terasa atau karena mendengar ocehan keluarga ini dengan bahasa yang tidak aku mengerti.
Aku diam saja, bahkan tidak menoleh ke arah pintu masuk yang aku punggungi ketika Vernon berkata seperti itu padaku.
"Istirahatlah. Hari ini aku ada urusan keluar dan kemungkinan aku tidak akan pulang malam ini." Seru Vernon setelah itu aku bisa mendengar langkahnya yang keluar dari kamar dan menutup pintu.
Dia tidak akan pulang? Itu bagus, aku hanya sedang ingin sendiri hari ini. Aku juga sudah lelah setelah bertemu dengan semua anggota keluarganya. Aku juga sudah lelah setelah bercinta dengannya.
Aku mencoba menutup mataku untuk beristirahat. Aku bahkan membiarkan handphone-ku berdering saat Sesya meneleponku. Tak ada niatan diriku untuk menjawab telepon ataupun berbicara dengannya. Aku hanya ingin tidur saat ini, dan tidak memikirkan semuanya lagi.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka lagi. Aku tetap pada posisiku dengan tidak membuka mata ataupun menoleh ke arah pintu yang aku punggungi. Vernon pasti kembali karena melupakan sesuatu, itu yang aku pikirkan.
Namun tak ada suara apapun lagi setelah pintu terbuka. Tak ada langkah kaki ataupun suara Vernon yang mengatakan sesuatu. Itu membuat aku penasaran hingga aku membuka mata. Ketika aku hendak menoleh bersamaan dengan seseorang berkata padaku.
"Jeg har ikke sett deg på lenge, Vivian. (Aku sudah lama tidak melihatmu, Vivian.)"
Vegard berdiri di ambang pintu menatapku.
...–NATZSIMO–...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅Rina👻ᴸᴷOFF
ada apa dengan veg.. nama nya susah banget sih thor😭😭😭😭
2023-12-16
0