Menunggu

Anggrek menarik nafas panjang dan menganggukkan kepalanya. Bagaimanapun mereka tidak punya pilihan, apa yang sahabtnya katakan memang benar. Setiap ada event fasion show dan mereka tidak menemukan model maka Anggreklah yang akan menjadi tumbalnya.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, selain memiliki tinggi badan yang memumpuni Anggrek juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Perempuan yang sekarang sudah menjadi istri orang itu dulunya aktif saat kuliah dan pantang baginya untuk mengatakan tidak jika itu hal yang positif. Sehingga dia sering tampil di hadapan orang banyak di tambah dengan wajah yang sangat mendukung hingga dia adalah pilihan ketika waktu sudah tidak lagi mampu di ajak kompromi.

"Baiklah, nanti aku akan katakan pada suamiku." Anggrek langsung memulai pekerjaannya tanpa pikir panjang.

"Nah begitu dong Sayangku! Itu juga yang dari kemaren aku ingin katakan tetapi dirimu dari jauh dan aku takut kau menyemburku dengan api kemarahanmu! Hingga diriku terbakar habis tanpa bosa melawan! Tolong aku wahai pangeran yang temgah di jodohkan oleh Nenekku padaku! Calon istrimu akan di aniaya oleh sahabatnya yang ternyata berwajah malaikat bertingkah mirip dengan..." perkataan Amanda terhenti karena Anggrek memukul kepala gadis itu dengan gulungan kertas.

"Berhenti mendrama jika kau tidak ingin kalah kali ini! Ayo kita harus selesaikan ini secepat mungkin! Aku tidak ingin ketinggalan kesempatan ini," kata Anggrek.

Studio terlihat sangat sibuk setelah tahu jika owner dari AA colection itu akan menjadi modelnya. Mereka sama-sama memutar otak untuk membuat pakaian yang indah dan selesai dalam waktu singkat.

Untungnya rancangan yang kemaren di buat oleh Anggrek dan di ajukan untuk seleksi design lulus dan masuk 2 besar. Gaun itu bukan gaun terbuka, gaun yang sengaja di rancang oleh Angrek oleh Anggrek untuk terlihat elegan dan bisa di pakai oleh wanita berhijab ataupun non muslim yang jelas tidak menggunakan kerudung.

"Nona, apakah riasan ini sudah pas?" tanya salah seorang pekerja yang mengerjakan riasan yang ada di baju yang nanti akan di showkan.

"Iya yang ini bisa! Hanya saja ini perlu di perhalus dan beri warna netral agar terlihat lebih bagus," kata Anggrek.

"Sohib, ini bagaimana apakah sudah pas dengan seleramu? Karena ini nanti kau yang memakainya," kata Amanda yang berteriak dari ruangan jahit.

"Selesaikan kerangka kasarnya! Setelah itu aku aku akan mencobanya!" kata Anggrek, tidak ada senyum di wajah manisnya dari tadi wanita itu mengejar design rancangan yang akan mereka gunakan untuk final. Ya begitulah Anggrek meski belum tahu apakah masuk final atau tidak baginya jika mencoba jangan setengah-setengah tapi langsung 1000% atau tidak sama sekali.

"Nona, bagaimana untuk sambungan warna yang ini?" tanya salah seorang pekerjanya yang ikut dalam menyelesaikan hiasan-hiasan yang akan di gunakan pada gaun itu.

Anggrek memeriksanya dan kembali memberikan koreksinya. Cepat waktu berlalu hingga tidak terasa hari sudah petang dan baju yang akan Anggrek kenakan di Fasion Show belum sepenuhnya siap. Bahkan baru selesai rancangan kasarnya saja.

Bahkan Amanda sampai menangis karena sedari tadi ada saja yang harus di rubah karena memilih si perfect untuk menjadi modelnya.

"Sudah jangan menangis! Tidak semua harus selesai hari ini! Nanti aku akan bawa ini ke rumah dan aku akan selesaikan agar kamu tidak bingung lagi maksudku!" kata Anggrek.

"Kau masih harus menyiapkan yang lain. Tidak usah begitu, setidaknya bantu saja aku hingga jam 10 malam lalu pulanglah setelahnya," kata Amanda.

"Aku akan coba menghubungi Suamiku dulu, takutnya dia pulang lebih awal dari pada diriku jika aku pulang di jam segitu," kata Anggrek.

Amanda juga tahu apa kesulitan sang sahabat tapi harus bagaimana? Ini sudah mendesak dan dua minggu lagi mereka harus tampil. Anggrek juga perlu berlatih bukan?

"Baiklah," kata Amanda dengan wajah lesu.

To my husband

Assalamu'alaikum. Abang nanti pulang jam berapa?

Anggrek mengirimkan pesan, tapi ternyata Arjuna langsung menghubungi sang istri.

"Assalamu'alaikum Abang!" sapa Anggrek dengan ceria hingga membuat Amanda mencibir mendengar cara sang sahabat berbicara dengan suaminya.

"Awas aja nanti aku akan memanggil suamiku nanti dengan sebutan, sweety honey sweetheart!" kata Amanda dengan suara mengejek tapi masih di dengar oleh Anggrek.

"Abang pulang jam berapa nanti?" tanya Anggrek kembali melalui smabungan telepon.

"Aku nanti pulang mungkin agak larut. Tapi kamu jangan menungguku, paling cepat sepertinya jam 11 malam aku baru bisa pulang," kata Arjuna dengan nada lelah yang teramat jelas dari suaranya.

Anggrek terdiam tapi dalam hatinya gelisah, dia juga khawatir jika suaminya terlalu di forsir dalam bekerja. Baiklah dia akan memikirkan caranya agar Arjunanya pulang saat dia juga pulang.

"Baiklah, Abang. Aku izin pulang jam 10 malam karena masih ada pekerjaan yang belum siap. Jika aku sudah selesai aku akan langsung menghubungi Abang!" kata Anggrek.

"Kenapa harus pulang semalam itu Anggrek! Kamu itu perempuan, mau naik kenderaan umum lagi. Jangan membuat aku khawatir Anggrek! Aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus pulang sebelum jam 6 sore," kata Arjuna.

Mendengar protesan sang suami Anggrek mendapat ide.

"Abang ini sangat penting untukku! Ini impianku Abang! Aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja, jika Abang mau menghabiskan waktu begitu lama hanya demi perusahaan yang sangat Abang sayangi akupun begitu Abang! Lagi pula aku kesepian di rumah tidak ada orang! Bagaimana jika Abang aja yang jemput aku nanti?" kqta Anggrem bernegosiasi.

"Tapi aku pulangnya lama Istriku!" kata Arjuna yang tengah menahan kesla dan lelah.

"Justru itu, nantikan Abang bisa balik lagi ke kantor setelah menjemputku! Aku sangat yakin di kantor seorang CEO pasti ada kamar di dalamnya. Jangan bilang ruangan Abang ngak ada kamar di dalamnya, aku aja yang cuma studio sederhana ada kamar di ruanganku!" kata Anggrek yang mulai kesal karena waktu untuk nenyelesaikan rancangannya tidaklah banyak.

"Baiklah nanti aku akan jemput kamu," kata Arjuna mengalah.

Setelah perdebatan itu selesqi batulah Anggrek bisa bernafas lega.

Setelah itu Anggrek dan Amanda bersama beberapa rekan yang memang mengerjakan proyek bersama denganya memutuskan untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan mereka. Minimal kerangka kasarnya.

Tidak terasa hari kian larut bajkan untuk makanpum mereka memilih sambil mengerjakan pekerjaan masing-masing.

Hingga jarum jam menunjukkan pukul 9.30 malam. Anggrek tersenyum, semua yang dia rencanakan berjalan lancar.

"Baiklah semuanya, bagi team penjahit jika tidak ada yang harus di tambahkan lagi silahkan pulang terlebih dahulu! Ambil waktu kalian untuk beristrahat karena kita akan bertempur lagi besok," kata Anggrek menyuruh teman-temannya pulang termasuk Amanda.

Dengan ponsel pintarnya wanita muda itu menyiapkan makan malam untuk menunggu jemputan sang suami. Ya Anggrek tidak berniat pulang ataupun membiarkan Arjuna kembali ke kantor.

Dengan senyuman riang Anggrek menunggu sang suami yang sudah mengabari jika dia sudah jalan ke studio.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Siapa Ayahnya?
2 Terusir dan Berteman Hujan
3 Tragedi
4 Penyakit Kelamin
5 Pernikahan Tanpa Cinta
6 Berlumur Dosa
7 Lupa Diri
8 Menantu Idaman
9 Mulai Takut Kehilangan
10 Tanpa Masa Depan
11 Kamu Spesial
12 Kecurigaan
13 Salah Faham
14 Jangan Menangis
15 Kebenaran yang Tersembunyi
16 Cinta Banget
17 Masih Misteri
18 Mulai Melunak
19 Model dan Catwalk
20 Menunggu
21 Tidak di Takdirkan
22 Bunga Bangkai
23 Kecewa
24 Kerja Rodi
25 Begini Rasanya?
26 Sakit
27 Wanita Jahannam
28 Menderita Kejiwaaan
29 Terpecahkan
30 Pasangan Halal
31 Simpanan
32 Tampak Jelas
33 Mulai Ngadi-Ngadi
34 Mood Swing
35 Penuh Kebahagiaan
36 Manis dan Pilu
37 Duduk Salah Berdiri Salah
38 Bertengkar
39 Pilu dan Sakit
40 Semakin Aneh
41 Arjuna Pasrah
42 Teh Turki dan Baklava
43 Mendengar Kebenaran
44 Air Mata Kebahagiaan
45 Anggrek dan Melati
46 Meregang Nyawa
47 Kisah Melati
48 Kedatangan Papah dan Mamah
49 Tertampar Kenyataan
50 Talak
51 Meninggal Dunia
52 Di Amuk Ibu Suri
53 Keturunan Angsa
54 Pacaran Halal
55 Pelihara Kucing
56 Claudia's Love Story (Novel Baru)
57 I Love You
58 Edisi Bucin
59 Amarah Arjuna
60 Anggrek Pingsan
61 Sarapan Bersama
62 Pelan Tapi Pasti
63 Lamaran Uztadz Khairil
64 Rahasia Mama
65 Es Krim Datang!
66 Apakah ini Karma Untukku?
67 Hei ini Bukan Setan!
68 Menjaga Hati
69 Jadikan Pelajaran
70 Mawar, Papa dan Mama
71 Jiwa Jombloku Teriris
72 Mas Arjuna Aku Datang
73 Berbagi Suami Dengan Kakak
74 Merasa Kalah Telak
75 Wanita Tidak Bernasab
76 Berpikir Sempit
77 Rencana Jahat Mawar
78 Sial Semuanya Gagal!
79 Orang Yang Mecurigakan
80 Anggrek dan Arjuna Diserang
81 Berakhir Dengan Kata Talak
82 Dokter! Dokter!
83 Mengerikan
84 Faris, Faqih dan Fateen
85 Apakah Rasa itu Mulai Pudar?
86 Misi Menjadi Wanita Penggoda
87 Trauma
88 Menemani Perjalanan Bisnis
89 Kamu Ngak Jatuh Miskinkan Bang?
90 Arjuna Mendapat Masalah
91 Kumpulkan Bukti
92 Dilema Sofia
93 Mr Lev Dimitri
94 Nasehat Untuk Mawar
95 Matang Artinya Tua
96 Takut Untuk Jujur
97 Renungan
98 Ketakutan Anggrek
99 Terperangkap Jebakannya
100 Luluh Lantah
101 Ingin Menemui Arjuna
102 Antisipasi
103 Mikhail Radislav
104 Mr Mikhail Radislav
105 Kencan
106 Mertua Rasa Ibu Kandung
107 Stevan, Barack, Justin dan Marvell
108 Pertemuan Mengharukan
109 Penuh Teka Teki
110 Sangat Tidak Benar
111 Kemesraan Arjuna dan Anggrek
112 Waktu Bersama Keluarga
113 Anggrek Diculik
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Siapa Ayahnya?
2
Terusir dan Berteman Hujan
3
Tragedi
4
Penyakit Kelamin
5
Pernikahan Tanpa Cinta
6
Berlumur Dosa
7
Lupa Diri
8
Menantu Idaman
9
Mulai Takut Kehilangan
10
Tanpa Masa Depan
11
Kamu Spesial
12
Kecurigaan
13
Salah Faham
14
Jangan Menangis
15
Kebenaran yang Tersembunyi
16
Cinta Banget
17
Masih Misteri
18
Mulai Melunak
19
Model dan Catwalk
20
Menunggu
21
Tidak di Takdirkan
22
Bunga Bangkai
23
Kecewa
24
Kerja Rodi
25
Begini Rasanya?
26
Sakit
27
Wanita Jahannam
28
Menderita Kejiwaaan
29
Terpecahkan
30
Pasangan Halal
31
Simpanan
32
Tampak Jelas
33
Mulai Ngadi-Ngadi
34
Mood Swing
35
Penuh Kebahagiaan
36
Manis dan Pilu
37
Duduk Salah Berdiri Salah
38
Bertengkar
39
Pilu dan Sakit
40
Semakin Aneh
41
Arjuna Pasrah
42
Teh Turki dan Baklava
43
Mendengar Kebenaran
44
Air Mata Kebahagiaan
45
Anggrek dan Melati
46
Meregang Nyawa
47
Kisah Melati
48
Kedatangan Papah dan Mamah
49
Tertampar Kenyataan
50
Talak
51
Meninggal Dunia
52
Di Amuk Ibu Suri
53
Keturunan Angsa
54
Pacaran Halal
55
Pelihara Kucing
56
Claudia's Love Story (Novel Baru)
57
I Love You
58
Edisi Bucin
59
Amarah Arjuna
60
Anggrek Pingsan
61
Sarapan Bersama
62
Pelan Tapi Pasti
63
Lamaran Uztadz Khairil
64
Rahasia Mama
65
Es Krim Datang!
66
Apakah ini Karma Untukku?
67
Hei ini Bukan Setan!
68
Menjaga Hati
69
Jadikan Pelajaran
70
Mawar, Papa dan Mama
71
Jiwa Jombloku Teriris
72
Mas Arjuna Aku Datang
73
Berbagi Suami Dengan Kakak
74
Merasa Kalah Telak
75
Wanita Tidak Bernasab
76
Berpikir Sempit
77
Rencana Jahat Mawar
78
Sial Semuanya Gagal!
79
Orang Yang Mecurigakan
80
Anggrek dan Arjuna Diserang
81
Berakhir Dengan Kata Talak
82
Dokter! Dokter!
83
Mengerikan
84
Faris, Faqih dan Fateen
85
Apakah Rasa itu Mulai Pudar?
86
Misi Menjadi Wanita Penggoda
87
Trauma
88
Menemani Perjalanan Bisnis
89
Kamu Ngak Jatuh Miskinkan Bang?
90
Arjuna Mendapat Masalah
91
Kumpulkan Bukti
92
Dilema Sofia
93
Mr Lev Dimitri
94
Nasehat Untuk Mawar
95
Matang Artinya Tua
96
Takut Untuk Jujur
97
Renungan
98
Ketakutan Anggrek
99
Terperangkap Jebakannya
100
Luluh Lantah
101
Ingin Menemui Arjuna
102
Antisipasi
103
Mikhail Radislav
104
Mr Mikhail Radislav
105
Kencan
106
Mertua Rasa Ibu Kandung
107
Stevan, Barack, Justin dan Marvell
108
Pertemuan Mengharukan
109
Penuh Teka Teki
110
Sangat Tidak Benar
111
Kemesraan Arjuna dan Anggrek
112
Waktu Bersama Keluarga
113
Anggrek Diculik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!