7.Syarat Oliver.

Oliver menatap perempuan cantik didepannya itu tanpa berkedip,lalu menelisik perempuan itu dari ujung kepala sampai ujung kaki benar benar perempuan yang sangat cantik batinnya dan membuat sesuatu dalam hati Oliver bergetar.

"Bagaimana apa kamu mau? ",tanya Xena pada Oliver.

"Apa hanya itu? ",tanya Oliver dingin.

"Lalu apa lagi?, kurasa itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu hidup nyaman",ucap Xena mulai kesal dengan sikap jual mahal Oliver saat itu

"Bagaimana dengan s*x?",tanya Oliver dengan menatap tajam kearah Xena membuat Xena hampir tersedak mendengarnya.

"Maksudmu?",tanya Xena dengan menatap Oliver tajam.

"Selain limpahan materi aku juga butuh S*x setiap kali menjalin hubungan dengan perempuan.Minimal 3 kali dalam seminggu aku harus melakukannya".

Xena ingin sekali menampar wajah tampan pemuda berambut blonde didepannya itu kalau tidak ingat tentang Bianca saat ini.

"Jadi.... berapa usiamu sekarang?",tanya Xena dengan nada menekan saat bicara.

"22 tahun ada apa?" tanya Oliver terlihat cuek.

"Ya... masih sangat muda,usia yang seharusnya dipenuhi dengan ambisi untuk maju dan mencapai impian bukan hanya untuk bersenang senang dengan memikirkan bahwa selama seminggu kamu wajib berhubungan s*x dengan seorang wanita minimal tiga kali itu... ".

"Aku sudah melakukannya sejak usiaku baru 17 tahun dan sampai sekarang itu merupakan makanan wajib bagiku",ucap Oliver yang membuat mata indah Xena langsung membulat sempurna mendengarnya.

"Kamu.... ".

"Jangan terlalu terkejut seperti itu,seolah kamu belum pernah bercinta dengan pria,karena aku tidak akan percaya dengan statusmu sekarang kalau kamu masih perawan kecuali hubungan pernikahan kalian dulu bermasalah".

Oh Tuhan, batin Xena pemuda ini benar benar diluar ekspetasinya kalau bicara soal pengalaman ranjang,dia terlalu berpengalaman bahkan Xena bukan tandingannya.

"Tentu saja bukan",jawab Xena lirih tapi masih bisa didengar oleh telinga Oliver.

" Baguslah karena aku tidak suka dengan perawan",ucap Oliver dengan nada lega.

Sekarang Xena jadi berpikir sebenarnya disini siapa yang ingin menjadi simpanan. Dia atau pemuda blonde tampan didepannya itu, kenapa dia merasa seolah dirinya yang sedang diintrogasi oleh anak ingusan ini sekarang.

"Kita akan membicarakan itu nanti,tapi yang penting sekarang kamu harus setuju untuk meninggalkan Bianca dengan mendapatkan jaminan kesejahteraan dariku".

"Aku tidak terlalu perduli soal materi karena siapa saja bisa memberikan yang Bianca atau yang kamu tawarkan itu padaku tapi hal penting yang akan membuat aku setuju atau tidak itu adalah mau tidak kamu memenuhi syaratku".

"Apa syaratmu? " tanya Xena mulai kesal. menghadapi pemuda tampan didepannya itu.

"Aku ingin kita bercinta minimal 3 kali seminggu seperti yang kukatakan tadi ".

Xena mencengkram erat gelas ditangannya menahan agar isi gelas itu jangan sampai terlempar kewajah tampan pemuda itu.

Oliver memandang Xena yang sudah terlihat mulai kesal dengan tersenyum kecil dan bersorak senang dalam hati karena berhasil mengerjai perempuan cantik itu, membuat suasana hatinya yang tadi buruk berubah menjadi lebih baik sejak mulai berdebat dengan Xena.

Xena menghela nafas keras tanpa sadar.

"Aku seorang wanita karir yang harus bekerja lima hari dalam seminggu, bahkan kadang tanpa libur, jadi bisakah tidak harus serutin itu".

"Maksudmu? ",tanya Oliver dengan menatap Xena.

"Kita akan melakukannya sekali seminggu dan hanya diakhir pekan supaya tidak mengganggu aktifitas masing masing".

"Hanya itu,apa kamu tidak bisa menyempatkan waktumu disela sela kesibukanmu untuk membantuku.... ".

"Tidak,karena aku tipe perempuan yang tidak pernah mencampur adukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi'',ucap Xena dengan berdiri dari tempat itu.

"Ini nomor ponselku silahkan hubungi aku kalau kamu setuju melakukannya",ucap Xena dengan mengulurkan tangannya untuk memberikan kartu namanya kepada Oliver.

Saat Xena mengulurkan kartu namanya Oliver sengaja tidak menerimanya membuat

Xena terpaksa bergeser mendekat kearah Oliver dan kembali mengulurkan kartu nama itu yang kali ini diterimanya.

Saat Xena bermaksud bangkit untuk pergi dari sana tiba tiba Oliver menarik tubuh Xena kearahnya,membuat Xena jatuh tepat diatas pangkuan pemuda itu.

"Apa yang kau... ".

Belum sempat Xena menyelesaikan ucapannya tiba tiba Oliver sudah menyambar bibir merahnya itu dengan rakus membuat Xena sangat terkejut dengan ciuman tiba tiba Oliver itu.

Xena bermaksud mendorong tubuh Oliver dengan tangannya, tapi dengan sigap oliver langsung menahan kedua tangan Xena dengan satu tangannya yang bebas sementara satu tangannya yang lain menekan tengkuk Xena untuk membuat ciuman mereka semakin dalam. Xena mengerang pelan saat merasakan lidah Oliver membelesak masuk kedalam mulutnya dan langsung mengaduk aduk rongga mulutnya sampai menimbulkan bunyi berkecipak keras saat lidah dan bibir mereka beradu liar dengan saling membelit saat itu.

Xena benar benar dibuat terlena oleh sesapan dan gigitan yang dilakukan Oliver pada bibirnya saat itu.

Oliver baru menghentikan penyatuan bibir mereka saat merasa Xena hampir kehabisan nafas akibat ciuman panasnya.

"Kamu... ",ucap Xena dengan mendorong tubuh Oliver menjauh dan mencoba mengatur nafasnya yang tersengal sengal saat itu.

"Lumayan juga balasanmu....",ucap Oliver dengan menyapu bibirnya dengan tisu dimeja untuk menghilangkan bekas lipstik Xena yang tertinggal dibibirnya.

"Aku akan pergi sekarang, hubungi aku kalau kamu bersedia",ucap Xena dengan bangkit dari duduknya tanpa menatap lagi kearah Oliver.

Tapi sebelum Xena menjauh tiba tiba Oliver berbicara padanya.

"Kurasa aku tertarik untuk mencobanya",ucapnya membuat langkah Xena langsung terhenti karena mendengar Oliver secepat itu menyetujui permintaannya.

"Sebaiknya kamu pikirkan saja dulu sekarang aku akan pulang dulu, hubungi saja aku kalau kamu sudah yakin dengan keputusanmu".

"Bagaimana kalau aku bilang aku yakin dengan keputusanku sekarang dan berniat memulai hubungan ini mulai malam ini".

"Jangan malam ini!,"jawab Xena cepat membuat Oliver langsung menaikkan alisnya.

"Kenapa? ",tanya Oliver dengan berjalan mendekat kearah Xena, yang membuat Xena reflek mundur kebelakang untuk menghindari Oliver.

"Kurasa kamu sedang mencoba menghindariku malam ini karena ciuman kita barusan".

"Aku hanya tidak suka melakukannya dengan orang yang baru kukenal".

"Lalu kenapa kamu menawariku menjadi simpananmu kalau kamu tidak siap",ucap Oliver dengan semakin mendekat kearah Xena yang membuat Xena semakin berjalan mundur kebelakang

"Jangan sekarang karena sekarang ada yang harus kulakukan ditempat lain",ucapnya membuat Oliver mengangkat tangannya tidak perduli dengan penolakan Xena dan bermaksud tetap meraih tubuh Xena, saat tiba tiba ponsel Xena berbunyi.

"Aku harus mengangkat panggilanku mungkin saja ini penting", ucap Xena beralasan.

Yang dijawab oleh Oliver dengan kedikan bahu.

"Ada apa? ",tanya Xena pada orang diseberang telpon.

"Menemuimu....sekarang....baiklah aku akan segera kesana aku juga sudah selesai disini tunggu sebentar lagi aku sampai",ucap Xena dengan berjalan pergi tanpa menoleh lagi kearah Oliver.

Like dan komentnya 🤗🤗

Terpopuler

Comments

Inonk_ordinary

Inonk_ordinary

jgn sampe oliver mikir dy simpana bapaknya ,,,aduh ngapain pake mobil itu siii

2023-01-04

0

💞DARRA💞💖

💞DARRA💞💖

dan kesalafahaman pun terjadi,oliver akan mengira xena adalah wanita ayahnya krn xena memakai mobil vania

2022-11-19

2

lihat semua
Episodes
1 1.Prolog.
2 2.Bianca Pembuat Masalah.
3 3. Kekasih Bianca.
4 4.Pertengkaran Xena dan Bianca.
5 5.Saran Vania.
6 6.Tawaran Xena.
7 7.Syarat Oliver.
8 8.Siapa Wanita itu?
9 9.Ancaman gila Oliver.
10 10.Menikah.
11 11. Ide Jahil Oliver.
12 12. Sengaja Membuat Ulah.
13 13.Xena kecelakaan.
14 14.Mengantar Kekantor.
15 15.Bianca Lagi
16 16. kekesalan Xena.
17 17.Oliver Kesal.
18 18. kedatangan Oliver kekantor Xena.
19 19. Oliver Yang penuh kejutan.
20 20.Sakit Yang Tidak Berdarah.
21 21. Perpisahan atau Awal.
22 22.Pembicaraan Ayah Dan anak.
23 23.Kepesta Bianca.
24 24.Jebakan Bianca.
25 25.Bimbang.
26 26.I..Want.... You.... Xena.
27 27. Kabur Dari Oliver.
28 28. Asisten Tuan Max.
29 29. Bukan Nyonya Sander Lagi.
30 30.Kamu Hanya Milikku.
31 31.Niat Daddy Darent!!
32 32.Teguran Xena.
33 33.Ajakan Oliver.
34 34.My Mine.
35 35.Belum Waktunya Jujur.
36 36.Saran Oliver.
37 37.Terlalu kesal karena Bianca lagi.
38 38.Tamu Tak Diundang.
39 39.Perasaan Yang Semakin berkembang.
40 40.Temui Aku!.
41 41. Aku Cemburu!.
42 42.Aku Ingin Menginap.
43 43. Pagi Yang selalu Ku Inginkan.
44 44.Penasaran.
45 45. Rencana Bianca.
46 46.Rencana Darent.
47 47.Aku Merindukanmu.
48 48. Niat Bianca.
49 49.Ungkapan Perasaan.
50 50.Kejutan Xena.
51 51.Kencan
52 52. Hadiah Oliver.
53 53.Rumah Kita.
54 54. Menaklukan Bianca.
55 55.Laporan untuk Darent.
56 56.Kecurigaan Darent.
57 57.keluh Kesah Darent.
58 58.Keresahan Xena.
59 59. Sakit.
60 60.Asumsi Bianca.
61 61.Niat Darent.
62 62.Aku akan Meninggalkannya.
63 63.Kabar Bahagia juga kabar buruk.
64 64. Kemarahan Oliver.
65 65.Rasa Kecewa Oliver.
66 66.Aku Baik Baik Saja.
67 67.Mencoba Bangkit dan Berubah.
68 68.Berdebat dengan Oliver.
69 69.Syok.
70 70.3 Tahun Kemudian.
71 71. Rencana Vania.
72 72.Sebuah khabar.
73 73. Dimana Dia?!.
74 74. Siapa Dia?
75 75.Daddy no Kakak...
76 76.Kecurigaan Darent.
77 77.kesepakatan Darent Vania.
78 78.Keputusan Xena
79 79.Nyonya Wilson.
80 80. Hanya Seminggu.
81 81.Bantu Aku Mandi!.
82 82.Kekesalan Xena.
83 83.Tawaran Paling Gila.
84 84.Bertengkar.
85 85.Cemburu.
86 86.Xena ku.
87 87.Pura pura Lupa.
88 88. Mual dan Pusing.
89 89.Tespack.
90 90.Positif
91 91.Bicara.
92 92. Kesempatan kedua.
93 93. Ikut bertemu Bianca.
94 94.Bertemu Bianca.
95 95.Ayo Membuat Kesepakatan.
96 96.Aku Tidak Rela.
97 97.Bertemu Alea.
98 98. Mari Kita Bicara "
99 99. Keputusan.
100 100.Lamaran
101 101.Janji Suci.
102 102.Akhir Bahagia.
103 103.Season 2( Vania dan Darent)
104 104.
105 105.
106 106.
107 107.
108 108.
109 109.
110 110.
111 111.
112 112.
113 113.
114 114.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133.
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145.
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163. Promosi Novel On Going Baru' Hot Baby King Mafia'
Episodes

Updated 163 Episodes

1
1.Prolog.
2
2.Bianca Pembuat Masalah.
3
3. Kekasih Bianca.
4
4.Pertengkaran Xena dan Bianca.
5
5.Saran Vania.
6
6.Tawaran Xena.
7
7.Syarat Oliver.
8
8.Siapa Wanita itu?
9
9.Ancaman gila Oliver.
10
10.Menikah.
11
11. Ide Jahil Oliver.
12
12. Sengaja Membuat Ulah.
13
13.Xena kecelakaan.
14
14.Mengantar Kekantor.
15
15.Bianca Lagi
16
16. kekesalan Xena.
17
17.Oliver Kesal.
18
18. kedatangan Oliver kekantor Xena.
19
19. Oliver Yang penuh kejutan.
20
20.Sakit Yang Tidak Berdarah.
21
21. Perpisahan atau Awal.
22
22.Pembicaraan Ayah Dan anak.
23
23.Kepesta Bianca.
24
24.Jebakan Bianca.
25
25.Bimbang.
26
26.I..Want.... You.... Xena.
27
27. Kabur Dari Oliver.
28
28. Asisten Tuan Max.
29
29. Bukan Nyonya Sander Lagi.
30
30.Kamu Hanya Milikku.
31
31.Niat Daddy Darent!!
32
32.Teguran Xena.
33
33.Ajakan Oliver.
34
34.My Mine.
35
35.Belum Waktunya Jujur.
36
36.Saran Oliver.
37
37.Terlalu kesal karena Bianca lagi.
38
38.Tamu Tak Diundang.
39
39.Perasaan Yang Semakin berkembang.
40
40.Temui Aku!.
41
41. Aku Cemburu!.
42
42.Aku Ingin Menginap.
43
43. Pagi Yang selalu Ku Inginkan.
44
44.Penasaran.
45
45. Rencana Bianca.
46
46.Rencana Darent.
47
47.Aku Merindukanmu.
48
48. Niat Bianca.
49
49.Ungkapan Perasaan.
50
50.Kejutan Xena.
51
51.Kencan
52
52. Hadiah Oliver.
53
53.Rumah Kita.
54
54. Menaklukan Bianca.
55
55.Laporan untuk Darent.
56
56.Kecurigaan Darent.
57
57.keluh Kesah Darent.
58
58.Keresahan Xena.
59
59. Sakit.
60
60.Asumsi Bianca.
61
61.Niat Darent.
62
62.Aku akan Meninggalkannya.
63
63.Kabar Bahagia juga kabar buruk.
64
64. Kemarahan Oliver.
65
65.Rasa Kecewa Oliver.
66
66.Aku Baik Baik Saja.
67
67.Mencoba Bangkit dan Berubah.
68
68.Berdebat dengan Oliver.
69
69.Syok.
70
70.3 Tahun Kemudian.
71
71. Rencana Vania.
72
72.Sebuah khabar.
73
73. Dimana Dia?!.
74
74. Siapa Dia?
75
75.Daddy no Kakak...
76
76.Kecurigaan Darent.
77
77.kesepakatan Darent Vania.
78
78.Keputusan Xena
79
79.Nyonya Wilson.
80
80. Hanya Seminggu.
81
81.Bantu Aku Mandi!.
82
82.Kekesalan Xena.
83
83.Tawaran Paling Gila.
84
84.Bertengkar.
85
85.Cemburu.
86
86.Xena ku.
87
87.Pura pura Lupa.
88
88. Mual dan Pusing.
89
89.Tespack.
90
90.Positif
91
91.Bicara.
92
92. Kesempatan kedua.
93
93. Ikut bertemu Bianca.
94
94.Bertemu Bianca.
95
95.Ayo Membuat Kesepakatan.
96
96.Aku Tidak Rela.
97
97.Bertemu Alea.
98
98. Mari Kita Bicara "
99
99. Keputusan.
100
100.Lamaran
101
101.Janji Suci.
102
102.Akhir Bahagia.
103
103.Season 2( Vania dan Darent)
104
104.
105
105.
106
106.
107
107.
108
108.
109
109.
110
110.
111
111.
112
112.
113
113.
114
114.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133.
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145.
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163. Promosi Novel On Going Baru' Hot Baby King Mafia'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!