Woo
Toki ga tatsu ni tsurewakaridasu I know it's so hard
Mata donna koto okitatoe nanika ga Hit me down
Soredemo ii
I know that I can win
Ten takaku haruka kanata e
Sobietatsu kaidan wo miageidaku kono omoi wo
Sakerarenai Destiny
Kono mi hateru made subete wo kakete
Never let you go, never let you go
Saranaru hikari ga terasu made I go
No turning back Go up
Furikaerazu
Look up in the sky, keep up Go up
Never let you go, never let you go
Saranaru hikari ga terasu made I go
Koronde mo tachiagari
Donna konnan mo I'll solve and get what I need
Saki mienai tou no naka
Nigirishimeta kagi de tobira akeru sara ni
Tachinarabu kabe kezureru seishin
Madowasaretari sezu ni jibun ni Bet
Shi noboru hodo kurushiku naru kono Stage
Atama ni mezashita yume dake nokoru
Woo
Seiring dengan berjalannya waktu, aku tahu akan semakin sulit
Meski apa pun yang terjadi dan apa pun yang menghancurkanku
Bagiku itu masalah
Aku tahu bahwa aku akan menang
Menuju puncak yang lebih tinggi dari surga
Perasaan yang memandang ke atas dari tangga menara ini
Adalah takdir yang tak terelakkan
Akan kupertaruhkan segalanya hingga tubuhku hancur
Takkan membiarkanmu pergi, takkan membiarkanmu pergi
Hingga cahaya lemah itu mampu menyinariku, aku akan pergi
Tak dapat kembali lagi, terus naik!
Tanpa menoleh ke belakang
Memandang ke arah langit, terus maju! Terus naik!
Takkan membiarkanmu pergi, takkan membiarkanmu pergi
Hingga cahaya lemah itu mampu menyinariku, aku akan pergi
Aku akan bangkit meski terjatuh
Sesulit apa pun akan kuselesaikan dan kudapatkan apa yang kuinginkan
Di dalam menara yang tak terlihat
Aku akan membuka pintu dengan kunci yang kugenggam
Semangat terus dikuras saat menghadapi tantangan
Aku mempertaruhkan diriku sendiri tanpa keraguan
Semakin mendaki maka tahapannya akan semakin sulit
Mimpi yang ingin kuraih masih tersimpan di pikiranku
Anyone who imagines they can work alone ends up surrounded by rivals, without friends. The fact is, no one rides alone.
Siapapun yang membayangkan mereka bisa bekerja sendiri akhirnya dikelilingi oleh saingan, tanpa teman. Faktanya adalah, tidak ada yang naik sendirian.
...
Pertarungan antar sepuluh remaja itu menjadi sangat sengit.
Tak ada yang kalah maupun menang.
"Bumi menyingkir dari sana!"
"Venus awas!"
"Mars jangan memaksakan dirimu!"
Rafael POV
Kulihat teman-temanku terluka kadang mereka juga memaksakan diri mengeluarkan kekuatannya hingga membuat tenaganya terkuras habis.
Aku tak tau sekuat apa kekuatan yang miliki lawan ku ini, nampaknya selama pertarungan dia tak terlihat kewalahan melawan kami seorang diri dan dia bahkan hanya mendapat sedikit luka di tubuhnya.
Apa dia monster?pikirku.
Cling!
Srettt!
"Rafael!"
Tak lama aku tersadar dari lamunanku karna teriakan dari teman-teman ku.
Kedua mataku langsung membola saat melihat sosok musuh bebuyutan kakak ku tiba-tiba berdiri tepat di hadapanku.
"Kena kau bocah!"seringainya muncul saat menangkap ekspresi Rafael yang belum siap menerima serangan sedekat ini.
Lalu dia menatap tepat kedua mata adik Galaksi sambil mengumamkan sesuatu dan tubuh Rafael menjadi melayang didalam bola kristal.
"Kau apakan dia!"ucap Jupiter tak bisa menahan amarahnya lagi.
Apalagi melihat Rafael sudah berada dalam tangan musuh.
Anak itu tak nampak berkutik seolah tak sadar, namun yang terjadi selanjutnya tubuh Rafael tiba-tiba mengeluarkan cahaya berwarna-warni dan cahaya itu perlahan terserap oleh tubuh musuhnya.
"Astaga apa itu!"tanya Uranus.
"Bang apa yang terjadi?cahaya apa itu?"tanya Neptunus yang juga terkejut, tak adalah dipungkiri dirinya juga panik melihat hal itu.
"Gawat dia menyedot kekuatan Rafael, kita harus menghentikannya."
Jupiter mengangguk mengerti, baru dia melangkah maju tapi sayangnya Rafael sudah berada dalam bola kristal itu dan membuatnya tak bisa menjangkaunya.
Diam-diam Astro bersmirk melihat itu.
Sebentar lagi, kekuatan ini akan menjadi milikku sepenuhnya batin Astro.
"Sial, kenapa aku tak bisa sana?"
"Kita harus membuat Rafael sadar panggil namanya!"
"Rafa sadarlah!"teriak Venus.
"Raf kau harus bangun untuk mengalahkan orang jahat itu!"teriak Uranus.
"Rafael kau tidak lemah!cepat bangun!"
Semua temannya meneriaki namanya namun Rafael tak kunjung membuka matanya hingga perlahan cahaya itu memudar.
"Hahaha kalian terlambat!semuanya akan jadi milikku!"ucap Astro dengan sombong.
Dia semakin menyerap kekuatan anak Bimasakti itu meski dia sendiri sedikit kesusahan mengontrol kekuatan baru yang masuk kedalam tubuhnya.
"Astro jangan memaksakan dirimu menyerap semua kekuatannya kau bisa membunuh anak itu!dan dirimu juga!"teriak Komet tapi Astro menghiraukannya.
"Luar biasa!kekuatan anak ini luar biasa!aku bisa merasakannya."
Tiba-tiba Rafael terbangun dan melihat Astro yang sedang fokus menyerap kekuatannya. Diam-diam dia tersenyum namun senyumannya tak bisa di artikan sebagai apa.
"Kau ingin kekuatanku kan?"tanya Rafael pelan karna tenaganya mulai terkuras.
"Tentu saja, dengan kekuatanmu dan Galaksi aku bisa menguasai seluruh dunia."
"Tapi kakak akan marah jika aku membagi kekuatannya pada orang lain, berhubung kau pernah menjadi teman kakakku aku rela memberikan semuanya."
"Haha dasar bodoh!memang itu yg kuinginkan bocah, seluruh kekuatanmu menjadi milikku!"
"Dasar orang yang tamak,jika kau bisa menahan kekuatan besar ini maka aku akan memberikannya padamu."
Rafael lalu memejamkan matannya memusatkan pikirannya menjadi fokus dan tiba-tiba cahaya yang lebih besar keluar dari tubuhnya dan tersedot kedalam tubuh Astro.
"Rafael apa yg kau lakukan!"teriak Saturnus.
Dia tak habis pikir, temannya itu malah berbuat gila dengan menyerahkan semua kekuatannya yang di milikinya.
"Tenanglah Saturnus dia sedang merencanakan sesuatu."
Perlahan rambut Rafael yang semula berwarna hitam menjadi biru ..matanya berwarna silver, dapat dia rasakan tubuh Astro mulai gemetar.
"Kenapa tidak ada habis-habisnya..tidak, ini terlalu banyak...hentikan!hentikan ini terlalu banyak!hentikan kekuatan ini!arrrggghhhhh....!!!"
"Selamat tinggal pecundang, kau akan hancur!"
Duarrr!!!
...
Info sinopsis film terakhir X-men.
Film yang rilis pada 2019 ini merupakan sekuel dari X-Men: Apocalypse (2016) sekaligus film terakhir dalam seri film X-Men.
Jean Gray (Sophie Turner) tidak bisa mengendalikan kekuatannya, sampai kekuatan Xavier yang menempatkan dinding metal dalam pikiran Jean dihancurkan oleh kekuatan Jean sendiri.
Jean merasakan amarah dan rasa sakit karena trauma masa kecilnya kembali muncul.
Ia kemudian berevolusi menjadi Dark Phoenix, menjadikannya wanita mutan terkuat di bumi dan bisa menggerakkan apa saja, termasuk mengendalikan benda dari luar angkasa.
Pada 1992, setelah X-Men berhasil menyelamatkan bumi, ternyata tim tersebut akan menghadapi misi yang lebih berbahaya.
(X-Men menurut author adalah satu film Marvel dulu yang best banget.)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments