Rafael kecil berlari kearah kamar kakaknya untuk menunjukkan sesuatu yang menurutnya hal luar biasa.
Clek
"Bang Galaksi!"
"Eh adek kenapa teriak-teriak gitu!?"kaget Galaksi dengan muka bantalnya.
Baru saja dia akan memasuki mimpi kalau teriakan melengking dari adiknya manisnya itu tidak menganggu acara bobo siangnya.
Dasar si unyu Rafael.😊
"Bang!Rafael bisa ngeluarin kekuatan!hebat banget..."oceh Rafeal tak henti-hentinya loncat-loncat di atas kasur Galaksi.
Galaksi sabar atuh ama bocah yang notabenya adeknya sendiri...
"Jadi Rafa bisa ngeluarin kekuatan sendiri sekarang?"tanya Galaksi.
"Heem."
"Kekuatan apa?"
"Rafa bisa pindah tempat!"
Cling
Tiba-tiba saja Galaksi merasa kaget dengan adiknya sudah berada dibelakangnya seperti hantu yang muncul di film-film yang dia tonton dengan daddy nya.
"Wah! adek hebat."
"Iya dong hehe."ucap Rafael dengan senyuman manisnya.
Ah... rasanya gemas gemas gemas, Galaksi pengen gigit pipi bakpaou adeknya sendiri boleh ngak thor?
"Rafa sini dong deket abang!"
"Kenapa bang!huwaaaa abang gigit pipi adekkkk cakitt mommy!daddy!"lah kan teriak manggil duo pawangnya.
Tak lama terdengar suara derap langkah yang tergopoh-gopoh.
"Yaampun adek kenapa teriak, mommy kira ada apa dan abang jangan gigit pipi adekknya!"ucap mommy yang berdiri diluar pintu dengan memegang spatula.
Rafael yang melihat mommynya, langsung berlari kearahnya setelah Galaksi melepaskannya.
"Hehe habis adek gemesin mom, mommy sama daddy kok pinter bikin adek sih?"
"Hus abang!omongannya di jaga!"
...
Flashback off.
Setelah kejadian gempa bumi itu, pihak kepala sekolah lalu segera menghubungi orang tua muridnya masing-masing.
Ternyata guncangan itu di sebabkan oleh keberadaan gunung berapi yang mulai aktif, di tambah gempa dengan kekuatan sedang yang menimpa beberapa sekolah didaerah sekitar penduduk bulan.
Benar-benar sebuah awal dari bencana dasyhat akan datang....
Brakk!
"Adek!"ibu Rafael yang menjadi pelaku gebrakan pintu bercat putih itu nampak buru-buru mendekati seorang remaja yang terbaring di atas bankar.
Kedua orang tua Rafael sangat cemas setelah mendengar telpon dari kepala sekolah mengenai keadaan putra satu-satunya itu.
"Tante ibunya Rafael?"tanya Uranus yang kebetulan berada disana.
"Rafael ngak kenapa-kenapa kan nak?"tanya ibu Rafa cemas sambil memperhatikan wajah damai anaknya.
"Rafa ngak papa kok tan, tante tenang aja, terus kaki kirinya harus di perban dulu karna luka tapi lukanya ngak serius kok."
"Makasih ya nak."
"Sama-sana tante cantik."ucap Uranus dengan cengirannya saat mendapat senyuman lembut dari wanita yang notabenya ibu Rafael Bimasakti.
Dasar modus...
Clek!
"Sayang gimana keadaan anak kita?"tanya sang ayah Rafael yang baru datang.
"Adek cuma pingsan yah, tapi belum bangun..."
"Syukurlah adek ngak kenapa-kenapa."ucap ayah Rafael yang masih mengenakan jas kantornya itu berjalan menuju kearah putranya.
Tiba-tiba
"Eunghh...mo-mmy?"
"Hei sayang apa ada sakit hm?"
Aku hanya mengeleng lemah, entah kenapa rasa kantuk ini lebih menyerangku ketimbang rasa sakit pada area kakiku.
"Adek ngantuk hm?"tanya mommy dan putranya itu cepat mengangguk sambil menahan kantuk.
"Yaudah adek tidur di rumah aja ya."ucap sang daddy lalu mengendong putranya itu dengan bridal stlye karna keadaan Rafael saat ini masih lemas untuk sekedar mengerakkan tubuhnya apalagi kaki putra bungsunya itu di perban.
Kasian banget lihat keadaan Rafael kayak gini jadi ngak tega...batin Uranus yang sedari melihat interaksi keluarga kecil anak Bimaskti itu.
"Ura mana Jupiter dan yang lain?"tanyaku menatap Uranus.
Aku baru sadar kalau ada satu teman sekelasku disini dan aku jadi merasa bersalah pada Jupiter karna dia yang menyelamatkanku waktu itu, apa keadaannya baik-baik saja atau justru lebih buruk dibanding dirinya yang hanya terluka dibagian kakinya saja?
"Kau tenang aja Raf, keadaan Jupiter ngak parah kok, dia baik-baik aja sama yang lain juga,untung pas gempa kau ngeluarin kekuatan teleportasi tepat waktu kalo ngak kita bakal kena guncangan lagi sampai tertindih atap kelas."jelas Uranus yang mengerti dengan raut muka murung teman nya itu.
Dia tau Rafael pasti tengah memikirkan keadaan Jupiter.
"Beneran?!mereka ngak papa kan!"tanyaku lagi.
"Iya bocah gembul...jangan gemes-gemes deh, mau ku cubit pipimu itu!"gemas Uranus.
"Teman-teman kamu pasti kuat boy, jadi kamu ngak usah khawatir lagi ya."ucap daddy sambil mengecup keningku.
"Hehe iya dad."
"Nak, saya akan membawa Rafael pulang dulu ya."ucap mommy pamit pada Uranus dan merasa tidak enak meninggalkan teman Rafael itu sendirian disini.
"Eh iya tan, ngak papa kok lagian bentar lagi saya juga bakal di jemput sopir kata papa."
"Yaudah sekali lagi terima kasih nak sudah menjaga Rafa."ucap mommy Rafa.
"Iya tan, Raf cepat sembuh ya!hati-hati di jalan tante om."
"Thanks Uranus."
Kemudian keluarga Rafael itu sudah pergi meninggalkan Uranus yang masih berada di dalam uks.
"Kalo gini kejadiannya...pasti sekolah bakal di liburkan, eh! jadinya kapan Rafael ketemu bang komet?ah, besok aja deh aku telpon Saturnus, tapi juga ngak mungkin karna keadaan bocah gembul tu belom baik apalagi belum bisa jalan beberapa hari katanya.
Atau aku sama Saturnus aja ya yang kesana terus ngajak bang Komet kerumahnya Rafa."
Sementara Uranus sibuk dengan pikiran bercabangnya, tanpa dia sadari diam-diam Saturnus masuk ke dalam UKS dan menghampiri temannya itu dengan langkah yang sangat pelan...
Dorrrr!
"MAMAAAKKKKK ANAK BUJANGMU DI CULIK AMA MEGALODON!..."teriak Uranus mengelegar sampe kedengaran di koridor luar.
(Telinga author auto langsung ngiiiiing.....)
Oke, kita abaikan mereka berdua dulu.
Jupiter POV.
"Sayang kamu mau makan hm?"tanya mama Jupiter sambil mengelus sayang surei putranya.
"Enggak ma, piter masih kenyang."jawabku menatap bunda.
Oh ya, saat ini aku sudah berada di rumah sakit karna ayah yang memaksaku untuk menjalani pemeriksaan ke rumah sakit waktu itu.
Ternyata lumayan parah juga sih, benturan keras yang mengenai punggungku membuatku tak bisa duduk bahkan bergerak leluansa dan aku hanya bisa menggerakkan kedua tanganku.
Kata dokter aku harus beristirahat total selama seminggu karna baru setelah 5 hari mungkin aku bisa duduk dengan posisi normal.
Tak kusangka akan terjadi hal seperti ini,jujur dari tadi aku terus memikirkan keadaan bocah itu.
Entahlah karna firasat ku mengatakan bocah itu tidak sedang baik-baik saja.
Sebenarnya hanya aku yang tau saat setiap bocah itu mengeluarkan kekuatan supernya mata bulat yang jernih itu terlihat kosong seolah menyiratkan kesenduan terhadap kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.
Aku baru ingat kalau bocah itu sudah pernah kehilangan sosok kakaknya yang sangat di sayanginya.......
"Rafael Bimasakti."
"Nama bocah itu terdengar seperti nama tokoh pahlawan hebat......"gumamku sambil menatap langit-langit atap.
...
"Abang lagi apa?kok nyebut-nyebut nama adek gitu."
"Dek kayaknya kamu bakal jadi pahlawan buat semua orang karna abang pernah ngeliat sekilas masa depanmu."tutur Galaksi sambil mengelus kepala adiknya lembut.
"Pahlawan?super hero yg ada di marvel kesukaan adek kan bang!Rafa mauuu....!!!adek mau jadi superhero penyelamat bulan hehehehe!"
"Hahaha semacam itulah dek."
Galaksi lalu memeluk adiknya di balas tak kalah erat oleh sang adik karna bagi Rafa kecil pelukan abang nya itu hangat dan juga yang terbaik.
"Abang....adek...ayo cepat turun kebawah!waktunya makan malam!"
"Siap mommy!"ucap Rafael dan Galaksi berbarengan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
@Risa Virgo Always Beautiful
Galaksi adiknya kamu si Rafa keren dan hebat bisa menghilang secara tiba tiba
2023-03-17
0
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
ya salam si Uranus teriakannya sampai buat ku ikut terkejut. Itu mah gak cuma ibunya yang denger hampir seluruh kampung denger gara-gara teriakannya hwa-ha-hay ✌️
2023-03-17
0
𝐀⃝🥀Jinda🤎Team Ganjil❀∂я🧡
si Rafael kebanyakan nonton film horor nih jadi kebawa cerita dan nakutin abangnya. usil juga ini anak tambah gemes aja
2023-03-17
0