Keesokan paginya.
Rafael dan Bumi berangkat ke sekolah bersama karna kemarin anak itu semalam menginap di rumah Bumi.
Dia tentu sudah mengabari kedua orang tuanya dan menyuruh maid untuk menyiapkan makanan untuk kucing hitam kesayangannya tsb.
Jika kucing hitam itu rindu sekali pada tuannya, Galaksi tidak akan pulang kerumah dan tidak kembali berbulan-bulan sampai majikannya pulang.
Galaksi tipe kucing yang setia bukan!
Alasan Rafa menamai kucing hitam itu bernama Galaksi adalah karna itu kucing itu adalah pemberian dari kakaknya sendiri, lagi pula Galaksi nama yang keren kan seperti kakaknya.
Masa mau dinamai Pluto?
Disisi lain.
"Siapa tu bang Komet tur?"tanya Uranus saat mereka berdua berada di kelas.
Saturnus lalu duduk dikursinya setelah meletakkan botol air minum diatas meja.
"Sepupu jauh, dia lulusan dari sini 3 tahun yang lalu."jawab Saturnus sambil buka chat wa di ponsel nya.
"Terus kapan kau mau ngajak Rafael ketemu bang Komet?"
"Habis jam sekolah selesai gampang kan?eh, kalian semua pada ikut ngak kegiatan ekstrakurikuler sepulang sekolah?"tanya Saturnus masih menatap layap ponsel nya.
"Jupiter sama Venus kayaknya ada ekskul hari ini,tapi hari ini Aku free jadi jabwal besok aku kosong, ikut ya!"
"Terserah lah."
"Kira-kira temen-temen Bumi pada ikut ngak ya?"
"Entahlah Aku ngak tau."
Brak!
"Astaga Rafa!"kaget Uranus sambil mengusap-usap dada ngeliat kelakuan ajaib itu bocah Bimasakti.
"Hehehehe sorry...ngak sengaja nyenggol meja." ucapku dengan senyum pepsodent karna baru saja datang ke kelas dan menghampiri dua temanku itu.
Lagipula kita sudah kenal satu hari kan?jadi aku menganggap mereka teman.
"Rafa, kau ada ikut ekskul hari ini?"tanya Saturnus sambil nyimpen ponsel nya lagi ke saku seragamnya.
"Enggak kok, kenapa?"
"Habis pulang sekolah kau ikut aku ama ura ya, kita mampir kerumah bang Komet dulu."pinta Saturnus sekaligus mengajakku.
"Siap!"👍
Tiba-tiba ada yang teriak memanggil Rafael.
"Rafael! ni anak main tinggal aja di parkiran."ternyata itu Bumi.
Eh, bukan nya Bumi itu jarang ke kelasku?kenapa dia kesini?ah, tidak tau kutanyakan saja langsung padanya.
"Maaf habis Bumi lama sih, lho kenapa Bumi ke kelas Rafa?"tanyaku.
"Emang ngak boleh mampir kesini?nih, bunda bikinin bekal buat kau."ucap Bumi sambil menyodorkan kotak bekal berwarna biru itu di hadapan Rafa.
"Wahh..thanks ya, udah lama ngak ngerasain bekal buatan mama."ucapku menerima bekal pemberiannya dengan senang hati.
"Habisin ya."ucapnya.
"Widihh apaan tuh?cieee...perhatian banget kau bum,biasanya kan dingin alias diem bae."ucap Uranus.
"Diem kau!mau aku hancurin kelas kau sekarang juga?"sewot Bumi.
Uranus langsung kicep denger ancaman Bumi yang bukan main kalo lagi sewot.
"Hehehe...sorry bum plisss jangan hancurin ni kelas soalnya aku piket hari ini, nanti aku lagi yang di suruh tanggung jawab. tadi itu gak serius bercanda aja bum peace!"
"Hm."Bumi lalu pergi keluar kelas setelah mengelus kepala Rafael karna tak ingin berlama-lama ngeliat muka menyebalkan Uranus.
'Aku binggung kenapa setiap orang yang bertemu denganku selalu mengelus kepalaku kayak anak kecil?apa karna aku yang paling muda dikelas ini?'batin Rafael.
"Gila galak amet kayak macan betina!"gerutu Uranus
"Hus ura jangan gitu!nanti Bumi denger lho!"tegur ku.
"Eh iya Raf, maaf aku kapok dah kalo urusan sama teman mu yang satu itu, dia ngak denger kan Raf?"
"Ngak tau, Bumi itu punya pendengaran yang tajam jadi suara dari jarak jauh aja dia denger kok."ucapku sambil tersenyum simpul.
'Mati aku!'batin Uranus nelangsa.
Teng teng teng
Bel masuk pun berbunyi aku segera duduk di tempatku karna tak mau ocehan Uranus yang membuatku pusing.
Tepat sebelum guru masuk kulihat Jupiter dan Venus yang baru datang dan duduk di kursi mereka masing-masing termasuk Jupiter yang memang duduk di sampingku.
"Dah lama Raf?"tanya Jupiter.
"Enggak lama sih baru beberapa menit kok, tumben lama tadi Piter?"
"Ada urusan kecil tadi, oh ya nanti pulang sekolah aku ngak ikut karna ada kegiatan kau pulang bareng siapa nanti?"
"Sama Saturnus, kita mampir ke rumah bang Komet dulu katanya."
"Oh..hati hati ya."
"Iya makasih."Kami berdua pun menghentikan percakapan kecil kami dan sama-sama fokus kedepan saat guru mulai masuk dan memulai pelajaran.
Tak lama kemudian.....
Tiba-tiba
Boom!
Brak!
Bruk!
Pak!
Prang!
Kretek!?
"Aduh! pinggang aku encok!woi tur menyingkir kau dari badan ku berat nih!"teriak Uranus yang jatuh dengan tidak elitnya ditambah tubuh bongsor temannya sendiri yang menindih punggungnya, padahal belom tua dia udah encok duluan.
"Aaaa sakit banget kepala aku...bisa kena amesia aku."ucap Saturnus megang kepalanya yang ke jedot meja tadi sebelum menindih orang di bawahnya.
Dia belum tau itu Uranus dan dia masih merasa pusing untuk mendengar suara Uranus yang sudah seperti toa itu.
"Arghhh sssttt sakit.."lirihku saat merasakan ngilu di area kakiku.
Entah apa yang terjadi semuanya terjadi begitu cepat saat guncangan hebat datang dan membuat seisi kelasnya kacau.
Tapi anehnya aku tidak merasakan tubuhku sakit semua saat aku jatuh dari kursi malah rasanya empuk.
"R-rafa kau ngak papa?"
Tunggu!sekarang aku mengerti posisiku sedang berada di atas tubuh seseorang.
Aku langsung membuka mataku lebar-lebar dan yang kulihat pertama kali adalah wajah kesakitan Jupiter yang berada di bawah tubuhku.
"Astaga Piter!maaf...hiks badan Piter jadi sakit gara-gara Rafa."pekikku segera ingin berdiri dari atas tubuh Jupiter tapi aku lupa kalau kakiku masih tersangkut di bawah meja.
"Hey aku tidak papa, jangan bergerak dulu Raf kakimu masih tersangkut disana!"ucap Jupiter menahan pinggang Rafa agar anak itu memaksakan diri dan bisa membuat kakinya patah.
"Hiks hiks Piter maafin Rafa.... kaki Rafa..hiks.rasanya sakitt sekali uhh.."ucapku sambil terisak sedangkan Jupiter menahan gerakan tubuhku dengan memelukku erat.
Dia memandangku iba ketika aku tak sengaja mengerakkan kakiku dan malah membuat rasa ngilu nya bertambah sakit.
Seketika pandanganku menjadi buram dan sebelum kegelapan merengut kesadaranku yang kian menipis sekilas terakhir yang kuingat adalah teriakan teman-teman sekelas ku saat aku menjentikkan jariku lalu meja yang menindih kakiku menghilang di gantikan hamparan padang rerumputan yang sangat luas.
Ya, aku telah mengunakan kekuatan teleport ku untuk membawa mereka semua ketempat yang lebih aman jika guncangan itu menyusul...
Setidaknya kita semua selamat dan aku merasa lega walau aku tak sadar melakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau liat hewan kayak gitu rasanya gemas banget dan ada rasa berat saat di tinggal, baru kita pergi beberapa saat ia sudah bertingkah menggemaskan untuk meminta perhatian.
2023-04-19
1
@Risa Virgo Always Beautiful
Iya Rafa kamu benar Galaksi nama yang keren sehingga ngga papa kamu beri nama itu
2023-03-17
0
☯︎𝚋𝚒 𝚋𝚘𝚢¹¹
salut dech buat Rafa, bisa lngs antisipasi dengan tekeport nya bs memindahkan kawan² dr dalam kls yg sudah berantakan
2023-03-17
0