Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
‘’Apa? Mereka semua terkena virus
mematikan?’’ tanya seseorang yang tengah berjaga di seberang sana, sesuai dengan arahan yang di berikan oleh Alice, mereka semua harus bisa menjaga jarak dengan kerumunan massa.
[Siapkan saja semua keperluan yang telah saya katakan, setelah ini kita akan focus pada penawar yang bisa menyelamatkan mereka, dan bisa menyelamatkan umat dunia dari situasi mematikan ini.] ujar Alice.
‘’Jadi, apa kami memang harus memasung mereka, Detektif? Bukannya itu tindakan yang melanggar hak mereka sebagai umat manusia, bagaimana jika kita dituntut, itu semua bisa membahayakan reputasi kita sebagai anggota penegak keadilan,’’ ujarnya masih kurang setuju dengan saran yang diberikan oleh Alice.
[Anda lebih memilih lebih banyak korban dibandingkan mengorbankan yang sedikit agar virus itu tidak menyebar, sekarang lakukan apa yang saya perintahkan, bawa mereka ke sel kita dan pasung mereka untuk sementara waktu.] titah Alice.
‘’Ba-baik,’’ balasnya terbata-bata.
Pria itu menyampaikan semua perintah yang telah diberikan oleh Alice kepada rekan kerjanya, awalnya mereka semua ragu tapi setelah di jelaskan lebih detail, tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti semua perintah yang telah diberikan oleh Alice.
Mereka semua bersusah payah membawa kembali massa yang berjumlah diatas tiga puluh orang ke sel, dan sesuai dengan arahan Alice lainnya, massa itu juga diberikan pasung. Para detektif berjaga dari luar dan sebagiannya ada yang kembali ke ruangan untuk menyiapkan hal lainnya.
‘’Virus apa yang telah menjangkiti mereka dalam waktu bersamaan?’’ tanya detektif yang tengah menyeduh kopi miliknya.
‘’Entahlah, yang pasti kita harus tetap mengawasi mereka ini, sesuai dengan arahan Detektif Alice, mereka akan ke tempat ini beberapa jam lagi, yah mereka tengah berjuang keras untuk mencari penawar virus di tubuh mereka,’ balas pria yang menerima sambungan telepon dari Alice.
‘’Huh, VIRUS ELITE PENAWAR SULIT!’’
Sementara itu di tempat yang berbeda, mereka berdua, Alice dan Pak Fardi masih berusaha mencari penawar dari virus yang sudah terjangkiti pada tubuh manusia, mereka sudah sangat kewalahan, pikiran yang kacau balau dan tubuh yang sudah lelah seakan ingin menyerah, mereka berusaha untuk kuat dan tenang, tidak ada boleh kata kesalahan jika situasi sulit seperti ini.
Ketika mereka di ambang keputusasaan, terdengar langkah kaki yang melangkah mendekat, senyum bahagia tercurah ketika melihat siapa yang datang, yah Profesor, satu-satunya orang memiliki kegilaan dalam setiap eksperimennya.
‘’Bagaimana? Apakah telah ditemukan penawar untuk virus baru itu?’’ tanya Profesor.
‘’Boro-boro, yang ada ini semakin sulit dan terus membuat kami berdua menjadi stress. Nasib baik Anda datang Prof,’’ jawab Pak Fardi.
Alice yang mendengarnya sontak kaget, dia hanya tidak menyangka jika Pak Fardi dan Profesor sangat akrab, kecurigaan masih akan terus berlanjut, tapi bukan sekarang waktunya, Alice harus menampik rasa curiga pada keakraban Pak Fardi dengan anggota detektif.
‘’Kenapa Anda terlihat sedang mencurigai sesuatu, Pak Tua Bangka?’’ bisik Pak Fardi.
Alice kesal, bisa-bisanya mulut itu masih belum bisa di filter. Dirinya mengabaikan semua perkataan yang diberikan oleh Pak Fardi, lebih menyibukkan diri dengan Profesor yang tengah berusaha untuk mencari penawar terbaik bagi virus elite ini.
Sudah lebih dari dua jam, tapi masih belum ada kepastian tentang apa yang telah terjadi, Alice dan Pak Fardi diminta untuk menunggu di luar sana, padahal Alice ingin sekali belajar tentang dunia medis, sepertinya sangat menyenangkan ketika bisa melakukan banyak eksperimen, terlebih jika eksperimen itu berhasil, satu kebanggaan yang tidak ternilai harganya.
Dering telepon membuyarkan lamunan Alice yang berangan-angan bisa menjadi seorang Profesor, yang ahli dalam penawar bagi virus mematikan, menemukan penemuan-penemuan gokil pasti sangat menyenangkan.
[Halo, kenapa?] tanya Pak Fardi.
‘’Mereka semua menggila!’’ ujar pria yang berada di sel tahanan.
Pak Fardi menjadi panik bukan main, memang benar prediksi dari Alice, jika virus itu akan mengeluarkan wujud aslinya setelah beberapa jam tertanam di tubuh manusia, dan Alice yang mendengar kabar itu bangkit berdiri, dia juga panik bukan main.
Alice meminta kepada pria yang tengah berjaga untuk mengatakan lebih detail tentang kejadian di ujung sana dan bagaimana virus itu bisa menggila, pria itu memutuskan sambungan telepon, Pak Fardi dan Alice menjadi sangat panik, bagaimana jika semua detektif itu malah menjadi korban selanjutnya.
Satu menit berikutnya, ponsel Pak Fardi menunjukkan ada notifikasi pesan masuk, dan pesan itu dari pria yang berjaga di sel, dirinya mengirimkan sebuah video singkat, Alice dan Pak Fardi menonton dengan teliti dan memperhatikan sangat detail akan hal yang terjadi.
‘’Kita harus kesana sekarang!’’ ujar Pak Fardi, setelah melihat cuplikan singkat tentang keganasan massa yang terjangkiti oleh virus, membuat jalan pikirannya sudah kacau balau.
Alice berusaha untuk tenang, dirinya hanya tengah memikirkan siapa dalang yang telah menciptakan virus mematikan ini, ketika dalam kondisi seperti ini, Alice memang tidak ingin bertindak gegabah, dia tahu mungkin ada hal yang jauh lebih berbahaya dan telah dipersiapkan dengan sangat matang.
‘’Tenang, kita masih harus menunggu penawar yang sedang dibuat oleh Profesor, setelah penawar itu ada di tangan kita, baru kita kesana dan memberikan penawar ini. Hanya itu satu-satunya jalan terbaik,’’ ucap Alice dengan tenang.
‘’Mau menunggu berapa lama lagi, hah! Ini sudah lebih dari tiga jam dan tidak ada satupun tanda-tanda yang menunjukkan jika Profesor berhasil menemukan penawarnya, kita hanya buang-buang waktu saja, sekarang kita kesana dan melihat sendiri apa yang telah terjadi!’’ ucap Pak Fardi, dirinya tidak bisa mengontrol emosinya.
‘’Anda ingin kita semua bunuh diri disana hah! Apa Anda tidak berpikir, berperang tanpa menggunakan senjata adalah cara bunuh diri paling bodoh yang pernah dilakukan, sekarang tenanglah, kita tunggu Profesor yang tengah berjuang di dalam sana!’’ saran Alice.
Pak Fardi yang sudah sangat kacau pemikirannya, tanpa pikir panjang langsung saja mendobrak pintu ruangan laboratorium, di dalam sana terlihat Profesor sudah tersungkur di lantai dengan memegang sebuah kapsul.
‘’Pantas saja ini memakan waktu yang lama, rupanya Profesor sendiri tidak sadarkan diri, nasib baik denyut nadinya masih bekerja!’’ ujar Pak Fandi menggendong tubuh Profesor ke sebuah sofa panjang.
Tanpa menyia-nyiakan waktunya lagi, Pak Fandi mengambil kapsul yang tersimpan baik di gengaman tangan Profesor, dirinya segera menarik tangan Alice untuk bergerak cepat ke sel tahanan massa yang sudah menggila.
‘’Bagaimana cara kita menggunakan penawar itu? Dan apa Anda yakin jika kapsul itu penawarnya?’’ tanya Alice masih tidak yakin, terlebih ketika melihat Profesor yang tergeletak tidak sadarkan diri, membuatnya semakin khawatir.
‘’Tidak ada alasan kesalahan dalam dunia berbahaya ini, jika pun kapsul ini salah, setidaknya kita telah berusaha terbaik untuk menyelamatkan umat manusia!’’ ujar Pak Fardi, dirinya focus dalam mengendarai, memang jiwa khawatir bisa membuat seseorang melakukan semuanya dengan cepat, Pak Fardi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan kecepatan Alice terkalahkan.
‘’TIDAK APA KEHILANGAN BEBERAPA NYAWA DIBANDINGKAN KEHILANGAN SELURUH NYAWA UMAT MANUSIA!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments