19/ Virus Mematikan
Pak Fardi masih mencari kebenaran, dirinya hanya belum mengerti kenapa semua orang seakan terkena hipnotis. Tanpa pikir panjang dirinya mendekat pada Alice yang tengah menyamar, tentunya untuk membuat semua permasalahan ini berkurang, hanya pria tua bangka itu yang mengerti tentang rencananya, karena notabene seorang detektif.
Sementara itu Prince diminta meninggalkan lokasi aneh ini, dengan banyak bujukan, akhirnya Prince mengalah. Lagipula ini demi keselamatannya juga, dirinya menjauh bukan berarti pulang, memperhatikan dari kejauhan hal yang tengah terjadi di ujung sana, berbagai terkaan mulai bermunculan.
Mulai dari siapa pria tua bangka itu, apa hubungan Pak Fardi dengan pria tua bangka ini, dan apa yang telah terjadi pada kerumunan orang di ujung sana. Belum sempat Prince memperhatikan lebih detail, ternyata dua orang menyebalkan itu datang, mereka menarik paksa Prince untuk menjauh dan ikut dalam satu mobil yang sama.
Alice yang kebetulan melihatnya, sontak kaget dengan kedua pria yang menarik Prince, untuk sementara dirinya harus menghilangkan rasa penasarannya tentang kehidupan Prince, sekarang fokusnya adalah untuk menyelesaikan kasus yang rumit ini.
‘’Bagaimana menurut Anda, Pak Bangka?’’ tanya Pak Fardi yang membuyarkan semua pemikiran Alice.
Alice masih belum konek, dirinya takut jika Prince kembali berada dalam masalah, oleh sebab itu ketika Pak Fardi kembali berucap untuk kedua kalinya, Alice masih belum konek, pikirannya bercabang sekarang.
‘’Anda tidak mendengar saya, Pak?’’ tanya Pak Fardi semakin heran.
‘’Hmm,’’ balas singkat Alice.
Pandangannya masih tertuju pada mobil sedan hitam, kemana mobil itu akan membawa Prince, untuk mengantisipasi dirinya berhasil mencatat nomor plat mobil sedan itu. Sekarang hati Alice cukup tenang, jika terjadi masalah sekalipun dengan Prince, dirinya bisa melacak langsung.
Alice akhirnya sadar jika dirinya tengah diperhatikan oleh Pak Fardi, sekarang dirinya berusaha untuk tenang dan memulai investigasi, yah karena Alice sudah mulai paham, dirinya membicarakan masalah serius ini bersama dengan Pak Fardi.
Pak Fardi di ajak menjauh dari kerumunan, ketika itu pula Alice mengatakan semua kemungkinan yang telah ia temukan, awalnya Pak Fardi ragu dengan penjabaran panjang Alice, bahkan mereka terlibat cekcok untuk sementara waktu, mungkin debat mereka sekitar sepuluh menit lamanya.
‘’Saya masih meragukan saran yang Anda berikan, tapi mau bagaimanapun mungkin memang ini jalan terbaik untuk saat ini!’’ ujar Pak Fardi.
Dirinya mengikuti semua intuisi dari Alice dengan sempurna, tidak terjadi kesalahan dalam melakukan instruksi yang diberikan oleh Alice. Dia sangat senang, yah walaupun semakin penasaran siapa Pak Fardi ini sebenarnya, apa mungkin dirinya juga seorang detektif? Alice harus menyelidiki semua hal yang masih ambigu ini.
‘’Sekarang mari kita ke laboratorium dan cari tahu apa yang telah terjadi,’’ ujar Alice.
Pak Fardi masih diam membisu disana, dirinya melirik kembali kepada kerumunan massa yang tidak melakukan aktivitas apapun, hanya berdiri di tempat dengan tatapan kosong, yah Pak Fardi hanya takut jika massa itu akan mengalami hal buruk ketika mereka berdua ke laboratorium untuk melakukan uji banding pada temuan mereka.
Alice paham tentang kekhawatiran Pak Fardi, di lain sisi dirinya tidak bisa membiarkan satu masalah ini berkembang, mungkin saja pemikiran Alice dan Pak Fardi sama, sama-sama khawatir pada massa yang tidak berdosa itu.
Akhirnya Alice memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian dan meminta bantuan mereka, tidak selang beberapa menit, sirine kepolian mulai terdengar, yang awalnya sangat jauh mulai mendekat.
‘’Akhirnya mereka datang!’’ gumam Alice.
‘’Sudahlah, sekarang lebih baik Anda ikut saya, semakin cepat kita bergerak ke laboratorium, maka semakin cepat kita menyelesaikan permasalahan ini!’’ ucap Alice.
Pak Fardi melangkah ke tempat Alice, mereka bergerak cepat dengan barter tempat pada mobil kepolisian yang baru saja datang, dengan cekatan Alice mengemudikan mobil dan memecah jalanan dengan sangat baik, yah walaupun ada beberapa insiden yang hampir membuat mereka meninggal di tempat, namun setidaknya mereka masih selamat.
‘’Hei, Anda punya nyali yang sangat besar rupanya. Benar-benar gila skil yang Anda miliki Pak Tua Bangka,’’ ucapan Pak Fardi bisa menjadi pujian dan bisa menjadi sindiran.
Alice tak habis pikir, kenapa semua pria tampan memiliki perangai yang sama, yaitu mulut mereka melebihi tajamnya silet jika sudah berbicara. Dirinya menambah kecepatan mobil dan membuat Pak Fardi jantungan saking cepatnya Alice mengendarai mobil tersebut.
‘’Dasar sudah tidak waras Anda, Pak Tua! Saya masih belum mau mati, kenapa Anda malah membuat saya senam jantung, jika memang ingin mati, silahkan tapi jangan ajak saya,’’
‘’saya ini masih terlalu muda jika mati dengan keadaan seperti ini, kematian konyol yang tidak ada gunanya!’’ ujar Pak Fardi begitu kesal dan sangat takut pada nyali besar yang dimiliki oleh Alice.
Alice semakin kesal dengan ucapan tidak bersahabat yang dilontarkan oleh Pak Fardi, mau bagaimanapun dirinya hanya ingin cepat ke laboratorium dan segera menyelamatkan dunia dari hal aneh ini.
‘’Tenanglah, Anda tidak akan mati konyol di tempat ini, jadi jangan mempermasalahkan hal ini lagi. Saya sudah sangat ahli dalam urusan membedah jalanan, duduk tenang dan perhatikan jika ada yang mencurigai di belakang sana!’’ saran dari Alice, dirinya merasakan ada yang tengah membuntuti mobilnya.
Pak Fardi melihat ke belakang menggunakan kaca spion, dan memang benar dari banyaknya mobil di jalanan ini, ada satu mobil yang sangat mencurigakan. Pak Fardi berusaha melacak mobil itu dengan alat canggih yang ia miliki, tidak menghabiskan waktu lama, pendeteksian telah berhasil dilakukan.
Pak Fardi melihat ada empat orang di dalam mobil itu, mereka dilengkapi dengan persenjataan dan tentunya mobil di belakangnya ini tengah merencanakan hal buruk pada Alice dan Pak Fardi, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, dirinya meminta Alice putar balik di depan sana, yah tujuannya agar bisa mengecoh mobil yang tengah membuntuti mereka.
Kemahiran Alice dalam mengendara memang tidak diragukan, dirinya berhasil mengecoh mobil yang tengah membuntuti mereka, mobil yang di kendarai Alice sudah terbebas dan mereka juga sudah berada di lokasi yang ingin mereka tuju, laboratorium khusus detektif.
Alice dan Pak Fardi menunggu hasil lab, tak terlalu lama hasilnya keluar dan betapa kagetnya mereka, ternyata semua massa yang berada jauh di ujung sana, terkena wajah virus baru dan mungkin itu bisa menyebar dengan cepat pada orang normal.
Mereka berdua saling pandang satu sama lain, seakan pikiran mereka sama sekarang. Tanpa buang waktu Alice dan Pak Fardi bekerja dengan sangat giat untuk menemukan penawar dari virus itu, mereka hanya tidak ingin masalah kecil ini berujung menjadi masalah besar dan akan menimbulkan korban yang jauh lebih banyak.
‘’Bagaimana ini? Virus ini berkembang dengan pesat dan ternyata kita hanya menghabiskan waktu sia-sia pada massa yang telah terjangkiti, virus itu akan menyebar luas dalam waktu sepuluh menit!’’ ujar Pak Fandi mulai gelisah dan cemas.
‘’Tenanglah, kita tidak boleh panik ketika berhadapan dengan masalah seperti ini. Sekarang lebih baik Anda beritahu detektif yang bertugas disana, untuk mengurung semua massa dengan terpisah. Dan kita berdua focus untuk menemukan sumber masalahnya dan menemukan penawarnya!’’ saran Alice.
‘’Hmm, Anda benar Pak Tua Bangka!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments