Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
Tuti sangat kesal pada Prince, dirinya berpura-pura baik dihadapan semua orang, padahal niatnya itu sudah terbaca dengan jelas oleh Tuti, bisa-bisanya pria tampan ini memiliki dua wajah sekaligus, contohnya sekarang, tidak ada hujan tidak ada panas, dirinya menawarkan tumpangan mobil pada Tuti yang tengah menunggu bus di halte depan kampus.
‘’Pulang bareng yuk!’’ ajak Prince dengan seringai di wajahnya.
Ketiga rekannya itu hanya tidak mengerti dengan Prince, sejak kedatangan Tuti di kampus, dirinya menjadi berubah total dan tentunya ini sangat mencurigakan, apakah mungkin Prince di santet atau di jampi-jampi oleh Tuti, begitulah pemikiran ketiga rekannya.
‘’Nggak usah, gue bisa pulang sendiri!’’ tolak Tuti dengan cuek.
Ketika bus datang, dirinya langsung masuk ke dalam dan menatap dengan kesal pada mobil silver milik Prince.
‘Hah, lo pikir bisa ngerjain gue kali ini!’ batin Tuti, dirinya berusaha memejamkan mata karena setidaknya dia kali ini terbebas dari sang mantan.
Bus mendadak berhenti kembali, Tuti menghiraukannya, dia sudah sangat lelah dan mengantuk. Hingga bus itu kembali bergerak dan ketika itu terdengar ada langkah kaki yang mendekat pada bangkunya dan duduk di sebelahnya, dirinya masih mengabaikan tentang siapa yang duduk di sebelahnya ini, tidak mungkin jika salah seorang dari mahasiswa atau mahasiswi di kampusnya.
‘’Hei,’’ panggil seseorang yang duduk di sebelah Tuti.
Kali ini Tuti sangat kaget, suara yang sangat familiar baginya, yah suara sang mantan pacar, benar saja ketika Tuti melirik ke samping, Prince tengah memainkan ponselnya. Tuti hanya bisa melepaskan pandangannya ke luar bus.
‘Kenapa juga pria ini terus mengganggu ketentraman hidupku? Apa mungkin itu karena dirinya telah mengetahui identitas Tuti? Tapi rasanya tidak mungkin, bagaimana mungkin dia yang sangat cuek ini bisa tahu urusan orang lain, melirik saja dia tidak pernah. Pasti pria ini memiliki niat jahat pada gue, dan kewaspadaan perlu di tingkatkan sekarang!’ batin Tuti berusaha memejamkan matanya.
Prince memperhatikan lebih lekat Tuti, dirinya menyimpan banyak misteri, begitulah menurut Prince. Rekannya juga memikirkan banyak hal, pertama kenapa Prince lebih memilih untuk pulang menggunakan bus dibandingkan mobil mewahnya, kedua perubahan sikap Prince semenjak kedatangan Tuti memang harus di curigai.
Mereka menerima pesan dari Prince yang memerintahkan ketiga rekannya untuk membawa pulang mobil silvernya, karena hari ini ia berniat untuk tidak pulang ke rumah, Prince mengatakan jika dirinya akan pergi dengan Tuti.
‘’Benar-benar tidak waras teman lo ini! Bisa-bisanya dia lebih tertarik pada Tuti yang over size itu dibandingkan Dewi yang sudah cantik bak model,’’ ujar salah seorang dari mereka.
‘’Sudahlah, untuk apa juga mengikuti semua kehidupan Prince, biarkan dia dengan pilihannya!’’ balas yang tengah mengemudi.
‘’Hmm, lo benar. Tapi bukan masalah yang akan dihadapi oleh Prince, gua sangat yakin jika dirinya bisa menyelesaikannya, bagaimana dengan Tuti? Gue sangat yakin seratus persen, pasti dirinya akan mendapatkan banyak masalah, terlebih oleh Dewi, yang sangat tergila-gila dengan Prince!’’ balas pria yang duduk di sebelah kursi kemudi.
‘’Hmm, lo benar. Gua sangat yakin jika Dewi tidak akan tinggal diam dengan kehadiran Tuti, pasti dirinya punya rencana jahat!’’ balas pria yang duduk di kursi belakang.
‘’Hah, untuk apa kasihan dengan gadis itu, dia saja sangat berani bahkan sebagai anak baru. Sudahlah, jika pun terjadi peperangan, maka gue yakin gadis itu akan sangat mahir dibandingkan dengan Dewi,’’ ujarnya masih focus mengemudi.
‘’Jika Dewi itu hanya menggunakan ketenaran dan kecantikan, maka pasti akan kalah saing dengan Tuti yang menggunakan skillnya, lo berdua bisa lihat bagaimana lihainya dia menyelesaikan masalah ketika berhadapan dengan gadis kampus kita, apalagi Dewi, bukan saingannya!’’
‘’Hmm, lo benar Chard. Akan sangat seru jika Dewi dan Tuti berkelahi!’’ balas kedua pria itu setuju.
Sementara di dalam bus, Tuti hanya berpura-pura untuk tertidur, dirinya hanya tidak ingin terlalu banyak bicara dengan Prince, apalagi hingga mereka berdua kembali akrab, itu semua hanya akan menimbulkan benang kusut di kehidupan mereka masing-masing.
Prince seakan menyadari jika Tuti hanya berpura-pura tidur, lantas melirik ke seluruh penjuru bus, dirinya sangat senang jika Tuti itu emosian.
‘’Lo hanya berpura-pura tidur kan?’’ bisik Prince.
‘Waduh, kenapa dia bisa tahu yah? Malas banget untuk meladeni dia berbicara!’ batin Tuti yang masih memejamkan matanya.
Prince mendekatkan wajahnya, hingga jarak mereka hanya dua senti, mantan pacarnya ini memang handal dalam urusan menggombal, yah walaupun gombalannya itu tidak pernah ia gunakan sekarang.
Prince telah menjelma menjadi pria dingin dengan sejuta pesona, diamnya saja sudah membuat kehebohan di lautan fans-fansnya itu, apalagi jika Prince ini menampakkan dirinya sebagai buaya darat tingkat akut, bisa pingsan semua gadis kampus setiap hari.
Tuti panas dingin ketika Prince seakan hendak menciumnya, yah walaupun pada kenyataanya dirinya ini hanya bercanda. Tuti segera mendorong tubuh Prince hingga tersungkur ke lantai bus, dirinya menatap tajam Prince, sialnya pria itu memberikan senyuman termanisnya.
Nasib baik bus itu telah berhenti tepat di dekat apartemennya, daripada meladeni Prince yang tengah Menyusun rencana baru, Tuti segera turun, dan Prince juga ikut turun.
‘Kenapa pria ini terus mengikutiku? Dia sangat tidak senang jika aku bahagia! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kan tidak mungkin aku kembali ke apartemen sekarang, pasti dia akan terus membuntutiku, dan jika dia berhasil melihat semua barang yang ada di dalam kamar, bisa hancur semuanya.’ Batin Tuti memilih untuk melangkah ke daerah supermarket.
Dan Prince masih mengikuti Tuti, dirinya sangat kesal dengan sang mantan, tapi dirinya masih harus bisa menahan diri agar tidak ketahuan oleh Prince, mungkin saja ini memang taktik yang digunakan oleh Prince, untuk membuatnya emosi dan penyamarannya ini akan terbongkar.
‘Kamu harus bisa menahan amarah jika berhadapan dengan pria ini, bisa saja memang hal itu yang membuatnya terus mencari permasalahan, lo harus bisa lebih tenang!’
‘’Lo mau kemana?’’ tanya Prince yang telah berhasil menyusul langkah cepat Tuti.
‘’Mau kemanapun gue, itu semua bukan urusan lo!’’ balas sinis Tuti.
‘’Ahh, gue tahu sekarang. Lo ini ngajak gue nge date sekarang, kan?’’ ucap Prince yang penuh percaya diri.
Tuti menatap sekilas Prince, hanya memasang wajah cuek. Masalah baru justru muncul ketika di seberang sana ada yang menatap ke arah mereka dengan tatapan kebencian, yah Dewi, gadis yang terobsesi dengan Prince, dirinya tidak akan segan-segan untuk melakukan banyak hal berbahaya kepada gadis lain yang berusaha untuk dekat dengan Prince.
‘’Yah, kan. Lo tuh yah, gue tahu mana mungkin ada wanita yang bisa menolak pesona gue!’’ ujar Prince dengan penuh bangga.
‘’Hah, sorry yah. Lo ini bukan kriteria gue!’’ ucap Tuti dengan melirik pada Prince, kesombongan pria ini seketika menghilang.
‘’DAN GADIS YANG TERGILA-GILA PADA LO ITU ADA DI UJUNG SANA!’’ bisik Tuti.
Prince mengikuti pandangan mata Prince, seketika wajahnya kaget, sejak kapan benalu itu berada disana, dan bagaimana mungkin dia bisa tahu jika kali ini Prince tengah bersama Tuti, apa mungkin teman-temannya yang mengatakan.
‘’Dewi!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments