Episode 15/ The Next Queen.

Episode 15/ The Next Queen.

Satu jam sebelum mereka pulang, petinggi kampus mengumpulkan mereka di lapangan luas, Tuti mengamati semua petinggi itu secara bergantian, rasanya memang aneh jika salah seorang dari mereka tidak hadir, yah pria yang pernah memberikan eksekusi di ruangan kematian itu. Tuti masih terus mengedarkan sorot mata tajamnya ke seluruh penjuru, dia sangat yakin jika ini semua pasti ada hubunganya dengan acara yang akan dilakukan.

Tuti juga sangat waspada, ini bisa saja menjadi boomerang baginya dan sekarang semua pandangannya masih bertebaran entah kemana, tidak dengan pendengarannya, Tuti mendengar dengan seksama apa yang dikatakan oleh pria dengan tubuh atletis di depan sana.

[Besok kita akan melakukan paty selama satu hari penuh, so … siapkan bakat terbaik kalian para gadis dan pria kampus. Penilaian akan menunjukkan siapa yang layak menjadi raja dan ratu tahun ini, dan tentu wajahnya akan terpampang dalam majalah tahunan.]

Tuti memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi pada hari itu, kampus ini benar-benar aneh, dirinya semakin tertarik untuk melakukan penyelidikan lebih dalam kepada semua elite kampus.

‘’Awhg!’’ Tuti dilabrak oleh ketiga gadis centil, mereka tidak bosan-bosannya menganggu Tuti, bahkan ketika dirinya sedang tidak melakukan apapun, mereka masih sangat terobsesi untuk mengeluarkan Tuti dari kampus ini.

‘’Ups! Gue nggak ngeliat ada gadis dengan ukuran oversize macam lo, upss!’’ ujar salah seorang dari mereka yang kembali melakukan bully pada Tuti.

Tuti santai saja menanggapi ucapan gadis-gadis kurang kerjaan ini, karena pembalasan terbaik adalah tetap tenang dan biarkan musuh itu yang meradang kepanasan, tidak ada waktu bagi Tuti meladeni mereka.

‘’Kita lihat saja nanti, siapa yang akan melutut dengan tangisan!’’ bisik Tuti pada mereka bertiga.

‘’Tuti!’’ teriak mereka hingga membuat semua yang berada di lapangan tertuju pada mereka.

Tuti hanya tersenyum penuh kemenangan, gadis-gadis itu bukan saingannya, jika mereka tahu siapa dibalik badan bongsor ini, pasti semua mata akan tertuju padanya dengan penuh kagum. Prince beserta rombongannya sangat tertarik dengan pesta yang akan terjadi besok, yah saingan baru yang sangat keren, siapa lagi jika bukan Tuti.

‘’Gue jadi penasaran siapa yang akan menjadi raja dan ratu tahun ini,’’ ucap salah seorang dari mereka.

‘’Hahaha, jika untuk ukuran kecantikan, tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka bertiga yang selalu berada di peringkat pertama, dan jika tahun ini dia menang lagi, maka sudah untuk tahun ketiga, wajah dia akan terpampang di majalah kampus kita. Tapi bisa jjuga sih Tuti itu menang, dia cukup imut dengan tubuh besarnya,’’ balas pria lainnya.

Prince hanya menjadi pendengar ketika ketiga sahabatnya ini melakukan taruhan, wajah siapa yang akan terpampang di majalah kampus, mereka bertiga tentunya akan memilih dewi sebagai pemenangnya, Prince juga di ajak dalam taruhan ini, dan dirinya memilih nama Tuti sebagai pemenangnya.

Semua rekannya ini tertawa terpingkal-pingkal dengan ucapan Prince, padahal kontes tahunan yang diadakan di kampusnya ini tentang kecantikan, jika Tuti di sandingkan dengan sang dewi kampus tentu akan kalah jauh, tanpa diundi pun pasti nama Dewi yang akan jauh lebih banyak dipilih.

‘’Memangnya kenapa jika wajah dia yang akan terpampang di majalah tahunan?’’ tanya Prince dengan santai.

‘’Hahaha, yah tidak ada masalah apapun sih. Hanya saja Tuti dan Dewi itu sudah bagaikan langit dan bumi, jelas kecantikan Dewi jauh di atas rata-rata, semua pria kampus kita saja tergila-gila padanya, hanya lo yang tidak menerima si Dewi, padahal dia sudah jungkir balik untuk menarik simpatik lo. Gue jadi bingung sama kriteria cewek lo deh, hingga detik ini fans lo masih tidak kenal lelah untuk mengejar lo,’’

Prince hanya tersenyum kecil mendengar ucapan tiga rekannya ini, yah memang Prince incaran gadis-gadis kampus, setiap hari dia akan mendapatkan berbagai macam hadiah dari fansnya. Yah dan ketiga rekannya ini juga ikut andil, mereka menggunakan kepopuleran Prince untuk perut mereka sendiri.

‘’Tapi untung wajah lo ini mode premium bro, dengan cara seperti ini kita bisa makan gratis setiap hari,’’ canda ketiga rekannya.

Mereka berempat kembali ke kelas, yah mereka memang terbiasa tidak akan pulang kecuali sudah sore, dan mereka berempat akan melakukan banyak kegiatan di kampus yang memiliki fasilitas super lengkap dan mewah ini.

‘’Bagaimana jika kita sekarang main basket, sepertinya akan sangat seru jika membuat taruhan!’’ ujar salah seorang dari mereka.

Prince setuju, terlebih dirinya melihat Tuti juga berada di lapangan basket dengan banyak cemilan di tangganya. Mereka melangkah ke lapangan, di sana sudah ada beberapa pria yang tengah bermain basket.

‘’Hei, Bro! lo ini nggak lihat kami ini sedang main, hah!’’ teriak mereka yang tidak suka dengan sikap rombongan Prince.

Prince merebut bola yang ada di tangannya dan mengajak taruhan, siapa yang kalah harus membayar lima juta dan harus dibayar case. Mereka berempat setuju, yah karena mereka adalah atlet basket, yang sering melakukan perlombaan baik nasional maupun internasional dan sudah sering menang, rombongan Prince bukan menjadi saingan yang di takuti.

‘’Deal!’’ balasnya.

Semua gadis-gadis kampus berhamburan ke tepi lapangan basket untuk melihat idola mereka yaitu Prince, semuanya kegirangan bahkan sudah seperti orang gila saja, teriakan mereka mengganggu Tuti yang tengah makan cemilannya.

‘Haduhh! Untung lo itu udah jadi mantan gue!’ batin Tuti.

Pertandingan basket dimulai, mereka semua bermain dengan imbang, dan setiap angkanya kejar-kejaran, tu semua membuat fans Prince semakin menggila, mereka berteriak histeris ketika Prince memamerkan kemampuan dan wajah tampannya itu.

Dan Tuti yang sudah sangat kesal akan ulah fansnya Prince, memilih untuk berdiri karena dia sudah tidak mood lagi untuk berada di sana. Prince yang melihat sekilas Tuti yang akan meninggalkan lapangan basket, tanpa pikir panjang dia langsung melempar bola basket itu ke arah Tuti, dan boom, lemparan yang sangat tepat mengenai kepalanya.

Tuti berusaha untuk tenang, dirinya malas untuk membuat keributan sekarang, lebih baik pulang dan tidur dibandingkan di kampus, yang ada dia hanya akan makan hati karena ulah fans Prince.

‘’Hei, BONGSOR! Tolong bawa bola itu kesini!’’ teriak Prince yang membuat satu kampus kembali menertawakannya.

Tuti menoleh dan menatap tajam pada Prince, pria itu memang tidak habis-habisnya mencari masalah dengan Tuti.

‘’Ayo cepat bawa bola itu kesini!’’ teriak Prince untuk kedua kalinya.

Kali ini kesabaran Tuti benar-benar sudah hilang, jika sudah berhadapan dengan Prince maka yang ada hanya kemarahan, sabarnya Tuti sudah setipis tisu jika berhadapan dengan mantannya ini.

Tuti melangkah ke tengah lapangan, Prince tersenyum licik seakan tengah merencanakan sesuatu yang penting, Tuti bisa membawa pikiran dari Prince lantas melempar dengan kuat bola basket itu, dan lemparan Tuti yang terbilang cukup jauh berhasil mengenai perut Prince.

‘’Awhg! Hei, apa yang lo lakuin, hah!’’ geram Prince.

‘’UPS, SORRY!’’

Episodes
1 Episode 1/ Kasus di Kampus Mantan.
2 Episode 2/ Kehidupan Neraka di Mulai.
3 Episode 3/ Tersangka Pertama
4 Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
5 Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
6 Episode 6/ Siang Kampus Malam Kasus.
7 Episode 7/ Hampir Kebobolan.
8 Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.
9 Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.
10 Episode 10/ Melawan Elite Kampus.
11 Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
12 Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
13 Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
14 Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
15 Episode 15/ The Next Queen.
16 Episode 16/ Taruhan Kencan Dengan Mantan.
17 Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
18 Episode 18/ Over Size Penuh Pesona.
19 19/ Virus Mematikan
20 Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
21 Episode 21/ Virus Selesai Prince Terbengkalai
22 Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.
23 Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.
24 Episode 24/ Negosiasi Kematian Bersama Tuhan.
25 Episode 25/ Ronald Kesal, Kasus Tak Akan Usai.
26 episode 26/ Gengsi dan Keras Kepala Membuat Semua Merana.
27 Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.
28 Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.
29 Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
30 Episode 30/ Kamu Bermain Licik, Aku Bermain Cerdik.
31 Episode 31/ Godaan Terbesar Pria Adalah Wanita.
32 Episode 32/ Pria Kunci Rahasia Alice.
33 episode 33/ Kasus Rumit, Cinta Semakin Sulit
34 Episode 34/ Klu Cinta Dari Detektif Brian.
35 Episode 35/ Tersudutkan Yang Menegangkan
36 Episode 36/ Kesepakatan dan Sebuah Penawaran.
37 Episode 37/ Dua Musuh yang Bekerja Sama.
38 Episode 38/ Simulasi Yang Menguji Nyali.
39 episode 39/ Perhatian Klunya, Alice!
40 Episode 40/ Jangan Paksa Aku Untuk Memilih
41 Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.
42 Episode 42/ Alice, Gadis Tangguh Serba Bisa.
43 Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.
Episodes

Updated 43 Episodes

1
Episode 1/ Kasus di Kampus Mantan.
2
Episode 2/ Kehidupan Neraka di Mulai.
3
Episode 3/ Tersangka Pertama
4
Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
5
Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
6
Episode 6/ Siang Kampus Malam Kasus.
7
Episode 7/ Hampir Kebobolan.
8
Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.
9
Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.
10
Episode 10/ Melawan Elite Kampus.
11
Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
12
Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
13
Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
14
Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
15
Episode 15/ The Next Queen.
16
Episode 16/ Taruhan Kencan Dengan Mantan.
17
Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
18
Episode 18/ Over Size Penuh Pesona.
19
19/ Virus Mematikan
20
Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
21
Episode 21/ Virus Selesai Prince Terbengkalai
22
Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.
23
Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.
24
Episode 24/ Negosiasi Kematian Bersama Tuhan.
25
Episode 25/ Ronald Kesal, Kasus Tak Akan Usai.
26
episode 26/ Gengsi dan Keras Kepala Membuat Semua Merana.
27
Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.
28
Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.
29
Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
30
Episode 30/ Kamu Bermain Licik, Aku Bermain Cerdik.
31
Episode 31/ Godaan Terbesar Pria Adalah Wanita.
32
Episode 32/ Pria Kunci Rahasia Alice.
33
episode 33/ Kasus Rumit, Cinta Semakin Sulit
34
Episode 34/ Klu Cinta Dari Detektif Brian.
35
Episode 35/ Tersudutkan Yang Menegangkan
36
Episode 36/ Kesepakatan dan Sebuah Penawaran.
37
Episode 37/ Dua Musuh yang Bekerja Sama.
38
Episode 38/ Simulasi Yang Menguji Nyali.
39
episode 39/ Perhatian Klunya, Alice!
40
Episode 40/ Jangan Paksa Aku Untuk Memilih
41
Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.
42
Episode 42/ Alice, Gadis Tangguh Serba Bisa.
43
Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!