Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
’Kamu makan dengan sangat lahap, hingga keberadan saya tidak kamu dengar,’’ ujar Pak Boni yang duduk di sebelah Tuti.
‘’Yah, karena saya sedang lapar. Memangnya ada keperluan apa?’’ tanya Tuti, dirinya sudah berhasil membuat Pak Boni tertarik padanya.
Dari kejauhan terlihat beberapa orang yang tengah memperhatikan mereka, terselip kebencian yang sangat mendalam, dan mereka akan merencanakan sesuatu yang buruk untuk Tuti.
‘’Kamu siapkan semuanya, saya tidak ingin gadis itu semakin menjadi permasalahan besar untuk kita!’’ titahnya.
‘’Tapi, Bos. Ini sangat terburu-buru, bagaimana jika dia semakin bertindak?’’ bawahannya itu sangat ragu, terlebih setelah melihat keberanian yang dilakukan oleh Tuti kepada beberapa orang-orang penting.
‘’Jika begitu, siapkan umpan yang tepat! Kita pancing dia untuk mendekat, setelah itu baru kita lanjut ke rencana berikutnya, paham!’’ ujar pria dengan setelan jas hitam pergi begitu saja.
Bawahannya itu masih memantau Tuti, dirinya meraih benda pipih di celana kirinya dan mengirimkan pesan singkat pada seseorang.
[Segera siapkan mangsa yang tepat, seharian suntuk kita akan bekerja keras!]
Setelah mengirimi pesan pada seseorang, dirinya berlalu pergi, tapi siapa sangka Prince mendengar semua percakapan yang dilakukan oleh petinggi kampus, dirinya melirik pada Tuti yang masih duduk santai di kantin dengan makanan-makanan yang porsinya sangat gila, padahal sekarang ada jadwal dengan Pak Fardi.
‘’Semakin dia ada disini, maka kejanggalan yang tersembunyi perlahan tapi pasti akan diketahui. Tapi … apakah berbahaya itu dia? Hingga para petinggi kampus saja kewalahan untuk menghadapi satu gadis itu?’’ pikirannya.
Prince mendapatkan pesan dari temannya, dia kaget dan langsung menuju ke lokasi yang dikirimi oleh temannya itu, tanpa menghiraukan panggilan fansnya, dia terus berlari tanpa henti, hingga ketika sudah berada disana, terdapat dua orang pria yang tengah menunggu di belakang gerbang kampus.
Mereka berdua berpakaian serba hitam, wajahnya tidak terlihat, postur tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan Prince. Ketika Prince datang, salah seorang dari kedua pria itu memberikan pukulan pada wajah dan perut Prince, dirinya merintih kesakitan tapi mau bagaimana lagi, dirinya tidak bisa memberikan perlawanan karena hanya memiliki status seorang bawahan.
‘’Dasar tidak becus kamu! Apa saja kerjaan kamu di tempat ini, hah! Tidak ada kemajuan yang bisa memuaskan kami, jika masih terus seperti ini, maka jangan salahkan nyawa dia akan melayang dengan cara tragis!’’ ancam mereka dan kembali memberikan pukulan bertubi-tubi pada tubuh Prince hingga membuat dirinya babak-belur.
Sayangnya Prince tidak bisa melakukan apapun, ancaman itu sangat membuat Prince dipenuhi dengan dendam, dirinya meringis masuk kembali dan menutupi semua luka yang ia terima, hanya saja Tuti tidak sengaja melihat dari kejauhan, bagaimana Prince dipukuli oleh orang-orang dengan pakain serba hitam.
Tuti dipenuhi dengan rasa penasaran, akhirnya untuk kedua kalinya dia tidak masuk kelas. Prince juga tidak masuk kelas sekarang, dia melangkah ke bagian atas kampus, Tuti terus mengikuti Prince. Dia sangat yakin jika orang-orang berpakaian serba hitam sangat berpengaruh dalam hidup Prince, berbagai teori konspirasi kembali bermunculan dalam kepalanya, memikirkan apa hubungan antara Prince dan mereka berdua.
Prince meringis kesakitan ketika tengah mengobati luka-lukanya, tatapan dendam akan terus mengakar kuat, ancaman itu melemahkan semuanya. Tuti sudah berdiri di samping Prince, kedatangannya memang selalu muncul tiba-tiba, Prince mengabaikan keberadaan Tuti.
‘’Jika hanya ingin menertawakan gue, mendingan lo pergi!’’ ujar Prince.
Tuti tidak bergeming dai tempatnya dan juga tidak memberikan respon apapun, Prince akhirnya menatap pada Tuti yang sedang fokus menatap ke ujung sana.
‘’Mau saya bantu?’’ tanya Tuti mengalihkan pandangannya pada Prince.
Mata mereka bertemu dan seakan membangun kembali kisah lama yang sempat hilang di telan bumi, hanya saja dua insan manusia ini berusaha menyingkirkan perasaan cinta yang sedang terjadi
Karena tidak mendapatkan jawaban apapun Tuti melangkah pergi, tujuannya hanya tidak ingin kembali jatuh cinta pada Prince, dia takut hal-hal buruk akan terjadi dan membuat permasalahan yang telah rumit semakin rumit.
‘Aku harus bisa melupakan Prince, seharusnya aku tidak boleh lemah seperti ini!’ batinnya.
Prince masih berada di atas sana, dia hanya bisa termenung dengan air mata yang mulai bercucuran, dan sekarang dunia seakan menertawakannya, dunia telah mempermalukannya. Prince menghela nafas, dirinya juga tidak ingin kejadian masa lalu kembali terulang, sudah cukup satu kejadian itu mengacaukan kehidupannya hingga berhasil membuat orang yang ia sayang menjadi tumbal.
‘’Maafkan aku, seharusnya ini tidak terjadi. Semua ini sudah terlalu jauh, jika aku mundur maka semua akan lebih buruk lagi dan jika aku memilih untuk maju maka aku sudah tidak sanggup lagi, oh Tuhan!’’ batinnya.
Prince masih berada di tempat yang sama, satu jam lamanya dia tidak bergeming dari tempat itu, hingga sebuah langkah kaki menyadarkan Prince yang tengah melamun dan membayangkan semua masalah besar yang akan terjadi.
‘’Apa Anda juga ingin menertawakan saya?’’ tanya Prince, dia tahu siapa yang datang, tanpa menoleh sekalipun.
Langkah kaki itu semakin mendekat, Prince tidak tertarik dengan kehadirannya. Pria itu memberikan satu cup kopi pada Prince, dirinya menerima dan minum sekali teguk kopi pemberiannya, pria itu melangkah ke ujung gedung dan merentangkan kedua tangannya, Prince hanya menjadi penonton akan hal yang dilakukan oleh pria itu yang tidak lain adalah Pak Fardi.
‘’Terkadang dunia ini memang di menangkan oleh mereka, para elite permainan. Dan sisanya hanya akan menjadi bawahan yang harus tunduk dan patuh kepada semua aturan yang mereka buat, tapi entahlah saya masih belum paham tentang semua masalah yang kamu hadapi,’’ kata Pak Fardi tanpa menoleh pada Prince.
‘’Tidak seharusnya Anda tahu masalah orang lain, jika Anda sendiri juga terlibat permainan mereka!’’ balas Prince.
‘’Huh! Saya pikir Anda pria yang bodoh, tapi rupanya kenyataan memang aneh, bukan? Saya tidak tahu darimana Anda mengetahui itu, tapi saya akui Anda memang layak untuk mendapatkan semua ini karena telah berani mengusiknya dari awal!’’ ancam Pak Fardi.
Ucapan Pak Fardi sangat menantang bagi Prince, dia semakin penasaran dengan semua misteri yang masih disembunyikan oleh dosennya ini. Prince bangkit berdiri, dirinya tidak ingin terlalu lama bersama dengan Pak Fardi.
‘’Camkan perkataan saya barusan jika Anda tidak ingin masuk terlalu jauh dari semua masalah ini!’’
Prince tidak akan menyerah begitu saja, dia sudah memulai dan masuk ke dalam permasalahan itu dari awal, jika menyerah begitu saja maka semua hal yang ia korbankan tidak ada gunanya, terlebih dua pria itu terus memberikan ancaman yang mengancam keselamatan keluarganya, membuat Prince harus dengan tuntas menyelesaikan masalahnya sendiri.
‘’Semakin Anda larang, maka rasa penasaran saya akan semakin menggebu-gebu!’’ ujar Prince dan memilih melangkah pergi.
Pak Fardi hanya tersenyum dengan jawaban dari Prince.
‘’BOCAH INGUSAN ITU TELAH MEMBUAT KESALAHAN FATAL DALAM HIDUPNYA!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments