Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
Tuti tengah berada di kantin, dirinya menghabiskan sangat banyak makanan hari ini, mulai dari nasi goreng ditambah dengan mie goreng, bakso, mie ayam, es teh manis dua gelas, bakwan serta tahu memenuhi satu meja tempat Tuti berada.
Dirinya makan dengan sangat lahap, tak terasa ada seorang pria yang terus memperhatikannya yah pria itu Pak Boni, dirinya tersenyum aneh melihat porsi makan Tuti, dirinya memilih untuk menghampiri Tuti, terlebih hari ini dirinya juga tidak ada kelas, entahlah rasanya Pak Boni sangat nyaman dengan Tuti yang merupakan mahasiswi baru di kampus dan mereka hanya berbincang-bincang sesuai dengan kadarnya, tidak ada pembicaraan yang seharusnya malah membuat Pak Boni tertarik pada Tuti.
Terlebih wajah tampannya itu, idola banyak model cantik di luar sana, dan entah kenapa dirinya malah tertarik pada Tuti yang selalu mendapatkan permasalahan di karenakan postur tubuh yang tidak seharusnya.
‘’Ehem!’’ Pak Boni berdiri di belakang Tuti.
Tuti mendengar suara seorang itu, hanya saja amarahnya sudah tidak bisa diturunkan untuk saat ini, dirinya lebih memilih focus pada makanan dengan porsi jumbonya dibandingkan menanggapi seorang yang sudah tiga kali berdehem agar Tuti menoleh ke belakang, tapi apa? Semuanya nihil Tuti semakin lahap saja memakan semua makanan yang menggiurkan ini.
‘Untung juga aku jadi Tuti, capek juga jika harus diet terus, dengan cara seperti ini saja aku sudah sangat bahagia,’ batin Tuti, dirinya masih focus pada makanannya.
Pak Boni hanya tersenyum manis melihat tingkah konyol Tuti, dirinya satu-satunya gadis yang berani menolak untuk berbicara lebih dari lima menit, padahal dirinya yang tampan ini langganan gadis-gadis kampus, sifat Tuti yang cuek dan bodo amat membuat Pak Boni semakin tertarik dan tentunya dia tidak seorang diri, di ujung sana juga ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka dengan sangat intens.
‘Ternyata gadis itu memiliki banyak pesona yang dapat memikat banyak pria, huh, dia akan sangat berguna nantinya!’ batin Pak Fardi yang memilih untuk kembali ke ruangannya, hari ini dia memiliki kelas dan sangat kebetulan kelas yang akan ia ajar merupakan kelas Tuti, dia tersenyum licik karena sudah dipastikan Tuti akan mendapatkan permasalahan besar karena tidak masuk kelasnya hari ini.
Tapi siapa sangka, ternyata bukan hanya dia yang tengah memperhatikan Tuti, Prince mantan kekasihnya juga berada di lokasi yang sama, dirinya menatap Pak Fardi dengan tatapan lekat dan senyum simpul itu kembali terjadi. Pak Fardi sudah mengerti kemana arah pembicaraan mereka nantinya, oleh sebab itulah Pak Fardi tidak berniat untuk melayani pembicaraan dengan Prince, dirinya memilih mengabaikan Prince.
‘’Tunggu!’’ ucap Prince.
Mereka berdua saling pandang satu sama lain, sama-sama memiliki tatapan dingin dan mematikan membuat permasalahan baru akan muncul, mereka berdua juga sama-sama berambisi dalam hal yang sama, itu telah terbukti dengan banyak persaingan yang terjadi antara murid dan dosennya.
‘’Saya tidak ada waktu untuk melayani pembicaraan omong kosong itu!’’ ujar Pak Fardi berlalu begitu saja.
Prince menoleh kembali ke arah Tuti yang masih focus pada makanannya tanpa menyadari Pak Boni yang telah sedari tadi berdiri di belakangnya, selang beberapa menit kemudian Prince menoleh kembali dan memperhatikan Pak Fardi yang semakin lama semakin menghilang.
‘Sudah saya duga dari awal, jika si Bongsor itu memang memiliki banyak hal luar biasa yang masih belum terungkap, dia sangat menarik, sikapnya itu membuat saya tertarik!’ batin Prince tersenyum simpul.
Yah memang semenjak kedatangan Tuti di kampus, membuat semua pria tampan itu sangat tertarik untuk mengenal lebih jauh tentangnya, terlebih dengan postur yang seharusnya tidak bisa diterima di kampus elite, tapi berbeda dengan Tuti, dirinya bisa lolos dari terkaman elite kampus.
‘Sepertinya elite kampus ini akan terguncang dengan kehadiran Tuti, ini akan sangat menyenangkan!’ batinnya memilih menyusul langkah Pak Fardi, dirinya juga tidak ingin melakukan kesalahan yang ujung-ujungnya akan membuat dirinya terkena hukuman yang tidak masuk akal.
Prince menyadari jika dirinya tengah menjadi pusat perhatian, di sepanjang perjalanannya menuju kelas, semua mata tidak henti-hentinya menatap pada Prince, yah pasti ini masalah yang baru saja terjadi, dirinya tidak akan mempermasalahkan tentang gossip yang beredar, malah justru akan sangat penasaran dengan tindakan yang akan diambil oleh Tuti ketika mengetahui tentang berita viral ini.
‘Sudah tidak penasaran melihat wajah merah padam itu lagi, apa yang akan dia lakukan ketika melihat sendiri berita viral ini,’’ gumam Prince berdiri di ambang pintu kelasnya.
Di depan sana memang sudah terlihat jika Pak Fardi tengah mengambil absen kelas, ketika Prince datang pria itu hanya melihat sekilas dan focus pada absennya, Prince tersenyum simpul dan melangkah tanpa beban, tanpa rasa bersalah karena telah terlambat tiga menit.
‘’Berhenti!’’ ujar Pak Fardi ketika Prince telah melangkahkan kakinya ke dalam ruangan kelas.
Semua yang berada di dalam kelas hanya menatap dengan penasaran, hal apa yang akan terjadi kepada kedua pria tampan yang sangat dingin dan mematikan, mereka berdua saling memberikan tatapan tajam, dan ketiga rekan Prince yang duduk di bangku paling akhir, benar-benar hanya bisa di buat geleng-geleng kepala dengan sikap Prince.
‘’Cari mati tuh si Prince, beraninya dia berhadapan dan mencari keributan dengan Pak Fardi!’’ bisik salah seorang dari mereka.
Sedangkan di depan sana ketegangan dan masih terasa, mereka yang berada di dalam ruangan kelas seakan di ajak uji adrenalin dengan tatapan tajam dan mematikan kedua pria ini, Prince dan Pak Fardi sudah layak dikategorikan pemegang tahta psikopat di kampus elite itu.
‘’Ada masalah yang bisa saya bantu, Pak?’’ tanya Prince dengan santai.
‘’Mampus lo, Prince. Lo benar-benar sudah membangunkan singa yang tertidur, bisa remuk tubuh lo dengan hukuman yang akan diberikan oleh dosen psikopat itu!’’ ucap ketiga rekan Prince dengan berbisik.
‘’Kenapa juga si Prince berani-beraninya menguji dosen psikopat itu? Apa ini semua ada hubungannya dengan Tuti?’’ pikir rekan lainnya.
‘’Hmm, lo benar. Semenjak kedatangan si Tuti itu, terjadi banyak perubahan di kampus kita dan terutama tentang ketiga pria pemecah rekor ketampanan, Prince, Pak Fardi dan Pak Boni, mereka seakan terpikat dengan Tuti,’’ bisik yang lainnya setuju dengan pemikiran kedua temannya ini.
Pak Fardi bangkit berdiri dan mendekat pada Prince yang masih menatapnya dengan tatapan yang sama, tatapan tajam lagi mematikan, Pak Fardi tengah membisikkan sesuatu pada Prince, dan Prince hanya memberikan sebuah senyuman simpul.
‘’SIAPA TAKUT!’’ balasnya berlalu ke bangkunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments